28 Oktober 2026

Aston Villa

BOLADONESIA – Alejandro Garnacho memiliki satu tujuan jelas bersama Aston Villa. Winger berpaspor Argentina itu bertekad bangkit dari keterpurukan dan kembali menemukan kepercayaan dirinya.

Garnacho diperkenalkan sebagai rekrutan terbaru Aston Villa pada Kamis (23/7) lalu. The Villans mendatangkan Garnacho dengan status pinjaman dari Chelsea hingga akhir musim 2026-27.

“Saya mencari klub yang bisa memberikan saya rasa percaya diri dan mencoba untuk kembali menjadi pemain seperti saat tahun-tahun pertama saya di Manchester United,” ujar Garnacho dilansir Football5Star dari laman resmi klub.

“Saya sudah berbicara dengan manajer dan saya yakin dia akan memberi saya kepercayaan diri untuk berada di sini serta membantu tim,” katanya menambahkan.

Alejandro Garnacho Ingin Unjuk Gigi di Liga Champions

Lebih lanjut, Garnacho juga mengaku sangat senang karena bakal tampil di Liga Champions musim depan. Ia merasa bermain di kompetisi Eropa merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk klub sepeti The Villans.

“Saya menyaksikan penampilan mereka di Liga Europa musim lalu dan sekarang kami melangkah ke Liga Champions; sangat penting untuk menjadi bagian dari perjalanan ini.”

“Saya sudah berbicara dengan Unai Emery sebelum datang ke sini dan dia memberikan saya rasa percaya diri. Itulah alasan mengapa saya ada di sini. Sangat penting untuk berlaga di kompetisi Eropa. Liga Champions adalah kompetisi terbaik, jadi kami akan bermain di sana musim ini,” tuntas Garnacho.

Garnacho menjadi winger kedua yang diboyong ke Villa Park di bursa transfer musim panas 2026. Beberapa waktu lalu, The Villans telah mengumumkan kedatangan Johan Manzambi yang ditebus dari SC Freiburg dengan mahar 70 juta euro.

BOLADONESIA – – Chelsea secara resmi perekrutan Morgan Rogers dari Aston Villa. Untuk mendatangkan gelandang serang berumur 23 tahun itu, The Blues harus mengeluarkan uang 137,3 juta euro. Pemain yang baru saja memperkuat timnas Inggris di Piala Dunia 2026 tersebut diganjar kontrak hingga 2033.

Rogers kini tercatat sebagai rekor pembelian termahal dalam sejarah The Blues. Sebelumnya, rekor dipegang Enzo Fernandez yang diangkut dari Benfica pada 2022 dengan biaya transfer sebesar 121 juta euro. Tak hanya itu, pembelian Rogers memecahkan rekor transfer di Inggris Raya. Rekor sebelumnya dipegang Elliot Anderson yang diangkut Manchester City dari Nottingham Forest dengan dana 135 juta euro.

Jumlah uang yang dikeluarkan Chelsea untuk mendatangkan pemain berdarah Jamaika itu juga ternyata lebih dari 1,5 kali lipat dari nilai pasarnya. Menurut Transfermarkt, nilai pasar sang pemain saat ini adalah 90 juta euro. Nilai tersebut sesuai valuasi terakhir yang dilakukan pada awal Juni. Sebelumnya, pada Maret 2026, nilai pasar Rogers hanya 80 juta euro.

Dalam sejarah The Blues, Morgan Rogers tercatat sebagai pemain ke-5 yang dibeli dengan harga setidaknya 100 juta euro. Selain Enzo Fernandez, tiga pemain lainnya adalah Moises Caicedo (116 juta euro), Romelu Lukaku (113 juta euro), dan Kai Havertz (100 juta euro). Dari kelima pemain itu, Lukaku dan Havertz sudah tak lagi berada di klub asal London Barat.

Kagumi Chelsea Sejak Kecil

Bagi Morgan Rogers, kesepakatan transfer yang jadi rekor adalah perwujudan impian masa kecilnya. Dalam pernyataan pertamanya setelah resmi menjadi pemain baru Chelsea, Rogers mengaku sudah sejak lama mengagumi klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge tersebut.

“Aku sangat senang. Bagiku, Chelsea adalah klub terbesar di LOndon dan klub yang selalu kukagumi sejak masih anak-anak,” urai Rogers seperti dikutip IDNEWS.TOP dari laman resmi klub barunya. “Aku sangat antusias dengan proyek dari manajer baru, para pemain yang ada, dan arah yang dituju klub ini. Itu sebabnya aku ada di sini dan aku tak sabar untuk memulai.”

Dia lantas mengungkapkan, “Aku sudah beberapa kali berbicara dengan dia (Xabi ALonso) dan kupikir penting bagiku untuk berada di sini. Aku perlu memahami seperti apa sang manajer, bagaimana dia dan apa yang diiinginkannya. Semuanya sangat cocok dengan caraku melihat permainan, cara bermain yang kuinginkan. Dia jadi faktor penting yang membuatku berada di sini.”

Rogers juga tak sabar untuk bereuni dengan Cole Palmer, mantan rekannya saat di tim junior Inggris dan Manchester City. “Aku sudah mengenal Cole sejak aku berumur 14 tahun. Pertama di timnas junior Inggris, lalu ketika kami sama-sama di Man. City. Kami sudah bicara soal ini beberapa kali. Kami sangat senang bermain bersama. Kesepekatan ini membuat kami senang,” kata dia lagi.