Berita sepak bola sajian Info Berita SEPAK BOLA DARI SELURUH DUNIA, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.
Idnews.top – Pemain Timnas Prancis, Michael Olise membuat sejarah baru di pentas Piala Dunia. Ia berhasil memecahkan rekor legenda Timnas Brasil, Pele di turnamen ini.
Seperti yang sudah diketahui, Olise merupakan pemain andalan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 ini. Ia kerap menjadi starter di lini serang Les Bleus.
Pada pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris tadi pagi, Olise masuk sebagai pemain pengganti. Ia menggantikan Rayan Cherki di awal babak kedua.
Di laga ini, Olise berhasil membuat satu assist untuk gol Kylian Mbappe. Assist tersebut menjadi sebuah catatan bersejarah bagi Olise.
Jadi Pencetak Asisst Terbanyak
Assist Olise untuk gol Mbappe itu membuatnya jadi raja asssist di Piala Dunia 2026.
Assist itu merupakan assist ketujuhnya di Piala Dunia 2026. Jumlah assistnya unggul jauh dari para pesaing terdekatnya.
Kylian Mbappe, Bruno Guimaraes, Martin Odegaard dan Brahim Diaz tercatat hanya mampu menciptakan empat assist selama Piala Dunia 2026 ini. Alhasil pemain Bayern Munchen itu dinobatkan sebagai raja assist di turnamen ini.
Lampaui Rekor Pele
Catatan tujuh assist Olise di Piala Dunia 2026 ini juga menjadikannya sebagai raja assist Piala Dunia sepanjang masa.
Rekor assist terbanyak di satu edisi Piala Dunia itu dipegang oleh Pele. Pada Piala Dunia 1970, Pele mencatatkan total enam assist dalam satu turnamen.
Selama 56 tahun rekor tersebut tidak terpecahkan. Baru di edisi Piala Dunia 2026 ini Olise berhasil jadi pemain pertama yang melampaui rekor abadi Pele tersebut.
LARISBOLA – Pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 berakhir klimaks dan seru. Duel antara Timnas Prancis vs Inggris ini berakhir menjadi drama 10 gol.
Pertandingan yang digelar di Miami Stadium itu memang berjalan seru. Pertandingan yang diprediksi berjalan sengit ini justru berubah menjadi pesta gol.
Di babak pertama, Inggris secara mengejutkan mampu mencetak empat gol ke gawang Prancis. Les Bleus bangkit di babak kedua, di mana mereka berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-4.
Bukayo Saka mencetak gol melalui titik putih sehingga Inggris menjauh 3-5 atas Prancis. Di masa injury time, Ousmane Dembele mencetak gol sehingga skor berubah menjadi 4-5.
Namun Jude Bellingham sukses memastikan kemenangan Inggris di laga ini berkat golnya di detik-detik akhir. ALhasil pertandingan perebutan juara tiga ini berakhir dengan skor 4-6 untuk kemenangan Inggris.
Pesta Gol Terbesar di Piala Dunia 2026
Laga Prancis vs Inggris ini dipastikan menjadi laga dengan jumlah gol terbanyak selama Piala Dunia 2026.
Dengan total 10 gol yang tercipta di laga ini, laga Prancis vs Inggris sejauh ini jadi laga dengan jumlah gol terbanyak di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, laga dengan gol terbanyak di Piala Dunia 2026 terjadi di fase grup saat Jerman menang 7-1 atas Curacao. Namun catatan delapan gol itu berhasil dilampaui oleh laga Prancis vs Inggris di laga perebutan juara tiga Piala Dunia ini.
Bukan yang Terbanyak Sepanjang Sejarah
Meski berhasil mencatatkan 10 gol, laga Prancis vs Inggris ini bukan laga Piala Dunia dengan jumlah gol terbanyak di sejarah Piala Dunia.
Catatan ini menyamai rekor yang terjadi di tahun 1958. Pada saat itu Prancis mengalahkan Paraguay dengan skor 7-3.
Sementara rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia terjadi di tahun 1954. Pada saat itu Austria mengalahkan Swiss dengan skor 7-5.
Catatan Gol Terbanyak di Sejarah Piala Dunia
12 Gol
Austria 7-5 Swiss – 1954
11 Gol
Brazil 6-5 Polandia – 1938
Hungara 8-3 Jerman Barat – 1954
Hungaria 10-1 El Salvador – 1982
10 Gol
Prancis 7-3 Paraguay – 1958 Prancis 4-6 Inggris – 2026
Penyelenggara Ballon d’Or, France Football, menegaskan tidak ada aturan yang menghalangi pemain yang berkarier di luar Eropa untuk memenangkan penghargaan tersebut.
