28 Oktober 2026

Ligue 1

BOLADONESIA – Paris Saint-Germain belum juga meraih kemenangan di Ligue 1 musim ini. Setelah ditahan 2-2 oleh Stade Rennes dan Lille OSC, tim asuhan Luis Enrique malah kalah 1-2 dalam big match melawan AS Monaco, sang pemuncak klasemen, di kandang sendiri, Stadion Parc des Princes, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB.

Masih tanpa kemenangan dalam 3 laga awal bukanlah hal biasa bagi PSG. Sejak diakuisisi Qatar Sports Investmenst (QSI) pada 2011, ini adalah start terburuk Les Parisiens di Ligue 1. Meskipun demikian, Enrique sama sekali tidak risau. Dia menilai kekalahan dari Monaco di kandang sendiri tak bisa dijadikan tolok ukur. Kekalahan itu, menurut dia, hanya karena tidak beruntung.

“Sangat jelas kami lebih layak menang. Itu opini saya karena saya melihat pertandingan dan ini adalah laga tipikal ketika Anda jadi tim yang lebih baik, menciptakan banyak peluang, lebih banyak dari lawan, tapi kiper lawan jadi pemain terbaik di lapangan,” kata Luis Enrique seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Le Figaro.

Dia menambahkan, “Dalam 3 tahun terakhir, ada laga-laga seperti ini, yaitu melawan Newcastle (United), Atletico Madrid, Sporting CP, Liverpool. Itu adalah tipikal laga ketika Anda melakukan segalanya, pantas menang berdasarkan performa Anda, tapi sepak bola tak mau tahu apa yang Anda ciptakan, hanya gol yang dihitung. Saya senang dengan tim saya. Ini jenis kekalahan ketika Anda tak beruntung.”

Kepercayaan Diri Luis Enrique

Ucapan Luis Enrique tidak berlebihan. Dalam laga di Parc des Princes itu, Paris Saint-Germain tampil dominan. Penguasaan bola mereka mencapai 68%, melepaskan 23 tembakan yang 10 di antaranya akurat, dan xG mencapai 2,18. Sementara itu, Monaco hanya melepaskan 4 tembakan dengan xG hanya 0,52.

Berdasarkan permainan yang ditunjukkan Khvicha Kvaratskhelia dkk., pelatih asal Spanyol itu sama sekali tidak risau soal perburuan gelar juara musim ini. Dia tenang-tenang saja meskipun kini tertinggal 7 poin dari Les Monegasques yang kokoh bertengger di puncak klasemen. Dia tidak kehilangan kepercayaan diri.

“Kami jelas-jelas pantas menang dan kami malah kalah. Ini sungguh sulit dipercaya, tapi inilah sepak bola dan itulah yang membuat sepak bola menarik, itu tidak adil. Monaco sangat senang dan lebih klinis, tapi mereka tahu bahwa jika kita memainkan laga ini 10 kali, kami akan menang 8 kali dan sekali imbang,” ucap eks pelatih Barcelona dan timnas Spanyol itu.

Dia lantas mengungkapkan, “Ini (tertinggal 7 poin) adalah motivasi luar biasa bagi para pemain saya, tim, klub. Jika Anda ingin bertaruh soal siapa yang akan jadi juara Prancis pada akhir musim, silakan. Saya tak mau mengatakan apa pun. Kami akan coba mengubah keadaan secepat mungkin.”