Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA SPANYOL, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.
Luke Vickery mengambil keputusan yang mengejutkan dan bisa dikatakan berani. Pemain yang baru memegang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) itu disebut menolak untuk pindah ke klub League One Inggris di bursa transfer musim panas 2026.
Kabar penolakan Luke Vickery itu diungkap oleh jurnalis asal Australia, James Dodd melalui X pada Selasa (25/8/2026). Dodd menyebut Vickery menolak kemungkinan bermain untuk Peterborough United.
“Luke Vickery dari Macarthur dikabarkan menolak kepindahan ke klub League One Inggris, Peterborough United, pada jeda kompetisi kali ini,” tulis James Dodd.
Luke Vickery saat ini masih berusia 20 tahun. Pemain yang berposisi sebagai winger itu pun masih terikat kontrak di klub Australia, Macarthur Bulls FC hingga 2028.
Bertahan Dulu di A-League
Luke Vickery memiliki perjalanan yang baik sejauh ini di A-League bersama Macarthur Bulls FC. Hal itu yang membuat Peterborough United tertarik.
Namun, Jamed Dodd menyebut Luke Vickery kini masih ingin fokus berkarier di Australia. Ia akan mulai memikirkan opsi lain jika ada tawaran menarik dalam 6-12 bulan ke depan.
“Sempat menjalani musim yang cukup baik bersama Bulls, namun merasa situasinya belum tepat dan lebih baik bertahan di A-League serta meninjau kembali situasinya dalam 6 hingga 12 bulan ke depan,” jelas Dodd.
Menanti Debut
Luke Vickery resmi dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada hari Kamis, (16/7/2026). Proses perpindahan kewarganegaraan ini rampung setelah ia melakukan pengambilan sumpah setia warga negara di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia, yang dipimpin langsung oleh Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas.
Penyerang sayap klub Macarthur FC ini mendapatkan darah Indonesia dari nenek pihak ibu yang lahir di Medan, Sumatra Utara pada 3 Desember 1937.
Luke Vickery kini masih menanti debut bersama Timnas Indonesia. Jika tidak ada halangan, ia akan merasakan hal itu di FIFA Series 2026 bulan depan.
Idnews.top – Real Madrid akan menjalani pertandingan kandang pertama mereka di La Liga 2026-27 dengan menjamu Real Sociedad. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Jose Mourinho untuk memperlihatkan lebih jauh komposisi tim barunya di hadapan pendukung Santiago Bernabeu.
Real Madrid mengawali musim dengan kemenangan 2-1 di kandang Espanyol berkat gol Carlos Espi pada menit ke-90. Namun, penampilan mereka belum sepenuhnya meyakinkan karena Espanyol beberapa kali mampu mengancam melalui transisi cepat.
Mourinho kemungkinan melakukan sejumlah perubahan setelah harus mengelola kondisi para pemain yang baru kembali dari Piala Dunia. Berikut prediksi starting XI Real Madrid untuk meladeni Real Sociedad pada Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 02.00 WIB.
Courtois Tetap di Bawah Mistar
Thibaut Courtois diprediksi kembali menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Kiper Belgia itu tampil meyakinkan pada laga pembuka dan bahkan memberikan pujian kepada Espi dengan menyebutnya sebagai “monster”.
Trent Alexander-Arnold berpeluang kembali mengisi posisi bek kanan setelah hanya menjadi pemain cadangan pada laga sebelumnya. Mourinho kemungkinan masih merotasi Alexander-Arnold dengan rekrutan baru Denzel Dumfries sebelum menentukan pilihan utama.
Ibrahima Konate diprediksi mempertahankan tempatnya di jantung pertahanan. Dean Huijsen juga berpeluang kembali tampil setelah sempat mendapat luka di atas mata, sementara kemampuan umpannya menjadi salah satu elemen penting dalam membangun serangan dari belakang.
Marc Cucurella kemungkinan mendapatkan kesempatan menjadi starter di sisi kiri. Pemain yang baru menjuarai Piala Dunia itu masuk sebagai pemain pengganti pada laga pembuka dan dinilai sudah siap tampil sejak menit pertama
Valverde dan Bernardo Isi Tengah
Federico Valverde akan kembali menjadi salah satu penggerak lini tengah Real Madrid. Absennya Aurelien Tchouameni karena cedera membuat gelandang Uruguay tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan permainan.
