24 Oktober 2026

Idnews.top – Alexis Mac Allister mengaku sangat kecewa setelah Liverpool belum menawarkan kontrak baru kepadanya. Gelandang asal Argentina itu masih berharap situasi tersebut dapat berubah dalam beberapa waktu ke depan.

Mac Allister menjadi bagian penting Liverpool sejak bergabung pada 2023, tepat pada musim terakhir Jurgen Klopp menangani The Reds. Ia kemudian membantu Liverpool menjuarai Liga Inggris 2024-25.

Pada musim panas lalu, Mac Allister sebenarnya memiliki sejumlah opsi untuk meninggalkan Liverpool. Namun, pemain berusia 27 tahun itu menegaskan dirinya saat ini masih merasa berada di klub dan lingkungan yang tepat.

Kontrak Mac Allister bersama Liverpool masih berlaku hingga akhir musim 2027-28. Jika tidak ada perpanjangan, situasi tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap posisi Liverpool dalam mempertahankan sang gelandang pada masa mendatang.

Mac Allister Sangat Kecewa Belum Dapat Kontrak Baru

Mac Allister mengungkapkan bahwa dirinya sudah menerima pemberitahuan dari Liverpool mengenai keputusan klub untuk belum memberikan kontrak baru. Kabar tersebut terasa mengecewakan karena ia merasa selalu memberikan kemampuan maksimal dalam setiap kesempatan.

Situasi itu juga terjadi ketika dua rekan setimnya di lini tengah, Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch, mendapatkan perpanjangan kontrak. Mac Allister tetap ikut merasa senang atas kesepakatan yang dicapai kedua pemain tersebut, meski pada saat yang sama menyimpan kekecewaan pribadi.

“Saya menerima kabar bahwa klub tidak berada dalam posisi untuk menawarkan kontrak baru kepada saya, yang tentu saja membuat saya sangat, sangat sedih karena saya pikir semua orang bisa melihat bahwa saya memberikan 100 persen untuk klub ini setiap hari dalam latihan dan pertandingan,” kata Mac Allister.

“Saya melihat Dominik dan Ryan memperbarui kontrak mereka dan itu membuat saya sangat senang karena mereka pantas mendapatkannya, tetapi pada saat yang sama itu membuat saya sedikit sedih karena saya tidak mendapatkan kontrak saya,” lanjut Mac Allister.

Mac Allister Tetap Berkomitmen di Liverpool

Kendati belum mendapatkan kontrak baru, Mac Allister tidak ingin persoalan tersebut mengganggu komitmennya kepada Liverpool. Ia memastikan akan terus memberikan kemampuan terbaik selama masih menjadi bagian dari skuad The Reds.

Mac Allister juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki kesempatan untuk meninggalkan Liverpool pada bursa transfer musim panas. Namun, keputusan akhirnya tetap bertahan karena ia merasa berada di tempat yang tepat untuk melanjutkan kariernya.

“Tentu saja, masih ada waktu. Saya pikir para penggemar tidak perlu khawatir karena saya akan memberikan 100 persen sampai hari terakhir saya berada di sini,” tegas Mac Allister.

“Kita akan melihat apa yang terjadi, tetapi ada opsi untuk pergi pada musim panas ini dan saya pikir saat ini saya berada di klub yang tepat dan memiliki pola pikir yang tepat untuk memberikan 100 persen bagi klub ini,” tambah Mac Allister.

Mac Allister Tak Merasa Perlu Membuktikan Diri

Mac Allister datang ke Liverpool setelah menjadi bagian penting timnas Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022. Bersama Liverpool, ia juga telah melewati periode yang sukses sejak bergabung pada 2023.

Dengan pencapaian tersebut, Mac Allister merasa tidak perlu membuktikan sesuatu untuk mendapatkan penghargaan berupa kontrak baru. Meski demikian, ia tetap menyadari tuntutan untuk menunjukkan kualitasnya di lapangan tidak pernah berhenti.

“Ini adalah periode yang sangat sukses dalam hidup saya dan saya tidak merasa harus membuktikan sesuatu, tetapi tentu saja saya harus menunjukkan level yang bisa saya tampilkan,” ujar Mac Allister.

Kontrak Mac Allister saat ini masih menyisakan waktu hingga musim 2027-28, sehingga Liverpool masih memiliki kesempatan untuk menentukan masa depannya. Tanpa kesepakatan baru, posisinya bisa menjadi lebih kuat dalam urusan transfer ketika memasuki tahun-tahun terakhir kontraknya.

Iraola Tegaskan Liverpool Masih Menghargai Mac Allister

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, turut memberikan pandangannya mengenai situasi Mac Allister. Ia menilai hal terpenting saat ini adalah keinginan sang gelandang untuk tetap menjadi bagian dari Liverpool.

Iraola juga menyatakan dirinya puas dengan performa Mac Allister dalam tiga pertandingan Liga Inggris yang telah dijalani. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang laga Eropa pertamanya sebagai manajer Liverpool.

“Hal yang penting adalah dia ingin berada di sini. Dia ingin terus berada di sini,” kata Iraola.

“Saya sangat menghargainya,” tegas Iraola.

