29 Oktober 2026

> BERITA LIGA JERMAN

Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA JERMAN, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Idnews.top – Arsenal membuka musim 2026/27 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City pada ajang Community Shield di Cardiff. Hasil ini menjadi awal ideal bagi tim Mikel Arteta untuk menatap kompetisi yang padat.

Kemenangan tersebut menghadirkan modal penting dalam misi mempertahankan gelar Premier League, sekaligus memberi pesan tegas kepada para pesaing. Arsenal tampil dominan dan mengendalikan permainan sejak menit awal.

Di balik performa kolektif yang solid, empat pemain berkontribusi besar: David Raya, Gabriel Magalhaes, Cristhian Mosquera, dan Christos Tzolis. Tzolis langsung mencetak dua assist pada debut kompetitifnya bersama The Gunners.

David Raya Mengamankan Momentum

David Raya kembali tampil meyakinkan meski hanya bermain 45 menit sepanjang pramusim dan tidak mendapatkan kesempatan tampil di Piala Dunia bersama Spanyol. Ia tetap tenang mengawal gawang Arsenal.

Kiper asal Spanyol itu mencatat empat penyelamatan, termasuk dua aksi penting pada babak pertama yang menjaga keunggulan tim tetap aman.

Pada menit ke-20, ia menggagalkan tembakan jarak jauh Phil Foden dari sekitar 30 meter melalui tepisan tangan kanan yang kuat. Respons tersebut mencegah momentum berbalik.

Dua puluh menit kemudian, Raya kembali sigap dengan penyelamatan reaktif untuk menggagalkan peluang Erling Haaland dari dalam kotak penalti. Intervensi itu kembali menjaga kontrol pertandingan di pihak Arsenal.

Rangkaian aksi tersebut mempertegas perannya sebagai fondasi penting di lini belakang, memastikan dominasi Arsenal tidak terganggu hingga peluit akhir.

Gabriel dan Mosquera Menutup Ruang

Gabriel Magalhaes dan Cristhian Mosquera baru dua kali bermain bersama sebelum Community Shield. Namun, duet ini langsung memperlihatkan koordinasi yang solid di jantung pertahanan.

Keduanya membantu Arsenal membatasi Manchester City hanya menghasilkan nilai expected goals 0,77 dari 12 tembakan. The Citizens dibuat kesulitan menembus area berbahaya.

Selain rapat dalam bertahan, keduanya aktif membangun serangan dengan tingkat keberhasilan umpan mencapai 87 persen. Sirkulasi bola dari belakang berjalan efektif.

Performa Mosquera semakin penting karena William Saliba masih mengalami cedera. Arteta mendapatkan alternatif yang meyakinkan di posisi bek tengah tanpa mengorbankan stabilitas.

Kokohnya lini belakang menjadi landasan kemenangan, membuat upaya City meraih momentum kerap terhenti di area pertahanan Arsenal.

Debut Christos Tzolis Bernilai Dua Assist

Christos Tzolis langsung memberi dampak pada debut kompetitifnya. Winger asal Yunani itu didatangkan dari Club Brugge dengan biaya 34 juta poundsterling (Rp745,7 miliar) dan menjawab kepercayaan dengan kontribusi nyata.

Tzolis mencatat dua assist yang membantu Arsenal mencetak gol kedua dan ketiga. Dampaknya terasa di momen krusial saat tim berusaha menutup laga.

Assist pertama hadir melalui sundulan yang mengarahkan bola ke Kai Havertz di tiang jauh. Pergerakan tanpa bola dan eksekusinya tepat sasaran.

Umpan keduanya mengarah tepat ke kaki Martin Odegaard yang kemudian melewati beberapa pemain City sebelum mencetak gol ketiga Arsenal. Akurasi servisnya menjadi pembeda.

Tzolis juga menunjukkan etos kerja tinggi, aktif mengejar bola lepas dan berduel dengan pemain bertahan. Gaya bermain tersebut membuatnya cepat mendapat sambutan positif dari pendukung Arsenal.

Namun, pemain berusia 24 tahun itu masih perlu meningkatkan keberanian saat mendapatkan peluang mencetak gol. Meski begitu, performa debutnya mengindikasikan Tzolis berpeluang menjadi bagian penting dalam rencana Arteta musim ini.

Enzo Maresca mengawali kiprahnya sebagai manajer Manchester City dengan hasil mengecewakan. The Citizens kalah telak 0-3 dari Arsenal pada laga Community Shield 2026 di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026) malam.

