27 Oktober 2026

#ASRoma

Roma 4-0 Fiorentina, Serigala Puncaki Klasemen

BolaIndonesia – AS Roma membuka perjalanan di Liga Italia 2026/2027 dengan cara yang sangat meyakinkan. Bermain di Stadion Olimpico, I Giallorossi menghancurkan Fiorentina dengan skor telak 4-0, Senin (24/8/2026) malam waktu setempat.

Kemenangan ini membuat Roma langsung mengirim sinyal kuat kepada para pesaingnya. Selain meraih tiga poin, tim asuhan Gian Piero Gasperini juga memuncaki klasemen sementara Serie A setelah pekan pertama.

Malen Jadi Bintang, Roma Menggila

Donyell Malen menjadi aktor utama kemenangan besar Roma. Penyerang asal Belanda tersebut mencetak hattrick, sementara satu gol tambahan disumbangkan Niccolò Pisilli pada penghujung pertandingan.

Roma sebenarnya langsung tampil agresif sejak menit awal. Paulo Dybala menjadi sumber kreativitas utama dan berkali-kali merepotkan lini belakang Fiorentina.

Tekanan Roma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27. Dybala melakukan aksi individu dari sisi kanan sebelum memberikan umpan kepada Malen. Sang penyerang kemudian menuntaskan peluang dengan kaki kirinya untuk membawa Roma unggul 1-0.

Fiorentina mencoba merespons, tetapi pertahanan Roma tampil disiplin. Hingga babak pertama berakhir, keunggulan satu gol tetap bertahan.

Babak Kedua Jadi Milik Roma

Memasuki babak kedua, Fiorentina sempat mencoba meningkatkan tekanan. Namun, usaha tersebut justru membuka ruang bagi Roma untuk melancarkan serangan balik.

Pada menit ke-53, Dybala kembali menunjukkan kualitasnya. Umpan panjang dari Mario Hermoso menemukan pemain Argentina tersebut, sebelum Dybala mengirim bola kepada Malen. Penyerang Belanda itu kemudian melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan David De Gea.

Skor berubah menjadi 2-0 untuk Roma dan Malen mencetak gol keduanya pada pertandingan tersebut.

Tujuh menit berselang, kombinasi Dybala dan Malen kembali menghasilkan gol. Dybala bergerak hingga dekat garis akhir sebelum mengirim bola ke depan gawang. Malen hanya perlu melakukan sentuhan akhir untuk mencetak gol ketiganya. Roma unggul 3-0 dan Olimpico pun bergemuruh.

Pisilli Lengkapi Pesta Empat Gol

Gasperini kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas timnya. Fiorentina berusaha mencari gol hiburan, tetapi lini pertahanan Roma mampu meredam ancaman lawan.

Pada menit ke-86, Niccolò Pisilli melengkapi pesta Roma. Ia memanfaatkan situasi di dalam kotak penalti sebelum melepaskan penyelesaian jarak dekat yang mengubah skor menjadi 4-0. Peluit panjang kemudian memastikan Roma meraih kemenangan besar pada laga pembuka musim.

Dybala dan Malen Jadi Duet Impian

Salah satu sorotan terbesar pertandingan adalah kerja sama Paulo Dybala dan Donyell Malen.

Malen mencetak tiga gol, sedangkan Dybala mencatat tiga assist. Ketiganya tercipta melalui kombinasi kualitas individu, pergerakan tanpa bola, serta kemampuan Dybala membaca ruang.

Performa tersebut menjadi kabar sangat positif bagi Gasperini. Roma kini memiliki duet ofensif yang langsung menunjukkan chemistry sejak pertandingan pertama.

Kemenangan 4-0 juga menjadi pernyataan bahwa Roma tidak ingin sekadar menjadi penghuni papan atas. I Giallorossi tampak siap bersaing untuk target besar musim ini.

