26 Oktober 2026

BY: GEMARQQ

Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko di Stadion Azteca, Mexico City, mengalami penundaan selama satu jam akibat cuaca buruk yang melanda Mexico City.

FIFA mengambil keputusan tersebut demi alasan keselamatan setelah terdeteksi adanya risiko sambaran petir di sekitar stadion.

Awalnya, pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 18.00 waktu setempat, atau Senin (6/7/2026) pukul 07.00 pagi WIB. Namun, kemudian diundur menjadi pukul 19.00 waktu setempat atau pukul 08.00 pagi WIB.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan pertandingan baru dapat dimulai apabila tidak ada sambaran petir dalam radius sekitar 13 kilometer selama 30 menit. Jika kembali terjadi petir, hitungan waktu akan diulang dari awal.

“Karena kondisi cuaca buruk di Mexico City, termasuk risiko petir di sekitar stadion, kick-off pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris ditunda hingga pukul 19.00 waktu setempat,” bunyi pernyataan tersebut.

“Keselamatan dan keamanan semua pihak menjadi prioritas FIFA,” lanjut pernyataan itu.

Inggris Tetap Antusias Hadapi Meksiko

Meski harus menunggu lebih lama untuk bertanding, kapten Timnas Inggris Harry Kane memastikan suasana di dalam skuad tetap positif.

Menurut Harry Kane, para pemain sudah siap menghadapi salah satu laga terpenting di turnamen melawan tuan rumah Meksiko.

“Ini adalah pertandingan sebesar mungkin di Piala Dunia, laga besar melawan lawan yang tangguh. Kami siap dan tidak sabar untuk turun ke lapangan,” ujar Kane kepada BBC Sport.

Harry Kane juga mengungkapkan bahwa atmosfer yang dirasakan tim di Mexico City sangat baik.

“Respons yang kami terima sangat positif. Mereka antusias menyambut pertandingan ini. Suasananya sama sekali tidak bermusuhan, ini akan menjadi momen yang luar biasa,” tambahnya.

Eks Pemain Inggris Soroti Dampak Penundaan

Mantan bek timnas Inggris, Micah Richards, menilai penundaan pertandingan bisa memengaruhi persiapan fisik para pemain, terutama terkait pola makan dan asupan energi sebelum bertanding.

Ia menjelaskan pemain biasanya memiliki jadwal nutrisi yang sangat terstruktur menjelang kick-off.

“Yang paling berpengaruh adalah sisi nutrisi. Dulu saya selalu memastikan mendapat asupan yang tepat sekitar tiga jam sebelum pertandingan. Penundaan satu jam mungkin tidak terlalu berdampak, tetapi menjelang akhir laga para pemain bisa membutuhkan tambahan energi,” kata Richards.

Sementara itu, legenda Inggris, Wayne Rooney, menilai para pemain profesional seharusnya mampu beradaptasi dengan perubahan jadwal tersebut.

Pemenang Akan Tantang Norwegia di Perempat Final

Pertandingan Inggris kontra Meksiko menjadi salah satu laga penentu menuju babak perempat final. Tim pemenang akan menghadapi Norwegia, yang sebelumnya menyingkirkan Brasil dengan kemenangan 2-1 berkat dua gol Erling Haaland.

Rooney pun yakin perubahan jadwal tidak akan mengganggu fokus para pemain Inggris.

“Saat mempersiapkan pertandingan, tentu Anda berharap laga dimulai sesuai jadwal. Namun para pemain hanya perlu tetap fokus dan tidak terlalu memikirkan penundaan ini,” ujar Rooney.

“Mereka cukup profesional dan memiliki staf yang baik di sekeliling mereka, jadi saya rasa hal ini tidak akan terlalu memengaruhi performa mereka,” lanjutnya.

Belgia menyingkirkan Senegal 3-2 lewat extra time di Seattle (2/7/2026) WIB. Ini comeback kedua Red Devils dari tertinggal dua gol di fase gugur setelah Jepang

Belgia kembali membalikkan keadaan di ajang empat tahunan tersebut. Red Devils menyingkirkan Senegal 3-2 lewat perpanjangan waktu pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski sempat tertinggal dua gol.