Hasil tersebut membuat Maresca langsung mencatatkan rekor kurang menyenangkan. Ia menjadi manajer City kedua yang menelan kekalahan dengan selisih tiga gol atau lebih dalam pertandingan pertamanya.

Sebelumnya, catatan tersebut hanya pernah dialami Harry Newbould pada 1906. Saat itu, Manchester City kalah 1-4 dari Arsenal dalam pertandingan pertama Newbould sebagai manajer.

Kini, Maresca menyamai catatan buruk tersebut setelah Arsenal mencetak tiga gol tanpa balas.

Kekalahan ini tentu bukan awal yang diharapkan Maresca. Community Shield menjadi laga kompetitif pertamanya bersama Manchester City setelah ditunjuk menggantikan Pep Guardiola.

Arsenal sendiri tampil dominan dan memastikan trofi melalui gol cepat Riccardo Calafiori, Kai Havertz, serta Martin Odegaard.

Tugas Berat Gantikan Pep Guardiola

Pelatih asal Italia itu menghadapi tugas yang tidak mudah setelah menggantikan Pep Guardiola, sosok yang selama satu dekade membawa The Citizens mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa.

Maresca bahkan disebut menghadapi pekerjaan mustahil. Bagaimana tidak, ia harus meneruskan warisan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Pep Guardiola mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Manchester City setelah 10 musim menangani The Citizens.

Sejak bergabung pada 2016, Guardiola sukses mengubah Manchester City menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa. Total 20 trofi berhasil dipersembahkan, termasuk enam gelar Premier League.

Prestasi tersebut membuat Guardiola meninggalkan warisan luar biasa di Etihad Stadium. Ia juga tetap terhubung dengan klub setelah ditunjuk sebagai Global Ambassador City Football Group.

Meneruskan Warisan

Salah satu keuntungan Maresca adalah ia bukan sosok asing dengan filosofi Guardiola.

Maresca pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola di Manchester City. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung standar, metode latihan, serta prinsip permainan yang diterapkan Guardiola.

Namun, situasi yang dihadapinya sekarang berbeda.

Manchester City telah mengalami banyak perubahan dalam dua tahun terakhir. Sejumlah pemain penting yang menjadi bagian dari era Guardiola telah meninggalkan klub.

Artinya, Maresca tidak sekadar meneruskan tim yang sudah matang. Ia harus membangun kembali skuad sekaligus menjaga identitas permainan City.

Bayern Munchen belum memberikan kabar terbaru apa pun mengenai kondisi Jamal Musiala setelah sang pemain ambruk saat menghadapi RB Leipzig dalam laga uji coba, Sabtu (15-8-2026).

Musiala terjatuh di lapangan beberapa saat sebelum pertandingan berakhir. Kejadian tersebut membuat rekan-rekannya panik sebelum tim medis Bayern Munchen segera menghampirinya.

Salah satu petugas medis kemudian memberi isyarat jempol yang membuat situasi sedikit lebih tenang.

Menurut kantor berita DPA, Musiala akhirnya bisa meninggalkan lapangan tanpa bantuan dan berjalan sendiri menuju lorong pemain melalui tangga.

Meski demikian, pemain berusia 23 tahun itu masih terlihat linglung.

Belum Ada Info Lanjutan

Beberapa jam setelah pertandingan, seorang anggota dewan Bayern Munchen yang menangani bidang olahraga menyatakan bahwa kondisi Musiala baik-baik saja.

Namun, Bayern belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi pemain asal Jerman tersebut maupun penyebab dirinya tiba-tiba terjatuh.

Suhu tinggi juga disebut mungkin berperan dalam insiden tersebut. Suhu di Munchen saat pertandingan berlangsung berada di atas 30 derajat Celsius.

Associated Press telah meminta Bayern Munchen memberikan informasi terbaru mengenai kondisi Musiala.

Pernah Cedera Serius

Musiala sebelumnya mengalami patah kaki pada musim panas tahun lalu ketika Bayern Munchen menghadapi Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub 2025.

Ia kemudian kembali bermain di Bundesliga pada awal 2026.

Musiala juga menjadi satu di antara pemain penting Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. Namun, Jerman secara mengejutkan tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Paraguay.

KLIKBETS – PSIM Yogyakarta bergerak cukup aktif pada bursa transfer BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sejauh ini telah mendatangkan lima pemain asing dan dua talenta lokal.

Menariknya, kelima pemain asing tersebut bukan rekomendasi langsung pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.

