24 Oktober 2026

#SerieA

BolaIndonesia – Hasil dan klasemen Liga Italia 2026/27 kembali berubah setelah seluruh pertandingan pekan ketiga rampung digelar. Lazio menjadi salah satu sorotan utama setelah pasukan Gennaro Gattuso mempertahankan rekor sempurna dengan mengalahkan Udinese 2-1. Di laga lainnya, Daniel Maldini menjadi pahlawan Cagliari saat mencetak gol kemenangan atas Lecce.

Lazio Comeback, Gattuso Bawa Tim Sempurna

Lazio menunjukkan mentalitas kuat ketika bertandang ke markas Udinese pada Senin (7/9/2026). Sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol Jesper Karlstrom pada menit ke-49, Lazio mampu membalikkan keadaan pada babak kedua.

Davide Frattesi menjadi aktor penting kebangkitan Lazio. Gelandang yang dipinjam dari Inter tersebut mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-75. Gol tersebut sekaligus menjadi gol ketiganya dalam tiga pertandingan Serie A musim ini.

Gattuso kemudian melakukan pergantian pemain yang terbukti tepat. Albert Gudmundsson masuk menggantikan Frattesi dan langsung memberikan dampak. Pada menit ke-88, Gudmundsson mencetak gol sundulan untuk membawa Lazio berbalik unggul 2-1.

Kemenangan tersebut membuat Lazio mengoleksi 9 poin dari tiga pertandingan. Mereka menjadi salah satu dari tiga tim yang masih memiliki rekor 100 persen di Serie A bersama Roma dan Inter.

Lazio Cetak Catatan Istimewa

Start sempurna Lazio menjadi catatan menarik bagi klub ibu kota Italia tersebut. Tim asuhan Gattuso memenangkan tiga laga pertama musim ini, termasuk kemenangan 1-0 atas Bologna dan Genoa sebelum menaklukkan Udinese.

Yang lebih impresif, Lazio baru kebobolan satu gol dalam tiga pertandingan. Mereka kini berada di posisi ketiga klasemen karena kalah dalam selisih gol dari Roma dan Inter.

Performa ini juga memperlihatkan karakter khas Gattuso. Lazio tidak panik ketika tertinggal dan terus memberikan tekanan hingga menit-menit akhir. Pergantian pemain serta keberanian mengejar kemenangan menjadi faktor penting dalam comeback di Udine.

Daniel Maldini Jadi Pahlawan Cagliari

Selain Lazio, Daniel Maldini juga mencuri perhatian pada pekan ketiga. Putra legenda AC Milan, Paolo Maldini, mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan Cagliari 1-0 atas Lecce di Unipol Domus.

Maldini mencetak gol pada menit ke-29 setelah menerima umpan dari Jacopo Fazzini. Gol tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir dan memberikan Cagliari tiga poin penting.

Kemenangan itu membuat Cagliari naik ke posisi kesembilan dengan enam poin, hasil dari dua kemenangan dan satu kekalahan dalam tiga pertandingan.

Gol Maldini juga menambah cerita menarik mengenai keluarga Maldini di sepak bola Italia. Setelah membawa Cagliari meraih kemenangan, Daniel kembali menjadi sorotan sebagai generasi penerus nama besar Maldini di Serie A.

Roma dan Inter Masih di Puncak

Di papan atas, Roma dan Inter tetap berada di posisi pertama dan kedua. Roma mengoleksi sembilan poin dengan catatan tiga kemenangan, mencetak 10 gol dan hanya kebobolan satu kali.

Inter juga memiliki sembilan poin setelah menaklukkan Napoli 3-2. Nerazzurri telah mencetak delapan gol dan kebobolan tiga kali. Sementara itu, Lazio berada di posisi ketiga dengan sembilan poin dan selisih gol +3.

Persaingan papan atas pun semakin menarik karena Como, Milan, dan Juventus sama-sama mengoleksi tujuh poin. Como berada di posisi keempat, disusul Milan dan Juventus.

