31 Oktober 2026

> ARTIKEL

Jelajahi Semua mulai dari berita artikel terbaru, analisis pertandingan, profil pemain, hingga jadwal pertandingan. Blog ini bertujuan untuk menjadi sumber informasi terpercaya dan terkini bagi para penggemar sepak bola untuk tetap terhubung dengan perkembangan dunia sepak bola, baik liga domestik maupun internasional.

Belgia menyingkirkan Senegal 3-2 lewat extra time di Seattle (2/7/2026) WIB. Ini comeback kedua Red Devils dari tertinggal dua gol di fase gugur setelah Jepang

Belgia kembali membalikkan keadaan di ajang empat tahunan tersebut. Red Devils menyingkirkan Senegal 3-2 lewat perpanjangan waktu pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski sempat tertinggal dua gol.

Laga di Lumen Field, Seattle, Kamis (2/7/2026) WIB, sempat mengarah ke kemenangan Senegal hingga menit-menit akhir waktu normal. Belgia memaksa extra time dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Hasil ini menambah daftar comeback Belgia dari ketertinggalan 0-2 pada fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, mereka melakukan hal serupa saat melawan Jepang di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Dua momen itu menempatkan Jepang dan Senegal sebagai korban kebangkitan dramatis Belgia di panggung Piala Dunia.

Lolos 16 Besar Usai Drama di Seattle

Senegal tampil lebih efektif di sebagian besar jalannya pertandingan. Mereka unggul lebih dulu melalui Habib Diarra pada menit ke-24, dan memperlebar jarak lewat Ismaila Sarr pada menit ke-51.

Belgia berada di ambang eliminasi ketika waktu normal memasuki fase krusial. Harapan skuad berjuluk Red Devils muncul saat Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86.

Tiga menit berselang, Youri Tielemans menyundul umpan Leandro Trossard untuk mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut memaksa duel berlanjut ke perpanjangan waktu.

Ketika laga tampak menuju adu penalti, keputusan VAR menghadirkan babak baru. Wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan menyatakan Tielemans dilanggar di kotak penalti.

Tielemans mengeksekusi sendiri kesempatan itu dan sukses pada menit 120+5. Belgia menang 3-2, mengamankan tempat di babak 16 besar dan mengakhiri laju Senegal dengan cara yang menyakitkan.

Jejak 2018: Jepang dan Awal Kebangkitan Red Devils

Delapan tahun sebelumnya, Belgia mencatat salah satu kebangkitan paling diingat di Piala Dunia. Pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia, lawannya kala itu adalah Jepang.

Samurai Biru mengejutkan lewat gol Genki Haraguchi pada menit ke-48. Empat menit kemudian, Takashi Inui menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Belgia merespons melalui Jan Vertonghen yang memperkecil skor. Tekanan berlanjut, dan Marouane Fellaini menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lima menit kemudian.

Memasuki detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Belgia melancarkan serangan cepat dari area pertahanan sendiri. Nacer Chadli menuntaskan peluang untuk memastikan kemenangan 3-2.

Dua Momen, Satu Pola di Fase Gugur

Kemenangan atas Jepang pada 2018 tercatat sebagai comeback pertama Belgia dari ketertinggalan dua gol pada fase gugur Piala Dunia. Di edisi 2026, Senegal menjadi korban terbaru skenario serupa.

Kali ini, Belgia melakukannya di babak 32 besar dan berujung tiket ke babak 16 besar. Polanya sama: tertinggal 0-2, menyamakan kedudukan jelang akhir, lalu menuntaskan kemenangan 3-2.

Dua catatan tersebut menegaskan kemampuan Belgia untuk bangkit pada momen paling menentukan, dengan Jepang dan Senegal sama-sama merasakan pahitnya comeback Red Devils di Piala Dunia.

Ilustrasi Piala Dunia 2026 yang memasuki babak gugur pada 2 Juli 2026. Portugal, Spanyol, Belgia, dan Amerika Serikat menjadi sorotan dalam perebutan tiket menuju babak 16 besar

BolaIndonesia – Piala Dunia 2026 Memasuki Fase Gugur Piala Dunia 2026 memasuki babak 32 besar pada Kamis, 2 Juli 2026. Oleh karena itu, setiap pertandingan menjadi sangat menentukan. Tim yang menang akan melangkah ke babak 16 besar, sedangkan tim yang kalah harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen.