Laga di Lumen Field, Seattle, Kamis (2/7/2026) WIB, sempat mengarah ke kemenangan Senegal hingga menit-menit akhir waktu normal. Belgia memaksa extra time dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Hasil ini menambah daftar comeback Belgia dari ketertinggalan 0-2 pada fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, mereka melakukan hal serupa saat melawan Jepang di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Dua momen itu menempatkan Jepang dan Senegal sebagai korban kebangkitan dramatis Belgia di panggung Piala Dunia.

Lolos 16 Besar Usai Drama di Seattle

Senegal tampil lebih efektif di sebagian besar jalannya pertandingan. Mereka unggul lebih dulu melalui Habib Diarra pada menit ke-24, dan memperlebar jarak lewat Ismaila Sarr pada menit ke-51.

Belgia berada di ambang eliminasi ketika waktu normal memasuki fase krusial. Harapan skuad berjuluk Red Devils muncul saat Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86.

Tiga menit berselang, Youri Tielemans menyundul umpan Leandro Trossard untuk mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut memaksa duel berlanjut ke perpanjangan waktu.

Ketika laga tampak menuju adu penalti, keputusan VAR menghadirkan babak baru. Wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan menyatakan Tielemans dilanggar di kotak penalti.

Tielemans mengeksekusi sendiri kesempatan itu dan sukses pada menit 120+5. Belgia menang 3-2, mengamankan tempat di babak 16 besar dan mengakhiri laju Senegal dengan cara yang menyakitkan.

Jejak 2018: Jepang dan Awal Kebangkitan Red Devils

Delapan tahun sebelumnya, Belgia mencatat salah satu kebangkitan paling diingat di Piala Dunia. Pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia, lawannya kala itu adalah Jepang.

Samurai Biru mengejutkan lewat gol Genki Haraguchi pada menit ke-48. Empat menit kemudian, Takashi Inui menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Belgia merespons melalui Jan Vertonghen yang memperkecil skor. Tekanan berlanjut, dan Marouane Fellaini menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lima menit kemudian.

Memasuki detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Belgia melancarkan serangan cepat dari area pertahanan sendiri. Nacer Chadli menuntaskan peluang untuk memastikan kemenangan 3-2.

Dua Momen, Satu Pola di Fase Gugur

Kemenangan atas Jepang pada 2018 tercatat sebagai comeback pertama Belgia dari ketertinggalan dua gol pada fase gugur Piala Dunia. Di edisi 2026, Senegal menjadi korban terbaru skenario serupa.

Kali ini, Belgia melakukannya di babak 32 besar dan berujung tiket ke babak 16 besar. Polanya sama: tertinggal 0-2, menyamakan kedudukan jelang akhir, lalu menuntaskan kemenangan 3-2.

Dua catatan tersebut menegaskan kemampuan Belgia untuk bangkit pada momen paling menentukan, dengan Jepang dan Senegal sama-sama merasakan pahitnya comeback Red Devils di Piala Dunia.

Timnas Inggris akhirnya mengakhiri kutukan yang telah membayangi selama 60 tahun setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1

Timnas Inggris akhirnya mengakhiri kutukan yang telah membayangi selama 60 tahun setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (2/7/2026) dini hari WIB.

Timnas Inggris tak meraih kemenangan ini dengan mudah. Bahkan, fans The Three Lions dipaksa waswas hampir sepanjang pertandingan.

Tim besutan Thomas Tuchel sempat tertinggal lebih dulu setelah pemain DR Kongo, Brian Cipenga, mencetak gol cepat pada menit ketujuh.

Inggris baru mampu bangkit selepas jeda minum pada babak kedua. Kapten Tiga Singa, Harry Kane, tampil sebagai penyelamat lewat dua gol. Itu memastikan pasukan Thomas Tuchel membalikkan keadaan sekaligus mengamankan tiket ke 16 besar.

Dua gol tersebut juga mengantar Kane menorehkan catatan istimewa. Penyerang Bayern Munchen itu menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak dua gol dalam laga fase gugur Piala Dunia sejak Gary Lineker melakukannya saat menghadapi Kamerun pada perempat final Piala Dunia 1990.

Sudahi Rekor Buruk

Meski lolos, penampilan Inggris masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Lini pertahanan mereka beberapa kali tampak rapuh dan menjadi sorotan jelang duel melawan Meksiko pada babak berikutnya.

Performa yang kurang meyakinkan tentu tidak sepenuhnya memuaskan para pendukung Inggris. Namun, hasil akhir menjadi hal terpenting mengingat mereka berstatus favorit sebelum pertandingan dimulai.