BolaIndonesia – Barcelona akan menghadapi Feyenoord pada laga pembuka Liga Champions 2026/2027 di Camp Nou, Rabu, 9 September 2026. Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi klub asal Belanda tersebut karena harus menghadapi Barcelona yang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi.

Jelang pertandingan, mantan pemain timnas Belanda Rafael van der Vaart memberikan prediksi yang sangat tegas. Ia menilai peluang Feyenoord untuk meraih kemenangan di markas Barcelona sangat kecil, bahkan hanya sekitar 1 persen.

Van der Vaart Beri Feyenoord Hanya 1 Persen

Van der Vaart tidak ragu menyebut Barcelona sebagai favorit kuat dalam pertandingan ini. Menurutnya, bermain di Camp Nou menghadapi Barcelona merupakan tantangan luar biasa bagi Feyenoord.

Meski prediksinya sangat pesimistis, mantan gelandang Real Madrid tersebut justru meminta Feyenoord tidak datang dengan mental bertahan total. Ia ingin tim asuhan Giovanni van Bronckhorst menunjukkan keberanian dan membuktikan kemampuan mereka di level tertinggi Eropa.

Van der Vaart menilai kesempatan bermain di Camp Nou harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kualitas. Baginya, jika Feyenoord memang menghadapi risiko kekalahan, mereka tetap harus berusaha memperlihatkan bahwa mereka mampu bersaing dengan Barcelona.

Feyenoord Diminta Tidak Hanya Bertahan

Komentar Van der Vaart menarik karena meskipun memberikan peluang kemenangan hanya 1 persen, ia tidak menyarankan Feyenoord untuk menyerah sejak awal.

Ia justru mendorong tim tamu tetap memainkan sepak bola berani. Feyenoord harus memaksimalkan pemain yang memiliki kemampuan dalam situasi satu lawan satu dan serangan cepat.

Salah satu pemain yang secara khusus mendapat perhatian adalah Anis Hadj Moussa. Van der Vaart menilai pemain seperti Hadj Moussa harus digunakan berdasarkan kekuatan terbaiknya agar Feyenoord memiliki ancaman ketika melakukan serangan balik.

Barcelona Diprediksi Mendominasi Pertandingan

Barcelona sendiri datang dengan modal yang cukup meyakinkan. Menurut laporan terbaru, tim asuhan Hansi Flick mengawali musim dengan performa impresif dan telah mencatat empat kemenangan beruntun di La Liga. Dalam periode tersebut, Barcelona mencetak total 17 gol.

Kekuatan lini serang Barcelona menjadi salah satu alasan mengapa Feyenoord diprediksi akan mengalami kesulitan. Tekanan tinggi dan penguasaan bola Barcelona berpotensi membuat tim tamu lebih banyak bertahan di wilayah sendiri.

Situasi tersebut juga menjadi perhatian mantan pemain Belanda lainnya, Theo Janssen. Ia menilai Barcelona berpotensi mendorong Feyenoord jauh ke dalam pertahanannya sendiri. Karena itu, Janssen menyarankan Feyenoord memanfaatkan kecepatan para pemain depan dan mengandalkan bola-bola panjang ketika mendapatkan kesempatan.

Laga Pembuka yang Tidak Boleh Dilewatkan Feyenoord

Pertandingan Barcelona vs Feyenoord juga memiliki nilai penting bagi klub Rotterdam tersebut. Bermain di Camp Nou dalam pertandingan Liga Champions merupakan kesempatan besar untuk mengukur sejauh mana kualitas mereka ketika menghadapi salah satu klub elite Eropa.

Feyenoord tentu tidak ingin hanya menjadi korban dominasi Barcelona. Mereka membutuhkan organisasi pertahanan yang disiplin sekaligus keberanian ketika mendapatkan ruang untuk menyerang.

Di sisi lain, Barcelona tentu akan berusaha memulai perjalanan Liga Champions dengan kemenangan. Bermain di kandang membuat Blaugrana semakin diunggulkan untuk mengamankan tiga poin.

Prediksi Barcelona Vs Feyenoord

Melihat kualitas kedua tim, pengalaman di kompetisi Eropa, serta keuntungan bermain di kandang, Barcelona layak ditempatkan sebagai favorit utama.

Feyenoord tetap memiliki peluang menciptakan kejutan apabila mampu bertahan dengan disiplin dan memanfaatkan serangan balik. Namun, seperti penilaian Van der Vaart, peluang mereka untuk mengalahkan Barcelona memang terlihat sangat kecil.

Prediksi skor: Barcelona 3-1 Feyenoord.

Barcelona diperkirakan akan menguasai jalannya pertandingan, sedangkan Feyenoord bisa mengandalkan kecepatan pemain depan untuk menciptakan ancaman. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan bagi tim tamu untuk membuktikan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan di panggung Liga Champions.

Lautaro Martinez memberikan dukungan kepada Julian Alvarez yang masih harus bertahan di Atletico Madrid setelah upayanya meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas 2026 menemui jalan buntu.

Kapten Inter Milan itu mengaku telah menghubungi Alvarez secara langsung.

Martinez ingin rekan setimnya di Timnas Argentina tersebut segera melewati situasi sulit yang sedang dihadapinya.

“Saya memang berbicara dengannya dan mengiriminya pesan,” ujar Martinez dalam konferensi pers pada Senin, ketika ditanya mengenai kondisi Alvarez, dikutip dari ESPN.