Empat pertandingan besar dijadwalkan berlangsung hari ini. Portugal menghadapi Kroasia, sementara Spanyol bertemu Austria. Selain itu, Belgia melawan Senegal dan Amerika Serikat berduel dengan Bosnia & Herzegovina. Jadwal tersebut menghadirkan laga yang diprediksi berlangsung sengit sejak menit pertama.

Portugal Andalkan Cristiano Ronaldo

Portugal kembali menjadi salah satu favorit juara. Perhatian publik tertuju kepada Cristiano Ronaldo yang masih menjadi sosok penting di lini depan. Meskipun usianya tidak lagi muda, pengalaman dan naluri mencetak golnya tetap menjadi ancaman bagi pertahanan Kroasia.

Di sisi lain, Kroasia memiliki kualitas yang tidak boleh diremehkan. Mereka dikenal disiplin dalam bertahan sekaligus berbahaya saat melakukan serangan balik. Oleh sebab itu, Portugal harus tampil efektif apabila ingin memastikan tiket ke babak berikutnya.

Spanyol Berambisi Menjaga Konsistensi

Sementara itu, Spanyol datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil meyakinkan sepanjang turnamen. Tim Matador mengandalkan permainan cepat, penguasaan bola, dan kreativitas lini tengah untuk membongkar pertahanan Austria.

Namun demikian, Austria memiliki organisasi permainan yang solid. Mereka diperkirakan akan memberikan perlawanan sengit sehingga Spanyol wajib menjaga fokus selama 90 menit penuh.

Belgia dan Amerika Serikat Incar Kemenangan

Laga lainnya mempertemukan Belgia dengan Senegal. Belgia berusaha membuktikan kualitas generasi emas mereka, sedangkan Senegal ingin menciptakan kejutan dan melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Amerika Serikat mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah saat menghadapi Bosnia & Herzegovina. Bermain di depan pendukung sendiri menjadi keuntungan besar bagi AS untuk mengamankan kemenangan.

Prediksi Pertandingan Hari Ini

Berdasarkan performa terkini, Portugal dan Spanyol sedikit lebih diunggulkan. Akan tetapi, fase gugur selalu menghadirkan kejutan. Satu kesalahan kecil dapat mengubah jalannya pertandingan dan menentukan nasib sebuah tim.

Karena itu, para penggemar sepak bola dipastikan akan disuguhi pertandingan penuh tensi, drama, dan persaingan ketat dalam perebutan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Timnas Inggris akhirnya mengakhiri kutukan yang telah membayangi selama 60 tahun setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1

Timnas Inggris akhirnya mengakhiri kutukan yang telah membayangi selama 60 tahun setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (2/7/2026) dini hari WIB.

Timnas Inggris tak meraih kemenangan ini dengan mudah. Bahkan, fans The Three Lions dipaksa waswas hampir sepanjang pertandingan.

Tim besutan Thomas Tuchel sempat tertinggal lebih dulu setelah pemain DR Kongo, Brian Cipenga, mencetak gol cepat pada menit ketujuh.

Inggris baru mampu bangkit selepas jeda minum pada babak kedua. Kapten Tiga Singa, Harry Kane, tampil sebagai penyelamat lewat dua gol. Itu memastikan pasukan Thomas Tuchel membalikkan keadaan sekaligus mengamankan tiket ke 16 besar.

Dua gol tersebut juga mengantar Kane menorehkan catatan istimewa. Penyerang Bayern Munchen itu menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak dua gol dalam laga fase gugur Piala Dunia sejak Gary Lineker melakukannya saat menghadapi Kamerun pada perempat final Piala Dunia 1990.

Sudahi Rekor Buruk

Meski lolos, penampilan Inggris masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Lini pertahanan mereka beberapa kali tampak rapuh dan menjadi sorotan jelang duel melawan Meksiko pada babak berikutnya.

Performa yang kurang meyakinkan tentu tidak sepenuhnya memuaskan para pendukung Inggris. Namun, hasil akhir menjadi hal terpenting mengingat mereka berstatus favorit sebelum pertandingan dimulai.

Kemenangan comeback atas Republik Demokratik Kongo juga mengukir sejarah baru bagi Inggris. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil memenangi pertandingan Piala Dunia setelah tertinggal saat turun minum.

Catatan tersebut mengakhiri rekor sembilan pertandingan tanpa kemenangan setiap kali Inggris memasuki jeda babak pertama dalam posisi tertinggal.

Tak hanya itu, Inggris juga memutus rekor buruk yang telah bertahan selama enam dekade. Ini merupakan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia setelah kebobolan lebih dulu, mengakhiri rangkaian 13 pertandingan tanpa mampu membalikkan keadaan ketika lawan mencetak gol pembuka.