Pernyataan itu membuat Lionel Messi tetap berpeluang meraih Ballon d’Or kesembilannya.
Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026, France Football menerbitkan sebuah artikel di rubrik press room di situs resmi Ballon d’Or dengan judul, “Can you win the Ballon d’Or without playing for a European club?” atau “Bisakah memenangkan Ballon d’Or tanpa bermain untuk klub Eropa?”
Artikel tersebut menggunakan foto Cristiano Ronaldo sebagai gambar utama. Namun, pembahasan di dalamnya menyoroti peluang pemain yang kini tidak lagi berkarier di Eropa, termasuk Messi.
Penjelasan Penyelenggara
Kapten Timnas Argentina itu telah bermain di Major League Soccer (MLS) selama tiga musim.
Meski begitu, France Football menegaskan tidak ada lagi pembatasan terkait kompetisi tempat seorang pemain berkarier untuk bisa memenangkan Ballon d’Or.
“Untuk menjawab pertanyaan itu, mari melihat sedikit sejarah,” tulis France Football.
“Ballon d’Or yang dibuat pada 1956 awalnya diberikan kepada pemain Eropa terbaik yang bermain di liga Eropa. Aturan itu bertahan hingga 1995, ketika penghargaan tersebut menjadi berskala global, tetapi masih terbatas untuk pemain yang bermain di liga Eropa. Namun, sejak 2007 tidak ada lagi pembatasan. Ballon d’Or diberikan kepada pemain terbaik di dunia.”
Di Luar Eropa
France Football juga mengingatkan bahwa Messi pernah memenangkan Ballon d’Or saat berstatus sebagai pemain MLS. Ia menjadi pemain putra pertama yang meraih penghargaan tersebut tanpa membela klub Eropa.
Messi memperoleh Ballon d’Or kedelapannya pada Oktober 2023, beberapa bulan setelah bergabung dengan Inter Miami.
Namun, France Football juga menjelaskan bahwa periode penilaian saat itu masih mengacu pada penampilan Messi bersama Paris Saint-Germain.
“Sejak 2022, Ballon d’Or dinilai berdasarkan satu musim, dari Agustus hingga Juli, bukan lagi tahun kalender,” tulis France Football.
“Itu berarti, untuk penilaian di level klub, para juri mendasarkan keputusan mereka pada penampilan Messi bersama Paris Saint-Germain, klub yang ditinggalkannya pada musim panas 2023 setelah menjadi juara dunia.”
Nominasi Ballon d’Or
Sejak saat itu, Messi belum lagi masuk daftar nominasi Ballon d’Or. France Football juga menyebut Neymar menjadi pemain pria terakhir yang masuk nominasi, meski menghabiskan seluruh periode penilaian di luar Eropa, yakni saat masih membela Santos pada 2011.
Sementara itu, pada kategori putri, Megan Rapinoe yang saat itu bermain untuk Seattle Reign FC berhasil memenangkan Ballon d’Or pada 2019.
Terlepas dari hasil final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, Messi dinilai berpeluang meraih Golden Ball ketiganya sebagai pemain terbaik turnamen.
Tempatnya dalam daftar nominasi Ballon d’Or tahun ini juga disebut hampir pasti.
Apabila kembali tampil gemilang dan membawa Argentina menjadi juara dunia, Messi disebut akan menjadi kandidat terdepan untuk memenangkan Ballon d’Or kesembilan. Menurut artikel tersebut, France Football telah menegaskan bahwa peluang itu tetap terbuka.
Idnews.top – Ajang Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antarpembalap muda terbaik Asia-Pasifik. Seri ketiga yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 17-19 Juli itu juga menyuguhkan cerita menarik dari sosok di luar dunia balap.
Perhatian publik tertuju kepada Ing Asavanund, pembalap asal Thailand yang memiliki karier ganda sebagai aktor. Kehadirannya menjadi warna tersendiri dalam kejuaraan yang menjadi bagian dari perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race 2026.
Ing Asavanund bukan nama asing bagi penggemar serial televisi Thailand. Aktor kelahiran 9 Februari 2006 itu berada di bawah naungan agensi GMMTV dan mulai dikenal luas setelah membintangi serial My Sweetheart Jom yang tayang pada 2025.
Meski memiliki popularitas di industri hiburan, Ing datang ke Mandalika bukan sekadar untuk meramaikan persaingan. Ia menunjukkan bahwa kemampuannya di lintasan balap juga layak diperhitungkan saat menjalani sesi latihan bebas pertama.