Kemenangan comeback atas Republik Demokratik Kongo juga mengukir sejarah baru bagi Inggris. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil memenangi pertandingan Piala Dunia setelah tertinggal saat turun minum.

Catatan tersebut mengakhiri rekor sembilan pertandingan tanpa kemenangan setiap kali Inggris memasuki jeda babak pertama dalam posisi tertinggal.

Tak hanya itu, Inggris juga memutus rekor buruk yang telah bertahan selama enam dekade. Ini merupakan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia setelah kebobolan lebih dulu, mengakhiri rangkaian 13 pertandingan tanpa mampu membalikkan keadaan ketika lawan mencetak gol pembuka.

Terakhir kali Inggris berhasil memenangi laga Piala Dunia setelah tertinggal lebih dulu terjadi pada final Piala Dunia 1966 saat menghadapi Jerman Barat.

Rekor Sempurna Kontra Wakil Afrika

Kemenangan atas Republik Demokratik Kongo juga memperpanjang rekor sempurna Inggris menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia.

Sebelumnya, mereka menaklukkan Kamerun 3-2 pada perempat final Piala Dunia 1990 dan mengalahkan Senegal 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar.

Pada 16 besar, Inggris akan menghadapi Meksiko di Stadion Azteca. Menariknya, stadion legendaris tersebut bukan tempat yang asing bagi The Three Lions. Dalam 88 pertandingan terakhir yang mereka lakoni di sana, Inggris hanya menelan dua kekalahan.

Kiper veteran Timnas Tanjung Verde, Vozinha, mengungkapkan bahwa dirinya kini sedang berstatus tanpa klub.

Pengakuan itu muncul di tengah pencapaiannya membawa Tanjung Verde mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Tanjung Verde memastikan tiket otomatis ke babak 32 besar setelah finis sebagai runner-up Grup H. Prestasi tersebut menjadi catatan bersejarah bagi negara kepulauan kecil itu yang tampil sebagai debutan di Piala Dunia.

Vozinha, yang kini berusia 40 tahun, sebelumnya membela klub Portugal, Chaves, selama dua musim terakhir. Namun, kontraknya telah berakhir sehingga ia kini sedang mencari pelabuhan baru untuk melanjutkan karier profesionalnya.

Dalam wawancara dengan jurnalis Brasil, Daniel Braune, Vozinha mengaku belum memiliki klub baru, meski terbuka terhadap berbagai peluang.

“Saya mengakhiri kontrak dengan klub sebelumnya, Deportivo Chaves, dan saat ini saya belum memiliki apa pun,” ujar Vozinha.

“Saya terbuka untuk semuanya. Kita lihat saja nanti apa yang akan datang,” katanya.

Kendati telah memasuki usia 40 tahun, performa impresifnya di Piala Dunia 2026 diyakini membuat banyak klub tertarik menggunakan jasanya.

Jadi Pahlawan Tanjung Verde

Vozinha menjadi satu di antara sosok paling berpengaruh dalam keberhasilan Tanjung Verde mencatat sejarah.

Tim berjuluk Blue Sharks itu menjadi debutan pertama yang mampu menembus fase gugur Piala Dunia sejak Slovakia pada edisi 2010.

Di babak 32 besar, Tanjung Verde akan menghadapi juara bertahan, Argentina.

Negara yang hanya memiliki sekitar 500 ribu penduduk itu juga mencatat rekor sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia.

Penampilan terbaik Vozinha hadir pada laga pembuka Grup H saat menghadapi Spanyol. Ia tampil gemilang dengan menjaga gawangnya tetap perawan sehingga laga berakhir tanpa gol.

Penjaga gawang berpengalaman itu bahkan mampu menggagalkan berbagai peluang dari pemain-pemain Spanyol, termasuk Lamine Yamal dan Nico Williams. Berkat performa tersebut, jumlah pengikutnya di Instagram melonjak hingga bertambah sekitar satu juta akun.

Vozinha kemudian mencatatkan clean sheet keduanya dari tiga pertandingan grup ketika Tanjung Verde bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi.

Hasil itu memastikan mereka finis di posisi kedua Grup H setelah Uruguay kalah dari Spanyol.

Lini Belakang Ikut Berperan

Keberhasilan Tanjung Verde tak hanya ditentukan oleh aksi heroik Vozinha. Barisan pertahanan mereka juga tampil solid sepanjang fase grup.

