24 Oktober 2026

#InterMilan

Chivu Santai Inter Kebobolan 3 Gol

BolaIndonesia – Cristian Chivu tidak terlalu mengkhawatirkan lini belakang Inter Milan meski timnya kebobolan tiga gol saat menghadapi Udinese. Inter Milan berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 5-3 dalam lanjutan Serie A 2026/27 di San Siro, Senin (14/9/2026).

Pertandingan berjalan penuh kejutan. Inter Milan bahkan sempat tertinggal dua gol lebih dahulu. Namun, karakter kuat Nerazzurri kembali terlihat setelah mereka mampu membalikkan keadaan dan mencetak lima gol.

Hasil tersebut membuat Inter tetap berada di papan atas Serie A. Kemenangan atas Udinese juga memperpanjang start sempurna Inter pada awal musim.

Inter Milan Sempat Tertinggal 0-2

Udinese mengejutkan Inter Milan sejak awal pertandingan. James Abankwah membawa tim tamu unggul pada menit ke-9 setelah menyambut umpan Unai Gomez melalui sundulan.

Situasi semakin sulit bagi Inter ketika Jürgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan Udinese pada menit ke-16. Inter tertinggal 0-2 dan harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, pasukan Cristian Chivu tidak kehilangan kepercayaan diri. Carlos Augusto memperkecil skor pada menit ke-26 melalui tembakan keras. Setelah itu, Nicolo Barella mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-35.

Skor 2-2 bertahan hingga turun minum. Inter kemudian menunjukkan perubahan besar pada babak kedua.

Chivu Pilih Melihat Sisi Positif

Kebobolan tiga gol tentu menjadi catatan bagi Inter Milan. Meski begitu, Chivu tidak ingin terlalu fokus pada jumlah gol yang bersarang di gawang timnya.

Bagi sang pelatih, respons para pemain setelah tertinggal dua gol justru menjadi hal penting. Inter mampu menjaga ketenangan, meningkatkan intensitas permainan, lalu mengambil kendali pertandingan.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan Chivu tetap percaya dengan karakter timnya. Inter tidak panik meski harus mengejar ketertinggalan sejak menit-menit awal.

Dengan kata lain, kemenangan 5-3 bukan sekadar tentang banyaknya gol yang tercipta. Pertandingan tersebut juga memperlihatkan mentalitas Inter ketika berada dalam situasi sulit.

Thuram, Esposito, dan Bonny Lengkapi Comeback

Inter Milan akhirnya berbalik unggul pada menit ke-57. Marcus Thuram mencetak gol ketiga Nerazzurri dan membuat San Siro kembali bergemuruh.

Sepuluh menit kemudian, Pio Esposito menambah keunggulan Inter menjadi 4-2. Gol tersebut lahir melalui rangkaian serangan yang membuat pertahanan Udinese kesulitan mengantisipasi pergerakan pemain Inter.

Inter kemudian semakin menjauh pada menit ke-79. Ange-Yoan Bonny mencetak gol kelima dan membuat skor berubah menjadi 5-2.

Udinese masih mampu memberikan perlawanan. Idrissa Gueye mencetak gol ketiga bagi tim tamu pada menit-menit akhir pertandingan. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Inter tetap menang 5-3.

Chivu Tidak Ingin Inter Kehilangan Identitas

Bagi Chivu, pertandingan melawan Udinese menjadi gambaran mengenai identitas Inter Milan yang ingin terus dibangun. Timnya memang melakukan kesalahan di awal laga, tetapi mampu memberikan respons yang kuat.

Inter juga menunjukkan kualitas ofensif yang sangat baik. Lima gol dicetak oleh empat pemain berbeda, yaitu Carlos Augusto, Barella, Thuram, Esposito, dan Bonny.

Produktivitas tersebut menjadi modal penting bagi Inter untuk menjalani pertandingan berikutnya. Namun, lini pertahanan tetap memiliki pekerjaan rumah setelah kebobolan tiga kali dalam satu pertandingan.

Chivu tentu berharap timnya bisa memperbaiki detail-detail kecil tanpa mengorbankan agresivitas yang menjadi kekuatan mereka.

