27 Oktober 2026

> BERITA LIGA EUROPA

Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA EROPA, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Timnas Indonesia belum lama ini tersingkir dari persaingan di Piala AFF 2026. Skuad Garuda harus merelakan tiket semifinal diraih juara bertahan, Vietnam, serta tim kuda hitam, Singapura.

Penampilan Timnas Indonesia menuai sorotan setelah meraih dua kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah.

Perhatian juga mengarah ke John Herdman, pelatih yang sudah menangani tim Merah-Putih sejak awal tahun ini.

John Herdman kali pertama ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026. Dalam periode tersebut, pelatih berusia 51 tahun itu sudah memimpin delapan pertandingan.

Dimulai dari pertandingan pertama sekaligus menjadi debutnya menangani skuad Garuda, saat menghadapi St. Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 27 Maret 2026.

Hasilnya, Timnas Indonesia menang besar 4-0 atas tim asal zona Concafaf tersebut.

Tiga hari setelah kemenangan itu, Skuad Garuda kembali bermain, kali ini melawan Bulgaria. Hasil, Indonesia kalah 0-1.

Laju Impresif

Bergeser ke bulan Juni, performa Timnas Indonesia cukup menjanjikan. Skuad Garuda mencatatkan dua kemenangan dalam dua pertandingan bertajuk FIFA Matchday periode Juni 2026.

Timnas Indonesia membekuk Oman tiga gol tanpa balas di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Sentuhan dingin John Herdman berlanjut dengan kemenangan 1-0 atas Mozambik, empat hari kemudian.

Kiprah John Herdman menangani Timnas Indonesia kemudian diuji dalam persaingan di Piala AFF 2026 yang dimulai akhir Juli kemarin.

Indonesia mengawalinya dengan baik, dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor.

Dilanjutkan dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste pada laga kedua, untuk menghidupkan kans lolos ke babak gugur Piala AFF 2026.

Berujung Gagal

Dua kemenangan awal di fase grup, tak berlanjut pada dua laga terakhir saat berjumpa Vietnam dan Singapura.

Pasukan John Herdman terkena tamparan keras tatkala dipermalukan Vietnam 0-3 di hadapan pendukung sendiri, di Stadion Pakansari, Senin (3-8-2026).

Kekalahan itu cukup mencoreng Timnas Indonesia, padahal, sebenarnya Indonesia mulai dominan atas Vietnam sejak kemenangan fantastis 3-0 di Hanoi pada 2024 saat diarsiteki Shin Tae-yong.

Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar pada laga terakhir memastikan langkah Timnas Indonesia terhenti di Piala AFF 2026.

Dengan demikian, John Herdman telah memimpin Timnas Indonesia meraih lima kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali kalah.

Tim Merah-Putih mencetak 17 gol dan kemasukan enam gol. Selain itu John Herdman mempersembahkan rata-rata dua poin per pertandingan.

Tatap Ajang Berikutnya

Saat kegagalan di Piala AFF 2026, John Herdman menyoroti kerja keras yang ditunjukkan pemain Timnas Indonesia sepanjang turnamen. Menurut arsitek tim asal Inggris itu, Thom Haye dkk. telah bermain habis-habisan di atas lapangan.

“Para pemain sudah mengerahkan segalanya di lapangan. Mereka memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki, tetapi tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan,” kata Herdman setelah laga di Singapura.

Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2026 tidak membuat John Herdman kehilangan optimisme.

Kini ia membidik FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September hingga Oktober.

“FIFA ASEAN sudah di depan mata. Itu kompetisi yang sangat penting bagi kami, pemain domestik dan internasional kami akan tersedia untuk bermain bersama. Jadi, itu sangat menarik karena turnamen tersebut sudah sangat dekat,” ujar Herdman.

“Seperti yang saya katakan kepada para pemain sebelum turnamen ini dimulai, ‘Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memperjuangkan tempat kalian’,” tegas Herdman.

PSIM Yogyakarta bergerak cukup aktif pada bursa transfer BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sejauh ini telah mendatangkan lima pemain asing dan dua talenta lokal.

Menariknya, kelima pemain asing tersebut bukan rekomendasi langsung pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.

“Tidak. Tidak ada satupun,” ujar Van Gastel ketika ditanya mengenai pemain asing baru yang pernah bekerja sama atau menjadi lawannya.

