Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA SPANYOL, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.
LARISBOLA – Gabriel Martinelli dikabarkan menolak peluang bergabung dengan Galatasaray meski klub Turki tersebut mengajukan tawaran 45 juta euro kepada Arsenal. Kubu pemain telah menyampaikan bahwa winger asal Brasil itu tidak ingin pindah ke Turki pada tahap kariernya saat ini.
Menurut David Ornstein dari The Athletic, Galatasaray menjadikan Martinelli sebagai salah satu target utama mereka. Juara Turki itu kemudian mengajukan tawaran resmi senilai 45 juta euro untuk pemain berusia 25 tahun tersebut.
Martinelli masih memiliki kontrak bersama Arsenal hingga 2027, dengan opsi perpanjangan hingga 2028. Sikap sang pemain membuat Arsenal tidak dapat langsung menerima tawaran tersebut tanpa persetujuan dari pihak Martinelli.
Arsenal sendiri tidak sepenuhnya menutup kemungkinan menjual Martinelli pada musim panas ini. Namun, pemain tersebut dikabarkan hanya akan mempertimbangkan kepindahan jika ada klub dari liga top Eropa yang sesuai dengan keinginannya.
Martinelli Tidak Tertarik Gabung Galatasaray
Galatasaray sudah melakukan pendekatan resmi kepada Arsenal untuk mendapatkan Martinelli. Tawaran 45 juta euro menjadi bukti keseriusan klub Turki tersebut dalam mengejar sang winger.
Meski demikian, keinginan Galatasaray terbentur sikap Martinelli. Perwakilan pemain disebut telah memberitahu Arsenal bahwa Martinelli tidak memiliki rencana untuk melanjutkan karier di Turki.
Martinelli juga tidak sedang memaksa Arsenal untuk melepasnya. Ia masih terbuka bertahan di Emirates Stadium, tetapi peluang pindah ke liga top Eropa lainnya dapat dipertimbangkan jika tujuan tersebut sesuai dengan keinginannya.
Persik Kediri akan menjajal kekuatan terbaik saat menghadapi Phonm Penh Crown pada turnamen Internasional di Stadion Hang Jebat Malaka, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).
Ini menjadi ujian ketiga kalinya bagi pelatih Marcos Reina pada ujicoba pramusim. Sebelumnya, pada pemusatan latihan di Solo, Persik telah melakukan pemanasan melawan PSIS Semarang dan Persita Tangerang.
Arsitek asal Spanyol itu menyatakan serius dalam turnamen untuk memperingati ulang tahun ke-76, Gubernur Malaka Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam.
Sangat menarik bagaimana Marcos Reina meracik skuat terbaik Macan Putih yang cukup banyak mendatangkan pemain baru di ajang ini. Eks kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, akan jadi pilihan utama untuk menjalani debutnya.
Marcos Reina punya formasi favorit 4-3-3. Jadi kemungkinan dia akan menurunkan dua debutan asing, Park Jun Heong dan Marcelo Djalo, sebagai bek tengah. Kiko Carneiro mengisi posisi bek kanan. Sedangkan Rendy Sanjaya beroperasi di sektor kiri pertahanan.
Komposisi Paten
Sektor tengah Persik punya komposisi paten sejak musim lalu. Imanol Garcia diplot jadi filter sebagai gelandang bertahan yang didukung Ernesto Gomez dan Jon Toral.
Jose Enrique sebagai topskorer Persik di BRI Super League edisi lalu masih disupport Ezra Walian di sayap kiri. Mantan penyerang Persib, Sergio Castel, menyisir di sayap kanan.
Gelandang anyar, eks PSBS, Eduardo Barbosa yang baru bergabung harus sabar menanti jatah menit bermain dan melihat taktik sang pelatih dari bangku cadangan.
Setelah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain baru pada awal musim panas 2026, Chelsea kini mulai mengalihkan fokus ke melepas pemain.
Pemain berikutnya yang berpotensi meninggalkan Stamford Bridge adalah bek tengah Benoît Badiashile. Sejumlah laporan menyebut Chelsea telah mencapai kesepakatan untuk meminjamkan bek asal Prancis itu ke Napoli dengan biaya 3,4 juta dolar AS atau sekitar Rp54 miliar.
Dalam kesepakatan tersebut, Napoli juga memiliki opsi untuk mempermanenkan Badiashile dengan nilai mencapai 31 juta dolar AS atau sekitar Rp495 miliar.
Namun, pekerjaan Chelsea belum selesai. Absennya The Blues dari kompetisi Eropa musim depan membuat klub dan pelatih baru Xabi Alonso tidak membutuhkan skuad dengan jumlah pemain yang terlalu gemuk.
Alonso bersama jajaran petinggi Chelsea masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Mereka perlu memangkas skuad, sekaligus mengurangi beban gaji dan menyediakan ruang dalam daftar pemain sebelum musim baru dimulai.
Berikut pemain yang bisa segera dilepas The Blues pada musim panas 2026.