Hasil Lengkap Pekan Pertama Liga Italia

Selain kemenangan Roma atas Fiorentina, sejumlah pertandingan lain pada pekan pertama Serie A 2026/2027 juga telah berlangsung.

Berikut hasil pertandingan yang tercatat:

  • Torino 1-2 AC Milan
  • Atalanta 2-1 Sassuolo
  • Frosinone 0-1 Juventus
  • Venezia 0-2 Lecce
  • Genoa 0-2 Napoli
  • Parma 0-1 Cagliari
  • Inter Milan 4-1 Monza
  • Udinese 1-1 Como
  • Bologna 0-1 Lazio
  • Roma 4-0 Fiorentina

Hasil tersebut membuat persaingan papan atas langsung menarik sejak pekan pertama. Roma menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian setelah mencatat kemenangan dengan margin terbesar.

Klasemen Sementara: Roma di Puncak

Dengan kemenangan 4-0, Roma mengoleksi 3 poin dan memiliki selisih gol +4. Raihan tersebut membawa mereka ke posisi teratas klasemen sementara Liga Italia setelah pertandingan pekan pertama.

Fiorentina berada di posisi berlawanan. Kekalahan empat gol tanpa balas membuat La Viola mengawali musim dengan catatan buruk dan harus segera melakukan evaluasi.

Persaingan masih sangat panjang karena baru satu pertandingan dimainkan. Namun, kemenangan besar Roma menjadi modal penting bagi Gasperini dan anak asuhnya untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Roma Kirim Pesan untuk Para Rival

Kemenangan atas Fiorentina bukan sekadar tambahan tiga poin. Roma menunjukkan bahwa mereka memiliki kekuatan ofensif yang mampu menghukum kesalahan lawan.

Dengan Malen yang langsung mencetak hattrick dan Dybala menyumbangkan tiga assist, I Giallorossi memiliki alasan untuk percaya diri menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

Laga selanjutnya juga akan menjadi ujian penting. Menurut laporan resmi Serie A, Roma akan menghadapi Inter sebelum jeda internasional pada pekan kelima.

Jika performa seperti saat menghancurkan Fiorentina mampu dipertahankan, Roma berpotensi menjadi salah satu kandidat serius dalam persaingan papan atas Liga Italia musim 2026/2027.

Hasil akhir: Roma 4-0 Fiorentina. Malen mencetak hattrick, Pisilli menutup pesta, sementara Dybala menjadi kreator utama dengan tiga assist. Serigala Roma pun langsung bertengger di puncak klasemen sementara Serie A.

Rodrigo Mora Bikin Sejarah Baru di AS Roma

BolaIndonesia – AS Roma kembali mencatat sejarah unik setelah Rodrigo Mora resmi memilih nomor punggung 86. Nomor tersebut bukan sekadar identitas baru bagi pemain muda Portugal itu. Pilihan Mora membuat Roma melengkapi rangkaian nomor punggung 1 hingga 99 yang pernah digunakan pemain tim utama sepanjang sejarah klub.

Rodrigo Mora Resmi Bergabung dengan AS Roma

Rodrigo Mora menjadi rekrutan terbaru AS Roma setelah klub Italia tersebut menyelesaikan transfernya dari FC Porto. Pemain berusia 19 tahun itu datang ke ibu kota Italia dengan reputasi sebagai salah satu talenta muda menarik dari Portugal.

Roma merekrut Mora dengan nilai transfer sekitar 25 juta euro. Dalam kesepakatan tersebut, Porto dilaporkan mempertahankan 50 persen hak atas keuntungan dari potensi penjualan Mora pada masa mendatang. Roma juga memiliki opsi untuk membeli bagian tersebut dengan biaya tambahan.

Mora menandatangani kontrak jangka panjang dan diproyeksikan menjadi bagian penting dari proyek Gian Piero Gasperini. Kehadirannya diharapkan menambah kreativitas sekaligus memberikan opsi baru di lini serang Giallorossi.