Satu di antara pemain yang mencuri perhatian adalah Roberto Pico Lopes. Bek yang kini bermain untuk Shamrock Rovers di Liga Irlandia itu memiliki kisah unik sebelum memperkuat timnas.

Lopes sebelumnya bekerja sebagai penasihat kredit perumahan. Ia mendapat panggilan memperkuat Timnas Tanjung Verde melalui LinkedIn dan sempat mengira pesan dari pelatih tersebut hanyalah spam.

Pemain berusia 33 tahun itu akhirnya menjadi pesepak bola profesional penuh waktu pada 2017, sebelum menjalani debut bersama Timnas Tanjung Verde pada 2019.

Legenda Timnas Prancis, Thierry Henry, mengungkapkan mengapa megabintang Timnas Argentina, Lionel Messi, menjadi sangat berbahaya ketika berada di Zona 14 selama Piala Dunia 2026.

Setelah mengukir hattrick ke gawang Aljazair pada pertandingan Grup J Piala Dunia 2026, Messi kembali menjadi aktor kemenangan Argentina dengan menyumbangkan dua gol ke gawang Austria pada partai kedua.

Messi, yang kini sudah berusia 39 tahun, melampaui catatan striker legendaris Timnas Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia 2026.

Dua golnya ke gawang Austria menambah total torehannya menjadi 18 gol di Piala Dunia.

Kegeniusan Messi telah dianalisis oleh banyak orang, termasuk oleh mantan rekan setimnya di Barcelona, Thierry Henry.

Henry memberikan pandangannya tentang mengapa mantan pemain PSG itu sangat efektif di sepertiga akhir lapangan. Henry memberikan analisis menarik mengenai keberhasilan Messi mengubah permainan dari Zona 14.

Zona Kotak Emas

Dalam analisis taktis modern, lapangan dibagi menjadi kisi-kisi berisi 18 zona, yang terdiri dari enam barihorizontal dan tiga kolom vertikal. Sementara itu, Zona 14 adalah persegi panjang tengah di sepertiga akhir penyerangan yang terletak tepat di antara area lini tengah pusat dan kotak penalti.

Ada alasan mengapa area ini sering disebut sebagai “kotak emas”. Data statistik menunjukkan bahwa tim-tim sukses seperti skuad Prancis yang menjuarai Piala Dunia 1998 memiliki performa yang lebih baik di Zona 14.

Thierry Henry, tentu saja, merupakan bagian dari tim Prancis tersebut. Ia tahu betul pentingnya memiliki pemain dengan teknik tinggi yang dapat dengan cepat mengubah arah serangan lewat umpan pendek atau tusukan yang meliuk-liuk.

“Dengar, kita bicara tentang Lionel Messi yang hidup, bernapas, tidur, hingga minum kopi di zona itu. Zona 14. Biarkan saya menjelaskannya kepada Anda. Zona 14 adalah area sentral tepat di luar kotak penalti lawan. Tepat di tempat saya berdiri sekarang,” kata Henry.

Sumber Gol Messi

Di masa lalu, pemain seperti Zinedine Zidane dan Dennis Bergkamp sangat berkembang di bagian lapangan tersebut. Akan tetapi bagi banyak orang, Messi adalah raja yang tak terbantahkan di Zona 14.

“Kita semua tahu bahwa zona 17 adalah zona di mana Anda paling banyak mencetak gol. Jelas, karena di situlah gawang berada. Tetapi, jika Anda tahu cara berkeliaran di sini dan memahami permainan, Anda bisa mencetak banyak gol,” katanya.

“Lionel Messi tahu persis bagaimana cara menetap di sini. Ini adalah rumahnya. Di sinilah dia mencetak banyak sekali gol. Seperti yang akan kita lihat di sini. Ini adalah dia saat melawan Aljazair. Aljazair bermain dengan situasi mid-block (blok pertahanan menengah).”

“Dan sekarang bola akan keluar. Kita semua tahu bola itu akan sampai kepadanya dari tarikan umpan. Dan di sini, di Zona 14, para striker melakukan pergerakan menusuk,” ulas eks pemain Arsenal tersebut.

Dilema Bek Lawan

Henry juga menjelaskan pergerakan semacam ini memang membuat bek lawan mengalami dilema. Menurutnya, itu adalah area yang cukup berbahaya, terutama bisa dimaksimalkan pemain seperti Messi.