Terakhir kali Inggris berhasil memenangi laga Piala Dunia setelah tertinggal lebih dulu terjadi pada final Piala Dunia 1966 saat menghadapi Jerman Barat.

Rekor Sempurna Kontra Wakil Afrika

Kemenangan atas Republik Demokratik Kongo juga memperpanjang rekor sempurna Inggris menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia.

Sebelumnya, mereka menaklukkan Kamerun 3-2 pada perempat final Piala Dunia 1990 dan mengalahkan Senegal 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar.

Pada 16 besar, Inggris akan menghadapi Meksiko di Stadion Azteca. Menariknya, stadion legendaris tersebut bukan tempat yang asing bagi The Three Lions. Dalam 88 pertandingan terakhir yang mereka lakoni di sana, Inggris hanya menelan dua kekalahan.

Pertemuan Meksiko vs Ekuador di babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan digelar di Mexico City Stadium, Rabu (1/7/2026) pukul 08.00 WIB. Laga ini menjadi ujian berikutnya bagi salah satu tuan rumah turnamen yang tengah berada di laju positif.

El Tri menembus fase gugur dengan catatan sempurna: tiga kemenangan dari tiga laga fase grup tanpa kebobolan, plus enam gol tercipta. Mereka memuncaki Grup A dengan poin maksimal dan menjaga momentum di hadapan publik sendiri.

Ekuador tiba di fase ini sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup E. Kepercayaan diri pasukan Sebastian Beccacece meningkat setelah bangkit dan menaklukkan juara grup Jerman 2-1 pada partai terakhir.

Dengan dukungan lebih dari 80.000 penggemar, Meksiko menargetkan kelanjutan rekor tak terkalahkan mereka di turnamen, sementara Ekuador membawa semangat juang yang terbukti efektif saat membalikkan keadaan kontra Jerman.

Jadwal, Arena, dan Misi El Tri

Partai Meksiko vs Ekuador tersaji di Mexico City Stadium pada Rabu (1/7/2026) pukul 08.00 WIB. Atmosfer kandang yang masif menjadi modal tambahan bagi El Tri dalam misi menjaga kesempurnaan di babak 32 besar.

Meksiko datang dari fase grup dengan tiga clean sheet dan enam gol, performa yang memompa optimisme suporter bahwa kampanye mereka kali ini berpotensi menorehkan catatan spesial. Dominasi itu menempatkan mereka kukuh di puncak Grup A.

Di stadion sendiri, tim asuhan Javier Aguirre mengantongi rekor tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan Piala Dunia. Sepanjang sejarah, Meksiko hanya dua kali kalah di kandang, dengan kekalahan terakhir terjadi pada kualifikasi melawan Honduras pada September 2013.

Performa Gemilang Meksiko di Fase Grup

Kampanye El Tri dibuka dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan, lewat gol Julian Quinones dan Raul Jimenez. Mereka melanjutkan laju lewat hasil 1-0 melawan Korea Selatan, sebelum menutup dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Republik Ceko untuk mengamankan posisi teratas.

Aguirre, yang kini memasuki periode ketiganya menukangi Meksiko, membawa pengalaman panjang di pentas ini. Ia pernah tampil di Piala Dunia 1986 sebagai gelandang dan melatih El Tri pada edisi 2002. Pada kedua kesempatan tersebut, Meksiko mengemas dua kemenangan dan satu hasil imbang di babak grup, rekor yang kini telah dilampaui skuad saat ini.

Stabilitas lini belakang menjadi fondasi utama, tercermin dari tiga partai tanpa kebobolan. Efektivitas serangan juga terjaga melalui kontribusi Quinones dan Jimenez, yang kembali diharapkan memberi dampak pada fase gugur.

Ekuador dan Kebangkitan di Partai Penentu

Perjalanan Ekuador di Grup E berliku. Mereka memulai dengan kekalahan 1-0 dari Pantai Gading akibat gol menit ke-90, lalu ditahan 0-0 oleh Curacao meski melepaskan 27 tembakan ke gawang. Posisi mereka pun bergantung pada laga pamungkas.

Momen krusial hadir saat menghadapi Jerman. Leroy Sane sempat membawa lawan unggul cepat, namun Nilson Angulo segera menyamakan skor, sebelum Gonzalo Plata mencetak gol kemenangan pada menit ke-77 untuk memastikan tiket 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Capaian ini menandai kedua kalinya Ekuador menembus fase gugur Piala Dunia, menyamai torehan 2006. Saat itu, tim yang dipimpin Ivan Hurtado lolos bareng tuan rumah, tetapi tersingkir 0-1 di babak 16 besar lewat tendangan bebas David Beckham.