Van Gastel menjelaskan, proses perekrutan pemain di PSIM cukup berbeda. Pencarian pemain banyak dilakukan lewat jaringan serta rekomendasi agen yang kemudian mengirimkan video kompilasi.

“Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda,” katanya.

Sulit Menilai Pemain Hanya dari Video

Pada musim lalu, Laskar Mataram memiliki manajer tim, Razzi Taruna, yang berperan dalam penyusunan tim. Namun, Razzi meninggalkan klub di pengujung musim sehingga terjadi kekosongan dalam struktur organisasi.

“Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu meninggalkan kekosongan dalam organisasi,” tutur Van Gastel.

“Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video.”

“Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira ‘saya ini Johan Cruyff’. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan,” lanjut Van Gastel.

Tambah Pelatih Kiper asal Italia

Kelima pesepak bola impor yang direkrut PSIM adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara itu, dua pemain lokal yang didatangkan yakni Ahmad Agung serta Alwi Fadilah.

Selain pemain, Laskar Mataram mendaratkan pelatih kiper asal Italia, Mario Capece.

Jean-Paul van Gastel mengaku baru mengenal sosok tersebut melalui proses pencarian pelatih kiper asing.

“Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario,” ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.

PSIM memanaskan mesin sejak sekitar tiga pekan lalu. Van Gastel kini fokus membangun chemistry antara pemain baru dan lama sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September mendatang.

Selain mendaratkan tujuh pemain anyar, Laskar Mataram memperpanjang kontrak belasan pemain dari musim lalu. Beberapa di antaranya seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, hingga Ghulam Fatkur.

LARISBOLA – Gabriel Martinelli dikabarkan menolak peluang bergabung dengan Galatasaray meski klub Turki tersebut mengajukan tawaran 45 juta euro kepada Arsenal. Kubu pemain telah menyampaikan bahwa winger asal Brasil itu tidak ingin pindah ke Turki pada tahap kariernya saat ini.

Menurut David Ornstein dari The Athletic, Galatasaray menjadikan Martinelli sebagai salah satu target utama mereka. Juara Turki itu kemudian mengajukan tawaran resmi senilai 45 juta euro untuk pemain berusia 25 tahun tersebut.

Martinelli masih memiliki kontrak bersama Arsenal hingga 2027, dengan opsi perpanjangan hingga 2028. Sikap sang pemain membuat Arsenal tidak dapat langsung menerima tawaran tersebut tanpa persetujuan dari pihak Martinelli.

Arsenal sendiri tidak sepenuhnya menutup kemungkinan menjual Martinelli pada musim panas ini. Namun, pemain tersebut dikabarkan hanya akan mempertimbangkan kepindahan jika ada klub dari liga top Eropa yang sesuai dengan keinginannya.

Martinelli Tidak Tertarik Gabung Galatasaray

Galatasaray sudah melakukan pendekatan resmi kepada Arsenal untuk mendapatkan Martinelli. Tawaran 45 juta euro menjadi bukti keseriusan klub Turki tersebut dalam mengejar sang winger.

Meski demikian, keinginan Galatasaray terbentur sikap Martinelli. Perwakilan pemain disebut telah memberitahu Arsenal bahwa Martinelli tidak memiliki rencana untuk melanjutkan karier di Turki.

Martinelli juga tidak sedang memaksa Arsenal untuk melepasnya. Ia masih terbuka bertahan di Emirates Stadium, tetapi peluang pindah ke liga top Eropa lainnya dapat dipertimbangkan jika tujuan tersebut sesuai dengan keinginannya.

Persik Kediri akan menjajal kekuatan terbaik saat menghadapi Phonm Penh Crown pada turnamen Internasional di Stadion Hang Jebat Malaka, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).

Ini menjadi ujian ketiga kalinya bagi pelatih Marcos Reina pada ujicoba pramusim. Sebelumnya, pada pemusatan latihan di Solo, Persik telah melakukan pemanasan melawan PSIS Semarang dan Persita Tangerang.

Arsitek asal Spanyol itu menyatakan serius dalam turnamen untuk memperingati ulang tahun ke-76, Gubernur Malaka Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam.

Sangat menarik bagaimana Marcos Reina meracik skuat terbaik Macan Putih yang cukup banyak mendatangkan pemain baru di ajang ini. Eks kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, akan jadi pilihan utama untuk menjalani debutnya.