“Jika ada bek yang keluar untuk menutup ruang, mereka harus menghadapi umpan dari Lionel Messi. Dan kemudian dia mencetak gol dan menyelesaikannya dengan sempurna. Sekarang, saat melawan Aljazair. Momen yang berbeda. Dalam situasi transisi, dia berada di Zona 11,” katanya.

“Memasuki Zona 14. Bola mengalir ke Zona 13. Bola kembali lagi kepadanya. Tidak ada yang bisa bertahan menghadapi hal itu ketika Anda berada dalam situasi transisi. Ini rumit karena ketika bola memasuki Zona 13 atau bisa masuk ke Zona 16, semua orang akan merangsek ke kotak penalti dengan berlari.”

Idnews.top – Tempat Menonton pertandingan grup H Piala Dunia, Uruguay vs Spanyol. Bolaneters bisa menonton pertandingan ini secara langsung melalui sejumlah saluran di bawah ini.

Uruguay akan menghadapi Spanyol pada matchday terakhir Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Guadalajara, Meksiko, Sabtu (27/6/2026) pukul 07.00 WIB. Laga ini menjadi penentu juara grup sekaligus memastikan langkah kedua tim menuju babak 32 besar.

Uruguay saat ini menempati peringkat kedua dengan dua poin hasil dari dua kali imbang, masing-masing melawan Arab Saudi (1-1) dan Tanjung Verde (2-2). Sementara itu, Spanyol memimpin klasemen berkat kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi serta hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde.

Pemenang pertandingan ini akan finis sebagai juara Grup H dan berhak menghadapi runner-up Grup J pada babak 32 besar. Karena itu, kedua tim diprediksi tampil ngotot demi mengamankan posisi puncak klasemen.

Laga ini juga menjadi pertemuan ketiga Uruguay dan Spanyol di putaran final Piala Dunia. Dua pertemuan sebelumnya berakhir imbang, yakni 2-2 pada edisi 1950 dan 0-0 di Piala Dunia 1990.

Meski demikian, Spanyol memiliki catatan yang lebih baik dalam lima pertemuan terakhir di semua ajang. La Roja belum pernah kalah dari La Celeste dengan torehan empat kemenangan dan satu hasil imbang, sehingga sedikit lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan pada laga ini.

Tempat Menonton Uruguay vs Spanyol

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: Uruguay vs Spanyol
Tempat: Guadalajara Stadium
Hari, tanggal: Sabtu, 27 Juni 2026
Jam kick-off: 07.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live Streaming: Maxstream, Folaplay
Link Streaming: https://maxstream.tv/live/0_wo6xuzxp/uruguay_vs_spanyol

Prakiraan Susunan Pemain Uruguay vs Spanyol

Uruguay (4-3-3): Rochet; Varela, R. Araujo, Gimenez (c), Olivera; Valverde, Ugarte, Bentancur; Pellistri, Federico Vinas, Max. Araujo.

Pelatih: Marcelo Bielsa.

Spanyol (4-3-3): Raya; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri (c), Pedri, Olmo; Yamal, Oyarzabal, Nico Williams.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Timnas Kolombia dan Portugal akan berhadapan pada laga terakhir Grup K Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (28-6-2026), menjadi penentu siapa yang berhak finis sebagai juara grup.

Kolombia saat ini memimpin klasemen Grup K dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan. Sementara itu, Portugal menempati posisi kedua dengan empat poin sehingga hanya kemenangan yang dapat membawa Selecao das Quinas menggeser Kolombia dari puncak klasemen.

Kolombia tampil meyakinkan sepanjang fase grup. Tim asuhan Nestor Lorenzo itu membuka kiprah di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan, sebelum mengalahkan Republik Demokratik Kongo 1-0 pada pertandingan kedua.

Enam poin dari dua laga sudah memastikan Kolombia lolos ke babak 32 besar. Kini, Luis Diaz cs. hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci status juara Grup K.

Kuda Hitam

Apabila mampu finis di posisi teratas, Kolombia akan menghadapi satu di antara peringkat ketiga terbaik dari Grup D, E, I, J, atau L pada babak 32 besar.

Sebaliknya, jika kalah dari Portugal, Kolombia harus puas menjadi runner-up grup dan akan berjumpa peringkat kedua Grup L di fase gugur.