Rekor Pertemuan, Kabar Tim, dan Perkiraan XI

Meksiko dan Ekuador telah bersua 28 kali. El Tri memimpin dengan 17 kemenangan, Ekuador meraih empat kemenangan, sementara tujuh laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir terjadi pada Oktober 2025 dalam uji coba internasional yang berakhir 1-1.

Di Piala Dunia, kedua tim baru sekali bertemu: fase grup 2002 yang dimenangi Meksiko 2-1. Catatan head-to-head itu menambah bumbu duel fase gugur kali ini di Mexico City.

Menjelang babak 16 besar, Meksiko tidak menghadapi masalah cedera. Javier Aguirre diperkirakan akan mengembalikan Raul Jimenez ke starting lineup setelah diistirahatkan kontra Republik Ceko. Raul Rangel akan tetap menjadi penjaga gawang utama, meskipun Guillermo Ochoa yang berusia 40 tahun sempat tampil melawan Republik Ceko, menjadikannya pemain ketiga dalam sejarah, bersama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang tampil di enam Piala Dunia.

Di kubu lawan, Ekuador juga dilaporkan tidak memiliki masalah kebugaran atau cedera. Sebastian Beccacece diperkirakan tidak mengubah banyak komposisi dari tim yang menundukkan Jerman.

Perkiraan susunan pemain:

Meksiko: Rangel; Sanchez, Montes, Vasquez, Gallardo; Lira, Romo, Gutierrez; Alvarado, Jimenez, Quinones
Ekuador: Galindez; Franco, Ordonez, Pacho, Hincapie; Yeboah, Caicedo, Vite, Angulo; Plata, Valencia

Prancis menjadi salah satu favorit pada pertandingan Piala Dunia 2026 hari ini, Selasa (30/6/2026). Sementara itu, Meksiko dan Pantai Gading juga bertekad mengamankan kemenangan demi melangkah ke babak berikutnya.

BolaIndonesia – Babak gugur Piala Dunia 2026 semakin menarik pada Selasa, 30 Juni 2026. Tiga pertandingan besar akan menentukan tim-tim yang berhak melaju ke babak berikutnya. Oleh karena itu, setiap laga diprediksi berlangsung sengit karena tidak ada lagi kesempatan kedua bagi tim yang kalah.

Selain itu, sejumlah negara unggulan juga akan menghadapi lawan yang berpotensi memberikan kejutan. Dengan demikian, para pecinta sepak bola dipastikan akan disuguhi pertandingan penuh tensi sejak menit pertama.

Prancis Hadapi Ujian dari Swedia

Laga paling dinantikan hari ini mempertemukan Prancis melawan Swedia.

Prancis datang sebagai salah satu kandidat kuat juara berkat kedalaman skuad dan kualitas pemain di setiap lini. Meski demikian, Swedia tetap memiliki peluang memberikan perlawanan melalui permainan disiplin dan serangan balik cepat.

Apabila mampu tampil efektif, Prancis diprediksi mampu mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

Meksiko Tak Ingin Kehilangan Momentum

Sementara itu, Meksiko akan menghadapi Ekuador dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung seimbang.

Meksiko memiliki pengalaman panjang di Piala Dunia. Namun, Ekuador dikenal sebagai tim yang mampu menyulitkan lawan melalui permainan cepat dan agresif. Oleh sebab itu, duel ini diperkirakan berlangsung ketat hingga peluit akhir berbunyi.

Pantai Gading Incar Kejutan atas Norwegia

Pada pertandingan lainnya, Pantai Gading akan menantang Norwegia>.

Norwegia memang memiliki sejumlah pemain berkualitas. Akan tetapi, Pantai Gading juga tampil impresif sepanjang turnamen sehingga peluang untuk menciptakan kejutan tetap terbuka lebar. Karena itu, duel ini menjadi salah satu pertandingan yang layak dinantikan.

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini

  • Pantai Gading vs Norwegia
  • Prancis vs Swedia
  • Meksiko vs Ekuador

Jika melihat performa sepanjang turnamen, Prancis masih menjadi favorit untuk lolos. Di sisi lain, Meksiko diprediksi menang tipis atas Ekuador. Sementara itu, laga Pantai Gading kontra Norwegia diperkirakan menjadi pertandingan paling sulit ditebak karena kedua tim sama-sama memiliki peluang besar.

