24 Oktober 2026
Spanyol Lolos ke 16 Besar, Marc Cucurella Jadi Arsitek Kemenangan atas Austria

BolaIndonesia – Marc Cucurella tampil luar biasa saat membawa Spanyol menyingkirkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bek kiri yang dikenal berkat energi tanpa henti di sisi lapangan itu menjadi aktor penting di balik kemenangan La Furia Roja setelah terlibat dalam seluruh proses tiga gol yang bersarang ke gawang Austria.

Performa Cucurella membuktikan bahwa perannya bukan sekadar pemain bertahan. Ia menjadi motor serangan dari sisi kiri, terus memberikan ancaman melalui umpan-umpan akurat, overlap cepat, dan kerja sama apik dengan lini depan Spanyol.

Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Spanyol melaju ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah memperlihatkan permainan paling dominan sepanjang turnamen.

Awal Laga, Cucurella Langsung Mengancam

Sejak peluit pertama dibunyikan, Spanyol langsung menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola yang tinggi membuat Austria lebih banyak bertahan di wilayah sendiri.

Cucurella berkali-kali naik membantu serangan. Bahkan, ia sempat mencetak gol pada awal pertandingan. Namun gol tersebut dianulir wasit karena dinilai terjadi pelanggaran terhadap kiper Austria sebelum bola masuk ke gawang. Meski gagal mencatatkan nama di papan skor, bek Chelsea itu tidak kehilangan kepercayaan diri.

Ia terus memberikan tekanan melalui pergerakan agresif di sisi kiri dan menjadi sumber kreativitas bagi lini serang Spanyol.

Assist Perdana untuk Oyarzabal

Usaha Cucurella akhirnya membuahkan hasil pada babak pertama. Berawal dari penetrasi di sisi kiri, ia mengirim umpan datar yang sangat akurat ke depan gawang.

Mikel Oyarzabal berhasil menyambut bola tersebut dengan penyelesaian tenang untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Assist itu menjadi bukti kualitas visi bermain Cucurella. Alih-alih melepaskan umpan sembarangan, ia mampu memilih momen yang tepat sehingga Oyarzabal mendapatkan ruang ideal untuk menaklukkan kiper Austria.

Berperan Besar dalam Gol Kedua

Kontribusi Cucurella tidak berhenti sampai di sana. Pada gol kedua yang dicetak Pedro Porro, bek berusia 27 tahun itu kembali menjadi inisiator serangan.

Ia memulai rangkaian umpan cepat dari sisi kiri yang membuat pertahanan Austria kehilangan keseimbangan. Bola kemudian mengalir ke kotak penalti sebelum diselesaikan Porro melalui sundulan jarak dekat.

Meski tidak tercatat sebagai pemberi assist resmi, pergerakan dan umpannya menjadi kunci terciptanya gol kedua yang semakin memantapkan dominasi Spanyol sepanjang pertandingan.

Menutup Laga dengan Assist Kedua

Pada penghujung pertandingan, Cucurella kembali menunjukkan kualitasnya. Kali ini ia mengirim umpan terobosan yang sangat matang kepada Oyarzabal.

Sang striker tidak menyia-nyiakan peluang tersebut dan mencetak gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0 untuk Spanyol.

Dengan dua assist dan keterlibatan langsung dalam proses gol kedua, Cucurella praktis menjadi pemain yang berkontribusi pada seluruh gol Spanyol dalam pertandingan tersebut. Penampilannya mendapat banyak pujian karena mampu tampil sama baiknya ketika menyerang maupun bertahan.

Kokoh Bertahan, Tajam Menyerang

Selain kontribusi ofensif, Cucurella juga tampil disiplin saat bertahan. Ia mencatat akurasi operan di atas 90 persen, memenangi duel penting, serta membantu Spanyol menjaga clean sheet.

Statistik tersebut semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain paling konsisten di skuad Luis de la Fuente sepanjang turnamen. Bersama lini belakang Spanyol, ia sukses membuat Austria gagal menciptakan ancaman berarti ke gawang Unai Simón.

Modal Besar Menuju Babak 16 Besar

Pelatih Luis de la Fuente mengaku puas dengan performa anak asuhnya, tetapi tetap mengingatkan agar tim tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, fase gugur berikutnya akan jauh lebih berat sehingga Spanyol harus mempertahankan intensitas permainan yang sama.

Spanyol kini bersiap menghadapi pemenang duel Portugal kontra Kroasia pada babak 16 besar. Jika Cucurella mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Austria, peluang La Furia Roja melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 tentu semakin terbuka.