Bernardo Silva juga diprediksi kembali tampil sejak awal meski debutnya belum terlalu menonjol. Mantan pemain Manchester City itu ditarik keluar pada menit ke-79 dalam pertandingan melawan Espanyol.
Arda Guler berpeluang menempati sisi kanan setelah sebelumnya harus bergeser ke posisi tersebut ketika Jude Bellingham bermain sebagai gelandang serang. Pergerakannya ke tengah tetap dapat menjadi senjata, terutama ketika bek kanan melakukan overlap.
Bellingham akan kembali mengisi posisi di belakang penyerang utama. Ia hanya bergabung dengan skuad sekitar sepekan sebelum laga pertama, tetapi langsung mencetak gol melalui sundulan kuat dan menunjukkan bahwa kondisi fisiknya sudah cukup siap.
Vinicius dan Mbappe Jadi Andalan
Vinicius Junior diprediksi tetap menjadi pilihan utama di sisi kiri meski belum memberikan kontribusi maksimal saat menghadapi Espanyol. Mourinho juga memberikan dukungan kepada pemain Brasil tersebut setelah ia delapan kali dilanggar dalam pertandingan.
Kylian Mbappe akan menjadi ujung tombak Real Madrid di lini depan. Penyerang Prancis itu gagal mencetak gol pada laga pembuka, tetapi memiliki catatan impresif dengan tujuh gol dalam enam pertandingan menghadapi Real Sociedad.
Formasi ini memberikan kombinasi pengalaman, kecepatan, dan kreativitas di lini depan Madrid. Mourinho tentu berharap para pemainnya mampu tampil lebih konsisten agar kemenangan kedua musim ini dapat diraih di Santiago Bernabeu
Idnews.top – Xabi Alonso menilai Chelsea menunjukkan performa profesional dan solid saat mengalahkan Fulham pada laga pembuka Liga Inggris 2026/2027. Kemenangan 4-2 di Craven Cottage, Selasa (25/8/2026) dini hari WIB, menjadi awal positif bagi sang pelatih di kompetisi domestik.
Chelsea langsung membuka keunggulan ketika laga baru berjalan 32 detik melalui Joao Pedro. Fulham sempat menyamakan skor lewat Joshua King, tetapi Morgan Rogers membawa The Blues kembali unggul sebelum Cole Palmer memperlebar keunggulan setelah jeda.
Fulham kembali memperkecil ketertinggalan melalui Gonzalo Garcia. Chelsea tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan membawa pulang tiga poin dari markas rival sekota.
Alonso mengakui masih ada sejumlah aspek yang harus dibenahi dari permainan timnya. Namun, ia senang karena Chelsea mampu melewati berbagai situasi sulit dan menunjukkan kematangan yang dibutuhkan sepanjang musim.
Alonso Puji Performa Profesional Chelsea
Alonso menilai kemenangan di kandang Fulham bukan hasil yang mudah diraih. Menurutnya, pertandingan berjalan intens dan Chelsea harus mampu mengelola berbagai fase permainan sebelum memastikan kemenangan.
Chelsea sempat kehilangan kontrol selama sekitar 10 menit setelah Fulham mencetak gol penyama kedudukan. Alonso kemudian melihat timnya melakukan perbaikan dan tampil lebih nyaman ketika memasuki babak kedua.
“Rasanya sangat bagus, tentu saja. Kami tahu betapa sulitnya memenangkan pertandingan Liga Inggris, apalagi pertandingan Liga Inggris tandang,” kata Alonso di situs resmi klub.
“Kami mempersiapkan diri untuk pertandingan yang intens, dan saya merasa ini adalah penampilan yang sangat profesional, solid, menunjukkan kedewasaan dan mampu mengelola momen-momen sulit,” lanjutnya.
Chelsea Belajar Mengontrol Momen Sulit
Alonso menilai kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki Chelsea. Ia ingin para pemain memahami bahwa pertandingan Liga Inggris tidak selalu dapat dikendalikan sesuai rencana.
Sang pelatih juga menekankan bahwa pengelolaan pertandingan harus berjalan beriringan dengan penerapan taktik. Kemenangan atas Fulham menjadi bagian dari proses Chelsea untuk terus berkembang.
“Kami mendapatkan keunggulan cukup cepat dan memiliki peluang untuk mencetak gol kedua, tetapi setelah penyama kedudukan, kami melewati 10 menit ketika kami tidak memilih momen yang tepat untuk melakukan pressing dan pergerakan,” ujar Alonso.