“Tidak. Tidak ada satupun,” ujar Van Gastel ketika ditanya mengenai pemain asing baru yang pernah bekerja sama atau menjadi lawannya.

Van Gastel menjelaskan, proses perekrutan pemain di PSIM cukup berbeda. Pencarian pemain banyak dilakukan lewat jaringan serta rekomendasi agen yang kemudian mengirimkan video kompilasi.

“Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda,” katanya.

Sulit Menilai Pemain Hanya dari Video

Pada musim lalu, Laskar Mataram memiliki manajer tim, Razzi Taruna, yang berperan dalam penyusunan tim. Namun, Razzi meninggalkan klub di pengujung musim sehingga terjadi kekosongan dalam struktur organisasi.

“Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu meninggalkan kekosongan dalam organisasi,” tutur Van Gastel.

“Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video.”

“Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira ‘saya ini Johan Cruyff’. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan,” lanjut Van Gastel.

Tambah Pelatih Kiper asal Italia

Kelima pesepak bola impor yang direkrut PSIM adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara itu, dua pemain lokal yang didatangkan yakni Ahmad Agung serta Alwi Fadilah.

Selain pemain, Laskar Mataram mendaratkan pelatih kiper asal Italia, Mario Capece.

Jean-Paul van Gastel mengaku baru mengenal sosok tersebut melalui proses pencarian pelatih kiper asing.

“Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario,” ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.

PSIM memanaskan mesin sejak sekitar tiga pekan lalu. Van Gastel kini fokus membangun chemistry antara pemain baru dan lama sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September mendatang.

Selain mendaratkan tujuh pemain anyar, Laskar Mataram memperpanjang kontrak belasan pemain dari musim lalu. Beberapa di antaranya seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, hingga Ghulam Fatkur.

Idnews.top – AC Milan meraih kemenangan 4-2 atas Manchester United pada laga pramusim di Tarczynski Arena, Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Rossoneri setelah dua kali imbang dan sekali kalah.

MU sempat unggul lewat Harry Maguire dan Patrick Dorgu. Milan kemudian membalikkan keadaan melalui Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek.

Kemenangan tersebut terasa spesial karena Ruben Amorim sukses mengalahkan klub yang pernah dilatihnya. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan pertandingan tersebut tidak memiliki makna emosional khusus.

Amorim juga mengingatkan Milan agar tidak terlena dengan hasil pramusim. Fokusnya kini beralih ke pertandingan kompetitif melawan Torino.

Amorim Nilai Kemenangan Belum Krusial

Amorim mengakui kemenangan atas Manchester United memberikan perasaan positif, terutama karena Milan tampil baik. Namun, ia menilai laga melawan Torino akan jauh berbeda karena merupakan pertandingan kompetitif.

“Tentu saja, namun hasil hari ini tidaklah krusial, karena yang terpenting adalah meraih kemenangan pada hari Minggu melawan Torino, pertandingan yang akan sangat berbeda dibandingkan hari ini. Hari ini kami memiliki lebih banyak ruang untuk bermain,” ucap Amorim kepada Sky Sports.

Menurut Amorim, perbedaan suasana pertandingan juga terasa ketika tim meraih kemenangan dengan permainan yang bagus. Karena itu, performa Milan tetap menjadi sisi positif yang patut diperhatikan dari laga tersebut.

“Jadi, situasinya akan berbeda. Namun, jelas ada perbedaan besar dalam perasaan tim saat menang biasa dibandingkan saat menang dengan permainan yang bagus,” sambung pria asal Portugal.

Tak Ada Sentimen Khusus Lawan Mantan Klub

Amorim mengaku tidak merasakan emosi khusus ketika menghadapi Manchester United. Baginya, status sebagai mantan pelatih MU tidak lagi memengaruhi fokusnya sejak bergabung dengan Milan.

“Tidak. Bagi saya, ini adalah pertandingan biasa. Sejak saya bergabung dengan Milan, saya tidak lagi memiliki ikatan emosional khusus dengan Manchester United,” kata Amorim.

Ia tetap bangga pernah menjadi bagian dari Manchester United dan mengaku masih mencintai klub tersebut. Namun, Amorim menegaskan dirinya kini bahagia di Milan dan ingin sepenuhnya melanjutkan kiprahnya bersama Rossoneri.