Axel Disasi
Chelsea tidak memiliki “bomb squad” pada musim panas ini, atau setidaknya jumlahnya tidak sebesar musim-musim sebelumnya. Badiashile sebelumnya berlatih terpisah dari skuad asuhan Alonso, dan sering menjalani sesi latihan bersama bek asal Prancis lainnya yang juga tidak masuk dalam rencana klub, Axel Disasi.
Disasi tampil mengesankan saat menjalani masa peminjaman di West Ham United musim lalu. Bek tersebut diyakini juga diminati sejumlah klub.
Crystal Palace disebut menjadi salah satu klub yang berpeluang mengejar kesepakatan peminjaman untuk membantu menggantikan Maxence Lacroix yang kini bergabung dengan Chelsea.
Chelsea juga masih harus mengambil keputusan terkait sejumlah pemain muda seperti Aaron Anselmino, Mamadou Sarr, dan Josh Acheampong.
Meski beberapa di antara mereka kemungkinan masih akan bertahan di Stamford Bridge, situasi Disasi cukup jelas. Sudah tidak ada lagi tempat untuknya di skuad Chelsea.
Marc Guiu atau Satu Striket Muda Lainnya
Bahkan, bisa saja muncul anggapan bahwa Chelsea tidak terlalu membutuhkan Nicolas Jackson, Liam Delap, maupun Emmanuel Emegha karena masih memiliki tiga penyerang muda yang terikat kontrak di Stamford Bridge.
Salah satunya adalah Dastan Satpayev. Striker berusia 18 tahun itu tampil impresif sepanjang pramusim dan berpeluang mendapat kesempatan berkembang dengan menjadi bagian dari skuad Xabi Alonso pada musim ini.
Satpayev bahkan dinilai sudah melampaui Marc Guiu (20 tahun) dan David Datro Fofana (23 tahun) dalam urutan pilihan penyerang Chelsea.
Baik melalui skema peminjaman maupun transfer permanen, Chelsea perlu segera merampingkan jumlah pemain di lini depan agar komposisi skuad lebih ideal menjelang dimulainya musim baru.
Liam Delap atau Satu Striker Senior Lainnya
Kedatangan Danny Welbeck membuat Chelsea kini memiliki lima striker senior. Jumlah tersebut jelas terlalu banyak untuk sebuah tim, terlebih The Blues musim depan hanya akan bertanding satu kali dalam sepekan karena tidak tampil di kompetisi Eropa.
Joao Pedro menjadi pilihan utama di lini depan dan hampir tidak mungkin tergeser. Sementara itu, Welbeck juga dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad. Artinya, praktis hanya tersisa satu tempat untuk diperebutkan oleh Nicolas Jackson, Liam Delap, dan Emmanuel Emegha.
Siapa yang akan bertahan masih menjadi tanda tanya. Namun, Delap menjadi kandidat terkuat untuk meninggalkan Stamford Bridge setelah kesulitan menunjukkan performa terbaik sejak bergabung dengan Chelsea.
Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengungkap bahwa Como, yang kini dilatih mantan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, telah membuka pembicaraan untuk merekrut Delap.
Sementara itu, Jackson juga diminati sejumlah klub dari berbagai penjuru Eropa. Namun, dibandingkan ketiganya, Jackson dinilai paling cocok untuk tetap bertahan di Chelsea, terutama karena kemampuan Emegha masih belum benar-benar teruji di level Premier League.
Pedro Neto atau Satu Winger Bintang Lainnya
Jelas terlihat bahwa skuad Chelsea saat ini tidak dibangun untuk menghadapi musim tanpa kompetisi Eropa. The Blues kini memiliki enam pemain sayap di dalam skuad, dan jumlah tersebut belum termasuk Cole Palmer yang juga kerap bermain di sisi kanan.
Mykhailo Mudryk baru kembali setelah menjalani skorsing panjang. Ia kemungkinan perlu dipinjamkan agar bisa kembali mendapatkan kebugaran dan menit bermain secara rutin. Namun, selain Mudryk, Chelsea tampaknya juga harus membuat keputusan sulit terkait salah satu pemain sayap lainnya.
Satu posisi starter hampir pasti menjadi milik Morgan Rogers, yang didatangkan Chelsea dengan memecahkan rekor transfer klub. Di sisi berlawanan, Xabi Alonso harus memilih antara Estevao, Pedro Neto, Jamie Gittens, atau Geovany Quenda.
Dari keempat pemain tersebut, Neto memiliki nilai jual kembali paling tinggi. Manchester City juga diketahui menjadi salah satu klub yang tertarik kepadanya.
Sementara itu, Quenda masih berpeluang meninggalkan Stamford Bridge dengan status pinjaman. Namun, situasi berbeda berlaku bagi Estêvão. Pemain muda asal Brasil tersebut diproyeksikan sebagai bagian penting dari proyek Chelsea sehingga hampir dipastikan tidak akan dilepas.
KLIKBETS – Pedro Porro kembali bergabung dengan Tottenham setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.
Bek kanan itu mendapat sambutan istimewa saat kembali mengikuti latihan bersama klub pada Kamis waktu setempat.
Para pemain tim utama, staf pelatih, karyawan klub, hingga pemain akademi Tottenham membentuk guard of honor untuk menyambut Porro.