Penampilan impresif sang bek kiri menjadi bukti bahwa modern full-back bukan hanya bertugas menghentikan serangan lawan. Dalam sistem permainan Spanyol, Marc Cucurella justru menjelma sebagai salah satu senjata utama yang mampu menentukan hasil pertandingan melalui kontribusi nyata di kedua sisi lapangan.

BOLADONESIA – Keisuke Honda membuat sebuah tawaran menarik kepada Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA). Dia terang-terangan mengaku siap menggantikan Hajime Moriyasu sebagai pelatih timnas Jepang.

Honda tak meminta kontrak jangka panjang. Dia hanya minta diberi kesempatan setahun dan meminta dievaluasi setelah gelaran Piala Asia 2027. Jika Samurai Blue gagal, dia siap untuk meninggalkan posnya.

“Saya tahu ini mungkin kontroversial, tapi izinkan saya mengungkapkannya. Saya melihat berita bahwa pelatih Hajime Moriyasu ditawari perpanjangan kontrak setahun,” ujar Keisuke Honda seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun X-nya.

Dia menambahkan, “Namun, jika itu hanya sementara karena mereka tak menemukan kandidat pelatih berikutnya, kenapa tak mencoba saya selama setahun? Jika kami kalah di Piala Asia, Anda bisa memecat saya tanpa perlu basa-basi. Saya siap dengan tantangan itu.”

Kendala Keisuke Honda

Tantangan yang disampaikan Keisuke Honda itu disikapi tenang oleh petinggi JFA. Direktur Teknik Masakumi Yamamoto mengakui eks bintang timnas Jepang itu bisa jadi salah satu opsi menarik. Namun, bukan untuk saat ini.

“Antusiasme itu penting dan kami akan memenelaahnya dari berbagai sudut pandang. Piala Dunia berikut dan penunjukan pelatih akan diputuskan setahap demi setahap,” ujar Yamamoto seperti dikutip Gekisaka.

Dia menambahkan, “Saya menyikapi serius pernyataannya dan saya pikir dia adalah orang berbakat. Sangat bagus bagi dunia sepak bola ketika Anda punya sikap seperti itu. Saya menilai dia sebagai salah satu talenta yang ingin saya lihat kiprahnya pada masa depan.”

Untuk saat ini, tak mungkin bagi JFA menerima tantangan Honda. Ada satu kendala besar. Honda belum memiliki lisensi kepelatihan resmi. Dia memang sempat bertugas menangani timnas Kamboja dari 2018 hingga 2023. Namun, posisi resminya sebagai manajer umum. Adapun posisi pelatih dipegang Ryu Hirose.

 KLIKBETS – Lamine Yamal kembali menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2026. Kali ini, pemain muda Timnas Spanyol itu memicu perbincangan luas setelah melontarkan komentar mengenai kekuatan Timnas Prancis.

Pernyataan tersebut muncul menjelang kemenangan telak Prancis 3-0 atas Swedia, Rabu dini hari WIB kemarin.

Dalam pertandingan itu, Kylian Mbappe bersama Ousmane Dembele dan Michael Olise tampil impresif untuk membawa Les Bleus melangkah ke babak 16 besar.

Hasil tersebut membuat Prancis akan menghadapi Paraguay pada 16 besar. Namun, jika kedua tim terus melaju, Prancis dan Spanyol berpeluang bertemu di semifinal.

Menjelang kemungkinan duel itu, Yamal ditanya apakah Prancis lebih baik daripada Spanyol. Pemain yang masih berusia 18 tahun hingga 13 Juli mendatang itu memberikan jawaban terbilang singkat, tetapi menohok.

“Tidak. Mereka belum pernah mengalahkan kami sejak Euro. Mereka tidak bisa lebih baik dari kami,” ujar Yamal.

Komentar Netizen

Meski begitu, Yamal juga mengatakan hasil-hasil sebelumnya tidak lagi menjadi penentu. Menurutnya, tidak ada tim yang benar-benar menjadi favorit di Piala Dunia karena format fase gugur membuat setiap pertandingan memiliki tantangan tersendiri.

Komentar tersebut langsung memancing reaksi di media sosial X.

Seorang pengguna menilai Yamal “kehilangan arah”, sementara pengguna lain menyebut sang pemain tidak pernah belajar karena kerap berbicara sebelum pertandingan.

Komentar lain juga menyinggung kemungkinan pertemuan Prancis kontra Spanyol. Satu di antara pengguna menulis bahwa jika laga itu benar-benar terjadi, Kylian Mbappe akan menghukum Spanyol.