Inter Milan Siap Hadapi Tantangan Berikutnya

Kemenangan 5-3 atas Udinese membawa Inter Milan terus menjaga momentum positif di Serie A. Selanjutnya, Inter dijadwalkan menghadapi AS Roma pada 19 September 2026.

Pertandingan tersebut akan menjadi ujian menarik bagi Chivu dan anak asuhnya. Roma juga mengawali musim dengan hasil positif dan berada di papan atas klasemen.

Karena itu, kemenangan atas Udinese menjadi bekal penting bagi Inter. Chivu kini memiliki waktu untuk mengevaluasi lini pertahanan sekaligus mempertahankan ketajaman lini depan.

Kebobolan tiga gol memang bukan hasil ideal bagi sebuah tim yang ingin bersaing di papan atas. Namun, bagi Chivu, kemampuan Inter bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan akhirnya menang 5-3 menunjukkan bahwa timnya memiliki mental serta kualitas untuk menghadapi tekanan besar.

Inter Milan kini tidak hanya berbicara tentang hasil akhir. Mereka juga mulai menunjukkan karakter kuat di bawah asuhan Cristian Chivu.

Real Madrid 2-1 Inter: Mourinho Sebut Gila!

BolaIndonesia – Real Madrid menang 2-1 atas Inter Milan pada laga pembuka fase liga Liga Champions 2026/2027 di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Meski hanya menang dengan selisih satu gol, pertandingan berlangsung sangat terbuka dan menghadirkan banyak peluang dari kedua tim.

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, bahkan menyebut duel Real Madrid vs Inter Milan sebagai pertandingan yang “gila”. Menurutnya, laga tersebut sama sekali tidak membosankan dan skor akhir sebenarnya bisa jauh lebih besar.

Real Madrid 2-1 Inter Milan

Real Madrid berhasil mengamankan tiga poin setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-1. Kylian Mbappe membuka keunggulan Los Blancos pada menit ke-14.

Gol tersebut berawal dari kesalahan Inter dalam membangun serangan. Brahim Diaz kemudian memanfaatkan situasi tersebut dan memberikan umpan kepada Mbappe. Penyerang asal Prancis itu tidak menyia-nyiakan peluang untuk membawa Real Madrid unggul 1-0.

Inter Milan berusaha memberikan respons. Namun, Real Madrid justru kembali mencetak gol pada menit ke-23 melalui Federico Valverde.

Valverde berhasil memanfaatkan kesalahan Inter saat mencoba membangun serangan dari lini belakang. Tekanan yang dilakukan Madrid membuat pemain Nerazzurri kehilangan bola dan situasi tersebut langsung dihukum dengan gol kedua.

Dengan skor 2-0, Real Madrid terlihat berada dalam posisi nyaman. Namun, pertandingan belum benar-benar selesai.

Inter Milan Bangkit di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Inter Milan tampil lebih agresif. Pasukan Cristian Chivu terus memberikan tekanan dan beberapa kali membuat pertahanan Real Madrid berada dalam situasi sulit.

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, menjadi salah satu pemain paling penting dalam kemenangan tersebut. Penjaga gawang asal Belgia itu berkali-kali menggagalkan peluang Inter Milan.

Inter akhirnya mendapatkan gol balasan pada menit ke-77. Carlos Augusto berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 setelah menyelesaikan peluang yang dibangun dari sisi serangan Inter.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin menegangkan. Inter Milan terus mencari gol penyama kedudukan, sedangkan Real Madrid mencoba memanfaatkan ruang melalui serangan balik.

Namun, hingga peluit panjang berbunyi, skor Real Madrid 2-1 Inter Milan tetap bertahan.

Mourinho Sebut Laga Bisa Berakhir 7-6

Usai pertandingan, Mourinho memberikan komentar menarik mengenai jalannya laga. Pelatih asal Portugal tersebut menilai duel Real Madrid vs Inter Milan berlangsung sangat terbuka.

Mourinho bahkan mengatakan pertandingan tersebut bisa saja berakhir dengan skor 7-6 jika semua peluang berhasil dikonversi menjadi gol.

“Itu tadi pertandingan yang gila.”

Mourinho juga menegaskan bahwa laga tersebut sama sekali tidak membosankan. Ia menganggap pertandingan dengan banyak peluang seperti ini jauh lebih menarik untuk disaksikan.