Pemain berusia 26 tahun itu berjalan melewati barisan tersebut diiringi tepuk tangan, jabat tangan, dan sambutan hangat.
Porro menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026. Ia tampil sebagai starter dalam lima dari tujuh pertandingan Spanyol sepanjang turnamen dan turut berkontribusi lewat dua gol.
Gol pertama Porro tercipta saat menghadapi Austria. Ia kemudian kembali mencetak gol pada semifinal melawan Prancis yang membantu Spanyol melaju ke partai final sebelum akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia.
Jadi yang Keempat
Kesuksesan tersebut membuat Porro menjadi pemain Tottenham keempat yang berhasil menjuarai Piala Dunia.
Sebelumnya, Jimmy Greaves melakukannya bersama Inggris pada 1966, Hugo Lloris bersama Prancis pada 2018, dan Cristian Romero bersama Argentina pada 2022.
Sambutan untuk Porro berlangsung di fasilitas latihan Tottenham. Ia terlihat tersenyum sembari berjabat tangan dengan rekan-rekannya saat melewati guard of honor.
Satu di antara momen yang menarik terjadi ketika Porro bertemu pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi. Keduanya kemudian berpelukan hangat.
Sampaikan Terima Kasih
Setelah mendapat sambutan tersebut, Porro menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Ia juga menyoroti kuatnya hubungan di dalam keluarga besar Tottenham.
“Sangat istimewa ketika melihat semua orang di sini setelah memenangkan Piala Dunia. Yang terpenting adalah hubungan yang kami miliki, keluarga ini. Terima kasih banyak atas semuanya. Jadi, mari berjuang untuk segalanya karena ini akan menjadi tahun yang hebat bagi kami,” ujar Porro.
Setelah merayakan pencapaian terbesar dalam kariernya bersama Spanyol, Porro kini kembali fokus menjalani tugas bersama Tottenham yang sedang bersiap menghadapi musim baru.
Idnews.top – Klub Premier League, Manchester United nampaknya akan turun dengan kekuatan penuh saat menghadapi AC Milan. Michael Carrick mempersiapkan total 25 pemain untuk menghadapi mantan manajer Setan Merah, Ruben Amorim.
Seperti yang sudah diketahui, MU telah melakukan pra musim mereka selama kurang lebih satu bulan. Selama periode itu, Setan Merah telah menggelar lima laga uji coba, dengan rincian tiga kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Manchester United dijadwalkan akan menutup rangkaian uji coba pra musim mereka pada akhir pekan ini. Setan Merah akan menantang AC Milan di Polandia, di mana mereka akan bereuni dengan mantan manajer mereka, Ruben Amorim yang kini menjadi alenatore Rossoneri.
Michael Carrick mempersiapkan laga ini dengan serius. Untuk menghadapi AC Milan, ia memboyong 25 pemain ke Polandia untuk pertandingan ini.
Beberapa Pemain Inti Absen
Dari daftar yang dirilis Manchester United di situs resmi mereka, ada beberapa pemain senior mereka yang akan absen melawan AC Milan.
Di sektor kiper, Tom Heaton dan Karl Darlow belum bisa tampil karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun Senne Lammens dan Dermot Mee siap menjadi palang pintu MU di laga ini.
Mason Mount dan Benjamin Sesko juga dilaporkan akan absen di laga ini karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun kondisi mereka dikabarkan sudah hampir sembuh total.
Tiga Pemain Siap Beraksi
Di laga uji coba melawan AC Milan ini, tiga pemain Manchester United yang telat bergabung karena Piala Dunia 2026 sudah siap tampil.
Mereka adalah Kobbie Mainoo, Lisandro Martinez dan Marcus Rashford. Ketiga pemain ini bermain di final dan perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026 kemarin sehingga mereka mendapatkan libur ekstra.
Ketiga pemain ini dikonfirmasi pasti akan bermain melawan AC Milan, namun ketiganya baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua nanti.
Daftar Lengkap
Berikut adalah 25 pemain yang dibawa Michael Carrick untuk menghadapi AC Milan-nya Amorim:
Kiper: Dermot Mee, Fred Heath, Senne Lammens.
Bek: Ayden Heaven, Diogo Dalot, Harry Amass, Harry Maguire, Leny Yoro, Lisandro Martinez, Luke Shaw, Noussair Mazraoui, Patrick Chinazaekpere Dorgu.
Gelandang: Andrey Santos, Bruno Fernandes, Jack Fletcher, Kobbie Mainoo, Toby Collyer, Tyler Fletcher, Youri Tielemans.
PSG Sepakati Transfer Ferran Torres dari Barcelona
BolaIndonesia – Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk transfer Ferran Torres. Penyerang Timnas Spanyol itu disebut akan meninggalkan Camp Nou dan melanjutkan kariernya di Paris setelah kedua klub menemukan titik temu mengenai nilai transfer.
Kabar terbaru pada Jumat, 14 Agustus 2026, menyebut transfer Ferran Torres ke PSG tinggal menunggu penyelesaian administrasi dan pemeriksaan medis. Sejumlah laporan media Eropa menyebut nilai kesepakatan berada di kisaran €50 juta.