Aktor Muda Thailand yang Serius Menekuni Dunia Balap
R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship seri Mandalika diikuti 21 pembalap dari berbagai negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, kejuaraan ini juga menghadirkan rider dari Australia, China, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru.
Di antara deretan peserta tersebut, Ing Asavanund menjadi salah satu nama yang paling menyita perhatian. Latar belakangnya sebagai aktor profesional membuat kehadirannya mendapat sorotan, tetapi performanya di lintasan membuktikan bahwa ia bukan sekadar figur publik yang mencoba dunia balap.
Pada sesi Free Practice 1 yang digelar Jumat (17/7), Ing membukukan waktu terbaik 1 menit 55,274 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi ke-10 dari total 21 pembalap yang mengikuti sesi latihan pembuka.
Hasil itu menjadi modal awal yang cukup menjanjikan bagi pembalap Thailand tersebut. Ing masih memiliki kesempatan memperbaiki posisinya saat mengikuti sesi kualifikasi pada Sabtu (18/7), sebelum bertarung pada balapan utama yang berlangsung Minggu (19/7).
Tantangan Berat Menanti Ing Asavanund di Mandalika
Persaingan Ing Asavanund dipastikan tidak akan mudah karena ia harus menghadapi tiga pembalap Yamaha Racing Indonesia yang memiliki kualitas mumpuni. Ketiganya adalah Sabian Fathul Ilmi, Reynaldi Junior, dan M. Abid Ashar Musyafa yang tampil pada seri Mandalika.
Sabian Fathul Ilmi datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi balapan seri kedua di The Bend Motorsport Park, Australia, pada awal Mei lalu. Pembalap berusia 14 tahun itu kini menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 35 poin dan bertekad kembali bersaing di barisan depan pada balapan kandangnya.
Sementara itu, Reynaldi Junior menjalani musim penting dalam perjalanan kariernya. Juara R15 Idemitsu Junior Pro Yamaha Sunday Race 2025 tersebut kini menimba pengalaman di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship setelah sebelumnya naik kelas ke National Sport 250cc pada Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series musim 2026.
Di sisi lain, M. Abid Ashar Musyafa menjadi salah satu ancaman terbesar pada seri Mandalika. Pembalap muda Indonesia itu datang dengan modal sempurna setelah menyapu bersih kemenangan pada dua race seri pertama dan kedua kelas Junior Sport 250 U-18 Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series 2026..
Transfer Mohamed Salah Memanas, Beşiktaş Muncul sebagai Kandidat Terkuat
BolaIndonesia – Masa depan Mohamed Salah akhirnya memasuki babak baru setelah sang penyerang resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Liverpool pada akhir musim 2025/2026. Setelah sembilan tahun menjadi ikon di Anfield, pemain asal Mesir tersebut kini dikabarkan sedang mempertimbangkan petualangan baru di Liga Turki bersama Beşiktaş.
Rumor tersebut langsung menjadi perhatian publik sepak bola dunia. Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir Salah lebih sering dikaitkan dengan klub-klub Liga Arab Saudi maupun Major League Soccer (MLS). Namun, kini justru Turki muncul sebagai destinasi yang paling santer diberitakan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan oleh Mohamed Salah maupun pihak Beşiktaş. Bahkan, agen Salah telah membantah kabar yang menyebut kliennya sudah mencapai kesepakatan dengan klub asal Istanbul tersebut.
Beşiktaş Disebut Serius Mengejar Salah
Laporan dari sejumlah media Eropa menyebut Beşiktaş ingin menjadikan Mohamed Salah sebagai wajah baru klub untuk menghadapi musim 2026/2027. Klub berjuluk Kara Kartallar itu dikabarkan siap menawarkan kontrak berdurasi satu musim dengan opsi perpanjangan, lengkap dengan nilai gaji yang sangat kompetitif.
Transfer ini dinilai cukup masuk akal. Beşiktaş tengah membangun kembali skuad agar mampu bersaing dengan Galatasaray dan Fenerbahçe dalam perebutan gelar Süper Lig Turki sekaligus tampil kompetitif di kompetisi Eropa.
Kehadiran Salah tentu akan memberikan dampak besar, baik dari sisi kualitas permainan maupun nilai komersial klub. Pengalaman, produktivitas gol, serta popularitasnya diyakini mampu meningkatkan daya tarik Beşiktaş di kancah internasional.
Meski demikian, proses negosiasi masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.
Agen Salah Bantah Kesepakatan Sudah Terjadi
Di tengah derasnya rumor transfer, agen Mohamed Salah, Ramy Abbas Issa, langsung memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia membantah kabar bahwa kliennya telah menyetujui kontrak bersama Beşiktaş.