“Kami memperbaikinya dengan baik dan pada babak kedua kami merasa nyaman tanpa bola serta mampu mengontrol pertandingan. Ini adalah performa yang bisa kami bangun untuk masa depan,” tambahnya.
Alonso Senang Bisa Rayakan Kemenangan Bersama Fans
Setelah peluit akhir berbunyi, Alonso dan para pemain Chelsea menghampiri suporter yang hadir di Craven Cottage. Momen tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan antara pemain dan pendukung sejak awal musim.
Alonso juga merasakan antusiasme suporter sebelum pertandingan dimulai. Ia senang karena para pemain mampu memberikan penampilan serius dan menunjukkan usaha maksimal hingga pertandingan berakhir.
“Kami senang memainkan pertandingan Liga Inggris pertama musim ini. Pertandingan resmi Liga Inggris pertama saya bersama Chelsea terasa luar biasa, di stadion ini bersama fans kami dan merayakannya bersama mereka,” tutur Alonso.
“Saya melihat wajah-wajah yang bahagia pada akhirnya dan penting untuk menciptakan ikatan ini. Ini masih awal, pertandingan pertama, tetapi merupakan awal yang bagus,” pungkasnya.
Idnews.top – AC Milan mengawali Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Samuel Chukwueze terpilih sebagai Man of the Match berkat kontribusi pentingnya dalam keberhasilan Rossoneri membawa pulang tiga poin.
Alphadjo Cisse membuka keunggulan AC Milan pada menit ke-64 setelah memanfaatkan peluang di kotak penalti. Adrien Rabiot kemudian menggandakan keunggulan tiga menit berselang sebelum Che Adams memperkecil skor melalui gol akrobatik pada menit ke-90+3.
Chukwueze menjadi salah satu pemain yang paling aktif membongkar pertahanan Torino sepanjang pertandingan. Winger asal Nigeria itu memang belum maksimal pada babak pertama, tetapi terus mengambil inisiatif dan akhirnya memberikan assist untuk gol Rabiot.
Chukwueze Beri Ancaman dari Sisi Kanan
Chukwueze beberapa kali menciptakan masalah bagi pertahanan Torino melalui pergerakan dan keberaniannya membawa bola dari sisi kanan. Ia juga memaksa kiper Torino melakukan penyelamatan setelah melakukan aksi individu pada fase awal pertandingan.
Sejumlah umpan silang Chukwueze belum menghasilkan gol pada babak pertama. Namun, ia tidak menghilang dari permainan dan terus berusaha mencari cara untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67 ketika Chukwueze mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Rabiot yang berada dalam posisi tepat menyambut bola dengan volley terkontrol untuk membawa AC Milan unggul 2-0.
Kontribusi Chukwueze juga terlihat saat membantu tim bertahan dan mengejar pergerakan lawan. Kemampuannya melakukan tracking back membuat penampilannya tidak hanya berpengaruh ketika AC Milan menyerang.
Cisse dan Rabiot Juga Berperan Penting
Cisse menjalani babak pertama yang tidak mudah karena gagal memanfaatkan dua peluang yang didapatkannya. Namun, penyerang muda itu bangkit dengan penyelesaian tenang untuk mencetak gol pembuka dan gol perdananya di Serie A.
Gol tersebut menjadi momen penting bagi pemain muda AC Milan itu untuk membayar kegagalan sebelumnya. Penyelesaiannya juga memperlihatkan ketenangan karena Cisse memilih menempatkan bola ke sudut gawang daripada melepaskan tendangan terlalu keras.
Rabiot memberikan dampak instan setelah masuk dari bangku cadangan. Gelandang Prancis itu menciptakan gol Cisse melalui umpan ke kotak penalti sebelum mencetak gol kedua AC Milan.
Penampilan Rabiot menunjukkan potensinya ketika dimainkan lebih dekat dengan lini depan. Pergerakannya menuju tiang jauh untuk menyambut umpan Chukwueze menjadi bukti bahwa ia dapat memberikan opsi tambahan di posisi gelandang serang.
Kemenangan ini menjadi awal positif bagi AC Milan dalam perjalanan Serie A 2026-27. Chukwueze pun layak mendapatkan penghargaan Man of the Match setelah tampil aktif, mencatatkan assist, dan memberikan kontribusi dalam dua fase permainan.
Pelatih kiper Persib Bandung, Mario Jozic, mengakui timnya masih membutuhkan tambahan penjaga gawang untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Menurut pelatih asal Kroasia ini, sektor penjaga gawang Persib saat ini masih cukup rawan karena hanya memiliki dua kiper, yakni Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat padatnya agenda yang akan dijalani Maung Bandung.