Marcos Reina punya formasi favorit 4-3-3. Jadi kemungkinan dia akan menurunkan dua debutan asing, Park Jun Heong dan Marcelo Djalo, sebagai bek tengah. Kiko Carneiro mengisi posisi bek kanan. Sedangkan Rendy Sanjaya beroperasi di sektor kiri pertahanan.

Komposisi Paten

Sektor tengah Persik punya komposisi paten sejak musim lalu. Imanol Garcia diplot jadi filter sebagai gelandang bertahan yang didukung Ernesto Gomez dan Jon Toral.

Jose Enrique sebagai topskorer Persik di BRI Super League edisi lalu masih disupport Ezra Walian di sayap kiri. Mantan penyerang Persib, Sergio Castel, menyisir di sayap kanan.

Gelandang anyar, eks PSBS, Eduardo Barbosa yang baru bergabung harus sabar menanti jatah menit bermain dan melihat taktik sang pelatih dari bangku cadangan.

Setelah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain baru pada awal musim panas 2026, Chelsea kini mulai mengalihkan fokus ke melepas pemain.

Pemain berikutnya yang berpotensi meninggalkan Stamford Bridge adalah bek tengah Benoît Badiashile. Sejumlah laporan menyebut Chelsea telah mencapai kesepakatan untuk meminjamkan bek asal Prancis itu ke Napoli dengan biaya 3,4 juta dolar AS atau sekitar Rp54 miliar.

Dalam kesepakatan tersebut, Napoli juga memiliki opsi untuk mempermanenkan Badiashile dengan nilai mencapai 31 juta dolar AS atau sekitar Rp495 miliar.

Namun, pekerjaan Chelsea belum selesai. Absennya The Blues dari kompetisi Eropa musim depan membuat klub dan pelatih baru Xabi Alonso tidak membutuhkan skuad dengan jumlah pemain yang terlalu gemuk.

Alonso bersama jajaran petinggi Chelsea masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Mereka perlu memangkas skuad, sekaligus mengurangi beban gaji dan menyediakan ruang dalam daftar pemain sebelum musim baru dimulai.

Berikut pemain yang bisa segera dilepas The Blues pada musim panas 2026.

  1. Axel Disasi

Chelsea tidak memiliki “bomb squad” pada musim panas ini, atau setidaknya jumlahnya tidak sebesar musim-musim sebelumnya. Badiashile sebelumnya berlatih terpisah dari skuad asuhan Alonso, dan sering menjalani sesi latihan bersama bek asal Prancis lainnya yang juga tidak masuk dalam rencana klub, Axel Disasi.

Disasi tampil mengesankan saat menjalani masa peminjaman di West Ham United musim lalu. Bek tersebut diyakini juga diminati sejumlah klub.

Crystal Palace disebut menjadi salah satu klub yang berpeluang mengejar kesepakatan peminjaman untuk membantu menggantikan Maxence Lacroix yang kini bergabung dengan Chelsea.

Chelsea juga masih harus mengambil keputusan terkait sejumlah pemain muda seperti Aaron Anselmino, Mamadou Sarr, dan Josh Acheampong.

Meski beberapa di antara mereka kemungkinan masih akan bertahan di Stamford Bridge, situasi Disasi cukup jelas. Sudah tidak ada lagi tempat untuknya di skuad Chelsea.

  1. Marc Guiu atau Satu Striket Muda Lainnya

Bahkan, bisa saja muncul anggapan bahwa Chelsea tidak terlalu membutuhkan Nicolas Jackson, Liam Delap, maupun Emmanuel Emegha karena masih memiliki tiga penyerang muda yang terikat kontrak di Stamford Bridge.

Salah satunya adalah Dastan Satpayev. Striker berusia 18 tahun itu tampil impresif sepanjang pramusim dan berpeluang mendapat kesempatan berkembang dengan menjadi bagian dari skuad Xabi Alonso pada musim ini.

Satpayev bahkan dinilai sudah melampaui Marc Guiu (20 tahun) dan David Datro Fofana (23 tahun) dalam urutan pilihan penyerang Chelsea.

Baik melalui skema peminjaman maupun transfer permanen, Chelsea perlu segera merampingkan jumlah pemain di lini depan agar komposisi skuad lebih ideal menjelang dimulainya musim baru.