Pernyataan tersebut membuat spekulasi kembali menghangat. Artinya, meskipun Beşiktaş memang tertarik, belum ada keputusan akhir mengenai klub mana yang akan menjadi pelabuhan baru sang “Raja Mesir”.
Sikap agen Salah menunjukkan bahwa sang pemain masih membuka berbagai opsi sebelum menentukan langkah berikutnya dalam kariernya.
Masih Banyak Peminat Sang Raja Mesir
Selain Beşiktaş, Mohamed Salah juga terus dikaitkan dengan beberapa klub dari Amerika Serikat serta Liga Arab Saudi. Sporting Kansas City bahkan disebut sebagai salah satu klub MLS yang berusaha mendatangkan mantan bintang Liverpool tersebut.
Sementara itu, sejumlah klub Timur Tengah diyakini masih memantau situasi Salah. Namun hingga kini belum ada proposal resmi yang diumumkan ke publik.
Beberapa pihak di sepak bola Mesir bahkan berharap Salah tetap berkarier di Eropa agar level kompetitifnya tetap terjaga menjelang turnamen internasional berikutnya.
Warisan Besar Mohamed Salah di Liverpool
Apa pun klub tujuan berikutnya, Mohamed Salah meninggalkan warisan yang sangat besar di Liverpool. Selama sembilan musim memperkuat The Reds, ia menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.
Salah mencatat lebih dari 250 gol di semua kompetisi dan membantu Liverpool meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk Premier League, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga Inggris, UEFA Super Cup, hingga FIFA Club World Cup. Ia juga memecahkan berbagai rekor individu sepanjang berseragam merah Merseyside.
Kepergiannya menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah modern Liverpool.
Akankah Turki Menjadi Destinasi Berikutnya?
Liga Turki dalam beberapa musim terakhir memang mulai menjadi tujuan sejumlah pemain bintang Eropa. Galatasaray, Fenerbahçe, maupun Beşiktaş terus meningkatkan kualitas skuad dengan mendatangkan nama-nama besar.
Apabila Mohamed Salah benar-benar memilih Beşiktaş, transfer tersebut berpotensi menjadi salah satu perekrutan terbesar dalam sejarah Süper Lig Turki.
Namun hingga pengumuman resmi dirilis, masa depan Salah masih menjadi teka-teki. Para penggemar kini hanya bisa menunggu keputusan akhir sang pemain, apakah benar akan melanjutkan karier di Istanbul atau justru menerima tawaran dari kompetisi lain.
Yang jelas, nama Mohamed Salah tetap menjadi salah satu komoditas paling panas pada bursa transfer musim panas 2026.
KLIKBETS – Bek Timnas Spanyol, Marc Cucurella, membuat pengakuan mengejutkan menjelang final Piala Dunia 2026.
Di saat usianya baru 27 tahun, pemain anyar Real Madrid itu menyatakan siap mengakhiri karier internasionalnya apabila berhasil membawa La Furia Roja mengalahkan Argentina dan merebut gelar juara dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Cucurella dalam wawancara dengan saluran televisi berbayar Spanyol, Movistar+.
“Jika saya memenangi Piala Dunia, saya akan pensiun dari tim nasional,” ujar Cucurella.
Sontak, pernyataan tersebut menarik perhatian publik sepak bola global.
Alasan Cucurella
Menurut mantan bek kiri Chelsea tersebut, tidak ada pencapaian yang lebih tinggi daripada menjadi juara Eropa dan juara dunia bersama negaranya.
Itulah mengapa, ia merasa kariernya bersama Timnas Spanyol akan mencapai titik yang sempurna apabila mampu mengangkat trofi Piala Dunia.
Sebelumnya, Cucurella sudah lebih dulu merasakan sukses bersama La Furia Roja di Euro 2024.
Spanyol tampil sebagai juara setelah mengalahkan Inggris di partai final, sementara Cucurella menjadi satu di antara pemain yang tampil konsisten sepanjang turnamen itu.
Sementara di level klub, Cucurella juga sudah menikmatinya manisnya gelar Conference League hingga Piala Dunia Antarklub.
Yakin Akan Pensiun?
Kini, ia hanya tinggal selangkah lagi untuk melengkapi koleksi gelarnya bersama Timnas Spanyol.
La Furia Roja dijadwalkan menghadapi Argentina pada laga puncak Piala Dunia 2026 yang akan menentukan siapa penguasa sepak bola dunia, Senin (2-7-2026) dini hari WIB.