Klasemen Liga Italia Terbaru

Berikut klasemen sementara Serie A 2026/27 setelah pekan ketiga:

  1. Roma – 9 poin
  2. Inter – 9 poin
  3. Lazio – 9 poin
  4. Como – 7 poin
  5. Milan – 7 poin
  6. Juventus – 7 poin
  7. Frosinone – 6 poin
  8. Atalanta – 6 poin
  9. Cagliari – 6 poin
  10. Sassuolo – 4 poin
  11. Udinese – 4 poin
  12. Napoli – 3 poin
  13. Torino – 3 poin
  14. Lecce – 3 poin
  15. Bologna – 1 poin
  16. Parma – 1 poin
  17. Monza – 1 poin
  18. Venezia – 0 poin
  19. Genoa – 0 poin
  20. Fiorentina – 0 poin

Persaingan Serie A Makin Panas

Hasil pekan ketiga membuat persaingan Serie A semakin ketat. Roma, Inter, dan Lazio sama-sama sempurna dengan sembilan poin, sementara Como, Milan, serta Juventus hanya terpaut dua angka.

Lazio kini menjadi tim yang patut diperhitungkan setelah Gattuso berhasil membawa mereka meraih tiga kemenangan beruntun. Di sisi lain, Cagliari mendapatkan suntikan kepercayaan diri berkat gol Daniel Maldini.

Dengan kompetisi yang baru berjalan tiga pekan, posisi di papan klasemen masih sangat mungkin berubah. Namun, start sempurna Lazio dan ketajaman Daniel Maldini menjadi dua cerita menarik dari hasil Liga Italia terbaru.

Juventus 1-1 Milan: Gatti Cetak Gol Telat

BolaIndonesia – Hasil Juventus vs AC Milan pada pekan ketiga Serie A 2026/2027 berakhir dramatis. Bermain di Allianz Stadium, Senin (7/9/2026) dini hari WIB, kedua tim harus puas berbagi poin setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

AC Milan sebenarnya berada di ambang kemenangan setelah Alphadjo Cisse membawa Rossoneri unggul pada babak kedua. Namun, Juventus menunjukkan mental pantang menyerah. Federico Gatti mencetak gol pada masa injury time dan menyelamatkan Bianconeri dari kekalahan.

Hasil imbang ini membuat Juventus dan AC Milan sama-sama mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Milan berada di atas Juventus dalam klasemen berkat keunggulan produktivitas gol.

Babak Pertama Juventus vs AC Milan Berlangsung Ketat

Juventus tampil lebih agresif sejak pertandingan dimulai. Francisco Conceicao menjadi salah satu pemain yang paling aktif mengancam pertahanan AC Milan.

Peluang emas Juventus hadir ketika Conceicao mendapatkan ruang di dalam kotak penalti. Namun, penyelesaian akhirnya belum mampu menaklukkan Mike Maignan. Kiper AC Milan tersebut tampil sigap untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Maignan kembali menunjukkan kualitasnya ketika menggagalkan usaha Conceicao melalui tembakan dari sisi kanan. Juventus terus menekan, tetapi pertahanan Milan mampu bertahan dengan disiplin.

Hingga babak pertama berakhir, skor masih 0-0. Juventus memiliki sejumlah peluang lebih baik, sedangkan AC Milan belum mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran.

Francisco Conceicao Hampir Bawa Juventus Unggul

Memasuki babak kedua, Juventus tetap berusaha mengambil kendali permainan. Pada menit ke-55, Conceicao kembali mendapatkan peluang setelah Juventus berhasil merebut bola di lini tengah.

Tembakannya mengarah ke tiang jauh, tetapi bola justru membentur tiang gawang. Momen tersebut menjadi salah satu peluang terbaik Juventus untuk membuka keunggulan.

AC Milan yang lebih banyak bertahan justru mampu memberikan kejutan melalui serangan balik. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Alphadjo Cisse Bawa AC Milan Unggul

AC Milan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-68. Alphadjo Cisse mencetak gol setelah menerima umpan dari Samuel Chukwueze.

Chukwueze bergerak cepat dari sisi kanan sebelum mengirimkan bola kepada Cisse. Pemain muda Milan tersebut kemudian melakukan kontrol dan melepaskan tembakan rendah yang menembus pertahanan Juventus.

Gol tersebut menjadi pukulan bagi Juventus karena Rossoneri berhasil mencetak gol melalui salah satu peluang berbahaya mereka.

Dengan waktu pertandingan yang semakin menipis, Juventus langsung meningkatkan tekanan. AC Milan berusaha mempertahankan keunggulan dengan memperkuat lini pertahanan.