  1. Liam Delap atau Satu Striker Senior Lainnya

Kedatangan Danny Welbeck membuat Chelsea kini memiliki lima striker senior. Jumlah tersebut jelas terlalu banyak untuk sebuah tim, terlebih The Blues musim depan hanya akan bertanding satu kali dalam sepekan karena tidak tampil di kompetisi Eropa.

Joao Pedro menjadi pilihan utama di lini depan dan hampir tidak mungkin tergeser. Sementara itu, Welbeck juga dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad. Artinya, praktis hanya tersisa satu tempat untuk diperebutkan oleh Nicolas Jackson, Liam Delap, dan Emmanuel Emegha.

Siapa yang akan bertahan masih menjadi tanda tanya. Namun, Delap menjadi kandidat terkuat untuk meninggalkan Stamford Bridge setelah kesulitan menunjukkan performa terbaik sejak bergabung dengan Chelsea.

Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengungkap bahwa Como, yang kini dilatih mantan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, telah membuka pembicaraan untuk merekrut Delap.

Sementara itu, Jackson juga diminati sejumlah klub dari berbagai penjuru Eropa. Namun, dibandingkan ketiganya, Jackson dinilai paling cocok untuk tetap bertahan di Chelsea, terutama karena kemampuan Emegha masih belum benar-benar teruji di level Premier League.

  1. Pedro Neto atau Satu Winger Bintang Lainnya

Jelas terlihat bahwa skuad Chelsea saat ini tidak dibangun untuk menghadapi musim tanpa kompetisi Eropa. The Blues kini memiliki enam pemain sayap di dalam skuad, dan jumlah tersebut belum termasuk Cole Palmer yang juga kerap bermain di sisi kanan.

Mykhailo Mudryk baru kembali setelah menjalani skorsing panjang. Ia kemungkinan perlu dipinjamkan agar bisa kembali mendapatkan kebugaran dan menit bermain secara rutin. Namun, selain Mudryk, Chelsea tampaknya juga harus membuat keputusan sulit terkait salah satu pemain sayap lainnya.

Satu posisi starter hampir pasti menjadi milik Morgan Rogers, yang didatangkan Chelsea dengan memecahkan rekor transfer klub. Di sisi berlawanan, Xabi Alonso harus memilih antara Estevao, Pedro Neto, Jamie Gittens, atau Geovany Quenda.

Dari keempat pemain tersebut, Neto memiliki nilai jual kembali paling tinggi. Manchester City juga diketahui menjadi salah satu klub yang tertarik kepadanya.

Sementara itu, Quenda masih berpeluang meninggalkan Stamford Bridge dengan status pinjaman. Namun, situasi berbeda berlaku bagi Estêvão. Pemain muda asal Brasil tersebut diproyeksikan sebagai bagian penting dari proyek Chelsea sehingga hampir dipastikan tidak akan dilepas.

KLIKBETS – Pedro Porro kembali bergabung dengan Tottenham setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

Bek kanan itu mendapat sambutan istimewa saat kembali mengikuti latihan bersama klub pada Kamis waktu setempat.

Para pemain tim utama, staf pelatih, karyawan klub, hingga pemain akademi Tottenham membentuk guard of honor untuk menyambut Porro.

Pemain berusia 26 tahun itu berjalan melewati barisan tersebut diiringi tepuk tangan, jabat tangan, dan sambutan hangat.

Porro menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026. Ia tampil sebagai starter dalam lima dari tujuh pertandingan Spanyol sepanjang turnamen dan turut berkontribusi lewat dua gol.

Gol pertama Porro tercipta saat menghadapi Austria. Ia kemudian kembali mencetak gol pada semifinal melawan Prancis yang membantu Spanyol melaju ke partai final sebelum akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia.

Jadi yang Keempat

Kesuksesan tersebut membuat Porro menjadi pemain Tottenham keempat yang berhasil menjuarai Piala Dunia.

Sebelumnya, Jimmy Greaves melakukannya bersama Inggris pada 1966, Hugo Lloris bersama Prancis pada 2018, dan Cristian Romero bersama Argentina pada 2022.

Sambutan untuk Porro berlangsung di fasilitas latihan Tottenham. Ia terlihat tersenyum sembari berjabat tangan dengan rekan-rekannya saat melewati guard of honor.