Ada pula yang mengkritik Yamal karena dinilai terlalu banyak berbicara, meski belum memenangkan apa pun.

Performa Meyakinkan

Di sisi lain, Prancis terus menunjukkan performa meyakinkan di bawah arahan Didier Deschamps. Les Bleus mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan catatan kemenangan di seluruh pertandingan yang telah dijalani.

Kedalaman skuad Prancis juga menjadi sorotan. Prancis tetap memiliki banyak pilihan, meski pemain seperti Desire Doue dan Rayan Cherki memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Selain produktif saat menyerang, Prancis dinilai tampil solid dalam setiap fase permainan. Serangan balik yang efektif dipadukan dengan kontribusi seluruh pemain saat bertahan membuat penampilan Les Bleus menjadi satu di antara yang paling menonjol di turnamen sejauh ini.

Yamal sebelumnya beberapa kali mampu membuktikan ucapannya di lapangan. Namun, performa Prancis saat ini membuat mereka menjadi satu di antara tim yang paling diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

Belgia menyingkirkan Senegal 3-2 lewat extra time di Seattle (2/7/2026) WIB. Ini comeback kedua Red Devils dari tertinggal dua gol di fase gugur setelah Jepang

Belgia kembali membalikkan keadaan di ajang empat tahunan tersebut. Red Devils menyingkirkan Senegal 3-2 lewat perpanjangan waktu pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski sempat tertinggal dua gol.

Laga di Lumen Field, Seattle, Kamis (2/7/2026) WIB, sempat mengarah ke kemenangan Senegal hingga menit-menit akhir waktu normal. Belgia memaksa extra time dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Hasil ini menambah daftar comeback Belgia dari ketertinggalan 0-2 pada fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, mereka melakukan hal serupa saat melawan Jepang di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Dua momen itu menempatkan Jepang dan Senegal sebagai korban kebangkitan dramatis Belgia di panggung Piala Dunia.

Lolos 16 Besar Usai Drama di Seattle

Senegal tampil lebih efektif di sebagian besar jalannya pertandingan. Mereka unggul lebih dulu melalui Habib Diarra pada menit ke-24, dan memperlebar jarak lewat Ismaila Sarr pada menit ke-51.

Belgia berada di ambang eliminasi ketika waktu normal memasuki fase krusial. Harapan skuad berjuluk Red Devils muncul saat Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86.

Tiga menit berselang, Youri Tielemans menyundul umpan Leandro Trossard untuk mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut memaksa duel berlanjut ke perpanjangan waktu.

Ketika laga tampak menuju adu penalti, keputusan VAR menghadirkan babak baru. Wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan menyatakan Tielemans dilanggar di kotak penalti.

Tielemans mengeksekusi sendiri kesempatan itu dan sukses pada menit 120+5. Belgia menang 3-2, mengamankan tempat di babak 16 besar dan mengakhiri laju Senegal dengan cara yang menyakitkan.

Jejak 2018: Jepang dan Awal Kebangkitan Red Devils

Delapan tahun sebelumnya, Belgia mencatat salah satu kebangkitan paling diingat di Piala Dunia. Pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia, lawannya kala itu adalah Jepang.

Samurai Biru mengejutkan lewat gol Genki Haraguchi pada menit ke-48. Empat menit kemudian, Takashi Inui menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Belgia merespons melalui Jan Vertonghen yang memperkecil skor. Tekanan berlanjut, dan Marouane Fellaini menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lima menit kemudian.

Memasuki detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Belgia melancarkan serangan cepat dari area pertahanan sendiri. Nacer Chadli menuntaskan peluang untuk memastikan kemenangan 3-2.

Dua Momen, Satu Pola di Fase Gugur

Kemenangan atas Jepang pada 2018 tercatat sebagai comeback pertama Belgia dari ketertinggalan dua gol pada fase gugur Piala Dunia. Di edisi 2026, Senegal menjadi korban terbaru skenario serupa.

Kali ini, Belgia melakukannya di babak 32 besar dan berujung tiket ke babak 16 besar. Polanya sama: tertinggal 0-2, menyamakan kedudukan jelang akhir, lalu menuntaskan kemenangan 3-2.

Dua catatan tersebut menegaskan kemampuan Belgia untuk bangkit pada momen paling menentukan, dengan Jepang dan Senegal sama-sama merasakan pahitnya comeback Red Devils di Piala Dunia.

LARISBOLA – Spanyol menundukkan Austria dengan skor 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB itu sepenuhnya dikuasai La Furia Roja.

Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan Spanyol dengan mencetak dua gol. Satu gol lainnya disumbangkan Pedro Porro untuk memastikan langkah La Furia Roja ke babak berikutnya.

Kemenangan ini membawa Spanyol melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Austria harus mengakhiri perjuangannya setelah gagal melewati fase gugur pertama.

Pada babak 16 besar, Spanyol akan menghadapi pemenang pertandingan antara Portugal dan Kroasia. La Furia Roja datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah tampil dominan sepanjang laga melawan Austria.

Babak Pertama

Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Lamine Yamal hampir membuka keunggulan pada menit kedua, tetapi tembakannya dari luar kotak penalti masih mampu ditepis Alexander Schlager.

Tekanan Spanyol berlanjut hingga pertengahan babak pertama. Marc Cucurella sempat membobol gawang Austria pada menit ke-30, namun wasit menganulir gol tersebut karena terjadi pelanggaran dalam proses serangan.

Serangan demi serangan terus dilancarkan La Furia Roja. Schlager kembali tampil gemilang ketika menggagalkan peluang Mikel Oyarzabal yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Oyarzabal menyambut umpan matang dari Cucurella sebelum melepaskan penyelesaian satu sentuhan yang membawa Spanyol unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Spanyol nyaris menambah keunggulan melalui tendangan bebas Alex Baena yang membentur mistar. Lamine Yamal juga memperoleh peluang emas pada masa injury time, tetapi Schlager kembali melakukan penyelamatan penting.

Spanyol tetap tampil agresif setelah jeda untuk mencari gol tambahan. Oyarzabal kembali memperoleh peluang melalui sundulan hasil sepak pojok, tetapi bola masih melambung di atas mistar.

Austria mencoba memberikan respons melalui Sasa Kalajdzic pada menit ke-61. Sundulan penyerang bertubuh jangkung itu hanya melintas tipis di atas gawang Spanyol.

Keunggulan La Furia Roja bertambah pada menit ke-66. Pedro Porro sukses menyundul umpan silang akurat Alex Baena untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Lamine Yamal hampir ikut mencatatkan namanya di papan skor menjelang akhir pertandingan. Namun, tembakannya berhasil disapu pemain bertahan Austria tepat di garis gawang sehingga peluang itu gagal menjadi gol.

Spanyol akhirnya menutup kemenangan dengan gol ketiga pada menit ke-89. Oyarzabal kembali mencetak gol usai memanfaatkan umpan Marc Cucurella, memastikan kemenangan meyakinkan 3-0 sekaligus mengantar La Furia Roja melaju ke babak 16 besar.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Pedro Porro; Pedri, Rodri; Alex Baena, Dani Olmo, Lamine Yamal; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Konrad Laimer, David Alaba, Kevin Danso, Stefan Posch; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Marcel Sabitzer, Paul Wanner, Romano Schmid; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick

Idnews.top – Belgia seperti memiliki hubungan khusus dengan pertandingan yang tampak nyaris berakhir dengan kekecewaan. Ketika harapan mulai menipis, tim berjuluk Red Devils itu justru mampu menemukan jalan untuk membalikkan keadaan.

Pemandangan tersebut kembali terlihat pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle. Belgia tertinggal dua gol dari Senegal dan hanya beberapa menit lagi dari kepulangan lebih cepat.

Namun, sejarah ternyata belum selesai ditulis. Delapan tahun setelah membungkam Jepang lewat comeback ikonik, Belgia kembali menghadirkan cerita serupa dengan Senegal sebagai korban terbaru.

Saat Senegal Merasa Tiket Sudah di Tangan

Sepanjang sebagian besar pertandingan, Senegal tampil sebagai tim yang lebih dekat dengan kemenangan. Habib Diarra membuka keunggulan pada menit ke-24 sebelum Ismaila Sarr menggandakan skor pada awal babak kedua.

Skor 2-0 bertahan hingga laga memasuki fase akhir. Para pendukung Senegal mulai melihat babak 16 besar di depan mata, sementara Belgia tampak kehabisan waktu.

Keadaan berubah pada menit ke-86 ketika Romelu Lukaku mencetak gol yang menghidupkan harapan. Tiga menit kemudian, Youri Tielemans menyundul bola ke gawang Senegal dan membuat pertandingan kembali seimbang.

Perpanjangan waktu tidak langsung menghasilkan pemenang. Ketika adu penalti mulai terasa sebagai akhir yang paling mungkin, drama terakhir muncul pada masa tambahan waktu extra time.