Federico Gatti Jadi Pahlawan Juventus

Drama terjadi pada menit ke-92.

Juventus mendapatkan kesempatan dari situasi bola mati. Teun Koopmeiners mengirimkan umpan silang akurat ke area kotak penalti. Federico Gatti yang baru masuk sebagai pemain pengganti berhasil memenangkan duel udara.

Bek Juventus tersebut melompat tinggi dan menyundul bola ke arah gawang. Bola sempat mengenai bagian bawah mistar sebelum akhirnya melewati garis gawang.

Gol! Juventus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut sekaligus membuyarkan kemenangan AC Milan yang sudah berada di depan mata. Gatti hanya membutuhkan beberapa menit setelah masuk lapangan untuk memberikan kontribusi besar bagi Juventus.

Juventus Selamat dari Kekalahan, Milan Gagal Menang

Peluit panjang akhirnya berbunyi dengan skor Juventus 1-1 AC Milan. Rossoneri harus menerima hasil imbang setelah sempat unggul hingga penghujung pertandingan.

Dari sisi permainan, Juventus sebenarnya tampil lebih agresif dan menciptakan lebih banyak peluang. Data pertandingan menunjukkan Juventus melepaskan 14 tembakan, dengan lima di antaranya tepat sasaran, sedangkan Milan hanya mencatatkan tiga tembakan dan satu tepat sasaran.

Namun, penampilan Mike Maignan membuat AC Milan tetap mampu bertahan hingga menit-menit terakhir. Kiper asal Prancis tersebut menjadi salah satu pemain penting yang membuat Juventus kesulitan mencetak gol.

Gatti dan Cisse Jadi Penentu

Dua pemain menjadi sorotan utama dalam hasil Juventus vs AC Milan kali ini. Alphadjo Cisse memberikan keunggulan untuk AC Milan, sedangkan Federico Gatti menjadi penyelamat Juventus.

Bagi Cisse, gol tersebut menunjukkan keberanian pemain muda Milan dalam menghadapi pertandingan besar. Sementara bagi Gatti, gol injury time semakin memperlihatkan kontribusinya ketika Juventus membutuhkan solusi.

Secara keseluruhan, hasil Juventus 1-1 AC Milan terasa adil jika melihat jalannya pertandingan. Juventus menunjukkan dominasi peluang, sedangkan Milan mampu bermain efektif dan hampir membawa pulang tiga poin.

Hasil ini membuat kedua tim sama-sama mengoleksi tujuh poin dari tiga laga Serie A. Juventus selanjutnya perlu memperbaiki efektivitas di depan gawang, sementara AC Milan harus belajar mempertahankan keunggulan hingga pertandingan benar-benar berakhir.

Rodrigo Mora Bikin Sejarah Baru di AS Roma

BolaIndonesia – AS Roma kembali mencatat sejarah unik setelah Rodrigo Mora resmi memilih nomor punggung 86. Nomor tersebut bukan sekadar identitas baru bagi pemain muda Portugal itu. Pilihan Mora membuat Roma melengkapi rangkaian nomor punggung 1 hingga 99 yang pernah digunakan pemain tim utama sepanjang sejarah klub.

Rodrigo Mora Resmi Bergabung dengan AS Roma

Rodrigo Mora menjadi rekrutan terbaru AS Roma setelah klub Italia tersebut menyelesaikan transfernya dari FC Porto. Pemain berusia 19 tahun itu datang ke ibu kota Italia dengan reputasi sebagai salah satu talenta muda menarik dari Portugal.

Roma merekrut Mora dengan nilai transfer sekitar 25 juta euro. Dalam kesepakatan tersebut, Porto dilaporkan mempertahankan 50 persen hak atas keuntungan dari potensi penjualan Mora pada masa mendatang. Roma juga memiliki opsi untuk membeli bagian tersebut dengan biaya tambahan.

Mora menandatangani kontrak jangka panjang dan diproyeksikan menjadi bagian penting dari proyek Gian Piero Gasperini. Kehadirannya diharapkan menambah kreativitas sekaligus memberikan opsi baru di lini serang Giallorossi.

Namun, perhatian terbesar justru muncul ketika nomor punggungnya diumumkan.