Martinez menegaskan dukungan tersebut diberikan bukan hanya karena keduanya sama-sama pemain Timnas Argentina. Mereka juga bermain di posisi yang sama dan bersaing mendapatkan tempat di skuad nasional.

“Selain kami adalah rekan setim, bermain di posisi yang sama dan bersaing untuk mendapatkan tempat di tim nasional, dia juga seorang teman. Saya memberikan dukungan penuh kepadanya,” kata Martinez.

Pahami Kondisi Alvarez

Alvarez memang sempat berusaha meninggalkan Atletico Madrid. Alvarez bahkan secara terbuka meminta transfer saat Piala Dunia 2026 berlangsung.

Barcelona dan Arsenal disebut menjadi dua klub yang mengincarnya. Namun, Atletico Madrid menolak bernegosiasi dengan klub mana pun sehingga Alvarez akhirnya tetap berada di Metropolitano.

Martinez memahami kondisi tersebut tidak mudah bagi Alvarez.

“Saya yakin situasi yang dia alami dan masih dia jalani tidak mudah. Namun, keputusan berada di tangan klubnya dan presiden klub,” tutur Martinez.

Doakan yang Terbaik

Situasi Alvarez kemudian makin rumit ketika dirinya mendapat siulan dan cemoohan dari pendukung Atletico Madrid pada penampilan pertamanya musim ini.

Sebelum bursa transfer Spanyol ditutup, Alvarez juga absen dalam dua sesi latihan. Ia menyebut sakit sebagai alasan ketakhadirannya.

Meski demikian, Martinez tetap berharap Alvarez segera menemukan kembali kondisi terbaiknya.

“Saya mendoakan yang terbaik untuknya. Saya berharap dia segera membaik dan terus menunjukkan apa yang selama ini telah dia perlihatkan,” ujar Martinez.

Martinez juga memberikan penilaian tinggi terhadap kualitas Alvarez. Ia menyebut mantan pemain Manchester City tersebut sebagai pemain luar biasa dan satu di antara pemain terbaik di dunia.

Jadi Pelajaran

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, sebelumnya juga berharap situasi yang dialami Alvarez dapat menjadi pengalaman yang memberikan pelajaran bagi sang pemain.

Simeone bahkan menyatakan akan melakukan segala cara agar Alvarez kembali merasa penting bagi tim setelah kembali dari situasi yang terjadi pada musim panas.

Alvarez akhirnya kembali tampil untuk Atletico Madrid dalam pertandingan melawan Athletic, Sabtu (5-6-2026).

Ia masuk dari bangku cadangan sebelum pertandingan memasuki menit ke-60 dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Atletico 0-3.

Pertandingan tersebut menjadi penampilan pertama Alvarez setelah bursa transfer musim panas ditutup.

Sejak gabung Atletico Madrid dari Manchester City pada Agustus 2024 dengan nilai transfer 95 juta euro, Alvarez telah mencetak 49 gol dalam 108 pertandingan.

Namun, hingga kini ia belum meraih trofi bersama klub asal Madrid tersebut.

Real Madrid 2-1 Inter: Mourinho Sebut Gila!

BolaIndonesia – Real Madrid menang 2-1 atas Inter Milan pada laga pembuka fase liga Liga Champions 2026/2027 di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Meski hanya menang dengan selisih satu gol, pertandingan berlangsung sangat terbuka dan menghadirkan banyak peluang dari kedua tim.

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, bahkan menyebut duel Real Madrid vs Inter Milan sebagai pertandingan yang “gila”. Menurutnya, laga tersebut sama sekali tidak membosankan dan skor akhir sebenarnya bisa jauh lebih besar.

Real Madrid 2-1 Inter Milan

Real Madrid berhasil mengamankan tiga poin setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-1. Kylian Mbappe membuka keunggulan Los Blancos pada menit ke-14.

Gol tersebut berawal dari kesalahan Inter dalam membangun serangan. Brahim Diaz kemudian memanfaatkan situasi tersebut dan memberikan umpan kepada Mbappe. Penyerang asal Prancis itu tidak menyia-nyiakan peluang untuk membawa Real Madrid unggul 1-0.

Inter Milan berusaha memberikan respons. Namun, Real Madrid justru kembali mencetak gol pada menit ke-23 melalui Federico Valverde.

Valverde berhasil memanfaatkan kesalahan Inter saat mencoba membangun serangan dari lini belakang. Tekanan yang dilakukan Madrid membuat pemain Nerazzurri kehilangan bola dan situasi tersebut langsung dihukum dengan gol kedua.

Dengan skor 2-0, Real Madrid terlihat berada dalam posisi nyaman. Namun, pertandingan belum benar-benar selesai.

Inter Milan Bangkit di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Inter Milan tampil lebih agresif. Pasukan Cristian Chivu terus memberikan tekanan dan beberapa kali membuat pertahanan Real Madrid berada dalam situasi sulit.

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, menjadi salah satu pemain paling penting dalam kemenangan tersebut. Penjaga gawang asal Belgia itu berkali-kali menggagalkan peluang Inter Milan.