Satu di antara momen yang menarik terjadi ketika Porro bertemu pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi. Keduanya kemudian berpelukan hangat.

Sampaikan Terima Kasih

Setelah mendapat sambutan tersebut, Porro menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Ia juga menyoroti kuatnya hubungan di dalam keluarga besar Tottenham.

“Sangat istimewa ketika melihat semua orang di sini setelah memenangkan Piala Dunia. Yang terpenting adalah hubungan yang kami miliki, keluarga ini. Terima kasih banyak atas semuanya. Jadi, mari berjuang untuk segalanya karena ini akan menjadi tahun yang hebat bagi kami,” ujar Porro.

Setelah merayakan pencapaian terbesar dalam kariernya bersama Spanyol, Porro kini kembali fokus menjalani tugas bersama Tottenham yang sedang bersiap menghadapi musim baru.

Idnews.top – Klub Premier League, Manchester United nampaknya akan turun dengan kekuatan penuh saat menghadapi AC Milan. Michael Carrick mempersiapkan total 25 pemain untuk menghadapi mantan manajer Setan Merah, Ruben Amorim.

Seperti yang sudah diketahui, MU telah melakukan pra musim mereka selama kurang lebih satu bulan. Selama periode itu, Setan Merah telah menggelar lima laga uji coba, dengan rincian tiga kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan.

Manchester United dijadwalkan akan menutup rangkaian uji coba pra musim mereka pada akhir pekan ini. Setan Merah akan menantang AC Milan di Polandia, di mana mereka akan bereuni dengan mantan manajer mereka, Ruben Amorim yang kini menjadi alenatore Rossoneri.

Michael Carrick mempersiapkan laga ini dengan serius. Untuk menghadapi AC Milan, ia memboyong 25 pemain ke Polandia untuk pertandingan ini.

Beberapa Pemain Inti Absen

Dari daftar yang dirilis Manchester United di situs resmi mereka, ada beberapa pemain senior mereka yang akan absen melawan AC Milan.

Di sektor kiper, Tom Heaton dan Karl Darlow belum bisa tampil karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun Senne Lammens dan Dermot Mee siap menjadi palang pintu MU di laga ini.

Mason Mount dan Benjamin Sesko juga dilaporkan akan absen di laga ini karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun kondisi mereka dikabarkan sudah hampir sembuh total.

Tiga Pemain Siap Beraksi

Di laga uji coba melawan AC Milan ini, tiga pemain Manchester United yang telat bergabung karena Piala Dunia 2026 sudah siap tampil.

Mereka adalah Kobbie Mainoo, Lisandro Martinez dan Marcus Rashford. Ketiga pemain ini bermain di final dan perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026 kemarin sehingga mereka mendapatkan libur ekstra.

Ketiga pemain ini dikonfirmasi pasti akan bermain melawan AC Milan, namun ketiganya baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua nanti.

Daftar Lengkap

Berikut adalah 25 pemain yang dibawa Michael Carrick untuk menghadapi AC Milan-nya Amorim:

Kiper: Dermot Mee, Fred Heath, Senne Lammens.

Bek: Ayden Heaven, Diogo Dalot, Harry Amass, Harry Maguire, Leny Yoro, Lisandro Martinez, Luke Shaw, Noussair Mazraoui, Patrick Chinazaekpere Dorgu.

Gelandang: Andrey Santos, Bruno Fernandes, Jack Fletcher, Kobbie Mainoo, Toby Collyer, Tyler Fletcher, Youri Tielemans.

Penyerang: Amad, Bryan Mbeumo, JJ Gabriel, Joshua Zirkzee, Marcus Rashford, Matheus Cunha, Shea Lacey.

KLIKBETS – Legenda Premier League asal Wales, Craig Bellamy, pernah berada di titik terendah hingga harus menyatakan dirinya bangkrut setelah gantung sepatu.

Padahal, Bellamy memiliki karier yang mungkin diimpikan banyak pemain. Ia pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Newcastle United, Liverpool, Manchester City, hingga West Ham United.

Bellamy mengawali perjalanan profesionalnya bersama Bristol Rovers sebelum namanya mulai dikenal ketika membela Norwich City.

Bersama Norwich, ia mencetak 32 gol dalam 85 pertandingan. Potensinya membuat sejumlah klub Premier League tertarik, tetapi perjalanan kariernya sempat terhambat cedera ACL yang membuatnya menepi hampir sepanjang musim.