Tinjauan VAR menghadirkan penalti untuk Belgia setelah Tielemans dijatuhkan di kotak penalti. Gelandang itu kemudian berdiri di depan bola dan mengirim tendangan yang memastikan kemenangan 3-2 pada menit 120+5.

Jepang yang Lebih Dulu Merasakan Luka yang Sama

Bagi banyak pendukung Belgia, comeback atas Senegal langsung mengingatkan pada malam bersejarah di Rusia pada 2018. Saat itu, Jepang sempat membuat Belgia berada di tepi jurang eliminasi.

Genki Haraguchi membuka keunggulan Jepang pada menit ke-48. Empat menit berselang, Takashi Inui melepaskan tembakan jarak jauh yang membawa Jepang memimpin 2-0.

Belgia perlahan menemukan jalan keluar dari tekanan. Jan Vertonghen memperkecil ketertinggalan sebelum Marouane Fellaini menyamakan skor menjadi 2-2.

Ketika laga memasuki detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Belgia melancarkan serangan cepat yang berawal dari area pertahanan sendiri. Nacer Chadli muncul di posisi yang tepat untuk menuntaskan umpan Thomas Meunier dan memastikan kemenangan 3-2.

Jepang menjadi korban pertama comeback dua gol Belgia di fase gugur Piala Dunia. Kini, delapan tahun kemudian, Senegal merasakan pengalaman yang hampir identik.

Dua pertandingan itu dipisahkan oleh waktu yang panjang. Namun, keduanya memiliki pesan yang sama bahwa Belgia adalah tim yang tetap berbahaya hingga peluit akhir benar-benar berbunyi.

Ilustrasi Piala Dunia 2026 yang memasuki babak gugur pada 2 Juli 2026. Portugal, Spanyol, Belgia, dan Amerika Serikat menjadi sorotan dalam perebutan tiket menuju babak 16 besar

BolaIndonesia – Piala Dunia 2026 Memasuki Fase Gugur Piala Dunia 2026 memasuki babak 32 besar pada Kamis, 2 Juli 2026. Oleh karena itu, setiap pertandingan menjadi sangat menentukan. Tim yang menang akan melangkah ke babak 16 besar, sedangkan tim yang kalah harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen.

Empat pertandingan besar dijadwalkan berlangsung hari ini. Portugal menghadapi Kroasia, sementara Spanyol bertemu Austria. Selain itu, Belgia melawan Senegal dan Amerika Serikat berduel dengan Bosnia & Herzegovina. Jadwal tersebut menghadirkan laga yang diprediksi berlangsung sengit sejak menit pertama.

Portugal Andalkan Cristiano Ronaldo

Portugal kembali menjadi salah satu favorit juara. Perhatian publik tertuju kepada Cristiano Ronaldo yang masih menjadi sosok penting di lini depan. Meskipun usianya tidak lagi muda, pengalaman dan naluri mencetak golnya tetap menjadi ancaman bagi pertahanan Kroasia.

Di sisi lain, Kroasia memiliki kualitas yang tidak boleh diremehkan. Mereka dikenal disiplin dalam bertahan sekaligus berbahaya saat melakukan serangan balik. Oleh sebab itu, Portugal harus tampil efektif apabila ingin memastikan tiket ke babak berikutnya.

Spanyol Berambisi Menjaga Konsistensi

Sementara itu, Spanyol datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil meyakinkan sepanjang turnamen. Tim Matador mengandalkan permainan cepat, penguasaan bola, dan kreativitas lini tengah untuk membongkar pertahanan Austria.

Namun demikian, Austria memiliki organisasi permainan yang solid. Mereka diperkirakan akan memberikan perlawanan sengit sehingga Spanyol wajib menjaga fokus selama 90 menit penuh.

Belgia dan Amerika Serikat Incar Kemenangan

Laga lainnya mempertemukan Belgia dengan Senegal. Belgia berusaha membuktikan kualitas generasi emas mereka, sedangkan Senegal ingin menciptakan kejutan dan melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Amerika Serikat mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah saat menghadapi Bosnia & Herzegovina. Bermain di depan pendukung sendiri menjadi keuntungan besar bagi AS untuk mengamankan kemenangan.

Prediksi Pertandingan Hari Ini

Berdasarkan performa terkini, Portugal dan Spanyol sedikit lebih diunggulkan. Akan tetapi, fase gugur selalu menghadirkan kejutan. Satu kesalahan kecil dapat mengubah jalannya pertandingan dan menentukan nasib sebuah tim.