Inter akhirnya mendapatkan gol balasan pada menit ke-77. Carlos Augusto berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 setelah menyelesaikan peluang yang dibangun dari sisi serangan Inter.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin menegangkan. Inter Milan terus mencari gol penyama kedudukan, sedangkan Real Madrid mencoba memanfaatkan ruang melalui serangan balik.

Namun, hingga peluit panjang berbunyi, skor Real Madrid 2-1 Inter Milan tetap bertahan.

Mourinho Sebut Laga Bisa Berakhir 7-6

Usai pertandingan, Mourinho memberikan komentar menarik mengenai jalannya laga. Pelatih asal Portugal tersebut menilai duel Real Madrid vs Inter Milan berlangsung sangat terbuka.

Mourinho bahkan mengatakan pertandingan tersebut bisa saja berakhir dengan skor 7-6 jika semua peluang berhasil dikonversi menjadi gol.

“Itu tadi pertandingan yang gila.”

Mourinho juga menegaskan bahwa laga tersebut sama sekali tidak membosankan. Ia menganggap pertandingan dengan banyak peluang seperti ini jauh lebih menarik untuk disaksikan.

Menurut Mourinho, Real Madrid memang tidak selalu mampu mengontrol pertandingan. Namun, Inter Milan juga tidak sepenuhnya mampu mengendalikan jalannya permainan.

Courtois Jadi Penyelamat Real Madrid

Selain Mbappe dan Valverde yang mencetak gol, Thibaut Courtois menjadi salah satu sosok penting di balik kemenangan Real Madrid.

Inter Milan memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol tambahan. Akan tetapi, Courtois tampil sigap di bawah mistar.

Penampilan tersebut menjadi sangat penting karena Real Madrid mulai kesulitan mempertahankan keunggulan setelah Inter mencetak gol pada menit ke-77.

Pertandingan akhirnya menjadi semakin dramatis hingga menit-menit terakhir. Madrid bertahan dengan segala cara, sementara Inter terus mengejar gol penyama kedudukan.

Mbappe dan Valverde Bawa Madrid Menang

Kemenangan Real Madrid 2-1 Inter Milan menjadi awal positif bagi Mourinho di Liga Champions. Dua gol Los Blancos dicetak oleh Mbappe dan Valverde, sedangkan Carlos Augusto menjadi pencetak gol Inter.

Mbappe juga menambah catatan penting dalam kariernya di Liga Champions. Gol tersebut membuat koleksinya mencapai 71 gol di kompetisi tersebut, menyamai legenda Real Madrid, Raul Gonzalez.

Bagi Real Madrid, hasil ini menjadi modal berharga untuk menjalani perjalanan panjang di Liga Champions musim 2026/2027.

Sementara itu, Inter Milan harus mengevaluasi kesalahan yang terjadi di lini belakang. Dua kesalahan pada babak pertama menjadi faktor penting yang membuat mereka tertinggal dan akhirnya gagal membawa pulang poin.

Real Madrid 2-1 Inter Milan pun menjadi laga yang sesuai dengan gambaran Mourinho: terbuka, penuh peluang, dramatis, dan sama sekali tidak membosankan.

Man City vs Porto: Menang 2-0 di Markas Porto, Haaland Menggila

Boladonesia – Man City vs Porto berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Manchester City di markas FC Porto. The Citizens sukses melewati ujian berat dalam laga pembuka Liga Champions 2026/2027 di Estádio do Dragão.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Manchester City dalam perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini. Bermain di hadapan atmosfer panas suporter Porto, City tidak selalu tampil dalam performa terbaiknya. Namun, mereka menunjukkan kematangan untuk tetap bertahan, menunggu kesempatan, lalu menghukum tuan rumah melalui ketajaman Haaland.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Sejak pertandingan dimulai, Manchester City berusaha mengambil kendali permainan. Pasukan Enzo Maresca lebih banyak menguasai bola dan mencoba membangun serangan dari lini belakang.

Namun, Porto tampil disiplin. Pertahanan tuan rumah mampu membuat City kesulitan menemukan celah di sepertiga akhir lapangan.

Haaland beberapa kali menjadi sasaran umpan rekan-rekannya, tetapi peluang yang datang belum mampu menghasilkan gol. Porto juga berusaha memberikan tekanan melalui permainan agresif dan dukungan penuh dari tribun Estádio do Dragão.

Hingga turun minum, skor masih 0-0.

City memang terlihat lebih dominan dalam penguasaan permainan, tetapi Porto berhasil membuat pertandingan berjalan tidak nyaman bagi tim tamu. Situasi tersebut membuat babak pertama berakhir tanpa gol.

Haaland Langsung Mengubah Situasi

Kebuntuan akhirnya pecah hanya dua menit setelah babak kedua dimulai.

Pada menit ke-47, Erling Haaland mencetak gol pertama Manchester City melalui sundulan yang membuat Diogo Costa tidak mampu menghentikan bola. Gol tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan dan memberikan keuntungan besar bagi City.

Gol Haaland membuat Manchester City bermain lebih percaya diri. Porto yang sebelumnya mampu bertahan dengan cukup baik kini harus mengejar ketertinggalan.

Tuan rumah mencoba meningkatkan tekanan, tetapi City mampu menjaga organisasi permainan. Lini belakang The Citizens tidak memberikan banyak ruang kepada para pemain Porto untuk menciptakan peluang bersih.