PSG Capai Kesepakatan dengan Barcelona
Negosiasi antara PSG dan Barcelona berlangsung cukup intens dalam beberapa pekan terakhir. Awalnya, PSG terlebih dahulu mencapai kesepahaman dengan Ferran Torres mengenai persyaratan personal.
Setelah pembicaraan dengan sang pemain berjalan positif, klub asal Paris tersebut kemudian meningkatkan upaya untuk mendapatkan persetujuan Barcelona. Kini, laporan terbaru menyebut kedua klub telah mencapai prinsip kesepakatan transfer dengan nilai sekitar €50 juta.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Ferran Torres akan segera menjalani pemeriksaan medis sebelum diperkenalkan sebagai pemain baru PSG.
Ferran Torres Menuju Petualangan Baru
Transfer ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan Ferran Torres bersama Barcelona. Pemain berusia 26 tahun tersebut bergabung dengan Barcelona dari Manchester City pada Januari 2022.
Selama membela Blaugrana, Torres mampu memainkan berbagai posisi di lini depan. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu alasan PSG tertarik mendatangkannya.
Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode terbaik Ferran bersama Barcelona. Ia disebut mencetak 21 gol di seluruh kompetisi dan semakin sering mendapatkan peran penting di lini depan.
Performa tersebut kemudian berlanjut bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. Torres menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Spanyol hingga akhirnya meraih gelar juara dunia.
Gol di Final Piala Dunia Makin Menaikkan Nilainya
Nama Ferran Torres semakin mencuri perhatian setelah menjadi penentu kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026.
Gol tersebut membuat nilai dan popularitas sang penyerang melonjak. Tidak mengherankan apabila PSG melihat kesempatan untuk merekrut Torres sebagai tambahan penting bagi lini serang mereka.
PSG juga memiliki faktor lain yang membuat transfer ini semakin menarik. Ferran berpotensi kembali bekerja sama dengan Luis Enrique, sosok yang sudah mengenalnya ketika menangani Timnas Spanyol. Luis Enrique disebut menjadi salah satu faktor penting dalam ketertarikan PSG terhadap sang pemain.
Mengapa Barcelona Melepas Ferran Torres?
Keputusan Barcelona menjual Ferran Torres tidak semata-mata berkaitan dengan performa pemain. Faktor kontrak dan kondisi finansial klub juga menjadi pertimbangan.
Torres memasuki tahun terakhir kontraknya di Barcelona. Situasi tersebut membuat Blaugrana harus menentukan pilihan: memperpanjang kontraknya atau menjual sang pemain ketika masih bisa mendapatkan pemasukan transfer.
Dengan nilai transfer yang berada di sekitar €50 juta, Barcelona mendapatkan pemasukan signifikan sekaligus dapat mengurangi beban finansial klub. Laporan AS juga menyebut Barcelona sebelumnya menghadapi situasi di mana masa depan Torres masih terbuka, sebelum perkembangan terbaru mengarah pada kesepakatan dengan PSG.
PSG Dapat Pemain Serbaguna
Dari sisi PSG, kedatangan Ferran Torres memberikan tambahan kualitas sekaligus fleksibilitas.
Torres dapat bermain sebagai penyerang tengah maupun di sisi sayap. Kemampuan tersebut membuatnya cocok dengan kebutuhan PSG yang ingin memiliki opsi tambahan di lini depan.
Kehadiran Torres juga berpotensi menciptakan persaingan sehat di skuad PSG. Dengan pengalaman bermain di Premier League, LaLiga, Liga Champions, serta bersama Timnas Spanyol, ia datang ke Paris dengan pengalaman level tinggi.
PSG berharap pengalaman tersebut dapat membantu mereka mempertahankan dominasi domestik sekaligus kembali bersaing untuk meraih gelar Eropa.
Tinggal Menunggu Tahap Akhir
Meski kesepakatan prinsip telah tercapai, proses transfer Ferran Torres belum sepenuhnya selesai sebelum seluruh dokumen ditandatangani dan pemeriksaan medis dituntaskan.
Media Prancis dan Spanyol sama-sama melaporkan bahwa proses tersebut kini berada di tahap akhir. Salah satu laporan menyebut Ferran akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama PSG.
Jika transfer benar-benar rampung, Ferran Torres akan membuka babak baru dalam kariernya. Setelah menjadi bagian penting Barcelona dan pahlawan Spanyol di Piala Dunia 2026, sang penyerang kini berpeluang menjadi salah satu wajah baru PSG.
Kesimpulan
Transfer Ferran Torres ke PSG semakin dekat dengan kenyataan. PSG dan Barcelona dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip dengan nilai sekitar €50 juta, sementara sang pemain juga sudah berada di jalur untuk bergabung dengan klub Prancis tersebut.
Bagi Barcelona, transfer ini memberikan pemasukan besar dari pemain yang kontraknya memasuki periode akhir. Sementara bagi PSG, Ferran Torres menjadi tambahan berharga berkat kemampuan bermain di berbagai posisi ofensif.