Karena itu, para penggemar sepak bola dipastikan akan disuguhi pertandingan penuh tensi, drama, dan persaingan ketat dalam perebutan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Lionel Mpasi Buktikan Mental Juara, Kiper RD Kongo yang Layak Diberi Apresiasi

BolaIndonesia – Penjaga gawang Timnas Republik Demokratik Kongo, Lionel Mpasi, layak mendapat apresiasi atas dedikasi, ketenangan, dan profesionalismenya di bawah mistar gawang. Meski sorotan publik sering kali hanya tertuju pada pencetak gol, peran Mpasi menjadi salah satu fondasi penting yang menjaga keseimbangan permainan timnya dalam berbagai pertandingan internasional.

Penampilan seorang kiper memang kerap diukur dari satu momen. Namun, di balik setiap penyelamatan maupun kebobolan, terdapat kerja keras, konsentrasi, dan tanggung jawab besar yang tidak selalu terlihat di atas lapangan. Lionel Mpasi menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang mampu memikul beban tersebut dengan penuh komitmen.

Konsisten Menjadi Benteng Pertahanan

Sepanjang kiprahnya bersama Timnas Republik Demokratik Kongo, Mpasi dikenal sebagai penjaga gawang yang memiliki refleks cepat, kemampuan membaca arah bola, serta keberanian saat menghadapi duel satu lawan satu. Karakter tersebut membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai pertandingan penting.

Di level internasional, tekanan terhadap seorang penjaga gawang selalu sangat tinggi. Kesalahan sekecil apa pun dapat berujung gol dan menjadi bahan perbincangan publik. Meski demikian, Mpasi tetap tampil percaya diri dan tidak kehilangan fokus dalam menjalankan tugasnya.

Keberanian untuk terus bangkit setelah menghadapi situasi sulit menjadi salah satu kualitas yang patut diapresiasi dari pemain berusia matang tersebut.

Mentalitas yang Patut Dicontoh

Tidak semua pemain mampu menjaga mental ketika mendapat tekanan besar dari lawan maupun ekspektasi suporter. Lionel Mpasi justru menunjukkan sikap profesional dengan tetap bekerja keras tanpa banyak mencari alasan.

Dalam dunia sepak bola modern, mentalitas menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Mpasi membuktikan bahwa seorang pemain profesional harus siap menerima kritik sekaligus terus berusaha meningkatkan performa di setiap pertandingan.

Sikap tersebut menjadikannya salah satu figur penting di ruang ganti, terutama bagi pemain-pemain muda yang sedang berkembang bersama tim nasional.

Peran Besar yang Sering Terlupakan

Performa seorang penjaga gawang sering kali baru mendapat perhatian ketika terjadi kesalahan. Padahal, banyak serangan lawan yang berhasil dipatahkan berkat keputusan cepat dan positioning yang tepat dari seorang kiper.

Lionel Mpasi telah berkali-kali memperlihatkan kualitas tersebut. Ia mampu mengorganisasi lini belakang, memberikan instruksi kepada rekan-rekannya, serta menjaga komunikasi agar pertahanan tetap solid sepanjang pertandingan.

Kontribusi semacam ini memang tidak selalu tercatat dalam statistik sederhana, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir sebuah laga.

Pengalaman Menjadi Modal Berharga

Sebagai pemain yang telah merasakan atmosfer kompetisi Eropa dan pertandingan internasional, Lionel Mpasi membawa pengalaman yang sangat berharga bagi Timnas Republik Demokratik Kongo.

Jam terbang tinggi membuatnya lebih tenang ketika menghadapi tekanan besar. Pengalaman tersebut juga membantunya mengambil keputusan secara cepat dalam situasi krusial, baik saat mengantisipasi umpan silang maupun menghadapi tendangan jarak dekat.

Kehadiran pemain berpengalaman seperti Mpasi memberikan rasa aman bagi lini pertahanan dan meningkatkan kepercayaan diri seluruh tim.

Layak Mendapat Dukungan

Sepak bola adalah olahraga kolektif. Kemenangan maupun kekalahan tidak pernah menjadi tanggung jawab satu pemain saja. Karena itu, Lionel Mpasi layak mendapatkan dukungan dan apresiasi atas dedikasi yang terus ia tunjukkan setiap kali dipercaya mengawal gawang negaranya.

Setiap penyelamatan yang dilakukan merupakan hasil latihan panjang, disiplin tinggi, serta kerja keras yang tidak terlihat oleh publik. Hal tersebut menjadi bukti bahwa profesi penjaga gawang membutuhkan konsentrasi dan mental baja selama 90 menit pertandingan.