Nomor 86 Rodrigo Mora Masuk Buku Sejarah Roma

Mora memilih nomor 86, angka yang juga digunakannya ketika memperkuat FC Porto. Keputusan tersebut ternyata memiliki konsekuensi historis bagi AS Roma.

Sebelum kedatangan Mora, belum pernah ada pemain tim utama Roma yang menggunakan nomor 86. Karena itu, ketika sang pemain Portugal memilih angka tersebut, Roma akhirnya memiliki catatan penggunaan seluruh nomor dari 1 sampai 99.

Fakta ini membuat nomor 86 menjadi lebih istimewa daripada sekadar angka di bagian belakang jersey.

Roma kini tercatat memiliki setidaknya satu pemain yang pernah mengenakan setiap nomor punggung antara 1 dan 99 dalam sejarah tim utama. Catatan tersebut muncul tepat ketika klub mendatangkan salah satu prospek muda yang sedang mendapatkan perhatian besar.

Pilihan Nomor yang Tetap Dibawa dari Porto

Menariknya, nomor 86 bukan pilihan acak dari Mora. Sang pemain sudah menggunakan nomor tersebut selama membela Porto.

Mora berkembang melalui akademi Porto sebelum mendapatkan kesempatan bermain bersama tim senior. Ia kemudian menjadi salah satu pemain muda yang menarik perhatian berkat kemampuan teknis, kreativitas, serta keberaniannya bermain di area menyerang.

Dengan tetap memakai nomor 86 di Roma, Mora seolah membawa bagian dari perjalanan kariernya di Portugal menuju tantangan baru di Serie A.

Bagi Roma, keputusan itu justru menghasilkan sejarah yang tidak biasa.

Rekrutan Muda untuk Proyek Gian Piero Gasperini

Transfer Rodrigo Mora juga memperlihatkan arah baru AS Roma di bawah Gian Piero Gasperini. Klub tidak hanya mencari pemain berpengalaman, tetapi mulai memberikan perhatian besar kepada talenta muda dengan potensi berkembang menjadi pemain utama.

Mora dianggap cocok dengan proyek jangka panjang tersebut. Usianya yang baru 19 tahun membuat Roma memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam beberapa musim ke depan.

Mora juga sudah memiliki pengalaman di level senior bersama Porto. Menurut data yang dilaporkan Voce Giallorossa, ia mencatat 80 penampilan dan 16 gol bersama tim utama Porto sebelum pindah ke Roma.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika ia harus menghadapi persaingan di Serie A.

Nomor 86 Jadi Awal Perjalanan Baru

Kini, angka 86 memiliki cerita baru di AS Roma. Bukan hanya karena nomor tersebut melengkapi koleksi angka 1 hingga 99, tetapi juga karena dipakai oleh pemain muda yang datang dengan ekspektasi tinggi.

Mora tentu tidak direkrut Roma hanya untuk menciptakan statistik unik. Klub berharap pemain Portugal tersebut mampu memberikan kontribusi nyata di atas lapangan.

Tekanan pun mulai muncul. Setiap penampilan Mora akan menjadi bagian dari proyek besar Roma di bawah Gasperini. Jika mampu berkembang sesuai harapan, nomor 86 berpotensi menjadi identitas yang dikenang oleh para pendukung Giallorossi.

Dengan demikian, AS Roma mencetak sejarah unik usai Rodrigo Mora mengenakan nomor 86. Sebuah angka yang sebelumnya belum pernah digunakan pemain tim utama Roma kini menjadi bagian dari sejarah klub.

Lebih menarik lagi, catatan tersebut tercipta bersamaan dengan kedatangan salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Porto. Perjalanan Mora di Roma baru dimulai, tetapi namanya sudah lebih dulu tercatat dalam sejarah klub melalui sebuah fakta yang sangat unik.

Inter Milan Siapkan Duet Lautaro-Esposito

BolaIndonesia – Inter Milan mulai mematangkan persiapan menuju Serie A 2026/2027. Jelang kompetisi Liga Italia bergulir, perhatian mulai tertuju pada komposisi lini depan Nerazzurri di bawah arahan Cristian Chivu. Salah satu opsi menarik yang muncul adalah duet Lautaro Martinez dan Francesco Pio Esposito.