Penutup

Piala Dunia 2026 terus menyajikan pertandingan berkualitas tinggi. Selain menghadirkan duel antarnegara terbaik, setiap laga kini menjadi penentu nasib menuju babak berikutnya. Oleh karena itu, pertandingan pada 30 Juni 2026 dipastikan akan menjadi tontonan wajib bagi para pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Kiper veteran Timnas Tanjung Verde, Vozinha, mengungkapkan bahwa dirinya kini sedang berstatus tanpa klub.

Pengakuan itu muncul di tengah pencapaiannya membawa Tanjung Verde mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Tanjung Verde memastikan tiket otomatis ke babak 32 besar setelah finis sebagai runner-up Grup H. Prestasi tersebut menjadi catatan bersejarah bagi negara kepulauan kecil itu yang tampil sebagai debutan di Piala Dunia.

Vozinha, yang kini berusia 40 tahun, sebelumnya membela klub Portugal, Chaves, selama dua musim terakhir. Namun, kontraknya telah berakhir sehingga ia kini sedang mencari pelabuhan baru untuk melanjutkan karier profesionalnya.

Dalam wawancara dengan jurnalis Brasil, Daniel Braune, Vozinha mengaku belum memiliki klub baru, meski terbuka terhadap berbagai peluang.

“Saya mengakhiri kontrak dengan klub sebelumnya, Deportivo Chaves, dan saat ini saya belum memiliki apa pun,” ujar Vozinha.

“Saya terbuka untuk semuanya. Kita lihat saja nanti apa yang akan datang,” katanya.

Kendati telah memasuki usia 40 tahun, performa impresifnya di Piala Dunia 2026 diyakini membuat banyak klub tertarik menggunakan jasanya.

Jadi Pahlawan Tanjung Verde

Vozinha menjadi satu di antara sosok paling berpengaruh dalam keberhasilan Tanjung Verde mencatat sejarah.

Tim berjuluk Blue Sharks itu menjadi debutan pertama yang mampu menembus fase gugur Piala Dunia sejak Slovakia pada edisi 2010.

Di babak 32 besar, Tanjung Verde akan menghadapi juara bertahan, Argentina.

Negara yang hanya memiliki sekitar 500 ribu penduduk itu juga mencatat rekor sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia.

Penampilan terbaik Vozinha hadir pada laga pembuka Grup H saat menghadapi Spanyol. Ia tampil gemilang dengan menjaga gawangnya tetap perawan sehingga laga berakhir tanpa gol.

Penjaga gawang berpengalaman itu bahkan mampu menggagalkan berbagai peluang dari pemain-pemain Spanyol, termasuk Lamine Yamal dan Nico Williams. Berkat performa tersebut, jumlah pengikutnya di Instagram melonjak hingga bertambah sekitar satu juta akun.

Vozinha kemudian mencatatkan clean sheet keduanya dari tiga pertandingan grup ketika Tanjung Verde bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi.

Hasil itu memastikan mereka finis di posisi kedua Grup H setelah Uruguay kalah dari Spanyol.

Lini Belakang Ikut Berperan

Keberhasilan Tanjung Verde tak hanya ditentukan oleh aksi heroik Vozinha. Barisan pertahanan mereka juga tampil solid sepanjang fase grup.

Satu di antara pemain yang mencuri perhatian adalah Roberto Pico Lopes. Bek yang kini bermain untuk Shamrock Rovers di Liga Irlandia itu memiliki kisah unik sebelum memperkuat timnas.

Lopes sebelumnya bekerja sebagai penasihat kredit perumahan. Ia mendapat panggilan memperkuat Timnas Tanjung Verde melalui LinkedIn dan sempat mengira pesan dari pelatih tersebut hanyalah spam.

Pemain berusia 33 tahun itu akhirnya menjadi pesepak bola profesional penuh waktu pada 2017, sebelum menjalani debut bersama Timnas Tanjung Verde pada 2019.

Legenda Timnas Prancis, Thierry Henry, mengungkapkan mengapa megabintang Timnas Argentina, Lionel Messi, menjadi sangat berbahaya ketika berada di Zona 14 selama Piala Dunia 2026.

Setelah mengukir hattrick ke gawang Aljazair pada pertandingan Grup J Piala Dunia 2026, Messi kembali menjadi aktor kemenangan Argentina dengan menyumbangkan dua gol ke gawang Austria pada partai kedua.

Messi, yang kini sudah berusia 39 tahun, melampaui catatan striker legendaris Timnas Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia 2026.

