
BOLADONESIA – Keisuke Honda membuat sebuah tawaran menarik kepada Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA). Dia terang-terangan mengaku siap menggantikan Hajime Moriyasu sebagai pelatih timnas Jepang.
Honda tak meminta kontrak jangka panjang. Dia hanya minta diberi kesempatan setahun dan meminta dievaluasi setelah gelaran Piala Asia 2027. Jika Samurai Blue gagal, dia siap untuk meninggalkan posnya.

“Saya tahu ini mungkin kontroversial, tapi izinkan saya mengungkapkannya. Saya melihat berita bahwa pelatih Hajime Moriyasu ditawari perpanjangan kontrak setahun,” ujar Keisuke Honda seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun X-nya.
Dia menambahkan, “Namun, jika itu hanya sementara karena mereka tak menemukan kandidat pelatih berikutnya, kenapa tak mencoba saya selama setahun? Jika kami kalah di Piala Asia, Anda bisa memecat saya tanpa perlu basa-basi. Saya siap dengan tantangan itu.”
Kendala Keisuke Honda
Tantangan yang disampaikan Keisuke Honda itu disikapi tenang oleh petinggi JFA. Direktur Teknik Masakumi Yamamoto mengakui eks bintang timnas Jepang itu bisa jadi salah satu opsi menarik. Namun, bukan untuk saat ini.
“Antusiasme itu penting dan kami akan memenelaahnya dari berbagai sudut pandang. Piala Dunia berikut dan penunjukan pelatih akan diputuskan setahap demi setahap,” ujar Yamamoto seperti dikutip Gekisaka.

Dia menambahkan, “Saya menyikapi serius pernyataannya dan saya pikir dia adalah orang berbakat. Sangat bagus bagi dunia sepak bola ketika Anda punya sikap seperti itu. Saya menilai dia sebagai salah satu talenta yang ingin saya lihat kiprahnya pada masa depan.”
Untuk saat ini, tak mungkin bagi JFA menerima tantangan Honda. Ada satu kendala besar. Honda belum memiliki lisensi kepelatihan resmi. Dia memang sempat bertugas menangani timnas Kamboja dari 2018 hingga 2023. Namun, posisi resminya sebagai manajer umum. Adapun posisi pelatih dipegang Ryu Hirose.
