26 Oktober 2026

Timnas Kamboja

BOLADONESIA – Kiper timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, tidak mau menganggap remeh timnas Kamboja. Menurut Nadeo, Kamboja bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata.

Kamboja bakal menjalani partai Piala ASEAN 2026 melawan Indonesia di Stadion Pakansari pada Senin (27/7). Kamboja tidak punya modal positif karena menelan kekalahan dari Singapura pada partai pekan pembuka.

“Coach juga sudah menganalisa bagaimana pertandingannya, bagaimana kekuatan apa saja yang Kamboja punya. Sebagai pemain pasti sendiri kita juga mempersiapkan diri sesuai instruksi pelatih juga pastinya,” ujar Nadeo dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan.

“Pertandingan pertama tidak gampang meskipun kita sudah lihat Kamboja kemarin kalah 1-2 di home lawan Singapura, eh tapi itu tidak menjadi alasan bahwa kita melihat Kamboja juga tim yang sepele atau tim gampang untuk dikalahkan,” imbuhnya.

Nadeo Argawinata Punya Motivasi Ekstra Besar

Lebih lanjut, Nadeo mengaku punya motivasi sangat besar di Piala ASEAN 2026. Kiper berumur 29 tahun itu bertekad membawa Skuad Garuda menjadi rasa Asia Tenggara untuk kali pertamanya.

“Selama 30 tahun kita mengikuti Piala AFF tapi belum pernah sekali pun mendapatkan juara. Saya rasa dengan hadirnya Coach John (Herdman) sekarang dengan apa yang dia bawa, kita di sini fokus selama di Bali untuk membangun koneksi itu antar satu sama pemain, antar pemain ke pelatih, atau siapa pun yang ada di dalam tim saat ini.”

“Untuk hasilnya ya pasti kita mau juara. Setelah 30 tahun kita mengikuti piala AFF pasti kita mau juara dan ya kita percaya akan itu dan semoga itu bisa terjadi di turnamen edisi kali ini,” tuntas Nadeo.

Selepas menghadapi Kamboja, Skuad Garuda bakal bertolak ke Thailand untuk menantang Timor Leste. Laga tersebut rencananya mentas pada Jumat (31/7).

BOLADOENESIA – Pelatih timnas Singapura, Gavin Lee kurang terlalu berkesan dengan performa timnya dalam kemenangan 2-1 lawan Kamboja (24/7/26). Lee menyebut ini bisa jadi pembelajaran.

Singapura butuh gol spektakuler Ilhan Fandi di menit terakhir laga untuk bisa mengalahkan Kamboja 2-1 pada laga pertama Piala ASEAN 2026.

Lee mengatakan bahwa dirinya tidak mau menikmati hasil ini.

“Pertandingan pembuka di setiap kompetisi selalu sedikit sulit, dan saya rasa kami melihatnya malam ini. Sejujurnya, saya tidak terlalu ingin menikmati hasilnya, dan saya rasa para pemain juga menyadari hal itu,” ucapnya seperti dilansir IDNEWS dari laman resmi ASEAN United.

“Selalu menyenangkan memulai kompetisi dengan tiga poin, tetapi sekarang kami harus mengambil pelajaran dari pertandingan ini. Kami punya pertandingan lain pada hari Senin, jadi penting untuk mengarahkan energi kami ke pertandingan itu.”

Gavin Lee Mengungkapkan Apa yang Salah

Singapura akan menjamu Timor-Leste dalam pertandingan fase grup berikutnya di Stadion Jalan Besar pada hari Senin (27/7/26). Lee bersikeras agar para pemainnya tidak mengulangi penampilan buruk pada hari Jumat setelah melihat Ouk Sovann menyamakan kedudukan setelah gol pembuka Shawal Anuar pada menit ke-22 untuk tim tamu.

“Kami memasuki setiap pertandingan dengan kesepakatan tertentu tentang bagaimana kami ingin bermain. Sayangnya, kami tidak menepati kesepakatan tersebut hari ini, terutama selama babak pertama,” kata Lee.

“Pada jeda babak pertama, kami menunjukkan kepada semua orang cermin. Saya pikir kami memulai babak kedua dengan jauh lebih baik dalam bertahan. Terlalu banyak ruang bagi gelandang kami untuk bertahan di babak pertama, dan kami menderita kerugian yang tidak perlu sebagai akibatnya. Kami sedikit membaik selama babak kedua.

“Sesuatu yang sering kami katakan adalah bahwa kami harus menerima ketidaknyamanan. Ada banyak momen tidak nyaman hari ini, tetapi kami membiarkan momen-momen itu mengendalikan kami. Itu adalah pelajaran yang harus kami pelajari.”