Penutup

Lionel Mpasi mungkin bukan pemain yang selalu menghiasi daftar pencetak gol atau menjadi sorotan utama setelah pertandingan. Namun, kontribusinya bagi Timnas Republik Demokratik Kongo tetap memiliki nilai yang sangat besar.

Keteguhan mental, pengalaman, kemampuan teknis, serta profesionalisme yang ia tunjukkan menjadikan Mpasi sosok yang pantas memperoleh apresiasi dari pecinta sepak bola. Dalam olahraga yang penuh tekanan seperti sepak bola, pemain yang mampu terus berdiri tegak menghadapi kritik sekaligus tetap memberikan performa terbaik adalah aset berharga bagi setiap tim.

KLIKBETS – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 ikut mempertemukan Swiss melawan Aljazair di Stadion BC Place Vancouver, Jumat (3/7/2026) pagi mulai pukul 10.00 WIB. Duel ini tak kalah menarik, sebab kedua tim punya potensi yang sama untuk membuat kejutan. 

Piala Dunia tiket

Timnas Swiss layak menyandang status kuda hitam paling berbahaya di Eropa. Di bawah arahan pelatih Murat Yakin, skuad Rossocrociati dikenal memiliki organisasi permainan yang solid, disiplin pertahanan rapat, dan kerap menyulitkan bahkan menyingkirkan tim-tim raksasa.

Swiss menunjukkan status mereka sebagai penantang serius. Mereka melaju ke putaran final tanpa terkalahkan di babak kualifikasi zona Eropa. dan berlanjut di putaran final Piala Dunia 2026.

Swiss tak pernah kalah di tiga pertandingan Grup B, dengan torehan dua kemenangan dan sekali imbang. Swiss pun menjuarai Grup B.

Aljazair tak kalah berbahaya. Piala Dunia kali ini merupakan partisipasi yang keenam bagi tim berjulukan Les Fennecs atau Rubah Gurun sepanjang sejarahnya. Prestasi terbaik mereka adalah melaju ke babak 16 besar pada edisi 2014 di Brasil.

Tim yang dipimpin pelatih Vladimir Petkovic berhasil lolos ke babak 32 besar dari jalur peringkat ketiga terbaik, setelah berjibaku bersaing dengan Argentina dan Austria di Grup J.

Timnas Swiss sudah lama memiliki reputasi sebagai tim kuda hitam dan penjegal langkah tim-tim mapan. Dari 12 penampilan sebelumnya, Swiss tiga kali menembus babak perempat final yakni pada tahun 1934, 1938, dan 1954.

Menjelang duel kontra Aljazair, Swiss layak mendapat apresiasi tinggi karena berhasil finis di atas tuan rumah Kanada. Breel Embolo punya bekal bermain imbang 1-1 melawan Qatar, menghajar Bosnia-Herzegovina 4-1, dan mempermalukan tuan rumah Kanada 2-1 selama fase Grup.

Tim yang punya julukan lain Devils Rouges ini mengakhiri fase grup dengan catatan tujuh gol yang dicetak dan tiga gol kebobolan, sebuah peningkatan dibandingkan fase grup tahun 2022 di mana mereka mencetak empat gol dan kebobolan tiga gol.

Jika pelatih Murat Yakin berhasil membawa timnya melaju ke babak 16 besar, ini akan menjadi kali keempat secara berturut-turut Swiss mencapai tahap tersebut dalam kompetisi ini.

Swiss tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan kompetitif terakhir mereka, dengan enam kemenangan dan satu-satunya kekalahan dalam 10 laga kompetitif terakhir terjadi saat mereka takluk 3-2 dari juara Euro 2024, Spanyol, di ajang Nations League pada November 2024. 

Hasilliga terbaru

Sementara Aljazair berambisi melaju jauh sekaligus memperbaiki prestasi mereka di Brasil 12 tahun silam. Aljazair hanya menelan satu kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir, yakni ketika dihajar Argentina lewat hattrick Lionel Messi di laga pertama Grup J tanggal 17 Juni lalu.

Lalu Riyad Mahrez dan kawan-kawan mengandaskan perlawanan Yordania 2-1 dan menahan imbang Austria 3-3. Pemenang antara Swiss kontra Aljazair akan bertemu dengan pemenang antara Kolombia atau Ghana di babak 16 besar.