Dua golnya ke gawang Austria menambah total torehannya menjadi 18 gol di Piala Dunia.

Kegeniusan Messi telah dianalisis oleh banyak orang, termasuk oleh mantan rekan setimnya di Barcelona, Thierry Henry.

Henry memberikan pandangannya tentang mengapa mantan pemain PSG itu sangat efektif di sepertiga akhir lapangan. Henry memberikan analisis menarik mengenai keberhasilan Messi mengubah permainan dari Zona 14.

Zona Kotak Emas

Dalam analisis taktis modern, lapangan dibagi menjadi kisi-kisi berisi 18 zona, yang terdiri dari enam barihorizontal dan tiga kolom vertikal. Sementara itu, Zona 14 adalah persegi panjang tengah di sepertiga akhir penyerangan yang terletak tepat di antara area lini tengah pusat dan kotak penalti.

Ada alasan mengapa area ini sering disebut sebagai “kotak emas”. Data statistik menunjukkan bahwa tim-tim sukses seperti skuad Prancis yang menjuarai Piala Dunia 1998 memiliki performa yang lebih baik di Zona 14.

Thierry Henry, tentu saja, merupakan bagian dari tim Prancis tersebut. Ia tahu betul pentingnya memiliki pemain dengan teknik tinggi yang dapat dengan cepat mengubah arah serangan lewat umpan pendek atau tusukan yang meliuk-liuk.

“Dengar, kita bicara tentang Lionel Messi yang hidup, bernapas, tidur, hingga minum kopi di zona itu. Zona 14. Biarkan saya menjelaskannya kepada Anda. Zona 14 adalah area sentral tepat di luar kotak penalti lawan. Tepat di tempat saya berdiri sekarang,” kata Henry.

Sumber Gol Messi

Di masa lalu, pemain seperti Zinedine Zidane dan Dennis Bergkamp sangat berkembang di bagian lapangan tersebut. Akan tetapi bagi banyak orang, Messi adalah raja yang tak terbantahkan di Zona 14.

“Kita semua tahu bahwa zona 17 adalah zona di mana Anda paling banyak mencetak gol. Jelas, karena di situlah gawang berada. Tetapi, jika Anda tahu cara berkeliaran di sini dan memahami permainan, Anda bisa mencetak banyak gol,” katanya.

“Lionel Messi tahu persis bagaimana cara menetap di sini. Ini adalah rumahnya. Di sinilah dia mencetak banyak sekali gol. Seperti yang akan kita lihat di sini. Ini adalah dia saat melawan Aljazair. Aljazair bermain dengan situasi mid-block (blok pertahanan menengah).”

“Dan sekarang bola akan keluar. Kita semua tahu bola itu akan sampai kepadanya dari tarikan umpan. Dan di sini, di Zona 14, para striker melakukan pergerakan menusuk,” ulas eks pemain Arsenal tersebut.

Dilema Bek Lawan

Henry juga menjelaskan pergerakan semacam ini memang membuat bek lawan mengalami dilema. Menurutnya, itu adalah area yang cukup berbahaya, terutama bisa dimaksimalkan pemain seperti Messi.

“Jika ada bek yang keluar untuk menutup ruang, mereka harus menghadapi umpan dari Lionel Messi. Dan kemudian dia mencetak gol dan menyelesaikannya dengan sempurna. Sekarang, saat melawan Aljazair. Momen yang berbeda. Dalam situasi transisi, dia berada di Zona 11,” katanya.

“Memasuki Zona 14. Bola mengalir ke Zona 13. Bola kembali lagi kepadanya. Tidak ada yang bisa bertahan menghadapi hal itu ketika Anda berada dalam situasi transisi. Ini rumit karena ketika bola memasuki Zona 13 atau bisa masuk ke Zona 16, semua orang akan merangsek ke kotak penalti dengan berlari.”

Ousmane Dembélé menjadi bintang kemenangan Prancis setelah mencetak hattrick saat Les Bleus mengalahkan Norwegia 4-1 dan memastikan diri sebagai juara Grup I Piala Dunia 2026.

Bolaindonesia – Timnas Prancis menutup perjalanan di fase grup Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna. Les Bleus mengalahkan Norwegia 4-1 pada laga terakhir Grup I yang berlangsung Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut memastikan Prancis melangkah ke babak 32 besar sebagai juara grup dengan koleksi sembilan poin dari tiga pertandingan.

Kemenangan ini sekaligus mempertegas status Prancis sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Mereka tampil konsisten sejak laga pembuka dan mampu mempertahankan performa impresif hingga pertandingan terakhir fase grup.