Apabila berhasil mewujudkan ambisinya, Cucurella bisa jadi akan menutup kiprahnya bersama Timnas Spanyol.
Jika benar, keputusan itu tentu mengejutkan mengingat pada usia 27 tahun, sebagian besar pesepak bola masih menikmati periode terbaik dalam karier mereka dan masih berpeluang tampil di berbagai turnamen besar bersama La Furia Roja pada masa mendatang.
LARISBOLA – Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan sang juara bertahan Timnas Argentina dan juara Euro 2024, Timnas Spanyol. Kedua tim akan bertarung di New York New Jersey Stadium pada hari Senin (20/7/2026) dini hari Pkl 02.00 WIB.
Final Piala Dunia 2026 ini memang bisa dikatakan final yang ideal. Pasalnya baik Spanyol dan Argentina sejak awal turnamen sudah dijagokan jadi kandidat juara dan kedua tim berhasil mencapai partai puncak dari turnamen empat tahunan ini.
Kedua tim sama-sama punya misi besar di final Piala Dunia 2026. Timnas Spanyol mendambakan trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah, di mana mereka baru menjuarai Piala Dunia di tahun 2010 silam. Di sisi lain, Timnas Argentina mengincar trofi keempat mereka, di mana mereka juga mengejar rekor Italia dan Brasil sebagai negara yang mampu memenangkan gelar Piala Dunia back to back.
Perjalanan Spanyol hingga partai final Piala Dunia 2026 ini cukup mulus. Sempat ditahan imbang Cape Verde, La Furia Roja memenangkan semua pertandingan hingga babak semifinal, di mana mereka menyingkirkan beberapa tim top seperti Belgia, Portugal dan Prancis untuk mencapai final. Lebih mengesankan lagi, Spanyol baru kebobolan satu gol saja di Piala Dunia 2026 ini, sehingga lini serang Argentina benar-benar akan diuji di laga ini.
Di sisi lain, perjalanan Argentina relatif kurang mulus menuju partai final. La Albiceleste bebrapa kali berada dalam posisi yang sulit, namun mereka menunjukkan mentalitas juara yang kuat di mana mereka beberapa kali meraih comeback seperti yang terjadi di semifinal melawan Inggris. Mentalitas ini jadi modal berharga La Albiceleste di partai puncak nanti.
Kondisi Spanyol jelang partai final ini juga cukup apik. Lamine Yamal dan Pedro Porro yang dikabarkan mengalami masalah melawan Prancis dipastikan sudah fit untuk bermain. Di sisi lain, Argentina juga tidak mengalami masalah cedera berarti di tim mereka. Sehingga baik Spanyol maupun Argentina sama-sama bisa menurunkan tim terbaik mereka di final Piala Dunia 2026 ini.
Siapa yang akan dinobatkan jadi juara Dunia di New York New Jersey Stadium nanti?
Argentina (4-1-4-1): E.Martinez; Tagliafico, L.Martinez, Romero, Molina; Paredes; Alvarez, Fernandez, Mac Allister, Simeone; Messi
Pelatih: Lionel Scaloni
Statistik Pertandingan
Head to Head
28/03/18 Spanyol 6-1 Argentina (Uji Coba)
08/09/10 Argentina 4-1 Spanyol (Uji Coba)
15/11/09 Spanyol 2-1 Argentina (Uji Coba)
12/10/06 Spanyol 2-1 Argentina (Uji Coba)
17/11/99 Spanyol 0-2 Argentina (Uji Coba)
5 Pertandingan Terakhir Spanyol (M-M-M-M-M)
15/07/26 Prancis 0-2 Spanyol (PD 2026)
11/07/26 Spanyol 2-1 Belgia (PD 2026)
07/07/26 Portugal 0-1 Spanyol (PD 2026)
03/07/26 Spanyol 3-0 Austria (PD 2026)
27/06/26 Uruguay 0-1 Spanyol (PD 2026)
5 Pertandingan Terakhir Argentina (M-M-M-M-M)
16/07/26 Inggris 1-2 Argentina (PD 2026)
12/06/26 Argentina 3-1 Swiss (PD 2026)
07/07/26 Argentina 3-2 Mesir (PD 2026)
04/07/26 Argentina 3-2 Cape Verde (PD 2026)
28/06/26 Yordania 1-3 Argentina (PD 2026)
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina ini dipastikan bakal berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama tampil ciamik sejak fase grup dan keduanya memang layak berada di partai puncak.
Secara performa, Spanyol tampil lebih konsisten dan meyakinkan ketimbang Argentina sejak awal turnamen. Namun Argentina membuktikan bahwa mereka punya mental juara dan pantang menyerah dan aspek itu bakal jadi pembeda di partai final nanti.