Menurut Mourinho, Real Madrid memang tidak selalu mampu mengontrol pertandingan. Namun, Inter Milan juga tidak sepenuhnya mampu mengendalikan jalannya permainan.

Courtois Jadi Penyelamat Real Madrid

Selain Mbappe dan Valverde yang mencetak gol, Thibaut Courtois menjadi salah satu sosok penting di balik kemenangan Real Madrid.

Inter Milan memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol tambahan. Akan tetapi, Courtois tampil sigap di bawah mistar.

Penampilan tersebut menjadi sangat penting karena Real Madrid mulai kesulitan mempertahankan keunggulan setelah Inter mencetak gol pada menit ke-77.

Pertandingan akhirnya menjadi semakin dramatis hingga menit-menit terakhir. Madrid bertahan dengan segala cara, sementara Inter terus mengejar gol penyama kedudukan.

Mbappe dan Valverde Bawa Madrid Menang

Kemenangan Real Madrid 2-1 Inter Milan menjadi awal positif bagi Mourinho di Liga Champions. Dua gol Los Blancos dicetak oleh Mbappe dan Valverde, sedangkan Carlos Augusto menjadi pencetak gol Inter.

Mbappe juga menambah catatan penting dalam kariernya di Liga Champions. Gol tersebut membuat koleksinya mencapai 71 gol di kompetisi tersebut, menyamai legenda Real Madrid, Raul Gonzalez.

Bagi Real Madrid, hasil ini menjadi modal berharga untuk menjalani perjalanan panjang di Liga Champions musim 2026/2027.

Sementara itu, Inter Milan harus mengevaluasi kesalahan yang terjadi di lini belakang. Dua kesalahan pada babak pertama menjadi faktor penting yang membuat mereka tertinggal dan akhirnya gagal membawa pulang poin.

Real Madrid 2-1 Inter Milan pun menjadi laga yang sesuai dengan gambaran Mourinho: terbuka, penuh peluang, dramatis, dan sama sekali tidak membosankan.

Inter Milan Siapkan Duet Lautaro-Esposito

BolaIndonesia – Inter Milan mulai mematangkan persiapan menuju Serie A 2026/2027. Jelang kompetisi Liga Italia bergulir, perhatian mulai tertuju pada komposisi lini depan Nerazzurri di bawah arahan Cristian Chivu. Salah satu opsi menarik yang muncul adalah duet Lautaro Martinez dan Francesco Pio Esposito.

Inter akan memulai perjalanan mempertahankan gelar Serie A dengan menghadapi Monza pada 23 Agustus 2026. Jadwal tersebut membuat persiapan skuad semakin memasuki tahap akhir.

Lautaro Martinez Tetap Jadi Andalan Inter Milan

Lautaro Martinez masih menjadi salah satu pemain terpenting dalam proyek Inter Milan. Kapten Nerazzurri tersebut memiliki pengalaman, kemampuan mencetak gol, serta pergerakan yang sangat dibutuhkan dalam sistem permainan Chivu.

Setelah menjalani agenda internasional, Lautaro menjadi salah satu pemain yang dinantikan kembali ke skuad. Sebelumnya, ia bersama sejumlah pemain lain yang tampil di Piala Dunia mendapatkan waktu istirahat lebih panjang.

Kehadiran Lautaro tentu memberikan dimensi berbeda bagi lini serang Inter. Penyerang Argentina itu bisa bermain sebagai ujung tombak maupun bergerak lebih bebas untuk membuka ruang bagi rekannya.

Pio Esposito Makin Siap Jadi Partner Lautaro

Nama Pio Esposito menjadi salah satu sorotan terbesar dalam persiapan Inter Milan. Penyerang muda Italia tersebut menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan kesempatan lebih besar bersama tim utama.

Dalam laga pramusim melawan SV Aasen, Esposito tampil luar biasa dengan mencetak lima gol ketika Inter menang telak 16-0. Catatan tersebut menjadi sinyal bahwa sang penyerang siap mengambil peran lebih besar pada musim baru.

Performa tersebut juga memperkuat keyakinan bahwa Esposito bukan lagi sekadar pelapis. Ia mulai dipandang sebagai bagian penting dari rencana jangka panjang Inter.