“Saya bangga pernah berada di Manchester United dan masih mencintai klub itu, namun setelah bergabung dengan Milan, saya tidak menyimpan perasaan negatif apa pun karena saya sangat bahagia; saya berada di tempat yang saya inginkan. Saya hanya ingin melanjutkan kiprah saya di sini,” sambungnya.

LARISBOLA – AC Milan meraih kemenangan pertama di pramusim dengan menundukkan Manchester United 4-2 di Tarczynski Arena, Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi modal positif setelah sebelumnya dua kali imbang dan sekali kalah.

MU sempat unggul melalui Harry Maguire dan Patrick Dorgu. Milan kemudian bangkit lewat Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek.

Respons Milan menjadi sorotan karena mereka tetap memainkan pendekatan agresif meski dua kali tertinggal. Hasilnya, Rossoneri mampu mengambil alih pertandingan dan mencetak empat gol.

Laga ini juga memberi sejumlah gambaran mengenai perkembangan Milan bersama Ruben Amorim. Setidaknya ada empat pelajaran penting yang bisa dipetik dari pertandingan tersebut.

Chukwueze Efektif dari Sisi Lapangan

Samuel Chukwueze menjadi salah satu pemain terbaik Milan dengan satu gol dan dua assist. Ia tampil efektif ketika bergerak dari sisi lapangan menuju area tengah.

Performa tersebut menunjukkan bahwa Chukwueze belum tentu harus dimainkan sebagai nomor 10. Keunggulannya justru terlihat ketika memiliki ruang dari area sayap.

Pergerakannya berkontribusi pada gol Cisse dan assist untuk Ramos. Peran sebagai wing-back menyerang pun bisa menjadi opsi menarik bagi Amorim.

Jika konsisten, Chukwueze berpeluang menjadi senjata penting Milan musim ini. Performa melawan MU menjadi bukti awal potensi tersebut.

Goncalo Ramos Tunjukkan Kualitas Penyerang

Goncalo Ramos menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang baru Milan. Ia mencetak gol dan terlibat dalam proses terciptanya gol lainnya.

Pada gol pertama, Ramos memilih memberikan bola kepada Chukwueze meski memiliki peluang untuk menembak. Keputusan tersebut memperlihatkan visi bermain yang baik.

Gol keduanya lahir melalui pergerakan dan penyelesaian yang matang di kotak penalti. Ramos menunjukkan karakter penyerang nomor 9 yang mampu memanfaatkan peluang.

Performa tersebut menjadi sinyal positif bagi lini depan Milan. Jika konsisten, Ramos bisa menjadi salah satu pemain penting dalam skema Amorim.

Sistem Amorim Mulai Berbuah

Ruben Amorim akhirnya membawa Milan meraih kemenangan pada pramusim. Timnya tetap menjalankan pendekatan agresif meski sempat dua kali tertinggal.

Masalah masih terlihat di lini belakang, seperti saat menghadapi Chelsea. Namun, Amorim belum memiliki komposisi pertahanan yang sepenuhnya ideal.

Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, sistem tersebut masih bisa berkembang. Kemenangan atas MU menjadi sinyal awal bahwa Milan mulai menemukan ritme permainan yang diinginkan Amorim.

Jashari Bisa Jadi Motor Pressing

Ardon Jashari tampil agresif dalam melakukan pressing sekaligus cukup baik dalam distribusi bola. Karakter tersebut sesuai dengan tuntutan permainan Amorim.

Ia terlibat dalam proses perebutan bola yang kemudian membantu terciptanya peluang Milan. Jashari juga ikut berperan dalam rangkaian gol penyama kedudukan.

Kemampuannya menekan lawan membuat Jashari berpotensi menjadi pemain penting di lini tengah. Ia menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya saat Milan menguasai bola.

Jika mampu mempertahankan intensitas tersebut, Jashari dapat menjadi salah satu motor permainan Milan. Laga melawan MU memberikan indikasi positif mengenai kecocokannya dengan sistem Amorim.

Timnas Indonesia belum lama ini tersingkir dari persaingan di Piala AFF 2026. Skuad Garuda harus merelakan tiket semifinal diraih juara bertahan, Vietnam, serta tim kuda hitam, Singapura.

Penampilan Timnas Indonesia menuai sorotan setelah meraih dua kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah.

Perhatian juga mengarah ke John Herdman, pelatih yang sudah menangani tim Merah-Putih sejak awal tahun ini.

John Herdman kali pertama ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026. Dalam periode tersebut, pelatih berusia 51 tahun itu sudah memimpin delapan pertandingan.