Kini, perhatian tertuju pada pemeriksaan medis dan penyelesaian dokumen. Jika tidak ada perubahan pada tahap akhir, Ferran Torres akan segera resmi meninggalkan Barcelona dan memulai petualangan baru bersama Paris Saint-Germain.
KLIKBETS – Legenda Premier League asal Wales, Craig Bellamy, pernah berada di titik terendah hingga harus menyatakan dirinya bangkrut setelah gantung sepatu.
Padahal, Bellamy memiliki karier yang mungkin diimpikan banyak pemain. Ia pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Newcastle United, Liverpool, Manchester City, hingga West Ham United.
Bellamy mengawali perjalanan profesionalnya bersama Bristol Rovers sebelum namanya mulai dikenal ketika membela Norwich City.
Bersama Norwich, ia mencetak 32 gol dalam 85 pertandingan. Potensinya membuat sejumlah klub Premier League tertarik, tetapi perjalanan kariernya sempat terhambat cedera ACL yang membuatnya menepi hampir sepanjang musim.
Pada periode tersebut, Bellamy juga mengaku mengalami depresi. Namun, ia mampu bangkit dan kemudian bergabung dengan Coventry City pada awal 2000-an.
Setelah membuktikan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Inggris, Bellamy mendapat kesempatan memperkuat Newcastle United. Di St James’ Park, ia merasakan atmosfer Liga Champions dan persaingan memperebutkan trofi bergengsi.
Namun, Bellamy juga mulai dikenal sebagai pemain yang memiliki karakter keras. Hubungannya dengan manajer Newcastle saat itu, Graeme Souness, bahkan berakhir dengan perselisihan yang membuat masa baktinya selama empat tahun bersama The Magpies berakhir.
Setelah meninggalkan Newcastle, Bellamy melanjutkan karier bersama Celtic, Blackburn Rovers, dan West Ham United.
Berkarier Dua Dekade
Ia kemudian mendapat kesempatan memperkuat Liverpool. Bellamy hanya semusim berada di Anfield, tetapi berhasil membantu The Reds mencapai final Liga Champions.
Bellamy juga sempat terlibat insiden kontroversial dengan rekan setimnya, John Arne Riise. Keduanya terlibat perselisihan yang bahkan berujung pada Bellamy menyerang Riise menggunakan tongkat golf.
Karier Bellamy kemudian berlanjut dengan beberapa kali berpindah klub. Ia kembali memperkuat West Ham dan Liverpool, serta sempat bermain untuk Manchester City.
Pada 2014, Bellamy akhirnya mengakhiri kariernya sebagai pemain bersama Cardiff City. Ia menutup perjalanan hampir dua dekade sebagai pesepak bola profesional.
Sepanjang kariernya, Bellamy hanya berhasil meraih dua trofi utama, yakni Community Shield dan Piala Liga Inggris.
Di level internasional, Bellamy mencatatkan 78 caps bersama Timnas Wales. Ia juga menjadi bagian dari skuad Britania Raya pada Olimpiade London 2012, satu-satunya tim sepak bola Team GB yang pernah tampil di Olimpiade.
Bellamy Sempat Bangkrut
Setelah pensiun, Bellamy menghadapi persoalan finansial serius. Dalam wawancara dengan Daily Mail pada 2023, ia mengungkapkan bagaimana bisa berada di ambang kebangkrutan.
Berbeda dengan sejumlah mantan pesepak bola yang mengalami masalah keuangan akibat kecanduan alkohol atau perjudian, Bellamy mengatakan masalahnya bukan berasal dari dua hal tersebut.
Ia mengaku terlalu naif dalam mengambil keputusan finansial dan mempercayai orang yang salah.
“Saya menjalani lima atau enam tahun terakhir seperti berada di Death Row. Saya hanya menunggu seseorang datang dan mengakhiri semuanya,” ujar Bellamy.
“Saya tidak bisa menantikan apa pun. Semua uang yang saya hasilkan, saya bahkan tidak bisa mendapatkan hipotek. Secara finansial, saya tidak punya masa depan. Saya tidak bisa memiliki apa pun. Semuanya sudah hilang.”
Saat menceritakan kisah tersebut, Bellamy bahkan tinggal di sebuah apartemen yang tidak bisa ia miliki. Tempat tinggal itu disewa oleh Burnley, klub yang saat itu mempekerjakannya sebagai bagian dari staf kepelatihan.
Bellamy mengakui dirinya memang tidak pernah menghindari kewajiban pajak secara sengaja. Namun, ia terlalu percaya kepada orang-orang yang menangani keuangannya.
“Saya bukan pengemplang pajak. Namun, saya sangat naif dan HMRC sudah mengejar saya karena pajak yang belum dibayarkan,” katanya.
“Jika Anda mendapatkan orang yang salah untuk memberikan nasihat, semuanya bisa terkuras sedikit demi sedikit. Sampai pada akhirnya, kebangkrutan justru menjadi sebuah kelegaan. Itu berarti saya bisa mulai hidup lagi.”