Inter akan memulai perjalanan mempertahankan gelar Serie A dengan menghadapi Monza pada 23 Agustus 2026. Jadwal tersebut membuat persiapan skuad semakin memasuki tahap akhir.

Lautaro Martinez Tetap Jadi Andalan Inter Milan

Lautaro Martinez masih menjadi salah satu pemain terpenting dalam proyek Inter Milan. Kapten Nerazzurri tersebut memiliki pengalaman, kemampuan mencetak gol, serta pergerakan yang sangat dibutuhkan dalam sistem permainan Chivu.

Setelah menjalani agenda internasional, Lautaro menjadi salah satu pemain yang dinantikan kembali ke skuad. Sebelumnya, ia bersama sejumlah pemain lain yang tampil di Piala Dunia mendapatkan waktu istirahat lebih panjang.

Kehadiran Lautaro tentu memberikan dimensi berbeda bagi lini serang Inter. Penyerang Argentina itu bisa bermain sebagai ujung tombak maupun bergerak lebih bebas untuk membuka ruang bagi rekannya.

Pio Esposito Makin Siap Jadi Partner Lautaro

Nama Pio Esposito menjadi salah satu sorotan terbesar dalam persiapan Inter Milan. Penyerang muda Italia tersebut menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan kesempatan lebih besar bersama tim utama.

Dalam laga pramusim melawan SV Aasen, Esposito tampil luar biasa dengan mencetak lima gol ketika Inter menang telak 16-0. Catatan tersebut menjadi sinyal bahwa sang penyerang siap mengambil peran lebih besar pada musim baru.

Performa tersebut juga memperkuat keyakinan bahwa Esposito bukan lagi sekadar pelapis. Ia mulai dipandang sebagai bagian penting dari rencana jangka panjang Inter.

Duet Martinez-Esposito Bisa Jadi Senjata Baru

Duet Lautaro Martinez dan Pio Esposito menawarkan karakter yang berbeda. Lautaro memiliki pengalaman dan kemampuan bermain di antara lini, sementara Esposito memberikan kekuatan fisik serta ancaman di area kotak penalti.

Kombinasi tersebut berpotensi membuat serangan Inter lebih fleksibel. Lautaro dapat turun menjemput bola dan membuka ruang, sedangkan Esposito bisa memanfaatkan ruang di belakang pertahanan lawan.

Namun, keputusan mengenai duet utama tetap berada di tangan Chivu. Inter juga masih memiliki Marcus Thuram dan Ange-Yoan Bonny sehingga persaingan di lini depan diprediksi berlangsung ketat.

Chivu Punya Banyak Pilihan di Lini Depan

Chivu memasuki musim baru dengan skuad yang memiliki kedalaman cukup baik. Pio Esposito bahkan mendapatkan perhatian khusus selama pemusatan latihan karena absennya sejumlah penyerang utama pada awal pramusim.

Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi Esposito untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan para pemain senior. Setelah musim sebelumnya membantu Inter meraih gelar, ekspektasi terhadap performanya kini semakin tinggi.

Pemain berusia muda itu juga sebelumnya menyambut kembalinya Lautaro dengan antusias. Ia menegaskan bahwa dirinya menantikan kehadiran sang kapten untuk kembali bergabung dengan tim.

Inter Milan Siap Mempertahankan Scudetto

Inter Milan memasuki musim 2026/2027 sebagai juara bertahan Serie A. Karena itu, tekanan untuk kembali menjadi juara tentu semakin besar.

Laga pembuka melawan Monza akan menjadi kesempatan pertama Chivu menguji komposisi terbaiknya dalam pertandingan resmi. Jika duet Lautaro Martinez dan Pio Esposito benar-benar dimainkan, kombinasi tersebut bisa menjadi salah satu hal menarik yang dinantikan penggemar Nerazzurri.

Dengan pengalaman Lautaro dan perkembangan pesat Esposito, Inter memiliki dua penyerang dengan karakter berbeda. Jika keduanya mampu membangun chemistry dengan cepat, lini depan Nerazzurri berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama dalam perburuan Scudetto.

Jelang Liga Italia bergulir, Inter Milan tidak hanya menyiapkan strategi untuk mempertahankan gelar. Nerazzurri juga sedang membangun kombinasi baru di lini depan. Duet Lautaro Martinez dan Pio Esposito kini menjadi salah satu opsi yang menarik untuk dinantikan.