Kolombia juga disebut sebagai satu di antara tim kuda hitam pada Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Tricolor ini pernah mencatatkan prestasi terbaik dengan menembus perempat final Piala Dunia 2014.

Menariknya, laga ini menjadi pertemuan kompetitif pertama antara Kolombia dan Portugal. Sebelumnya, kedua negara hanya sekali bertemu, yakni dalam laga uji coba pada 2014 yang berakhir imbang tanpa gol.

Andalkan Kebangkitan Ronaldo

Portugal datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantai Uzbekistan 5-0 pada pertandingan sebelumnya. Cristiano Ronaldo menjadi sorotan berkat dua gol yang dicetaknya.

Penampilan itu sekaligus menjawab keraguan setelah kapten Portugal tersebut tampil kurang meyakinkan ketika bermain imbang tanpa gol melawan Republik Demokratik Kongo.

Tambahan dua gol itu membuat Ronaldo kini telah mengoleksi 975 gol sepanjang karier profesionalnya.

Portugal saat ini mengoleksi empat poin dan wajib mengalahkan Kolombia apabila ingin menutup fase grup sebagai juara Grup K.

Hasil imbang sudah cukup untuk memastikan Portugal lolos sebagai runner-up. Bahkan jika kalah, Portugal masih berpeluang mempertahankan posisi kedua selama Republik Demokratik Kongo gagal mengalahkan Uzbekistan pada laga lainnya.

Skenario Terburuk

Dalam skenario terburuk, Portugal memang masih bisa lolos sebagai satu di antara peringkat ketiga terbaik. Namun, peluang tersebut dinilai sangat kecil karena tim asuhan Roberto Martinez difavoritkan finis di dua besar klasemen.

Kolombia diperkirakan akan memberikan perlawanan sengit kepada Portugal dalam duel penentuan ini.

Melihat performa kedua tim sepanjang fase grup, pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan berakhir imbang.

Hasil tersebut akan membuat Kolombia mempertahankan posisi sebagai juara Grup K, sedangkan Portugal harus puas finis sebagai runner-up dan berpotensi menghadapi Ghana pada babak 32 besar.

Prakiraan Susunan Pemain

Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Sanchez, Lucumi, Mojica; Puerta, Arias, Lerma; James Rodriguez, Luis Suarez, Luis Diaz.

Pelatih: Nestor Lorenzo

Portugal (4-3-3): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Bruno Fernandes, Joao Neves; Pedro Neto, Cristiano Ronaldo, Joao Felix.

Pelatih: Roberto Martinez

Minggu, 28 Juni 2026

Pukul 06.30 WIB

Stadion Miami, Florida

FIFA resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain sebanyak lima pertandingan kepada gelandang Qatar, Assim Madibo. Dia dihukum setelah tekel kerasnya menyebabkan gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami patah kaki pada ajang Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diumumkan Komite Disiplin FIFA pada Kamis (26/6/2026), seperti dikutip dari CBC. Madibo dinilai melakukan pelanggaran serius atau serious foul play saat Qatar menghadapi Kanada di Vancouver pekan lalu.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak Kanada 6-0 itu, Madibo langsung diganjar kartu merah setelah melakukan tekel berbahaya terhadap Kone.

FIFA menyatakan hukuman tersebut masih dapat diajukan banding oleh pihak terkait.

Kemenangan perdana Kanada di Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen bersejarah. Namun, laga tersebut justru dibayangi cedera serius yang dialami Ismael Kone.

Insiden terjadi pada menit ke-51 ketika Kone menerima tekel dari belakang yang dilakukan Madibo. Para pemain yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung menyadari bahwa cedera yang dialami gelandang Kanada itu sangat serius.

Meminta Maaf

Kone terlihat kesakitan sambil memegangi kakinya dan menutupi mulut dengan tangan sebelum ditandu keluar lapangan.

Hasil pemeriksaan medis kemudian mengonfirmasi pemain berusia 24 tahun tersebut mengalami patah tulang tibia dan fibula pada kaki kirinya. Ia harus menjalani operasi untuk mempercepat proses pemulihan.

Meski menjadi penyebab cedera tersebut, Madibo juga tampak terpukul dengan insiden yang terjadi. Pemain Qatar itu dikabarkan mendatangi langsung Kone setelah pertandingan untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.