Persib menghadapi tantangan berat pada musim 2026/2027. Selain harus tampil di kompetisi domestik, tim besutan Igor Tolic juga akan menjalani AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia.
Selain itu, skuad Maung Bandung harus menempuh perjalanan panjang untuk melakoni pertandingan tandang. Situasi ini membuat kedalaman skuad menjadi penting, termasuk di posisi penjaga gawang
“Secara umum, ya, karena jika Anda memasukkan Piala Presiden, ini ada lima kompetisi. Jadi memperhitungkan perjalanan jauh ini, dan Indonesia juga negara yang sangat besar, banyak perjalanan, banyak pertandingan, mungkin cedera dam (akumulasi) kartu kuning atau merah,” ungkap Jozic.
“Hal inilah yang menjadi alasan kenapa kami mungkin masih membutuhkan penjaga gawang baru,” lanjutnya.
Belum Ada Keputusan
Kendati begitu, Jozic menegaskan keputusan untuk merekrut penjaga gawang baru bukan kewenangannya. Sebagai pelatih kiper, ia hanya memberikan masukan kepada manajemen mengenai kebutuhan tim.
Sejauh ini, Jozic memastikan kondisi Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana terus menunjukkan perkembangan. Dia meyakini kedua kipernya dalam kondisi siap tempur saat menghadapi Manila Digger.
Persib akan menghadapi klub Filipina tersebut pada babak kualifikasi AFC Champions League Two 2026/2027. Duel kedua tim digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 31 Agustus mendatang.
“Saya pikir kita masih punya waktu 10 hari lagi menuju pertandingan paling penting. Jadi saya pikir Teja dan Fitrah akan siap untuk pertandingan ini,” katanya.
“Jadi saya tidak merasa khawatir sedikit pun tentang pertandingan atau tentang performa mereka. Saya tenang dan saya ingin mereka berdua juga tetap tenang, serta memberikan yang terbaik untuk tim,” terang Jozic.
Menuju AFC Champions League 2
Laga kontra Manila Digger sangat krusial bagi Persib. Jika mampu memetik kemenangan, Marc Klok dkk. dipastikan melangkah ke fase Grup E ACL 2 bersama FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel.
Borneo FC akan melakoni fase Grup D pada AFC Challenge League 2026/2027.
Tim Pesut Etam terpilih sebagai tuan rumah bagi One Taguig FC (Filipina), Tainan City FC (China Taipei), dan pemenang laga playoff antara Yangon United (Myanmar) melawan Ezra FC (Laos).
Semua laga kasta ketiga antarklub Asia itu akan dilaksanakan di Stadion Segiri Samarinda, pada 18, 21, dan 24 Oktober 2026. Pelatih Mauro Jeronimo pun sangat serius menyiapkan tim. Karena agenda Borneo FC musim ini sangat padat.
Selain turnamen ini, Diego Michiels dkk. ditempa untuk dua agenda lainnya yakni BRI Super League dan League Cup musim ini. Arsitek asal Portugal ini diharapkan mampu mengarungi tiga ajang ini dengan hasil maksimal.
Pesan Mauro
Khusus AFC Challenge League 2026/2027, Mauro Jeronimo menilai turnamen ini tak mudah. Karena dia mengaku belum tahu kekuatan tiga calon lawan yang akan dihadapi pasukannya.
“Saya harus jujur. Kita akan memainkan tiga laga pertama. Terlepas dari lawannya, kita harus menyiapkan diri dengan baik. Saya tidak ingin berkomentar soal tiga calon lawan itu. Karena saya tidak mengenal mereka. Saya harus pelajari mereka terlebih dulu,” katanya.
Mauro Jeronimo juga menyadari permainan sepak bola selalu sulit. Meskipun Borneo FC akan bertarung di kandang sendiri dengan dukungan total suporter fanatiknya.
“Kami akan main di Samarinda. Main di turnamen Internasional di depan suporter. Ini akan sangat memotivasi para pemain. Tapi pertandingan sepak bola tak selalu mudah. Jadi perlu rendah hati, tapi harus bermain dengan hati agar bisa tampil baik dalam pertandingan tersebut,” ucapnya.
Dukungan Suporter
Mauro Jerenimo juga menyebut Pusamania akan menjadi kekuatan besar untuk memompa spirit anak asuhnya.