Man City vs Porto: Porto Gagal Menemukan Jalan Keluar

Setelah tertinggal, Porto mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, upaya mereka tidak menghasilkan ancaman berarti ke gawang Gianluigi Donnarumma.

Manchester City justru tetap berbahaya melalui serangan balik dan penguasaan bola. Statistik pertandingan menunjukkan City mencatat 18 tembakan dengan 10 di antaranya mengarah ke sasaran, sedangkan Porto hanya menghasilkan empat percobaan tanpa satu pun yang tepat sasaran. City juga menguasai sekitar 60 persen bola.

Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana City mampu mengontrol pertandingan meskipun Porto sempat memberikan perlawanan sengit.

Haaland Kunci Kemenangan Man City

Dalam laga Man City vs Porto ini, Haaland kembali menunjukkan naluri predatornya ketika pertandingan tampaknya akan berakhir dengan skor 1-0.

Penyerang asal Norwegia tersebut mencetak gol keduanya pada menit ke-90+1. Haaland memanfaatkan peluang dari jarak dekat untuk memastikan Manchester City membawa pulang kemenangan 2-0.

Brace tersebut membuat Haaland menjadi pembeda utama dalam pertandingan. Ia tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga memastikan City tidak mendapatkan tekanan pada menit-menit akhir.

Menurut catatan Opta Analyst, dua gol tersebut membuat koleksi gol Haaland di Liga Champions mencapai 59 gol, sekaligus menempatkannya di posisi ketujuh daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi tersebut.

Ujian Berat Berhasil Dilewati

Kemenangan atas Porto terasa semakin penting karena Manchester City memiliki catatan yang kurang meyakinkan dalam sejumlah laga tandang Liga Champions sebelumnya. Karena itu, kemenangan di Estádio do Dragão menjadi awal positif bagi proyek baru Enzo Maresca di kompetisi Eropa.

Maresca juga mendapatkan kemenangan pertamanya di Liga Champions sebagai pelatih Manchester City. Timnya memang belum menunjukkan permainan yang benar-benar sempurna, tetapi kemampuan untuk meraih tiga poin dalam laga tandang sulit menjadi tanda positif.

City juga berhasil mengawali fase liga Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan. Berdasarkan jadwal UEFA, pertandingan berikutnya bagi Manchester City di kompetisi ini adalah menghadapi Paris Saint-Germain pada 14 Oktober 2026.

Man City Pulang dengan Tiga Poin

Pada akhirnya, Porto 0-2 Manchester City menjadi hasil yang sangat berharga bagi The Citizens.

Dua gol Haaland memastikan Manchester City pulang dari Portugal dengan tiga poin sekaligus memberikan sinyal bahwa mereka tetap menjadi salah satu kandidat kuat di Liga Champions musim ini.

Bagi Porto, kekalahan tersebut menjadi awal yang mengecewakan di hadapan pendukung sendiri. Sementara bagi City, kemenangan ini menunjukkan bahwa mereka mampu melewati pertandingan sulit meski tidak selalu tampil dominan secara spektakuler.

Erling Haaland sekali lagi menjadi jawabannya. Ketika Manchester City membutuhkan pemain untuk menentukan pertandingan, striker Norwegia itu hadir dengan dua gol yang memastikan langkah pertama The Citizens di Liga Champions 2026/2027 berjalan sempurna.

Paris Saint-Germain resmi mengawali perjuangan mereka untuk meraih gelar Liga Champions ketiga secara berturut-turut. Dalam laga perdana musim ini, juara bertahan asal Prancis itu akan menjamu Slovan Bratislava di Parc des Princes, Kamis (10/9/2026) dini hari nanti.

Musim lalu, PSG tampil begitu dominan hingga berhasil mengangkat trofi. Sebaliknya, Slovan yang harus melewati babak kualifikasi justru mencatatkan rekor kurang membanggakan pada penampilan perdana mereka di kompetisi ini, yakni delapan kekalahan dari delapan pertandingan.

Meskipun langkah PSG di fase grup musim lalu terbilang lambat, tim asuhan Luis Enrique tetap mampu menampilkan performa terbaiknya di babak gugur. Mereka sukses menaklukkan Monaco, Chelsea, dan Liverpool, sebelum mengatasi Bayern Munich di semifinal yang seru. Di partai puncak, PSG harus bermain imbang 1-1 melawan Arsenal di Budapest, tetapi akhirnya keluar sebagai pemenang lewat adu penalti.

Dengan pencapaian ini, PSG menjadi tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar, menyusul Real Madrid yang melakukannya dari tahun 2016 hingga 2018. Kini, mereka tampaknya ingin membangun era kejayaan yang lebih lama lagi, terlebih setelah Luis Enrique memperpanjang kontraknya sebagai pelatih.

Namun, awal musim ini terbilang berat bagi PSG. Meskipun mereka sukses mengalahkan Aston Villa dan meraih Piala Super Eropa, performa mereka di kompetisi domestik justru terseok-seok. Kekalahan dari Lens di ajang Trophee des Champions menjadi awal dari empat laga domestik tanpa kemenangan. Kini, mereka terdampar di peringkat ke-13 klasemen Ligue 1. Teranyar, PSG harus mengakui keunggulan Monaco di kandang sendiri dengan skor 2–1, Jumat malam lalu.