Pada periode tersebut, Bellamy juga mengaku mengalami depresi. Namun, ia mampu bangkit dan kemudian bergabung dengan Coventry City pada awal 2000-an.

Setelah membuktikan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Inggris, Bellamy mendapat kesempatan memperkuat Newcastle United. Di St James’ Park, ia merasakan atmosfer Liga Champions dan persaingan memperebutkan trofi bergengsi.

Namun, Bellamy juga mulai dikenal sebagai pemain yang memiliki karakter keras. Hubungannya dengan manajer Newcastle saat itu, Graeme Souness, bahkan berakhir dengan perselisihan yang membuat masa baktinya selama empat tahun bersama The Magpies berakhir.

Setelah meninggalkan Newcastle, Bellamy melanjutkan karier bersama Celtic, Blackburn Rovers, dan West Ham United.

Berkarier Dua Dekade

Ia kemudian mendapat kesempatan memperkuat Liverpool. Bellamy hanya semusim berada di Anfield, tetapi berhasil membantu The Reds mencapai final Liga Champions.

Bellamy juga sempat terlibat insiden kontroversial dengan rekan setimnya, John Arne Riise. Keduanya terlibat perselisihan yang bahkan berujung pada Bellamy menyerang Riise menggunakan tongkat golf.

Karier Bellamy kemudian berlanjut dengan beberapa kali berpindah klub. Ia kembali memperkuat West Ham dan Liverpool, serta sempat bermain untuk Manchester City.

Pada 2014, Bellamy akhirnya mengakhiri kariernya sebagai pemain bersama Cardiff City. Ia menutup perjalanan hampir dua dekade sebagai pesepak bola profesional.

Sepanjang kariernya, Bellamy hanya berhasil meraih dua trofi utama, yakni Community Shield dan Piala Liga Inggris.

Di level internasional, Bellamy mencatatkan 78 caps bersama Timnas Wales. Ia juga menjadi bagian dari skuad Britania Raya pada Olimpiade London 2012, satu-satunya tim sepak bola Team GB yang pernah tampil di Olimpiade.

Bellamy Sempat Bangkrut

Setelah pensiun, Bellamy menghadapi persoalan finansial serius. Dalam wawancara dengan Daily Mail pada 2023, ia mengungkapkan bagaimana bisa berada di ambang kebangkrutan.

Berbeda dengan sejumlah mantan pesepak bola yang mengalami masalah keuangan akibat kecanduan alkohol atau perjudian, Bellamy mengatakan masalahnya bukan berasal dari dua hal tersebut.

Ia mengaku terlalu naif dalam mengambil keputusan finansial dan mempercayai orang yang salah.

“Saya menjalani lima atau enam tahun terakhir seperti berada di Death Row. Saya hanya menunggu seseorang datang dan mengakhiri semuanya,” ujar Bellamy.

“Saya tidak bisa menantikan apa pun. Semua uang yang saya hasilkan, saya bahkan tidak bisa mendapatkan hipotek. Secara finansial, saya tidak punya masa depan. Saya tidak bisa memiliki apa pun. Semuanya sudah hilang.”

Saat menceritakan kisah tersebut, Bellamy bahkan tinggal di sebuah apartemen yang tidak bisa ia miliki. Tempat tinggal itu disewa oleh Burnley, klub yang saat itu mempekerjakannya sebagai bagian dari staf kepelatihan.

Bellamy mengakui dirinya memang tidak pernah menghindari kewajiban pajak secara sengaja. Namun, ia terlalu percaya kepada orang-orang yang menangani keuangannya.

“Saya bukan pengemplang pajak. Namun, saya sangat naif dan HMRC sudah mengejar saya karena pajak yang belum dibayarkan,” katanya.

“Jika Anda mendapatkan orang yang salah untuk memberikan nasihat, semuanya bisa terkuras sedikit demi sedikit. Sampai pada akhirnya, kebangkrutan justru menjadi sebuah kelegaan. Itu berarti saya bisa mulai hidup lagi.”

Ingatkan Pesepak Bola Muda

Bellamy mengungkapkan persoalan tersebut bermula dari sejumlah investasi yang gagal, penasihat keuangan yang memalsukan tanda tangannya, hingga keterlambatan dalam mengurus laporan pajak.