“Saya berharap kita bermain dengan 12 pemain. Sebelas pemain di lapangan ditambah satu kehadiran para suporter. Mereka akan jadi kekuatan dan daya besar untuk pertandingan nanti bersama suporter dalam momen baik maupun buruk. Seperti biasa saya bilang, kita akan jadi kuat,” tuturnya.
LARISBOLA – Real Madrid meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol pada pekan kedua La Liga 2026/2027. Bermain di markas lawan, Los Blancos sempat unggul lebih dulu sebelum Espanyol menyamakan kedudukan.
Jude Bellingham membawa Real Madrid memimpin pada menit ke-9 melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan bola mati Arda Guler. Namun, Alex Calatrava membuat skor kembali imbang pada menit ke-30 dan bertahan hingga jeda.
Espanyol kemudian tampil disiplin sepanjang babak kedua dan membuat Real Madrid kesulitan menemukan celah. Ketika pertandingan seolah akan berakhir imbang, Carlos Espi muncul sebagai pahlawan lewat gol pada menit ke-90.
Hasil tersebut memperlihatkan sejumlah pemain Real Madrid tampil menonjol, terutama Guler dan Bellingham. Di sisi lain, beberapa pemain masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Jose Mourinho, termasuk Vinicius Junior yang gagal memberikan ancaman berarti.
Bek dan Kiper
Thibaut Courtois (7) tidak banyak mendapatkan pekerjaan sepanjang pertandingan. Ia kembali harus kecewa karena pertahanan Real Madrid gagal mencegah Calatrava mencetak gol penyama kedudukan.
Denzel Dumfries (7) tampil agresif dengan sering membantu serangan, tetapi pergerakannya meninggalkan ruang yang harus ditutup Ibrahima Konate. Bek kanan asal Belanda itu juga kalah dalam duel ketika proses gol Espanyol, meski beberapa kali berhasil berada di posisi bagus di area final third.
Ibrahima Konate (8) menjalani debut solid bersama Real Madrid. Kekuatan fisiknya membantu memenangkan duel dan posturnya berguna dalam melakukan sapuan, meski ia sempat terlihat kurang nyaman dengan penempatan posisi di kotak penalti.
Dean Huijsen (7) tampil kokoh sekaligus menunjukkan kualitas distribusi bola dengan lima operan menuju area pertahanan lawan.
Alvaro Carreras (7,4) mampu menjaga penampilannya tetap aman dan membangun kombinasi operan yang baik dengan lini tengah. Namun, karena kebutuhan pemain dengan karakter berbeda, Carreras diganti pada babak kedua.
Pertandingan Selanjutnya
Bernardo Silva (7) cukup rapi ketika menguasai bola dan sesekali mampu mengatur tempo. Namun, kontribusinya tidak konsisten dan ia hanya memenangkan dua dari sembilan duel yang diikuti.
Federico Valverde (8) melakukan kesalahan dalam proses gol Espanyol karena terlalu fokus terhadap bola dan gagal membaca pergerakan Calatrava. Meski begitu, ia nyaris mencetak gol kemenangan ketika tembakannya membentur bagian luar tiang gawang.
Arda Guler (8) menjadi pemain menonjol di lini tengah Real Madrid. Selain memberikan assist melalui eksekusi bola mati untuk gol Bellingham, ia konsisten mencari ruang dan menunjukkan kualitas sebagai playmaker utama sebelum ditarik keluar setelah satu jam pertandingan.
Jude Bellingham (8) melanjutkan performa positifnya dengan mencetak gol pembuka. Gelandang serang Inggris itu juga aktif bergerak ke depan, menunjukkan kualitas teknik, serta beberapa kali menghadirkan ancaman bagi pertahanan Espanyol.
Penyerang
Vinicius Junior (7) kesulitan menemukan pengaruhnya dalam pertandingan. Ia menjadi sasaran permainan keras lawan dan beberapa kali terlalu mudah terjatuh, sementara sepanjang laga tidak menghasilkan tembakan tepat sasaran maupun peluang.
Kylian Mbappe (7) sempat frustrasi dan bergeser ke sisi kanan pada babak pertama untuk mencari ruang. Beberapa peluangnya belum menghasilkan gol, tetapi ia memainkan peran penting pada proses gol penentu dengan menciptakan ruang sebelum bola berakhir kepada Carlos Espi.
Idnews.top – Tottenham mendapatkan tamparan keras pada pekan pertama Premier League 2026/2027. Di tengah belanja besar-besaran untuk memperkuat skuad, Spurs justru mengawali musim dengan kekalahan telak 0-3 dari Brentford.