Mempertimbangkan semua aspek yang ada, Redaksi Bola.net memprediksi laga ini akan dimenangkan Spanyol dengan skor 2-1. Bagaimana dengan prediksi kalian, Bolaneters?
BolaIndonesia – Perancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Miami. Meski gagal melaju ke partai final, pertandingan ini tetap memiliki nilai prestisius karena menjadi kesempatan terakhir kedua tim untuk menutup turnamen dengan kemenangan.
Les Bleus datang ke laga ini setelah dikalahkan Spanyol dengan skor 0-2 di babak semifinal. Sementara itu, Inggris harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor tipis 1-2 sehingga kembali gagal menembus final Piala Dunia. Kedua negara dipastikan tampil habis-habisan demi membawa pulang medali perunggu sekaligus mengakhiri turnamen dengan catatan positif.
Selain gengsi, pertandingan ini juga menjadi sorotan karena bisa menjadi laga perpisahan yang manis bagi Didier Deschamps sebagai pelatih Perancis. Di sisi lain, Thomas Tuchel tentu ingin membuktikan bahwa Inggris tetap mampu bersaing di level tertinggi dunia meski gagal mencapai partai puncak.
Head to Head Perancis Vs Inggris
Jika melihat sejarah pertemuan kedua tim, Inggris masih unggul secara keseluruhan. Dari 32 pertandingan di berbagai ajang, Three Lions mengoleksi 17 kemenangan, sedangkan Perancis meraih 10 kemenangan. Lima pertandingan lainnya berakhir imbang.
Sementara itu, dalam sejarah Piala Dunia, kedua tim telah bertemu sebanyak tiga kali.
Rekor Pertemuan di Piala Dunia
Inggris 2-0 Perancis (Piala Dunia 1966)
Inggris 3-1 Perancis (Piala Dunia 1982)
Perancis 2-1 Inggris (Perempat Final Piala Dunia 2022)
Kemenangan Perancis pada edisi 2022 menjadi modal psikologis penting karena mereka mampu menghentikan langkah Inggris menuju semifinal. Namun, secara keseluruhan Inggris masih memegang keunggulan dalam rekor pertemuan di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Lima Pertandingan Terakhir Kedua Tim
Perancis
Perancis 0-2 Spanyol
Perancis 2-0 Maroko
Paraguay 0-1 Perancis
Perancis 3-0 Swedia
Norwegia 1-4 Perancis
Les Bleus tetap menunjukkan produktivitas tinggi sepanjang turnamen. Sebelum dihentikan Spanyol di semifinal, mereka berhasil mencetak 10 gol dalam empat pertandingan terakhir.
Inggris
Inggris 1-2 Argentina
Norwegia 1-2 Inggris
Meksiko 2-3 Inggris
Inggris 2-1 RD Kongo
Panama 0-2 Inggris
Inggris juga tampil impresif hingga semifinal. Namun, kelemahan di sektor pertahanan mulai terlihat karena mereka kesulitan menjaga clean sheet saat memasuki fase gugur.
Mbappe dan Kane Jadi Pusat Perhatian
Laga ini juga menjadi ajang perebutan penghargaan individu. Kylian Mbappe masih berpeluang merebut Golden Boot setelah mengoleksi delapan gol, bersaing ketat dengan Lionel Messi. Sementara Harry Kane dan Jude Bellingham yang sama-sama mengemas enam gol masih memiliki peluang meski lebih kecil.
Di lini tengah, duel antara Jude Bellingham melawan Aurélien Tchouaméni diprediksi menjadi salah satu kunci pertandingan. Kedua pemain dikenal memiliki kemampuan menjaga keseimbangan permainan sekaligus membantu serangan.
Statistik Menarik Jelang Kick-off
Ada sejumlah fakta menarik yang membuat duel ini layak dinantikan.
Inggris masih unggul dalam rekor pertemuan sepanjang sejarah.
Perancis memenangi pertemuan terakhir di Piala Dunia.
Kedua tim sama-sama gagal mencatat clean sheet pada semifinal.
Mbappe berpeluang mengamankan Golden Boot jika kembali mencetak gol.
Inggris berambisi mengakhiri penantian panjang finis di tiga besar Piala Dunia, sedangkan Perancis ingin menambah koleksi medali perunggu mereka.
Siapa Lebih Difavoritkan?