Dimulai dari pertandingan pertama sekaligus menjadi debutnya menangani skuad Garuda, saat menghadapi St. Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 27 Maret 2026.

Hasilnya, Timnas Indonesia menang besar 4-0 atas tim asal zona Concafaf tersebut.

Tiga hari setelah kemenangan itu, Skuad Garuda kembali bermain, kali ini melawan Bulgaria. Hasil, Indonesia kalah 0-1.

Laju Impresif

Bergeser ke bulan Juni, performa Timnas Indonesia cukup menjanjikan. Skuad Garuda mencatatkan dua kemenangan dalam dua pertandingan bertajuk FIFA Matchday periode Juni 2026.

Timnas Indonesia membekuk Oman tiga gol tanpa balas di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Sentuhan dingin John Herdman berlanjut dengan kemenangan 1-0 atas Mozambik, empat hari kemudian.

Kiprah John Herdman menangani Timnas Indonesia kemudian diuji dalam persaingan di Piala AFF 2026 yang dimulai akhir Juli kemarin.

Indonesia mengawalinya dengan baik, dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor.

Dilanjutkan dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste pada laga kedua, untuk menghidupkan kans lolos ke babak gugur Piala AFF 2026.

Berujung Gagal

Dua kemenangan awal di fase grup, tak berlanjut pada dua laga terakhir saat berjumpa Vietnam dan Singapura.

Pasukan John Herdman terkena tamparan keras tatkala dipermalukan Vietnam 0-3 di hadapan pendukung sendiri, di Stadion Pakansari, Senin (3-8-2026).

Kekalahan itu cukup mencoreng Timnas Indonesia, padahal, sebenarnya Indonesia mulai dominan atas Vietnam sejak kemenangan fantastis 3-0 di Hanoi pada 2024 saat diarsiteki Shin Tae-yong.

Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar pada laga terakhir memastikan langkah Timnas Indonesia terhenti di Piala AFF 2026.

Dengan demikian, John Herdman telah memimpin Timnas Indonesia meraih lima kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali kalah.

Tim Merah-Putih mencetak 17 gol dan kemasukan enam gol. Selain itu John Herdman mempersembahkan rata-rata dua poin per pertandingan.

Tatap Ajang Berikutnya

Saat kegagalan di Piala AFF 2026, John Herdman menyoroti kerja keras yang ditunjukkan pemain Timnas Indonesia sepanjang turnamen. Menurut arsitek tim asal Inggris itu, Thom Haye dkk. telah bermain habis-habisan di atas lapangan.

“Para pemain sudah mengerahkan segalanya di lapangan. Mereka memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki, tetapi tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan,” kata Herdman setelah laga di Singapura.

Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2026 tidak membuat John Herdman kehilangan optimisme.

Kini ia membidik FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September hingga Oktober.

“FIFA ASEAN sudah di depan mata. Itu kompetisi yang sangat penting bagi kami, pemain domestik dan internasional kami akan tersedia untuk bermain bersama. Jadi, itu sangat menarik karena turnamen tersebut sudah sangat dekat,” ujar Herdman.

“Seperti yang saya katakan kepada para pemain sebelum turnamen ini dimulai, ‘Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memperjuangkan tempat kalian’,” tegas Herdman.

PSIM Yogyakarta bergerak cukup aktif pada bursa transfer BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sejauh ini telah mendatangkan lima pemain asing dan dua talenta lokal.

Menariknya, kelima pemain asing tersebut bukan rekomendasi langsung pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.

“Tidak. Tidak ada satupun,” ujar Van Gastel ketika ditanya mengenai pemain asing baru yang pernah bekerja sama atau menjadi lawannya.

Van Gastel menjelaskan, proses perekrutan pemain di PSIM cukup berbeda. Pencarian pemain banyak dilakukan lewat jaringan serta rekomendasi agen yang kemudian mengirimkan video kompilasi.

“Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda,” katanya.

Sulit Menilai Pemain Hanya dari Video

Pada musim lalu, Laskar Mataram memiliki manajer tim, Razzi Taruna, yang berperan dalam penyusunan tim. Namun, Razzi meninggalkan klub di pengujung musim sehingga terjadi kekosongan dalam struktur organisasi.

“Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu meninggalkan kekosongan dalam organisasi,” tutur Van Gastel.

“Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video.”

“Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira ‘saya ini Johan Cruyff’. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan,” lanjut Van Gastel.