Ingatkan Pesepak Bola Muda
Bellamy mengungkapkan persoalan tersebut bermula dari sejumlah investasi yang gagal, penasihat keuangan yang memalsukan tanda tangannya, hingga keterlambatan dalam mengurus laporan pajak.
Ia juga mengaku sulit menolak ketika ada orang yang meminta bantuan finansial.
“Orang-orang menganggap Anda seperti mesin ATM berjalan. Saya merasa bersalah ketika mengatakan tidak kepada orang yang menelepon meminta bantuan, jadi saya tidak pernah mengatakan tidak,” tutur Bellamy.
Namun, setelah mengalami kebangkrutan, Bellamy mendapat pelajaran berharga. Ia pun mengingatkan para pesepak bola muda agar lebih berhati-hati dalam mengelola kekayaan.
“Saya ingin ini menjadi peringatan bagi pemain lain. Periksa semuanya dan pastikan orang yang memberikan nasihat kepada Anda memiliki izin resmi,” katanya.
“Periksa keuangan Anda dengan orang independen, seperti mendapatkan opini kedua. Saya berasal dari generasi pesepak bola ketika semuanya dilakukan klub untuk Anda. Tagihan, keuangan, semuanya. Menurut saya, itu sebuah kesalahan.”
Bangkit hingga Mendapat Pekerjaan Impian
Setelah melewati masa sulit tersebut, Bellamy perlahan kembali membangun kehidupannya lewat dunia sepak bola.
Kesempatan besar datang dari mantan rekan setimnya di Manchester City, Vincent Kompany.
Bellamy bergabung dengan Kompany di Anderlecht sebagai asistennya. Keduanya kemudian kembali bekerja sama di Burnley pada 2022.
Bellamy turut membantu Kompany membawa Burnley promosi ke Premier League. Meski akhirnya The Clarets kembali terdegradasi, Kompany mendapatkan kesempatan besar untuk menangani Bayern Munchen.
Bellamy sempat diperkirakan mengikuti Kompany ke Jerman. Namun, kesempatan yang jauh lebih spesial justru datang kepadanya.
Pada Juli 2024, Bellamy resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Wales.
Posisi tersebut merupakan pekerjaan impian bagi Bellamy. Ia bahkan menyebut jabatan sebagai manajer Wales sebagai pekerjaan tertinggi yang ingin diraihnya.
Perjalanan Bellamy pun menjadi kisah tentang kebangkitan. Dari seorang pesepak bola Premier League, terpuruk hingga bangkrut, lalu kembali menemukan jalannya di dunia sepak bola dengan mendapatkan pekerjaan yang selama ini ia impikan.
BolaIndonesia – Kabar mengejutkan datang dari bursa transfer musim panas 2026. Ferran Torres semakin dekat meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG). Kedua klub dilaporkan telah mencapai prinsip kesepakatan untuk transfer penyerang asal Spanyol tersebut dengan nilai sekitar €50 juta hingga €55 juta.
Kesepakatan ini menjadi salah satu transfer besar yang melibatkan Barcelona pada musim panas ini. Ferran Torres sebelumnya menjadi bagian penting dari skuad Blaugrana dan bahkan tampil gemilang bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026.
Barcelona dan PSG Capai Kesepakatan Ferran Torres
Menurut laporan terbaru dari sejumlah media Spanyol, negosiasi Barcelona dan PSG telah memasuki tahap akhir. AS melaporkan bahwa kedua klub sudah mencapai prinsip kesepakatan dengan nilai sekitar €50 juta, sementara laporan Cadena SER menyebut angka operasi dapat berada di kisaran €55 juta.
Proses transfer kini tinggal menyelesaikan sejumlah dokumen sebelum Ferran Torres benar-benar resmi menjadi pemain PSG. Sebelumnya, pemain berusia 26 tahun tersebut juga telah dikaitkan kuat dengan klub Paris setelah PSG menunjukkan ketertarikan serius terhadap dirinya.
Kabar ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan Ferran Torres di Barcelona. Dalam beberapa pekan terakhir, PSG terus melakukan pendekatan kepada sang pemain dan berhasil mendapatkan respons positif.
Ferran Torres Pilih Tantangan Baru di Paris
Kepindahan Ferran Torres ke PSG menjadi langkah besar dalam kariernya. Setelah beberapa musim memperkuat Barcelona, sang penyerang kini berpeluang memulai babak baru di Ligue 1.
Salah satu faktor penting dalam transfer ini adalah keberadaan Luis Enrique. Pelatih PSG tersebut sudah mengenal Ferran sejak bekerja bersama Timnas Spanyol. Hubungan tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang membuat transfer ke Paris semakin menarik bagi sang pemain.
PSG juga membutuhkan tambahan kekuatan di lini depan. Ferran memiliki keunggulan karena mampu bermain di berbagai posisi ofensif, baik sebagai penyerang tengah maupun pemain sayap. Fleksibilitas tersebut membuatnya menjadi profil yang menarik bagi tim asal Prancis tersebut.
Perjalanan Ferran Torres Bersama Barcelona
Ferran Torres bergabung dengan Barcelona dari Manchester City pada Januari 2022. Ketika pertama kali datang, Barcelona mengeluarkan biaya sekitar €55 juta plus sejumlah bonus untuk mendapatkan tanda tangannya.