Secara kualitas skuad, pertandingan diprediksi berlangsung sangat seimbang. Perancis memiliki lini depan yang lebih tajam dengan kecepatan Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise. Sementara Inggris mengandalkan kreativitas Jude Bellingham, ketajaman Harry Kane, dan kekuatan lini tengah bersama Declan Rice.
Pengalaman Deschamps dalam turnamen besar juga menjadi nilai tambah bagi Perancis. Namun, Inggris memiliki motivasi besar untuk mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan sekaligus memperbaiki rekor buruk pada laga perebutan tempat ketiga.
Dengan kualitas pemain kelas dunia di kedua kubu serta rivalitas panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun, duel Perancis kontra Inggris dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di penghujung Piala Dunia 2026. Pertandingan ini bukan sekadar memperebutkan posisi ketiga, tetapi juga menjadi pertarungan harga diri dua kekuatan besar sepak bola Eropa yang sama-sama ingin pulang dengan kepala tegak.
Prancis dan Inggris akan berhadapan dalam perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (19-7-2026) dini hari WIB. Kedua tim sama-sama gagal melaju ke final setelah tersingkir pada partai semifinal.
Les Bleus harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan The Three Lions kalah 1-2 dari juara bertahan Argentina di Atlanta.
Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, sebelumnya menyebut Spanyol sebagai tim favorit sebelum semifinal dimulai. Prediksi tersebut terbukti setelah La Roja memastikan tiket ke final berkat kemenangan 2-0 atas tim asuhannya.
Gol penalti Mikel Oyarzabal dan penyelesaian Pedro Porro membawa Spanyol melangkah ke partai puncak. Pada pertandingan itu, lini serang Prancis yang dipimpin Kylian Mbappe hanya mampu membukukan nilai expected goals sebesar 0,31.
Pada laga tersebut, Deschamps memecahkan rekor sebagai pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak di Piala Dunia. Meski begitu, pendekatan taktiknya menuai kritik, termasuk dari Mbappe seusai pertandingan.
Kini Deschamps berpeluang menutup kiprahnya bersama Prancis dengan medali perunggu. Les Bleus memburu medali perunggu ketiga dari empat penampilan di laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia, yang terakhir kali mereka jalani pada edisi 1986.
Prancis pernah mengalahkan Belgia 4-2 pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1986 dan menang 6-3 atas Jerman Barat pada edisi 1958. Sementara pada 1982, Les Bleus harus puas finis di posisi keempat setelah kalah dari Polandia.
Inggris Kembali Dihantui Kegagalan
Di kubu Inggris, Thomas Tuchel juga mendapat sorotan setelah The Three Lions gagal melaju ke final.
Inggris sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon saat menghadapi Argentina. Namun, Lionel Messi menyumbang dua assist yang membantu Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalikkan keadaan sekaligus mengantarkan Argentina ke final.
Kekalahan tersebut membuat Inggris kembali gagal menembus level tertinggi di Piala Dunia. The Three Lions kini tercatat selalu kalah dalam tujuh laga fase gugur Piala Dunia saat menghadapi tim yang berada di 10 besar peringkat dunia.
Inggris juga menjadi satu-satunya tim yang dua kali gagal lolos ke final Piala Dunia setelah sempat unggul lebih dulu pada semifinal di abad ke-21. Sebelumnya, situasi serupa terjadi ketika menghadapi Kroasia pada 2018.
Meski gagal mencapai final, Tuchel masih berpeluang membawa Inggris meraih pencapaian terbaik kedua dalam sejarah mereka di Piala Dunia.
Dalam dua kesempatan sebelumnya tampil pada perebutan peringkat ketiga, Inggris kalah 0-2 dari Belgia pada edisi 2018 dan 1-2 dari Italia pada 1990.
Namun, hasil positif atas Prancis tidak akan mudah diraih. Inggris hanya mampu memenangi satu dari sembilan pertemuan terakhir melawan Les Bleus. Terakhir kali kedua tim bertemu di Piala Dunia 2022, Inggris juga disingkirkan Prancis pada babak perempat final.
Prakiraan Susunan Pemain
Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Konate, Lacroix, T. Hernandez; Kone, Zaire Emery; Cherki, Olise, Doue; Mbappe.
Prediksi Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Siapa yang Angkat Trofi Dunia?
BolaIndonesia – Panggung terbesar sepak bola dunia akhirnya menghadirkan laga yang sudah lama dinantikan. Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina pada 20 Juli 2026 di MetLife Stadium, New Jersey. Pertandingan ini bukan hanya menjadi perebutan trofi paling bergengsi, tetapi juga simbol pertemuan dua generasi yang berbeda.