Di sisi lain, Slovan Bratislava datang ke Paris dengan semangat tinggi. Meski klub asal Slowakia ini bukanlah tim langganan fase grup, mereka tetap bersyukur bisa tampil di panggung utama musim ini. Pada debut mereka musim lalu, Slovan justru menjadi penghuni dasar klasemen dengan delapan kekalahan beruntun.

Kali ini, skuad asuhan Yaya Toure itu berniat tampil lebih kompetitif. Toure pun akan mencatat sejarah sebagai pelatih asal Afrika pertama yang memimpin di Liga Champions. Perjalanan Slovan menuju fase grup kali ini tidaklah mudah, karena mereka harus melewati kualifikasi kedelapan kalinya secara berturut-turut.

Setelah menyingkirkan Iberia Tbilisi dan juara Swedia Mjallby, mereka baru bisa lolos setelah melewati babak playoff yang dramatis. Saat melawan Celje, Slovan bermain imbang 1–1 di leg pertama, dan baru menang lewat perpanjangan waktu berkat gol Cristian Martinez yang menyelamatkan mereka dari adu penalti.

Sebagai juara domestik musim lalu, Slovan saat ini menempati posisi keempat di Liga Super Slowakia. Namun, dua kekalahan beruntun di liga lokal menjadi sinyal waspada sebelum mereka terbang ke Paris. Catatan lawatan Slovan ke Parc des Princes hanya sekali, yaitu pada ajang Liga Europa 2011/12, saat mereka kalah tipis 1–0. Tentu saja, kali ini mereka akan menghadapi lawan yang jauh lebih tangguh, yaitu sang juara bertahan.

Prakiraan Susunan Pemain PSG vs Slovan Bratislava

PSG (4-3-3): Safonov; Mendes, Pacho, Marquinhos, Hakimi; Ruiz, Vitinha, Neves; Kvaratskhelia, Dembele, Doue

Pelatih: Luis Enrique

Slovan Bratislava (4-3-3): Takac; Cruz, Bajric, Markovic, Blackman; Mustafic, Pokorny, Martinez; Camara, Sporar, Barseghyan

Pelatih: Yaya Toure

Prediksi Skor

Dalam sejarah Liga Champions, tidak ada satu pun juara bertahan dalam 35 edisi terakhir yang kalah pada laga kandang pertama mereka di musim berikutnya. Tren ini diprediksi akan terus berlanjut.

Meskipun PSG belum menunjukkan performa terbaiknya musim ini, Slovan juga sedang dalam tekanan usai kekalahan-kekalahan tak terduga di kompetisi domestik. Secara kualitas skuad, keduanya berada di level yang sangat berbeda.

Prediksi Skor: PSG 4–1 Slovan Bratislava

BOLADONESIA – Borussia Dortmund menyebut Konstantinos Karetsas dalam kondisi stabil. Walaupun demikian, dia tetap akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut setelah kolaps pada laga melawan Villarreal, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.

Laga memasuki menit ke-24 saat Karetsas memberikan isyarat untuk diganti. Dia lantas berbaring di lapangan dengan tangan menutupi wajahnya. Tim medis segera masuk, memeriksanya, lalu mengangkut dia dengan tandu. Dia bahkan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Pada jeda laga, pihak Die Scgwarzgelben memberikan pernyataan soal kondisi sang gelandang. “Konstantinos Karetsas harus meninggalkan lapangan pada pertandingan melawan Villarreal karena masalah peredaran darah,” urai mereka seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun X.

Lebih lanjut dalam pernyataan itu disebutkan, “Kosta baik-baik saja dalam situasi tersebut dan sekarang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.”

Tanda Tanya Kondisi Konstantinos Karetsas

Pemeriksaan lebih lanjut itu perlu dilakukan untuk benar-benar mengetahui masalah yang dialami Konstantinos Karetsas. Pasalnya, insiden pada laga Borussia Dortmund vs Villarreal sangatlah mengejutkan. Tak ada tanda-tanda dia dalam kondisi tak sehat.

“Kejadiannya sungguh mendadak,” kata Direktur Olahraga Ole Book. “Saya keluar dengan dia, tapi dia tak bisa bicara pada saat itu. kami berharap, tentu saja, dia akan segera pulih dan tak ada masalah serius. Namun, saat ini, setelah laga, kami tak punya informasi baru.”

Sementara itu, Lars Ricken berujar, “Itu sangat aneh. Awalnya, saya mengira dia mengalami masalah otot, tapi sama sekali tak menyentuh pahanya dan lantas digotong dengan tandu. Tentu saja, itu agak mengagetkan.”

Insiden yang dialami Karetsas diakui Book mengurangi mood di ruang ganti pemain. Mereka tak bisa lepas merayakan kemenangan 3-2 atas Villarreal karena memikirkan kondisi gelandang asal Yunani berumur 18 tahun tersebut.

BOLADONESIA – Kim Sang-sik, pelatih timnas Vietnam, dihadapkan pada sebuah dilema menatap kiprah di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan dimulai pada 25 September nanti. Dilema itu menyangkut solusi masalah di dua posisi.