Selama memperkuat Barcelona, Ferran tidak selalu menjadi pilihan utama. Namun, ia mampu menunjukkan perkembangan dan memberikan kontribusi penting ketika mendapatkan kesempatan bermain.
Dalam laporan terbaru, Ferran tercatat telah memainkan 207 pertandingan bersama Barcelona dan mencetak 65 gol. Ia juga membantu klub meraih sejumlah trofi domestik selama berada di Camp Nou.
Musim 2025/26 menjadi salah satu periode terbaik Ferran. Ia mencetak 21 gol di semua kompetisi dan memainkan peran penting dalam keberhasilan Barcelona meraih gelar.
Piala Dunia 2026 Jadi Momen Terbaik Ferran
Menariknya, Ferran Torres meninggalkan Barcelona ketika namanya sedang berada dalam sorotan besar. Bersama Timnas Spanyol, ia tampil menentukan di Piala Dunia 2026.
Ferran bahkan menjadi pahlawan Spanyol setelah mencetak gol kemenangan pada final melawan Argentina. Performa tersebut membuat nilai dan daya tariknya di pasar transfer semakin meningkat.
PSG melihat momentum tersebut sebagai kesempatan untuk mendapatkan pemain yang sedang berada dalam performa terbaik. Pengalaman Ferran di level klub dan internasional juga menjadi modal penting untuk menghadapi tuntutan sepak bola Paris.
Mengapa Barcelona Melepas Ferran Torres?
Keputusan Barcelona melepas Ferran tidak semata-mata berkaitan dengan performa. Faktor kontrak dan kondisi finansial klub juga memainkan peranan penting.
Ferran masih memiliki kontrak dengan Barcelona hingga 2027. Namun, masa kontraknya yang semakin pendek membuat Barcelona harus mempertimbangkan pilihan antara memperpanjang kontrak atau menjualnya pada musim panas ini.
Penjualan dengan nilai sekitar €50–55 juta memberikan pemasukan penting bagi Barcelona. Dana tersebut dapat digunakan untuk memperkuat skuad dan mendukung rencana transfer klub berikutnya.
PSG Dapat Penyerang Serba Bisa
Bagi PSG, transfer Ferran Torres merupakan investasi menarik. Pemain Spanyol tersebut bukan hanya memiliki kemampuan mencetak gol, tetapi juga dapat dimainkan di beberapa posisi.
Kehadiran Ferran memberikan Luis Enrique lebih banyak pilihan dalam menyusun lini serang. Pengalaman sang pemain bersama Barcelona dan Timnas Spanyol juga membuatnya relatif siap menghadapi tekanan tinggi di klub besar Eropa.
PSG berharap Ferran dapat langsung memberikan kontribusi, terutama dalam persaingan domestik dan kompetisi Eropa.
Tinggal Menunggu Pengumuman Resmi
Saat ini, transfer Ferran Torres ke PSG tinggal menunggu penyelesaian tahap akhir. Laporan terbaru menyebut kedua klub sudah berada di titik kesepakatan dan proses dokumentasi sedang diselesaikan.
Dengan demikian, saga transfer Ferran Torres yang berlangsung selama beberapa pekan tampaknya segera berakhir.
Jika seluruh proses berjalan lancar, Ferran Torres akan meninggalkan Barcelona dan melanjutkan kariernya bersama PSG. Dari Camp Nou menuju Paris, sang penyerang Spanyol bersiap membuka lembaran baru dalam kariernya.
Transfer ini juga menjadi bukti bahwa bursa transfer musim panas 2026 masih menyimpan kejutan besar. Ferran meninggalkan Barcelona setelah memberikan kontribusi penting, sementara PSG mendapatkan pemain ofensif serba bisa yang sedang berada dalam momentum luar biasa. Kini tinggal menunggu pengumuman resmi: Ferran Torres menuju PSG.
LARISBOLA – Ferran Torres selangkah lagi mengakhiri kariernya bersama Barcelona setelah PSG mencapai kesepakatan prinsip untuk merekrutnya. Informasi tersebut disampaikan oleh ESPN, yang menyebut proses kepindahan sang penyerang akan segera memasuki tahap akhir.
Torres akan bertolak ke Paris untuk menjalani tes medis sebelum meresmikan kepindahannya ke klub juara Eropa tersebut. PSG sebelumnya mengajukan tawaran awal 40 juta euro, tetapi proposal itu sempat ditolak Barcelona.
Negosiasi kemudian berlanjut hingga kedua klub mencapai titik temu dengan nilai transfer sekitar 50 juta euro. Barcelona akhirnya memilih melepas Torres setelah sang pemain meminta izin untuk mencari tantangan baru, meski klub sempat mempertimbangkan perpanjangan kontraknya.
Transfer tersebut sekaligus membuka kembali kerja sama Torres dengan Luis Enrique. Keduanya pernah bekerja bersama ketika Enrique masih menjadi pelatih Timnas Spanyol.