Komposisi Skuad

Swiss bakal tidak bisa diperkuat bek sayap Silvan Widmer di laga nanti, karena cedera pinggul. Luca Jaquez akan mendapat kepercayaan bermain atas performa apiknya saat melawan Kanada dengan tampil sebagai starter di posisi bek kanan, sementara Nico Elvedi dan Manuel Akanji diperkirakan akan tetap menempati posisi bek tengah.

Granit Xhaka dipastikan akan mengisi lini tengah, sedangkan kualitas teknis dan semangat juang Johan Manzambi bisa menjadi aset berharga dalam peran di belakang penyerang Breel Embolo.

Di kubu Aljazair, penyerang Mohamed El Amine Amoura, diragukan tampil karena cedera yang tidak disebutkan secara spesifik. Jika ia belum siap tampil sejak awal laga, kemungkinan besar lini depan akan diisi oleh Riyad Mahrez, Ibrahim Maza, Fares Chaibi, dan Amine Gouiri.

Sementara gelandang bertahan Nabil Bentaleb berharap dapat mencatatkan penampilan ke-64 bersama Timnas Aljazair. Ia bakal bekerja sama dengan dua bek tengah Aissa Mandi serta Ramy Bensebaini.

Prediksi Line-up

Swiss (4-2-3-1): Kobel; Jaquez, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Freuler, Xhaka; Sow, Manzambi, Vargas; Embolo

Pelatih: Murat Yakin

Aljazair (4-2-3-1): Zidane; Belghali, Mandi, Bensebaini, Ait-Nouri; Boudaoui, Bentaleb; Mahrez, Maza, Chaibi; Gouiri

Pelatih: Vladimir Petkovic

BOLADONESIA – Timnas Austria akan menghadapi timnas Spanyol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026) pukul 02.00 WIB. Jelang pertandingan krusia itu, sebuah permohonan khusus disampaikan oleh Presiden Austria, Alexander van der Bellen, kepada para orang tua.

Van der Bellen meminta para orang tua untuk mengizinkan anak-anak mereka untuk begadang demi menonton laga Spanyol vs Austria. Karena perbedaan zona waktu, partai timnas Austria tersebut akan berlangsung pada Kamis (2/7/2026) pukul 21.00 waktu Vienna. Itu artinya, anak-anak memang harus begadang.

“Para orang tuan yang terhormat, hari ini saya berbicara langsung kepada Anda sebagai Presiden Austria. Seperti yang mungkin Anda ketahui, Austria akan melawan Spanyol pada babak 32 besar pada Kamis ini. Karena ada perbedaan waktu yang signifikan, pertandingan akan disiarkan pukul 21.00 waktu kita,” urai Alexander van der Bellen seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun Facebook-nya.

Dia menambahkan, “Sekarang, atas nama anak-anak Anda, saya meminta Anda untuk mengizinkan mereka begadang sedikit lebih lama pada hari ini. Ya, menonton TV hingga larut malam memang tidak idel. Saya tahu itu. Namun, mohon berikan pengecualian kali ini agar anak-anak yang mau dapat mendukung timnas kita secara langsung.”

Jejak Langka Timnas Austria

Bukan tanpa alasan Alexander van der Bellen menyampaikan permohonan khusus agar anak-anak diizinkan begadang demi menonton laga timnas Austria pada babak 32 besar. Itu adalah jejak langka. Kali terakhir Das Team tampil pada fase gugur Piala Dunia pada 1954. Ketika itu, mereka kalah pada semifinal, lalu kalah lagi pada perebutan tempat ketiga.

“Ini adalah kenangan yang akan bertahan seumur hidup. Dan selain itu, ini adalah beberapa hari terakhir sebelum liburan sekolah. Semoga sukses!” kata Van der Bellen lagi dalam video di istananya dengan disertai beberapa orang anak-anal. “Dan untuk semua anak-anak: Selamat bersenang-senang mendukung!”

Laga nanti juga sangat menarik bagi Austria karena menghadapi Spanyol, salah satu favorit utama di Piala Dunia 2026. Bahkan, OPTA dan EASports memprediksi Lamine Yamal dkk. akan tampil sebagai juara. Tentu saja, akan jadi kejutan dan kenangan luar biasa bila tim asuhan Ralf Rangnick bisa menaklukkan La Furia Roja pada laga nanti.

Untuk pertandingan nanti, Austria dipastikan tak dapat diperkuat Phillipp Mwene. Fullback 1.FSV Mainz 05 itu harus menepi karena mengalami cedera otot paha kanan. Pada fase grup, bek kiri berumur 32 tahun itu diandalkan Rangnick saat melawan Yordania dan Aljazair, tapi tak diturunkan saat menghadapi Argentina.