Ia juga mengaku sulit menolak ketika ada orang yang meminta bantuan finansial.

“Orang-orang menganggap Anda seperti mesin ATM berjalan. Saya merasa bersalah ketika mengatakan tidak kepada orang yang menelepon meminta bantuan, jadi saya tidak pernah mengatakan tidak,” tutur Bellamy.

Namun, setelah mengalami kebangkrutan, Bellamy mendapat pelajaran berharga. Ia pun mengingatkan para pesepak bola muda agar lebih berhati-hati dalam mengelola kekayaan.

“Saya ingin ini menjadi peringatan bagi pemain lain. Periksa semuanya dan pastikan orang yang memberikan nasihat kepada Anda memiliki izin resmi,” katanya.

“Periksa keuangan Anda dengan orang independen, seperti mendapatkan opini kedua. Saya berasal dari generasi pesepak bola ketika semuanya dilakukan klub untuk Anda. Tagihan, keuangan, semuanya. Menurut saya, itu sebuah kesalahan.”

Bangkit hingga Mendapat Pekerjaan Impian

Setelah melewati masa sulit tersebut, Bellamy perlahan kembali membangun kehidupannya lewat dunia sepak bola.

Kesempatan besar datang dari mantan rekan setimnya di Manchester City, Vincent Kompany.

Bellamy bergabung dengan Kompany di Anderlecht sebagai asistennya. Keduanya kemudian kembali bekerja sama di Burnley pada 2022.

Bellamy turut membantu Kompany membawa Burnley promosi ke Premier League. Meski akhirnya The Clarets kembali terdegradasi, Kompany mendapatkan kesempatan besar untuk menangani Bayern Munchen.

Bellamy sempat diperkirakan mengikuti Kompany ke Jerman. Namun, kesempatan yang jauh lebih spesial justru datang kepadanya.

Pada Juli 2024, Bellamy resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Wales.

Posisi tersebut merupakan pekerjaan impian bagi Bellamy. Ia bahkan menyebut jabatan sebagai manajer Wales sebagai pekerjaan tertinggi yang ingin diraihnya.

Perjalanan Bellamy pun menjadi kisah tentang kebangkitan. Dari seorang pesepak bola Premier League, terpuruk hingga bangkrut, lalu kembali menemukan jalannya di dunia sepak bola dengan mendapatkan pekerjaan yang selama ini ia impikan.

LARISBOLA – Ferran Torres selangkah lagi mengakhiri kariernya bersama Barcelona setelah PSG mencapai kesepakatan prinsip untuk merekrutnya. Informasi tersebut disampaikan oleh ESPN, yang menyebut proses kepindahan sang penyerang akan segera memasuki tahap akhir.

Torres akan bertolak ke Paris untuk menjalani tes medis sebelum meresmikan kepindahannya ke klub juara Eropa tersebut. PSG sebelumnya mengajukan tawaran awal 40 juta euro, tetapi proposal itu sempat ditolak Barcelona.

Negosiasi kemudian berlanjut hingga kedua klub mencapai titik temu dengan nilai transfer sekitar 50 juta euro. Barcelona akhirnya memilih melepas Torres setelah sang pemain meminta izin untuk mencari tantangan baru, meski klub sempat mempertimbangkan perpanjangan kontraknya.

Transfer tersebut sekaligus membuka kembali kerja sama Torres dengan Luis Enrique. Keduanya pernah bekerja bersama ketika Enrique masih menjadi pelatih Timnas Spanyol.

Kesepakatan Barcelona dan PSG
ESPN melaporkan Barcelona telah menyetujui kepindahan Torres ke PSG dengan nilai sekitar 50 juta euro. Transfer tersebut diperkirakan akan segera dirampungkan setelah pemain berusia 26 tahun itu menyelesaikan pemeriksaan medis.

Proposal pertama PSG senilai 40 juta euro sebelumnya tidak mendapatkan persetujuan Barcelona. Klub asal Prancis itu kemudian meningkatkan tawarannya hingga akhirnya berhasil mencapai kesepakatan prinsip dengan raksasa Catalan tersebut.

Barcelona sebenarnya masih memiliki opsi untuk mempertahankan Torres karena kontraknya belum berakhir. Namun, keinginan sang pemain untuk meninggalkan klub membuat Barcelona akhirnya memilih membuka jalan bagi kepindahannya.