Namun, perhatian terbesar justru muncul ketika nomor punggungnya diumumkan.

Nomor 86 Rodrigo Mora Masuk Buku Sejarah Roma

Mora memilih nomor 86, angka yang juga digunakannya ketika memperkuat FC Porto. Keputusan tersebut ternyata memiliki konsekuensi historis bagi AS Roma.

Sebelum kedatangan Mora, belum pernah ada pemain tim utama Roma yang menggunakan nomor 86. Karena itu, ketika sang pemain Portugal memilih angka tersebut, Roma akhirnya memiliki catatan penggunaan seluruh nomor dari 1 sampai 99.

Fakta ini membuat nomor 86 menjadi lebih istimewa daripada sekadar angka di bagian belakang jersey.

Roma kini tercatat memiliki setidaknya satu pemain yang pernah mengenakan setiap nomor punggung antara 1 dan 99 dalam sejarah tim utama. Catatan tersebut muncul tepat ketika klub mendatangkan salah satu prospek muda yang sedang mendapatkan perhatian besar.

Pilihan Nomor yang Tetap Dibawa dari Porto

Menariknya, nomor 86 bukan pilihan acak dari Mora. Sang pemain sudah menggunakan nomor tersebut selama membela Porto.

Mora berkembang melalui akademi Porto sebelum mendapatkan kesempatan bermain bersama tim senior. Ia kemudian menjadi salah satu pemain muda yang menarik perhatian berkat kemampuan teknis, kreativitas, serta keberaniannya bermain di area menyerang.

Dengan tetap memakai nomor 86 di Roma, Mora seolah membawa bagian dari perjalanan kariernya di Portugal menuju tantangan baru di Serie A.

Bagi Roma, keputusan itu justru menghasilkan sejarah yang tidak biasa.

Rekrutan Muda untuk Proyek Gian Piero Gasperini

Transfer Rodrigo Mora juga memperlihatkan arah baru AS Roma di bawah Gian Piero Gasperini. Klub tidak hanya mencari pemain berpengalaman, tetapi mulai memberikan perhatian besar kepada talenta muda dengan potensi berkembang menjadi pemain utama.

Mora dianggap cocok dengan proyek jangka panjang tersebut. Usianya yang baru 19 tahun membuat Roma memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam beberapa musim ke depan.

Mora juga sudah memiliki pengalaman di level senior bersama Porto. Menurut data yang dilaporkan Voce Giallorossa, ia mencatat 80 penampilan dan 16 gol bersama tim utama Porto sebelum pindah ke Roma.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika ia harus menghadapi persaingan di Serie A.

Nomor 86 Jadi Awal Perjalanan Baru

Kini, angka 86 memiliki cerita baru di AS Roma. Bukan hanya karena nomor tersebut melengkapi koleksi angka 1 hingga 99, tetapi juga karena dipakai oleh pemain muda yang datang dengan ekspektasi tinggi.

Mora tentu tidak direkrut Roma hanya untuk menciptakan statistik unik. Klub berharap pemain Portugal tersebut mampu memberikan kontribusi nyata di atas lapangan.

Tekanan pun mulai muncul. Setiap penampilan Mora akan menjadi bagian dari proyek besar Roma di bawah Gasperini. Jika mampu berkembang sesuai harapan, nomor 86 berpotensi menjadi identitas yang dikenang oleh para pendukung Giallorossi.

Dengan demikian, AS Roma mencetak sejarah unik usai Rodrigo Mora mengenakan nomor 86. Sebuah angka yang sebelumnya belum pernah digunakan pemain tim utama Roma kini menjadi bagian dari sejarah klub.

Lebih menarik lagi, catatan tersebut tercipta bersamaan dengan kedatangan salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Porto. Perjalanan Mora di Roma baru dimulai, tetapi namanya sudah lebih dulu tercatat dalam sejarah klub melalui sebuah fakta yang sangat unik.