Kesepakatan Barcelona dan PSG ESPN melaporkan Barcelona telah menyetujui kepindahan Torres ke PSG dengan nilai sekitar 50 juta euro. Transfer tersebut diperkirakan akan segera dirampungkan setelah pemain berusia 26 tahun itu menyelesaikan pemeriksaan medis.
Proposal pertama PSG senilai 40 juta euro sebelumnya tidak mendapatkan persetujuan Barcelona. Klub asal Prancis itu kemudian meningkatkan tawarannya hingga akhirnya berhasil mencapai kesepakatan prinsip dengan raksasa Catalan tersebut.
Barcelona sebenarnya masih memiliki opsi untuk mempertahankan Torres karena kontraknya belum berakhir. Namun, keinginan sang pemain untuk meninggalkan klub membuat Barcelona akhirnya memilih membuka jalan bagi kepindahannya.
Torres Bereuni dengan Luis Enrique
PSG akan menjadi klub berikutnya bagi Torres setelah Barcelona, sekaligus mempertemukannya kembali dengan Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol tersebut mengenal kemampuan Torres sejak menangani Timnas Spanyol.
Torres tidak hanya mampu bermain sebagai winger, tetapi juga semakin sering beroperasi sebagai penyerang tengah. Di PSG, ia diperkirakan mendapat peran sebagai penyerang utama setelah Goncalo Ramos pindah ke AC Milan.
Performa Torres musim lalu menjadi modal penting sebelum memulai petualangan baru di Prancis. Ia mencetak 21 gol untuk Barcelona dan sebelumnya menjadi penentu kemenangan Spanyol pada final Piala Dunia melawan Argentina.
Barcelona Harus Cari Penyerang Baru
Kepergian Torres membuat pilihan Barcelona di lini depan semakin terbatas. Kondisi tersebut semakin terasa setelah Robert Lewandowski juga meninggalkan klub untuk bergabung dengan Chicago Fire.
Julian Alvarez masih menjadi pemain yang diincar Barcelona untuk mengisi posisi penyerang. Namun, proses transfer pemain Atletico Madrid tersebut belum berjalan mudah sehingga klub perlu menyiapkan alternatif.
Jika Alvarez gagal didatangkan, Barcelona dapat mempertimbangkan sejumlah opsi lain dari dalam maupun luar skuad. Sementara itu, PSG mendapatkan tambahan pemain serbabisa untuk memperkuat lini serang mereka.
FIFA ASEAN Cup 2026 bakal menjadi ujian berat bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF 2026.
Opini tersebut dilontarkan pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Tekanan bukan hanya datang dari tuntutan hasil, tetapi juga ekspektasi masyarakat untuk melihat perkembangan permainan Timnas Indonesia.
“FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian yang sangat berat bagi John Herdman. Bukan hanya karena tekanan untuk mendapatkan hasil, tetapi karena setelah kegagalan di fase grup Piala AFF, masyarakat Indonesia sekarang ingin melihat perkembangan yang nyata dari Timnas,” ujar Luciano kepada Bola.com pada Kamis (13/8/2026).
“Saya tidak ingin menilai Herdman hanya dari satu turnamen. Tetapi seorang pelatih Timnas Indonesia harus mampu menunjukkan tiga hal: pemilihan pemain yang tepat, organisasi permainan yang jelas, dan kemampuan melakukan perubahan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana,” lanjutnya.
Bukan Hanya Kualitas Pemain
Luciano menilai Timnas Indonesia sebenarnya memiliki materi pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Oleh karena itu, persoalan skuad Garuda bukan semata-mata terletak pada kualitas individu.
“Indonesia memiliki pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Jadi menurut saya, masalahnya bukan hanya kualitas individu pemain, tetapi bagaimana pemain-pemain tersebut digunakan dalam sebuah sistem,” katanya.
FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai jadi kesempatan bagi Herdman untuk menjawab berbagai kritik. Luciano berharap permainan Timnas Indonesia menunjukkan perubahan, jauh lebih baik ketimbang yang diperlihatkan pada Piala AFF kemarin.
“Kalau Indonesia mampu bermain lebih agresif, memiliki transisi yang lebih baik, lebih efektif dalam menciptakan peluang dan mampu mengontrol pertandingan melawan tim-tim kuat ASEAN, maka kepercayaan terhadap Herdman akan meningkat,” ucap Luciano.
Harus Punya Plan B
Sebaliknya, legenda PSM Makassar tersebut mengingatkan John Herdman harus mampu menghindari problem yang sama seperti turnamen sebelumnya. Apa itu?
“Tetapi kalau masalah yang sama kembali muncul, permainan tidak konsisten, transisi bertahan lemah, terlalu bergantung pada bola panjang dan tidak memiliki plan B maka evaluasi terhadap pelatih tentu menjadi sangat wajar,” tegas Luciano.
Turnamen anyar garapan induk organisasi sepak bola dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026. Timnas Indonesia didapuk sebagai tuan rumah untuk Divisi Premier.
“Bagi saya, turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini adalah ujian apakah John Herdman benar-benar sudah menemukan identitas permainan yang cocok untuk Timnas Indonesia,” pungkasnya.