Dembélé Jadi Bintang Lapangan

Sorotan utama pertandingan jatuh kepada Ousmane Dembélé. Winger andalan Prancis itu tampil luar biasa dengan mencetak tiga gol alias hattrick.

Kecepatan, kreativitas, dan penyelesaian akhirnya membuat lini pertahanan Norwegia kesulitan sepanjang pertandingan. Penampilan gemilang tersebut menjadi modal penting bagi Dembélé untuk bersaing dalam perebutan gelar top skor turnamen.

Selain Dembélé, permainan kolektif Prancis juga mendapat pujian. Lini tengah mampu menguasai jalannya pertandingan, sedangkan pertahanan tampil disiplin sehingga Norwegia hanya mampu mencetak satu gol hiburan.

Norwegia Tetap Lolos ke Babak 32 Besar

Meski kalah telak, Norwegia tetap mengamankan tiket menuju babak 32 besar.

Tim yang diperkuat Erling Haaland itu finis sebagai runner-up Grup I setelah mengumpulkan poin yang cukup untuk mempertahankan posisi kedua klasemen. Kekalahan dari Prancis menjadi pelajaran berharga sebelum memasuki fase gugur yang dipastikan berlangsung jauh lebih ketat.

Persaingan Babak Gugur Semakin Menarik

Berakhirnya pertandingan Grup I membuat peta persaingan babak 32 besar semakin jelas. Sejumlah negara unggulan telah memastikan tempat di fase gugur, sementara beberapa laga terakhir fase grup masih menentukan komposisi lawan di babak berikutnya. Dengan performa yang ditunjukkan sejauh ini, Prancis diperkirakan menjadi lawan yang paling dihindari oleh tim-tim lain.

Kesimpulan

Prancis menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan terbesar dunia. Kemenangan 4-1 atas Norwegia bukan hanya memastikan status juara Grup I, tetapi juga mengirim pesan tegas kepada para pesaing bahwa Les Bleus siap berburu gelar Piala Dunia 2026.

Penampilan sensasional Ousmane Dembélé dengan hattrick menjadi bukti bahwa Prancis memiliki banyak pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan. Kini, perhatian akan tertuju pada kiprah mereka di babak 32 besar.

Timnas Kolombia dan Portugal akan berhadapan pada laga terakhir Grup K Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (28-6-2026), menjadi penentu siapa yang berhak finis sebagai juara grup.

Kolombia saat ini memimpin klasemen Grup K dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan. Sementara itu, Portugal menempati posisi kedua dengan empat poin sehingga hanya kemenangan yang dapat membawa Selecao das Quinas menggeser Kolombia dari puncak klasemen.

Kolombia tampil meyakinkan sepanjang fase grup. Tim asuhan Nestor Lorenzo itu membuka kiprah di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan, sebelum mengalahkan Republik Demokratik Kongo 1-0 pada pertandingan kedua.

Enam poin dari dua laga sudah memastikan Kolombia lolos ke babak 32 besar. Kini, Luis Diaz cs. hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci status juara Grup K.

Kuda Hitam

Apabila mampu finis di posisi teratas, Kolombia akan menghadapi satu di antara peringkat ketiga terbaik dari Grup D, E, I, J, atau L pada babak 32 besar.

Sebaliknya, jika kalah dari Portugal, Kolombia harus puas menjadi runner-up grup dan akan berjumpa peringkat kedua Grup L di fase gugur.

Kolombia juga disebut sebagai satu di antara tim kuda hitam pada Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Tricolor ini pernah mencatatkan prestasi terbaik dengan menembus perempat final Piala Dunia 2014.

Menariknya, laga ini menjadi pertemuan kompetitif pertama antara Kolombia dan Portugal. Sebelumnya, kedua negara hanya sekali bertemu, yakni dalam laga uji coba pada 2014 yang berakhir imbang tanpa gol.

Andalkan Kebangkitan Ronaldo

Portugal datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantai Uzbekistan 5-0 pada pertandingan sebelumnya. Cristiano Ronaldo menjadi sorotan berkat dua gol yang dicetaknya.

Penampilan itu sekaligus menjawab keraguan setelah kapten Portugal tersebut tampil kurang meyakinkan ketika bermain imbang tanpa gol melawan Republik Demokratik Kongo.

Tambahan dua gol itu membuat Ronaldo kini telah mengoleksi 975 gol sepanjang karier profesionalnya.

Portugal saat ini mengoleksi empat poin dan wajib mengalahkan Kolombia apabila ingin menutup fase grup sebagai juara Grup K.