Duet Martinez-Esposito Bisa Jadi Senjata Baru

Duet Lautaro Martinez dan Pio Esposito menawarkan karakter yang berbeda. Lautaro memiliki pengalaman dan kemampuan bermain di antara lini, sementara Esposito memberikan kekuatan fisik serta ancaman di area kotak penalti.

Kombinasi tersebut berpotensi membuat serangan Inter lebih fleksibel. Lautaro dapat turun menjemput bola dan membuka ruang, sedangkan Esposito bisa memanfaatkan ruang di belakang pertahanan lawan.

Namun, keputusan mengenai duet utama tetap berada di tangan Chivu. Inter juga masih memiliki Marcus Thuram dan Ange-Yoan Bonny sehingga persaingan di lini depan diprediksi berlangsung ketat.

Chivu Punya Banyak Pilihan di Lini Depan

Chivu memasuki musim baru dengan skuad yang memiliki kedalaman cukup baik. Pio Esposito bahkan mendapatkan perhatian khusus selama pemusatan latihan karena absennya sejumlah penyerang utama pada awal pramusim.

Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi Esposito untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan para pemain senior. Setelah musim sebelumnya membantu Inter meraih gelar, ekspektasi terhadap performanya kini semakin tinggi.

Pemain berusia muda itu juga sebelumnya menyambut kembalinya Lautaro dengan antusias. Ia menegaskan bahwa dirinya menantikan kehadiran sang kapten untuk kembali bergabung dengan tim.

Inter Milan Siap Mempertahankan Scudetto

Inter Milan memasuki musim 2026/2027 sebagai juara bertahan Serie A. Karena itu, tekanan untuk kembali menjadi juara tentu semakin besar.

Laga pembuka melawan Monza akan menjadi kesempatan pertama Chivu menguji komposisi terbaiknya dalam pertandingan resmi. Jika duet Lautaro Martinez dan Pio Esposito benar-benar dimainkan, kombinasi tersebut bisa menjadi salah satu hal menarik yang dinantikan penggemar Nerazzurri.

Dengan pengalaman Lautaro dan perkembangan pesat Esposito, Inter memiliki dua penyerang dengan karakter berbeda. Jika keduanya mampu membangun chemistry dengan cepat, lini depan Nerazzurri berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama dalam perburuan Scudetto.

Jelang Liga Italia bergulir, Inter Milan tidak hanya menyiapkan strategi untuk mempertahankan gelar. Nerazzurri juga sedang membangun kombinasi baru di lini depan. Duet Lautaro Martinez dan Pio Esposito kini menjadi salah satu opsi yang menarik untuk dinantikan.

John Stones Tinggalkan Man City ke Inter

BolaIndonesia – Kabar mengejutkan datang dari bursa transfer musim panas 2026. Bek senior Manchester City, John Stones, dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi untuk bergabung dengan raksasa Serie A, Inter Milan. Kepindahan ini menjadi salah satu transfer paling menarik jelang bergulirnya musim baru, mengingat pengalaman dan kualitas yang dimiliki bek tim nasional Inggris tersebut.

Setelah hampir satu dekade menjadi bagian penting kesuksesan Manchester City, Stones disebut siap mencari tantangan baru di kompetisi Italia. Negosiasi antara kedua klub dikabarkan berjalan positif dan kini hanya menyisakan beberapa detail administratif sebelum pengumuman resmi dilakukan.

Apabila transfer ini benar-benar rampung, Inter Milan akan mendapatkan tambahan kekuatan signifikan di sektor pertahanan. Pengalaman Stones dalam memenangkan berbagai gelar bergengsi diyakini menjadi aset berharga bagi skuad Nerazzurri yang ingin kembali bersaing di level tertinggi Eropa.

Inter Milan Menang dalam Perburuan Stones

Sebelumnya, John Stones sempat menjadi incaran sejumlah klub elite Eropa. Liverpool dan Arsenal termasuk dua tim Premier League yang terus memantau situasi sang pemain selama beberapa pekan terakhir.