Tambah Pelatih Kiper asal Italia

Kelima pesepak bola impor yang direkrut PSIM adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara itu, dua pemain lokal yang didatangkan yakni Ahmad Agung serta Alwi Fadilah.

Selain pemain, Laskar Mataram mendaratkan pelatih kiper asal Italia, Mario Capece.

Jean-Paul van Gastel mengaku baru mengenal sosok tersebut melalui proses pencarian pelatih kiper asing.

“Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario,” ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.

PSIM memanaskan mesin sejak sekitar tiga pekan lalu. Van Gastel kini fokus membangun chemistry antara pemain baru dan lama sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September mendatang.

Selain mendaratkan tujuh pemain anyar, Laskar Mataram memperpanjang kontrak belasan pemain dari musim lalu. Beberapa di antaranya seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, hingga Ghulam Fatkur.

LARISBOLA – Gabriel Martinelli dikabarkan menolak peluang bergabung dengan Galatasaray meski klub Turki tersebut mengajukan tawaran 45 juta euro kepada Arsenal. Kubu pemain telah menyampaikan bahwa winger asal Brasil itu tidak ingin pindah ke Turki pada tahap kariernya saat ini.

Menurut David Ornstein dari The Athletic, Galatasaray menjadikan Martinelli sebagai salah satu target utama mereka. Juara Turki itu kemudian mengajukan tawaran resmi senilai 45 juta euro untuk pemain berusia 25 tahun tersebut.

Martinelli masih memiliki kontrak bersama Arsenal hingga 2027, dengan opsi perpanjangan hingga 2028. Sikap sang pemain membuat Arsenal tidak dapat langsung menerima tawaran tersebut tanpa persetujuan dari pihak Martinelli.

Arsenal sendiri tidak sepenuhnya menutup kemungkinan menjual Martinelli pada musim panas ini. Namun, pemain tersebut dikabarkan hanya akan mempertimbangkan kepindahan jika ada klub dari liga top Eropa yang sesuai dengan keinginannya.

Martinelli Tidak Tertarik Gabung Galatasaray

Galatasaray sudah melakukan pendekatan resmi kepada Arsenal untuk mendapatkan Martinelli. Tawaran 45 juta euro menjadi bukti keseriusan klub Turki tersebut dalam mengejar sang winger.

Meski demikian, keinginan Galatasaray terbentur sikap Martinelli. Perwakilan pemain disebut telah memberitahu Arsenal bahwa Martinelli tidak memiliki rencana untuk melanjutkan karier di Turki.

Martinelli juga tidak sedang memaksa Arsenal untuk melepasnya. Ia masih terbuka bertahan di Emirates Stadium, tetapi peluang pindah ke liga top Eropa lainnya dapat dipertimbangkan jika tujuan tersebut sesuai dengan keinginannya.

Persik Kediri akan menjajal kekuatan terbaik saat menghadapi Phonm Penh Crown pada turnamen Internasional di Stadion Hang Jebat Malaka, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).

Ini menjadi ujian ketiga kalinya bagi pelatih Marcos Reina pada ujicoba pramusim. Sebelumnya, pada pemusatan latihan di Solo, Persik telah melakukan pemanasan melawan PSIS Semarang dan Persita Tangerang.

Arsitek asal Spanyol itu menyatakan serius dalam turnamen untuk memperingati ulang tahun ke-76, Gubernur Malaka Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam.

Sangat menarik bagaimana Marcos Reina meracik skuat terbaik Macan Putih yang cukup banyak mendatangkan pemain baru di ajang ini. Eks kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, akan jadi pilihan utama untuk menjalani debutnya.

Marcos Reina punya formasi favorit 4-3-3. Jadi kemungkinan dia akan menurunkan dua debutan asing, Park Jun Heong dan Marcelo Djalo, sebagai bek tengah. Kiko Carneiro mengisi posisi bek kanan. Sedangkan Rendy Sanjaya beroperasi di sektor kiri pertahanan.

Komposisi Paten

Sektor tengah Persik punya komposisi paten sejak musim lalu. Imanol Garcia diplot jadi filter sebagai gelandang bertahan yang didukung Ernesto Gomez dan Jon Toral.

Jose Enrique sebagai topskorer Persik di BRI Super League edisi lalu masih disupport Ezra Walian di sayap kiri. Mantan penyerang Persib, Sergio Castel, menyisir di sayap kanan.

Gelandang anyar, eks PSBS, Eduardo Barbosa yang baru bergabung harus sabar menanti jatah menit bermain dan melihat taktik sang pelatih dari bangku cadangan.