Hasil imbang sudah cukup untuk memastikan Portugal lolos sebagai runner-up. Bahkan jika kalah, Portugal masih berpeluang mempertahankan posisi kedua selama Republik Demokratik Kongo gagal mengalahkan Uzbekistan pada laga lainnya.

Skenario Terburuk

Dalam skenario terburuk, Portugal memang masih bisa lolos sebagai satu di antara peringkat ketiga terbaik. Namun, peluang tersebut dinilai sangat kecil karena tim asuhan Roberto Martinez difavoritkan finis di dua besar klasemen.

Kolombia diperkirakan akan memberikan perlawanan sengit kepada Portugal dalam duel penentuan ini.

Melihat performa kedua tim sepanjang fase grup, pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan berakhir imbang.

Hasil tersebut akan membuat Kolombia mempertahankan posisi sebagai juara Grup K, sedangkan Portugal harus puas finis sebagai runner-up dan berpotensi menghadapi Ghana pada babak 32 besar.

Prakiraan Susunan Pemain

Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Sanchez, Lucumi, Mojica; Puerta, Arias, Lerma; James Rodriguez, Luis Suarez, Luis Diaz.

Pelatih: Nestor Lorenzo

Portugal (4-3-3): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Bruno Fernandes, Joao Neves; Pedro Neto, Cristiano Ronaldo, Joao Felix.

Pelatih: Roberto Martinez

Minggu, 28 Juni 2026

Pukul 06.30 WIB

Stadion Miami, Florida

Momen bersejarah bagi Ekuador di Stadion MetLife. Gol dramatis Piero Hincapié pada menit ke-88 memastikan kemenangan tipis 1-0 atas Argentina, mengukir sejarah baru bagi La Tri.

BolaIndonesia – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kejutan pada Jumat, 26 Juni 2026. Sorotan utama datang dari kemenangan dramatis Ekuador atas Jerman yang memastikan langkah mereka ke babak gugur. Selain itu, sejumlah pertandingan penentu juga siap digelar hari ini untuk memperebutkan tiket menuju 32 besar.

Ekuador Taklukkan Jerman dan Cetak Sejarah

Ekuador mencatat salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah sepak bolanya setelah mengalahkan Jerman dengan skor 2-1. Hasil tersebut memastikan wakil Amerika Selatan itu lolos ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Pelatih Sebastián Beccacece memuji mental para pemainnya yang mampu bangkit setelah awal turnamen yang kurang meyakinkan. Menurutnya, kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kepercayaan terhadap gaya bermain mampu menghasilkan prestasi besar.

Persaingan Menuju Babak 32 Besar Semakin Ketat

Memasuki pertandingan terakhir fase grup di beberapa grup, persaingan semakin sengit. Setiap gol memiliki arti penting karena tidak hanya menentukan posisi klasemen, tetapi juga peluang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Beberapa negara unggulan masih harus berjuang hingga laga terakhir agar dapat mengamankan tiket ke fase gugur. Kondisi tersebut membuat atmosfer Piala Dunia 2026 semakin menarik untuk disaksikan.

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026 Hari Ini

Sejumlah pertandingan menarik akan berlangsung pada hari ini, di antaranya:

  • Norwegia vs Prancis
  • Senegal vs Irak
  • Mesir vs Iran
  • Belgia vs Selandia Baru
  • Tanjung Verde vs Arab Saudi
  • Uruguay vs Spanyol

Seluruh pertandingan diprediksi berlangsung sengit karena masing-masing tim masih memiliki peluang untuk melangkah ke babak berikutnya.

Duel Prancis Jadi Sorotan

Prancis menjadi salah satu tim yang paling dinantikan aksinya pada hari ini. Les Bleus berpeluang mengamankan posisi terbaik di grup apabila mampu meraih kemenangan atas Norwegia.

Di sisi lain, Norwegia juga membutuhkan hasil maksimal untuk menjaga peluang lolos. Oleh karena itu, pertandingan ini diprediksi berlangsung terbuka sejak menit awal.

Duel Prancis Jadi Sorotan

Prancis menjadi salah satu tim yang paling dinantikan aksinya pada hari ini. Les Bleus berpeluang mengamankan posisi terbaik di grup apabila mampu meraih kemenangan atas Norwegia.

Di sisi lain, Norwegia juga membutuhkan hasil maksimal untuk menjaga peluang lolos. Oleh karena itu, pertandingan ini diprediksi berlangsung terbuka sejak menit awal.