Spanyol datang sebagai tim dengan permainan kolektif terbaik sepanjang turnamen. Sementara itu, Argentina kembali membuktikan mental juaranya dengan perjalanan yang penuh karakter hingga mencapai partai puncak. Final ini diprediksi berlangsung sangat ketat karena kedua tim memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Jadwal final pada 20 Juli 2026 juga telah dikonfirmasi oleh berbagai laporan menjelang laga puncak.
Spanyol Tampil Paling Meyakinkan Sepanjang Turnamen
La Roja menjadi salah satu tim paling konsisten di Piala Dunia 2026. Mereka menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia hingga Prancis tanpa kehilangan identitas permainan.
Dominasi penguasaan bola, pressing tinggi, serta pergerakan cepat di lini depan membuat Spanyol menjadi tim yang paling sulit ditembus sepanjang fase gugur. Kehadiran pemain muda seperti Lamine Yamal memberi warna baru bagi permainan Spanyol, sementara para pemain senior mampu menjaga keseimbangan tim.
Pelatih Spanyol juga sukses membangun transisi yang sangat rapi dari bertahan ke menyerang. Tidak mengherankan jika banyak pengamat menjadikan La Roja sebagai favorit tipis menjelang partai final.
Argentina Masih Mengandalkan Mental Juara
Di sisi lain, Argentina kembali menunjukkan mengapa mereka selalu berbahaya di turnamen besar. Albiceleste tidak selalu tampil dominan, tetapi mereka memiliki kemampuan memenangkan pertandingan-pertandingan penting.
Keberhasilan menyingkirkan Inggris di semifinal memperlihatkan karakter luar biasa skuad asuhan Lionel Scaloni. Pengalaman para pemain senior dipadukan dengan energi pemain muda membuat Argentina tetap menjadi lawan yang sangat sulit dikalahkan.
Selain itu, kreativitas lini tengah serta efektivitas serangan balik menjadi senjata utama Argentina sepanjang turnamen. Tim Tango juga terbukti mampu bangkit ketika berada di bawah tekanan, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia.
Duel Lini Tengah Akan Menentukan Hasil Akhir
Pertarungan sebenarnya diperkirakan terjadi di sektor tengah lapangan. Spanyol akan berusaha mengontrol tempo pertandingan melalui penguasaan bola, sedangkan Argentina kemungkinan memilih bermain lebih sabar sambil menunggu celah untuk melakukan serangan cepat.
Jika Spanyol berhasil memutus distribusi bola Argentina sejak awal, peluang mereka untuk mendominasi pertandingan akan semakin besar. Namun apabila Argentina mampu keluar dari tekanan dan memanfaatkan ruang kosong di belakang garis pertahanan Spanyol, pertandingan bisa berubah dalam sekejap.
Selain aspek taktik, faktor pengalaman juga diprediksi memainkan peranan penting. Final Piala Dunia sering kali ditentukan oleh kesalahan kecil maupun momen individual dari pemain bintang.
Adu Strategi Dua Pelatih
Laga ini juga menjadi pertarungan kecerdasan di pinggir lapangan. Kedua pelatih dikenal piawai membaca jalannya pertandingan dan tidak ragu melakukan perubahan taktik ketika situasi berubah.
Spanyol kemungkinan tetap menggunakan pendekatan menyerang sejak menit pertama untuk menguasai permainan. Sebaliknya, Argentina diperkirakan lebih fleksibel dengan kombinasi pertahanan rapat dan serangan balik cepat.
Pergantian pemain pada babak kedua bisa menjadi faktor penentu. Kedalaman skuad kedua negara relatif seimbang sehingga duel diprediksi berlangsung hingga menit-menit akhir.
Prediksi Skor Final Piala Dunia 2026
Di atas kertas, Spanyol memiliki permainan yang lebih stabil selama turnamen. Namun Argentina mempunyai pengalaman, mental juara, dan kemampuan mencetak gol pada momen-momen penting.
Laga diperkirakan berlangsung terbuka dengan kedua tim saling menciptakan peluang. Spanyol mungkin akan lebih banyak menguasai bola, sedangkan Argentina mengandalkan efektivitas penyelesaian akhir.
Prediksi skor: Spanyol 2-1 Argentina.
Meski demikian, final seperti ini sangat sulit diprediksi. Satu kesalahan kecil, kartu merah, atau momen magis dari pemain bintang bisa mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Yang pasti, dunia sepak bola akan menyaksikan salah satu final paling menarik dalam sejarah Piala Dunia. Pertemuan antara kekuatan kolektif Spanyol melawan mental juara Argentina menjanjikan duel penuh drama yang layak dinantikan hingga peluit panjang berbunyi.