
BolaIndonesia – Cristian Chivu tidak terlalu mengkhawatirkan lini belakang Inter Milan meski timnya kebobolan tiga gol saat menghadapi Udinese. Inter Milan berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 5-3 dalam lanjutan Serie A 2026/27 di San Siro, Senin (14/9/2026).
Pertandingan berjalan penuh kejutan. Inter Milan bahkan sempat tertinggal dua gol lebih dahulu. Namun, karakter kuat Nerazzurri kembali terlihat setelah mereka mampu membalikkan keadaan dan mencetak lima gol.
Hasil tersebut membuat Inter tetap berada di papan atas Serie A. Kemenangan atas Udinese juga memperpanjang start sempurna Inter pada awal musim.
Inter Milan Sempat Tertinggal 0-2
Udinese mengejutkan Inter Milan sejak awal pertandingan. James Abankwah membawa tim tamu unggul pada menit ke-9 setelah menyambut umpan Unai Gomez melalui sundulan.
Situasi semakin sulit bagi Inter ketika Jürgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan Udinese pada menit ke-16. Inter tertinggal 0-2 dan harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, pasukan Cristian Chivu tidak kehilangan kepercayaan diri. Carlos Augusto memperkecil skor pada menit ke-26 melalui tembakan keras. Setelah itu, Nicolo Barella mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-35.
Skor 2-2 bertahan hingga turun minum. Inter kemudian menunjukkan perubahan besar pada babak kedua.
Chivu Pilih Melihat Sisi Positif
Kebobolan tiga gol tentu menjadi catatan bagi Inter Milan. Meski begitu, Chivu tidak ingin terlalu fokus pada jumlah gol yang bersarang di gawang timnya.
Bagi sang pelatih, respons para pemain setelah tertinggal dua gol justru menjadi hal penting. Inter mampu menjaga ketenangan, meningkatkan intensitas permainan, lalu mengambil kendali pertandingan.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan Chivu tetap percaya dengan karakter timnya. Inter tidak panik meski harus mengejar ketertinggalan sejak menit-menit awal.
Dengan kata lain, kemenangan 5-3 bukan sekadar tentang banyaknya gol yang tercipta. Pertandingan tersebut juga memperlihatkan mentalitas Inter ketika berada dalam situasi sulit.
Thuram, Esposito, dan Bonny Lengkapi Comeback
Inter Milan akhirnya berbalik unggul pada menit ke-57. Marcus Thuram mencetak gol ketiga Nerazzurri dan membuat San Siro kembali bergemuruh.
Sepuluh menit kemudian, Pio Esposito menambah keunggulan Inter menjadi 4-2. Gol tersebut lahir melalui rangkaian serangan yang membuat pertahanan Udinese kesulitan mengantisipasi pergerakan pemain Inter.
Inter kemudian semakin menjauh pada menit ke-79. Ange-Yoan Bonny mencetak gol kelima dan membuat skor berubah menjadi 5-2.
Udinese masih mampu memberikan perlawanan. Idrissa Gueye mencetak gol ketiga bagi tim tamu pada menit-menit akhir pertandingan. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Inter tetap menang 5-3.
Chivu Tidak Ingin Inter Kehilangan Identitas
Bagi Chivu, pertandingan melawan Udinese menjadi gambaran mengenai identitas Inter Milan yang ingin terus dibangun. Timnya memang melakukan kesalahan di awal laga, tetapi mampu memberikan respons yang kuat.
Inter juga menunjukkan kualitas ofensif yang sangat baik. Lima gol dicetak oleh empat pemain berbeda, yaitu Carlos Augusto, Barella, Thuram, Esposito, dan Bonny.
Produktivitas tersebut menjadi modal penting bagi Inter untuk menjalani pertandingan berikutnya. Namun, lini pertahanan tetap memiliki pekerjaan rumah setelah kebobolan tiga kali dalam satu pertandingan.
Chivu tentu berharap timnya bisa memperbaiki detail-detail kecil tanpa mengorbankan agresivitas yang menjadi kekuatan mereka.
Inter Milan Siap Hadapi Tantangan Berikutnya
Kemenangan 5-3 atas Udinese membawa Inter Milan terus menjaga momentum positif di Serie A. Selanjutnya, Inter dijadwalkan menghadapi AS Roma pada 19 September 2026.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian menarik bagi Chivu dan anak asuhnya. Roma juga mengawali musim dengan hasil positif dan berada di papan atas klasemen.
Karena itu, kemenangan atas Udinese menjadi bekal penting bagi Inter. Chivu kini memiliki waktu untuk mengevaluasi lini pertahanan sekaligus mempertahankan ketajaman lini depan.
Kebobolan tiga gol memang bukan hasil ideal bagi sebuah tim yang ingin bersaing di papan atas. Namun, bagi Chivu, kemampuan Inter bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan akhirnya menang 5-3 menunjukkan bahwa timnya memiliki mental serta kualitas untuk menghadapi tekanan besar.
Inter Milan kini tidak hanya berbicara tentang hasil akhir. Mereka juga mulai menunjukkan karakter kuat di bawah asuhan Cristian Chivu.