Duel di Gtech Community Stadium, Sabtu (23/8) malam WIB, memperlihatkan persoalan Tottenham yang belum teratasi. Tim asuhan Roberto De Zerbi tampil kacau dan kesulitan mengimbangi intensitas Brentford sejak menit awal.
Tottenham diketahui telah menghabiskan sekitar €267 juta untuk mendatangkan pemain baru pada musim panas ini, atau setara sekitar Rp5,52 triliun. Mereka membeli Sandro Tonali, Mateus Fernandes, dan Jan Paul van Hecke dengan harga tinggi.
Pengeluaran tersebut bahkan belum memasukkan potensi transfer Savinho dan Omar Marmoush dari Manchester City. Namun, investasi besar itu belum memberikan dampak instan ketika Spurs menjalani pertandingan kompetitif pertama mereka musim ini.
Kekalahan tersebut sekaligus menjadi awal buruk bagi De Zerbi dalam musim penuh pertamanya menangani Tottenham. Sebaliknya, Brentford menunjukkan bahwa efektivitas permainan tetap bisa menjadi senjata menghadapi tim dengan kekuatan finansial jauh lebih besar.
Tottenham Belum Menemukan Bentuk Terbaik
Brentford langsung memperlihatkan agresivitas sejak awal pertandingan dan beberapa kali membuat pertahanan Tottenham berada dalam tekanan. Nathan Collins sempat mendapat peluang emas melalui sundulan, sebelum Keane Lewis-Potter membuka keunggulan pada menit ke-12 setelah menerima umpan dari kerja sama apik Mamadou Sangare dan Igor Thiago.
Tottenham semakin kesulitan setelah kehilangan bola di area tengah melalui Richarlison. Tembakan Mathias Jensen memang masih mampu ditepis Antonin Kinsky, tetapi Vitaly Janelt dengan mudah menyambar bola muntah untuk membawa Brentford unggul 2-0 pada menit ke-33.
Situasi tidak membaik bagi Spurs selepas jeda, bahkan setelah Mateus Fernandes masuk untuk melakukan debutnya. Kinsky kembali gagal mengamankan bola hasil tendangan voli Sangare sehingga Michael Kayode dapat memanfaatkannya untuk mencetak gol ketiga Brentford pada menit ke-49.
Brentford sebenarnya masih berpeluang menambah penderitaan Tottenham ketika mendapatkan penalti setelah Rodrigo Bentancur melanggar Kevin Schade. Namun, Igor Thiago gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya membentur tiang, sementara Spurs juga tidak mampu memanfaatkan peluang melalui Mikey Moore untuk sekadar mencetak gol hiburan.
AC Milan akan mengawali kiprah mereka di Liga Italia 2026/2027 dengan mengunjungi markas Torino pada Senin (24/8/2026) pukul 01.45 WIB. Pertandingan ini sekaligus menjadi kesempatan pertama Ruben Amorim memimpin Rossoneri dalam laga kompetitif.
Milan membawa misi memperbaiki hasil buruk musim lalu. Enam kekalahan dalam 10 pertandingan liga terakhir membuat mereka kehilangan peluang tampil di Liga Champions.
Perubahan pun terjadi di berbagai sektor setelah musim 2025/2026 berakhir. Amorim dipercaya sebagai pelatih anyar, sementara sejumlah perubahan juga dilakukan dalam skuad dan struktur klub.
Torino turut memulai musim dengan wajah baru di kursi pelatih. Ignazio Abate kini mendapat tugas membawa Il Toro berkembang sekaligus memperbaiki masalah pertahanan mereka.
Amorim Mulai Proyek Baru di Milan
Milan sebenarnya sempat menikmati periode positif musim lalu setelah mampu mengalahkan Inter dua kali dalam pertandingan derby. Akan tetapi, momentum tersebut tidak bertahan hingga akhir musim dan Inter akhirnya mengamankan Scudetto.
Performa buruk di penghujung musim membuat Massimiliano Allegri meninggalkan Milan setelah hanya menjalani satu tahun pada periode keduanya. Amorim kemudian ditunjuk untuk memulai proyek baru dengan pendekatan taktik yang berbeda.
Pelatih asal Portugal itu sudah menguji skemanya dalam beberapa laga uji coba. Milan bermain 2-2 melawan Celtic, imbang kontra Inter di Australia, kalah dari Chelsea, kemudian meraih kemenangan atas Manchester United.