Torres Bereuni dengan Luis Enrique

PSG akan menjadi klub berikutnya bagi Torres setelah Barcelona, sekaligus mempertemukannya kembali dengan Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol tersebut mengenal kemampuan Torres sejak menangani Timnas Spanyol.

Torres tidak hanya mampu bermain sebagai winger, tetapi juga semakin sering beroperasi sebagai penyerang tengah. Di PSG, ia diperkirakan mendapat peran sebagai penyerang utama setelah Goncalo Ramos pindah ke AC Milan.

Performa Torres musim lalu menjadi modal penting sebelum memulai petualangan baru di Prancis. Ia mencetak 21 gol untuk Barcelona dan sebelumnya menjadi penentu kemenangan Spanyol pada final Piala Dunia melawan Argentina.

Barcelona Harus Cari Penyerang Baru

Kepergian Torres membuat pilihan Barcelona di lini depan semakin terbatas. Kondisi tersebut semakin terasa setelah Robert Lewandowski juga meninggalkan klub untuk bergabung dengan Chicago Fire.

Julian Alvarez masih menjadi pemain yang diincar Barcelona untuk mengisi posisi penyerang. Namun, proses transfer pemain Atletico Madrid tersebut belum berjalan mudah sehingga klub perlu menyiapkan alternatif.

Jika Alvarez gagal didatangkan, Barcelona dapat mempertimbangkan sejumlah opsi lain dari dalam maupun luar skuad. Sementara itu, PSG mendapatkan tambahan pemain serbabisa untuk memperkuat lini serang mereka.

FIFA ASEAN Cup 2026 bakal menjadi ujian berat bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF 2026.

Opini tersebut dilontarkan pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Tekanan bukan hanya datang dari tuntutan hasil, tetapi juga ekspektasi masyarakat untuk melihat perkembangan permainan Timnas Indonesia.

“FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian yang sangat berat bagi John Herdman. Bukan hanya karena tekanan untuk mendapatkan hasil, tetapi karena setelah kegagalan di fase grup Piala AFF, masyarakat Indonesia sekarang ingin melihat perkembangan yang nyata dari Timnas,” ujar Luciano kepada Bola.com pada Kamis (13/8/2026).

“Saya tidak ingin menilai Herdman hanya dari satu turnamen. Tetapi seorang pelatih Timnas Indonesia harus mampu menunjukkan tiga hal: pemilihan pemain yang tepat, organisasi permainan yang jelas, dan kemampuan melakukan perubahan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana,” lanjutnya.

Bukan Hanya Kualitas Pemain

Luciano menilai Timnas Indonesia sebenarnya memiliki materi pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Oleh karena itu, persoalan skuad Garuda bukan semata-mata terletak pada kualitas individu.

“Indonesia memiliki pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Jadi menurut saya, masalahnya bukan hanya kualitas individu pemain, tetapi bagaimana pemain-pemain tersebut digunakan dalam sebuah sistem,” katanya.

FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai jadi kesempatan bagi Herdman untuk menjawab berbagai kritik. Luciano berharap permainan Timnas Indonesia menunjukkan perubahan, jauh lebih baik ketimbang yang diperlihatkan pada Piala AFF kemarin.

“Kalau Indonesia mampu bermain lebih agresif, memiliki transisi yang lebih baik, lebih efektif dalam menciptakan peluang dan mampu mengontrol pertandingan melawan tim-tim kuat ASEAN, maka kepercayaan terhadap Herdman akan meningkat,” ucap Luciano.

Harus Punya Plan B

Sebaliknya, legenda PSM Makassar tersebut mengingatkan John Herdman harus mampu menghindari problem yang sama seperti turnamen sebelumnya. Apa itu?

“Tetapi kalau masalah yang sama kembali muncul, permainan tidak konsisten, transisi bertahan lemah, terlalu bergantung pada bola panjang dan tidak memiliki plan B maka evaluasi terhadap pelatih tentu menjadi sangat wajar,” tegas Luciano.

Turnamen anyar garapan induk organisasi sepak bola dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026. Timnas Indonesia didapuk sebagai tuan rumah untuk Divisi Premier.

“Bagi saya, turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini adalah ujian apakah John Herdman benar-benar sudah menemukan identitas permainan yang cocok untuk Timnas Indonesia,” pungkasnya.