Untuk gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 nanti, Sang-sik menghadapi masalah serius di bek kiri dan gelandang tengah. Gara-gara cedera saat leg II final Piala ASEAN 2026, Nguyen Van Vi dipastikan absen, sementara Nguyen Hoang Duc diragukan karena masih dalam pemulihan.

“Nguyen Van Vi mengalami cedera otot pada laga melawan Thailand. Sinar X menunjukkan cederanya lumayan serius dan diperkirakan butuh waktu sebulan untuk kembali bermain,” kata Vu Hong Viet, pelatih Nam Dinh FC, seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Thanh Nien.

Sementara itu, menurut pelatih Ninh Binh FC, Chu Dinh Nghiem, Hoang Duc masih harus beristirahat dua pekan lagi dan dipastikan tak dapat tampil saat timnya melawan Thanh Hoa pada pekan ke-2 V.League 1.

Kondisi kedua pemain itu jadi PR tersendiri bagi Kim Sang-sik. Pasalnya, Van Vi dan Hoang Duc termasuk jajaran pemain andalan dalam skema permainan yang diusungnya. Kini, dilema muncul karena adanya satu orang yang bisa menjadi solusi bagi dua masalah itu.

Terobosan untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Kepastian Nguyen Van Vi absen membuat Kim Sang-sik harus menentukan pilihan pasti untuk posisi bek kiri. Salah satu sosok yang mengkin jadi pilihan adalah Cao Pendant Quang Vinh, bek kiri berdarah Prancis yang saat ini membela CAHN FC.

Di Piala ASEAN 2026, Quang Vinh tak masuk tim karena tak dilepas oleh klubnya. Dia diandalkan pelatih Alexandre Polking pada play-off kualifikasi Liga Champions Asia Elite. Sebelumnya, dia sudah mengantongi 5 caps dengan turun sebagai bek kiri dan gelandang kiri.

Menariknya, sebuah terobosan dibuat Polking pada akhir pekan lalu. Saat CAHN menghadapi Ha Tinh, Quang Vinh dimainkan sebagai gelandang tengah. Ini mengingatkan pada langkah serupa terhadap Teerathon Bunmathan di timnas Thailand pada Piala ASEAN 2022.

“Quang Vinh sangat pandai. Penempatan posisinya luar biasa dan kadang menciptakan situasi tak terduga bagi lawan. CAHN FC akan mencoba menemukan cara agar dia lebih sulit diantisipasi. Saya senang dia tampil bagus di posisi itu,” ujar Polking.

Terobosan Polking inilah yang mendatangkan dilema bagi Sang-sik. Apalagi jika Nguyen Hoang Duc ternyata belum benar-benar fit kala FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai. Akankah Quang Vinh menutup posisi Nguyen Van Vi atau mengisi lubang bila Hoang Duc absen?

Enzo Fernandez Kagumi Haaland: “Monster” di Manchester City

Boladonesia – Enzo Fernandez langsung merasakan betapa berbahayanya Erling Haaland setelah keduanya tampil bersama Manchester City. Gelandang asal Argentina itu bahkan memberikan pujian tinggi kepada sang striker dan menyebut Haaland sebagai pemain yang luar biasa.

Pujian tersebut disampaikan Enzo Fernandez setelah Manchester City meraih kemenangan 2-0 atas FC Porto pada laga pembuka fase liga Liga Champions 2026/27, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Haaland menjadi bintang utama setelah mencetak dua gol yang memastikan tiga poin untuk The Citizens.

Haaland Jadi Mesin Gol Manchester City

Erling Haaland menunjukkan kembali mengapa dirinya menjadi salah satu striker paling ditakuti di dunia. Menghadapi Porto di Estadio do Dragao, penyerang asal Norwegia itu sempat dibuat frustrasi oleh penjaga gawang Diogo Costa pada babak pertama.

Namun, Haaland tidak kehilangan ketenangannya. Setelah turun minum, ia akhirnya berhasil membuka keunggulan Manchester City melalui sundulan yang memanfaatkan umpan silang Enzo Fernandez.

Gol tersebut menjadi bukti cepatnya koneksi antara kedua pemain anyar City. Enzo mampu mengirimkan bola dengan akurat, sementara Haaland memperlihatkan kemampuan luar biasanya dalam membaca ruang dan memenangkan duel di kotak penalti.

Tidak berhenti di situ, Haaland kembali mencetak gol pada masa tambahan waktu. Brace tersebut membuat koleksi golnya bersama Manchester City semakin mengesankan. Ia kini telah mencetak 167 gol untuk The Citizens dan naik ke posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.

Enzo Fernandez: Haaland Adalah Monster

Penampilan Haaland membuat Enzo Fernandez tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Sang gelandang menilai rekan barunya memiliki kualitas yang sangat berbeda dibandingkan pemain lain.

Enzo bahkan menyebut Haaland sebagai “animal” dan “beast”, sebuah gambaran yang menunjukkan betapa terkesannya dirinya terhadap ketajaman sang striker.

“Haaland adalah hewan, sebuah monster. Setiap kali saya berada di lapangan, saya akan mencarinya,” ujar Enzo Fernandez setelah pertandingan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Enzo sudah memahami bagaimana cara memanfaatkan pergerakan Haaland. Sebagai gelandang yang memiliki kemampuan mengirim umpan progresif, Enzo berpotensi menjadi salah satu pemasok bola utama bagi sang striker.