Torino Siap Manfaatkan Keunggulan Kandang
Rekor Torino saat menjamu Milan cukup meyakinkan. Mereka hanya dua kali kalah dalam 13 pertemuan kandang terakhir melawan Rossoneri.
Meski demikian, dua kekalahan tersebut memberikan cerita berbeda. Torino pernah dihantam Milan dengan skor 0-7 dan kembali menelan kekalahan pada pertemuan kedua tim Desember lalu.
Performa kandang Torino juga sempat meningkat menjelang akhir musim lalu. Dalam enam laga terakhir di Stadio Olimpico Grande Torino, mereka tidak terkalahkan, mengoleksi 14 poin dan selalu mencetak setidaknya dua gol.
Abate Dituntut Membenahi Pertahanan
Torino menyelesaikan musim lalu di posisi ke-12 Liga Italia. Setelah Roberto D’Aversa meninggalkan klub, Abate ditunjuk untuk melanjutkan pekerjaan sekaligus membangun tim dengan pendekatan baru.
Tugas utama Abate adalah memperbaiki lini belakang Torino. Mereka memiliki catatan pertahanan terburuk kedua di Liga Italia musim lalu sehingga perbaikan sektor tersebut menjadi kebutuhan mendesak.
Persiapan pramusim Torino berjalan cukup baik. Mereka menang atas Burnley, Vado, dan Avellino, kemudian mengalahkan Carrarese untuk melaju ke babak kedua Coppa Italia dan dijadwalkan bertemu Monza.
AC Milan (3-4-2-1): Maignan; De Winter, Gila, Pavlovic; Chukwueze, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Loftus-Cheek, Saelemaekers; Ramos.
Pelatih: Ruben Amorim.
Prediksi Skor
Milan diperkirakan masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem permainan Amorim. Perubahan besar di dalam tim membuat Rossoneri berpotensi belum mencapai performa terbaik pada pertandingan pertama.
Torino juga belum sepenuhnya terbentuk di bawah arahan Abate. Namun, keuntungan bermain di kandang dapat membuat mereka mampu mengimbangi Milan sepanjang pertandingan.
Dengan mempertimbangkan kondisi kedua tim, laga ini berpeluang berlangsung ketat. Prediksi skor: Torino 1-1 AC Milan.
BolaIndonesia – Real Madrid berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol pada laga pembuka LaLiga 2026/2027 di RCDE Stadium, Minggu (23/8/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi awal manis bagi Jose Mourinho dalam periode keduanya sebagai pelatih Los Blancos.
Jude Bellingham membuka keunggulan Real Madrid pada menit ke-9. Gelandang Inggris tersebut mencetak gol melalui sundulan setelah menerima umpan tendangan bebas akurat dari Arda Guler.
Espanyol kemudian menyamakan kedudukan melalui Alex Calatrava pada menit ke-30. Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Carlos Espi muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90.
Hasil 2-1 tersebut membuat Real Madrid mengawali musim dengan tiga poin penting.
Arda Guler Jadi Kreator Utama Real Madrid
Arda Guler menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian dalam laga Real Madrid vs Espanyol. Pemain asal Turki tersebut menunjukkan kualitasnya melalui bola mati yang menghasilkan gol pembuka.
Tendangan bebas Guler dikirim dengan akurasi tinggi ke area berbahaya. Bellingham kemudian memanfaatkannya untuk mencetak gol melalui sundulan.
Guler juga beberapa kali mencoba memberikan ancaman dari luar kotak penalti. Pergerakannya membuat lini tengah dan pertahanan Espanyol harus bekerja lebih keras.
Bukan hanya soal assist, Guler juga memperlihatkan keberanian dalam mengambil keputusan ketika mendapatkan ruang. Penampilannya menjadi sinyal positif bagi Mourinho yang sedang membangun pola permainan baru Real Madrid.
Rapor Arda Guler: 8/10
Catatan: Assist, kreativitas tinggi, berbahaya dari bola mati, dan aktif menciptakan peluang.
Jude Bellingham Tampil Efektif
Jika Guler menjadi kreator, maka Jude Bellingham tampil sebagai eksekutor. Pemain Inggris tersebut membuka skor hanya sembilan menit setelah pertandingan dimulai.
Bellingham mampu menemukan ruang di kotak penalti dan menyelesaikan umpan Guler dengan sundulan. Gol tersebut memperlihatkan kembali kemampuannya dalam menyerang dari lini kedua.