Bukan Hukuman Terberat

Sementara itu, Kone mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan selama masa pemulihan.

“Kalian tidak bisa membayangkan betapa bersyukurnya saya kepada semua orang yang telah menghubungi saya dan mendoakan kesembuhan saya,” tulis Kone melalui akun Instagram pribadinya.

Hingga berita ini diturunkan, Federasi Sepak Bola Qatar belum memberikan komentar resmi terkait hukuman yang dijatuhkan FIFA kepada Madibo.

Meski tergolong berat, sanksi lima pertandingan untuk Madibo belum menjadi hukuman terbesar yang pernah dijatuhkan FIFA di ajang Piala Dunia.

Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, striker Uruguay, Luis Suarez, menerima hukuman sembilan pertandingan internasional serta larangan terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola selama empat bulan setelah menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini.

Sementara itu, pada Piala Dunia 1994, bek Italia Mauro Tassotti dijatuhi hukuman delapan pertandingan akibat menyikut penyerang Spanyol, Luis Enrique.

Kasus yang melibatkan Assim Madibo kini menjadi salah satu insiden paling kontroversial di Piala Dunia 2026, terutama karena dampaknya yang membuat Ismael Kone harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera parah.

Berikut hasil pertandingan Piala Dunia 2026 dari Grup C, Maroko versus Haiti dan Skotlandia melawan Brasil.

TIMNAS Brasil dan Maroko sama-sama mengakhiri fase Grup C Piala Dunia 2026 dengan kemenangan pada laga terakhir, Kamis (25-6-2026) pagi WIB.

Selecao menundukkan Skotlandia 3-0, sementara Singa Atlas mengalahkan Haiti 4-2.

Brasil tampil dominan sejak menit-menit awal di Miami Stadium. Vinicius Junior membuka keunggulan lebih dulu sebelum Matheus Cunha ikut mencatatkan namanya di papan skor untuk memastikan kemenangan telak 3-0 atas Skotlandia.

Hasil tersebut membuat Brasil finis sebagai juara Grup C. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu melangkah ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang di fase grup.

Di pertandingan lain yang berlangsung di Atlanta Stadium, Maroko dipaksa bekerja keras menghadapi Haiti. Meski sempat dua kali tertinggal, Maroko mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-2.

Maroko Runner-Up

Achraf Hakimi dan Ismael Saibari membawa Maroko menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Pada babak kedua, dua gol tambahan dari pemain pengganti memastikan tiga poin untuk wakil Afrika tersebut.

Berkat kemenangan itu, Maroko lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C.

Haiti, yang sudah dipastikan tersingkir sebelum laga terakhir, tetap mampu memberikan perlawanan sengit dengan mencetak dua gol ke gawang Maroko.

Bagi Skotlandia, kekalahan dari Brasil membuat peluang mereka bergantung pada persaingan tim peringkat ketiga terbaik. Meski sempat memberikan ancaman pada babak kedua, pertahanan Brasil tetap kukuh hingga peluit panjang dibunyikan.

Vinicius Junior kembali menjadi bintang Brasil setelah mencetak gol pada laga ketiga secara beruntun di fase grup. Penampilan impresif penyerang Real Madrid itu menjadi modal penting bagi Selecao menjelang fase gugur.

Susunan Pemain

Skotlandia Vs Brasil

Skotlandia (4-2-3-): Angus Gunn; Nathan Patterson, Jack Hendry, Scott McKenna, Andy Robertson; Lewis Ferguson, Kenny McLean; Scott McTominay, John McGinn; Ben Doak; Lawrence Shankland.

Pelatih: Stephen Clark

Brasil (4-3-3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta; Rayan, Vinicius Junior, Matheus Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti

Maroko Vs Haiti

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Nayef Aguerd, Jawad El Yamiq, Adam Aznou; Bilal El Khannouss, Sofyan Amrabat; Ismael Saibari, Brahim Diaz, Abde Ezzalzouli; Ayoub El Kaabi.

Pelatih: Mohamed Ouahbi

Haiti (4-4-2): Johny Placide; Carlens Arcus, Ricardo Ade, Jean-Kevin Duverne, Alex Christian Jr.; Leverton Pierre, Danley Jean Jacques, Bryan Alceus, Louicius Don Deedson; Frantzdy Pierrot, Derrick Etienne Jr

Pelatih: Sebastien Migne