Ia juga berharap dapat memberikan lebih banyak assist kepada Haaland pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Kombinasi Enzo dan Haaland Mulai Menjanjikan

Koneksi antara Enzo Fernandez dan Erling Haaland tentu menjadi salah satu hal menarik yang patut diperhatikan di Manchester City musim ini.

Enzo baru bergabung dengan City dari Chelsea pada hari terakhir bursa transfer musim panas dengan nilai transfer mencapai £125 juta. Ia kemudian menjalani debut saat City menghadapi Coventry City di Premier League dan langsung memberikan kontribusi penting dalam proses terciptanya gol Haaland.

Kini, hubungan keduanya kembali menghasilkan sesuatu yang lebih konkret di Liga Champions.

Enzo memiliki kemampuan untuk mengalirkan bola dari lini tengah menuju area berbahaya. Sementara itu, Haaland mempunyai kecepatan, kekuatan fisik, insting mencetak gol, dan kemampuan duel udara yang sangat kuat.

Jika keduanya semakin memahami karakter permainan masing-masing, Manchester City bisa memiliki kombinasi berbahaya di lini tengah dan depan.

Haaland Bukan Hanya Rekan Setim

Selain memuji kualitas Haaland di atas lapangan, Enzo Fernandez juga mengungkapkan bahwa sang striker merupakan sosok yang sangat baik di luar lapangan.

Menurut Enzo, Haaland menyambut kedatangannya sejak hari pertama dan membantu dirinya beradaptasi dengan lingkungan baru di Manchester City.

Hal tersebut tentu menjadi modal positif bagi Enzo. Setelah meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan klub baru, proses adaptasi menjadi salah satu tantangan terbesar.

Namun, dukungan dari pemain seperti Haaland membuat Enzo merasa lebih nyaman.

“Saya sangat bahagia. Mereka menyambut saya sejak menit pertama ketika saya datang,” kata Enzo. Ia juga mengaku sangat bersemangat memulai babak baru dalam kariernya bersama Manchester City.

Manchester City Punya Senjata Baru

Kemenangan atas Porto memberikan sinyal bahwa Manchester City memiliki senjata baru setelah perubahan besar dalam skuad.

Enzo Fernandez bukan hanya diharapkan menjadi pengatur permainan, tetapi juga menjadi pemain yang mampu memberikan umpan-umpan matang kepada Haaland.

Sementara itu, Haaland terus menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi mesin gol utama The Citizens. Setelah mencetak gol penentu ketika menghadapi Coventry, ia kembali mencetak dua gol melawan Porto.

Dengan kombinasi tersebut, penggemar Manchester City tentu memiliki alasan untuk optimistis.

Enzo Fernandez mengagumi ketajaman Haaland, tetapi yang lebih menarik adalah potensi kerja sama keduanya. Jika koneksi tersebut terus berkembang, duet Enzo dan Haaland bisa menjadi salah satu kombinasi paling berbahaya Manchester City di musim 2026/27.

BOLADONESIA – Manajemen Fiorentina bergerak cepat. Hanya beberapa jam setelah memecat Fabio Grosso, mereka langsung mengumumkan sosok pelatih baru. Dia bukan wajah baru, yakni Paolo Vanoli yang dilepas pada akhir musim lalu.

“Kami mengumumkan bahwa Paolo Vanoli telah ditunjuk sebagai pelatih tim utama. Kami berterima kasih kepada Vanoli yang dengan antusias segera menerima kesempatan menangani tim lagi,” urai pernyataan I Viola seperti dikutip IDNEWS.TOP dari laman resminya.

Bentuk antusiasme itu terlihat dari kesediaan Vanoli untuk langsung memimpin latihan tim pada Senin (7/9/2026) siang waktu setempat. Sebelumnya, nama yang santer disebut-sebut sebagai kandidat kuat adalah Thiago Motta.

Sebelumnya, Vanoli pernah memimpin I Viola dari 7 November 2025 hingga 30 Juni 2026. Dia mengambil alih tim dari Stefano Pioli. Di tangannya, David de Gea cs. mampu menghindari degradasi dan lolos ke perempat final UEFA Conference League.

Pembuktian Paolo Vanoli

Bagi Paolo Vanoli, kesempatan kedua yang diberikan manajemen I Viola adalah peluang emas untuk memberikan pembuktian. Saat kontraknya tak diperpanjang pada akhir musim lalu, dia memang sebetulnya masih penasaran.

“Dalam skala 1-10, saya akan memberi nilai 11 sebagai bentuk penyesalan saya karena saya memang pantas mendapatkannya dan karena saya ingin membangun tim yang mencerminkan visi saya sendiri,” kata Vanoli sepekan silam dalam sebuah wawancara.

Dia menambahkan, “Saya sangat yakin bisa membawa Fiorentina ke puncak. Saya telah memberi mereka untuk membangun mimpi karena dengan bursa transfer saat ini, Anda dapat membangun mimpi.”

Datang kembali ke Artemio Franchi, Vanoli menghadapi situasi yang sama dengan saat mengambil alih tim dari Stefano Pioli musim lalu. I Viola sama-sama sedang terpuruk di dasar klasemen. Bersama Fabio Grosso, David de Gea cs. selalu kalah pada 3 laga awal Serie A musim ini.