Inter Milan 1-0 Betis: Debut Manis John Stones

BolaIndonesia – Inter Milan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Real Betis dalam laga persahabatan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. John Stones menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol penentu pada menit ke-82 sekaligus menandai debut manisnya bersama Nerazzurri.

Inter Milan Dominan Sejak Awal Pertandingan

Inter Milan langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak pertandingan dimulai. Tim asuhan Cristian Chivu berusaha menguasai lini tengah dan membuat Real Betis kesulitan mengembangkan permainan dari belakang.

Nicolò Barella menjadi salah satu pemain yang aktif mengatur tempo permainan. Sementara itu, Inter juga mengandalkan kecepatan dan kreativitas dari sektor sayap untuk membuka pertahanan Betis.

Real Betis sendiri mencoba bermain lebih sabar. Manuel Pellegrini menurunkan komposisi yang cukup serius sebagai persiapan menghadapi musim baru. Namun, permainan agresif Inter membuat Betis tidak banyak mendapatkan ruang untuk menciptakan peluang berbahaya.

John Stones Jalani Debut Bersama Inter

Perhatian terbesar tentu tertuju kepada John Stones. Bek asal Inggris tersebut mendapatkan kesempatan menjalani debut setelah resmi bergabung dengan Inter pada musim panas ini.

Kehadiran Stones memberikan opsi tambahan bagi lini belakang Inter. Tidak hanya kuat dalam duel bertahan, sang pemain juga dikenal memiliki kemampuan memainkan bola dari lini belakang.

Debut tersebut akhirnya menjadi semakin istimewa karena Stones tidak sekadar tampil solid. Ia justru menjadi pemain yang menentukan hasil pertandingan.

Stones Cetak Gol Penentu Menit ke-82

Pertandingan berjalan cukup ketat hingga memasuki fase akhir. Inter terus mencoba mencari celah di pertahanan Betis, tetapi gol yang ditunggu baru tercipta pada menit ke-82.

John Stones muncul sebagai pembeda. Ia berhasil mencetak gol untuk membawa Inter Milan unggul 1-0 atas Real Betis. Gol tersebut lahir dari situasi bola mati yang dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Inter.

Gol itu sekaligus membuat debut Stones bersama Inter terasa sempurna. Sang bek langsung memberikan kontribusi nyata pada pertandingan pertamanya dengan seragam biru-hitam.

Real Betis Gagal Membalas

Setelah tertinggal, Real Betis berusaha meningkatkan tekanan. Pellegrini melakukan sejumlah perubahan untuk mencari energi baru di lini depan.

Isco termasuk pemain yang masuk pada babak kedua. Beberapa pemain lain juga mendapatkan kesempatan untuk mengubah jalannya pertandingan.

Namun, Inter mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Pertahanan Nerazzurri tampil disiplin dan tidak memberikan kesempatan besar kepada Betis untuk mencetak gol penyeimbang. Dengan demikian, pertandingan berakhir dengan skor Inter Milan 1-0 Real Betis.

Kemenangan Penting Jelang Musim Baru

Meskipun hanya berstatus laga persahabatan, kemenangan ini memberikan modal positif bagi Inter Milan menjelang kompetisi resmi.

Selain mendapatkan hasil positif, Inter juga memperoleh gambaran mengenai kesiapan para pemainnya. Debut John Stones menjadi salah satu sorotan utama karena pemain baru tersebut langsung mampu memberikan pengaruh.

Bagi Stones, gol tersebut tentu menjadi awal yang sangat menjanjikan. Ia datang dengan pengalaman besar dari sepak bola Inggris dan kini memiliki tantangan baru di Italia.

Inter pun bisa berharap Stones menjadi salah satu bagian penting dari skuad mereka pada musim kompetitif mendatang.

Hasil Akhir Inter Milan Vs Real Betis

Inter Milan 1-0 Real Betis

Pencetak gol:

  • John Stones – 82′

Kemenangan tipis tersebut menutup laga dengan catatan positif bagi Inter. John Stones menjadi nama yang paling banyak dibicarakan setelah mencetak gol kemenangan dalam debutnya.

Jika performa tersebut dapat dilanjutkan pada pertandingan resmi, Stones berpotensi menjadi tambahan penting bagi skuad Inter Milan musim ini.