Liverpool melihat Stones sebagai sosok ideal untuk menambah pengalaman di lini belakang. Fleksibilitasnya sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan dinilai cocok dengan kebutuhan tim. Sementara itu, Arsenal juga tertarik memanfaatkan situasi kontrak sang pemain demi memperkuat kedalaman skuad dalam menghadapi jadwal kompetisi yang padat.

Namun pada akhirnya, Inter Milan bergerak lebih cepat. Klub asal kota Milan tersebut disebut mampu meyakinkan Stones melalui proyek jangka panjang, peluang bermain reguler, serta kesempatan menjadi salah satu pemimpin di ruang ganti.

Keputusan tersebut membuat Liverpool dan Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah gagal mendapatkan salah satu bek paling berpengalaman di Eropa.

Pengalaman Juara Jadi Nilai Tambah

Selama membela Manchester City, John Stones berkembang menjadi salah satu bek modern terbaik di Inggris. Di bawah arahan Pep Guardiola, ia tidak hanya piawai dalam bertahan, tetapi juga mampu membangun serangan dari lini belakang dengan distribusi bola yang akurat.

Stones berperan penting dalam berbagai pencapaian Manchester City, termasuk menjuarai Premier League, Piala FA, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub. Pengalamannya bermain dalam pertandingan-pertandingan besar menjadi alasan utama Inter Milan begitu serius mengejarnya.

Selain kualitas bertahan, kemampuan membaca permainan dan ketenangannya saat menguasai bola menjadi karakteristik yang sangat sesuai dengan filosofi sepak bola Italia yang mengutamakan organisasi pertahanan.

Manchester City Mulai Lakukan Regenerasi

Kepergian Stones juga dianggap sebagai bagian dari proses regenerasi yang tengah dilakukan Manchester City. Dalam beberapa musim terakhir, The Citizens mulai memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain muda untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati para pemain senior.

Meski kehilangan sosok berpengalaman, City diyakini telah menyiapkan sejumlah alternatif guna menjaga kualitas skuad. Aktivitas mereka di bursa transfer musim panas diperkirakan masih akan berlanjut demi mempertahankan status sebagai salah satu tim terbaik di Eropa.

Bagi Stones sendiri, keputusan hengkang bukan semata-mata karena berkurangnya peran di Manchester City. Ia disebut ingin mencoba atmosfer kompetisi baru sekaligus membuktikan kualitasnya di Serie A sebelum memasuki fase akhir karier profesionalnya.

Tantangan Baru di Serie A

Jika resmi berseragam Inter Milan, John Stones akan menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan Premier League. Kompetisi Italia dikenal memiliki pendekatan taktik yang sangat kuat, terutama dalam aspek pertahanan.

Kemampuan adaptasi Stones akan menjadi sorotan utama. Namun dengan pengalaman internasional yang dimilikinya, banyak pihak optimistis bek berusia 32 tahun tersebut mampu langsung memberikan dampak positif.

Inter Milan sendiri tengah membangun skuad yang mampu bersaing di Serie A maupun Liga Champions. Kehadiran pemain dengan mental juara seperti Stones diyakini dapat meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan.

Liverpool dan Arsenal Harus Mencari Alternatif

Gagal mendapatkan John Stones tentu menjadi pukulan bagi Liverpool maupun Arsenal. Kedua klub kini dipastikan harus mengalihkan fokus kepada target lain sebelum jendela transfer ditutup.

Liverpool masih membutuhkan tambahan bek berkualitas guna memperkuat lini belakang, sementara Arsenal juga berupaya memperdalam skuad agar mampu bersaing dalam perebutan gelar di berbagai kompetisi musim depan.

Sementara itu, Inter Milan berada di ambang menyelesaikan salah satu transfer paling berpengaruh pada musim panas ini. Apabila seluruh proses berjalan lancar, John Stones akan segera diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Nerazzurri dan memulai petualangan baru di Italia.

Kini perhatian publik sepak bola hanya tinggal menunggu pengumuman resmi. Jika tidak ada perubahan pada tahap akhir negosiasi, kepindahan John Stones ke Inter Milan akan menjadi salah satu transfer yang paling banyak diperbincangkan pada bursa transfer musim panas 2026 sekaligus mengakhiri harapan Liverpool dan Arsenal untuk memboyong bek berpengalaman tersebut.