Bellingham bahkan hampir mencetak gol keduanya setelah kembali mendapatkan peluang dari situasi bola mati. Namun, sundulannya pada babak kedua masih mampu ditepis Marko Dmitrovic dan membentur mistar gawang.
Performa tersebut membuat Bellingham layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik Real Madrid dalam kemenangan atas Espanyol.
Rapor Jude Bellingham: 8,5/10
Catatan: Mencetak gol pembuka, aktif di lini tengah, kuat dalam duel udara, dan konsisten memberikan ancaman.
Carlos Espi Jadi Pahlawan di Menit Akhir
Nama Carlos Espi menjadi kejutan terbesar dalam laga ini. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-80, Espi hanya membutuhkan sekitar 10 menit untuk memberikan dampak besar.
Pada menit ke-90, Kylian Mbappe berhasil masuk ke area penalti sebelum bola akhirnya jatuh ke kaki Espi. Sang penyerang kemudian mengecoh Dmitrovic dan melepaskan tembakan ke gawang kosong.
Gol tersebut memastikan Real Madrid membawa pulang tiga poin dari markas Espanyol. Espi pun langsung mendapatkan sorotan setelah menjadi penentu kemenangan pada debut kompetitifnya.
Rapor Carlos Espi: 8/10
Catatan: Menit bermain singkat, tetapi mencetak gol kemenangan yang sangat menentukan.
Thibaut Courtois Tetap Jadi Andalan
Di bawah mistar, Thibaut Courtois juga memberikan kontribusi penting. Kiper asal Belgia tersebut beberapa kali harus menghadapi tekanan dari Espanyol.
Courtois mampu menggagalkan peluang tuan rumah sebelum akhirnya kebobolan gol Calatrava pada menit ke-30.
Meski tidak mencatat clean sheet, pengalaman dan ketenangan Courtois tetap menjadi faktor penting bagi pertahanan Real Madrid.
Rapor Thibaut Courtois: 7/10
Catatan: Beberapa penyelamatan penting dan tampil cukup tenang ketika Espanyol meningkatkan tekanan.
Vinicius dan Mbappe Belum Maksimal
Berbeda dengan Guler dan Bellingham, Vinicius Junior dan Kylian Mbappe belum menunjukkan performa terbaiknya.
Keduanya memang tetap menjadi ancaman bagi pertahanan Espanyol, tetapi ritme permainan belum terlihat maksimal. Kondisi tersebut cukup bisa dipahami mengingat keduanya baru kembali setelah menjalani periode libur pasca-Piala Dunia.
Mbappe tetap memberikan kontribusi penting menjelang gol Espi. Pergerakannya di dalam kotak penalti membuka ruang yang akhirnya dimanfaatkan pemain pengganti Real Madrid tersebut.
Rapor Vinicius Junior: 6,5/10 Rapor Kylian Mbappe: 7/10 Mourinho Membuka Era Kedua dengan Kemenangan
Kemenangan atas Espanyol memiliki arti penting bagi Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut memulai periode keduanya bersama Real Madrid dengan kemenangan dramatis.
Madrid memang belum tampil sempurna. Setelah unggul cepat, mereka kehilangan momentum dan harus menghadapi perlawanan Espanyol.
Namun, perubahan pemain yang dilakukan Mourinho akhirnya membuahkan hasil. Masuknya Espi menjadi salah satu keputusan penting karena sang pemain mampu mencetak gol penentu pada menit ke-90.
Kesimpulan Rapor Pemain Real Madrid
Secara keseluruhan, Real Madrid memperlihatkan karakter juara dengan tidak menyerah hingga menit-menit terakhir. Arda Guler dan Jude Bellingham menjadi dua pemain yang paling bersinar sejak awal pertandingan.
Guler menunjukkan kualitas sebagai kreator, sedangkan Bellingham membuktikan ketajamannya sebagai gelandang yang mampu masuk ke kotak penalti.
Di sisi lain, Carlos Espi tampil sebagai pembeda dengan gol dramatis pada menit ke-90. Kemenangan 2-1 atas Espanyol akhirnya memberikan modal penting bagi Mourinho untuk memulai proyek barunya di Santiago Bernabeu.
Real Madrid kini memiliki alasan untuk optimistis. Jika kombinasi Guler, Bellingham, Mbappe, Vinicius, dan para pemain muda mampu berkembang bersama, Los Blancos berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama dalam persaingan LaLiga musim ini.