25 Oktober 2026

LARISBOLA – Gabriel Martinelli dikabarkan menolak peluang bergabung dengan Galatasaray meski klub Turki tersebut mengajukan tawaran 45 juta euro kepada Arsenal. Kubu pemain telah menyampaikan bahwa winger asal Brasil itu tidak ingin pindah ke Turki pada tahap kariernya saat ini.

Menurut David Ornstein dari The Athletic, Galatasaray menjadikan Martinelli sebagai salah satu target utama mereka. Juara Turki itu kemudian mengajukan tawaran resmi senilai 45 juta euro untuk pemain berusia 25 tahun tersebut.

Martinelli masih memiliki kontrak bersama Arsenal hingga 2027, dengan opsi perpanjangan hingga 2028. Sikap sang pemain membuat Arsenal tidak dapat langsung menerima tawaran tersebut tanpa persetujuan dari pihak Martinelli.

Arsenal sendiri tidak sepenuhnya menutup kemungkinan menjual Martinelli pada musim panas ini. Namun, pemain tersebut dikabarkan hanya akan mempertimbangkan kepindahan jika ada klub dari liga top Eropa yang sesuai dengan keinginannya.

Martinelli Tidak Tertarik Gabung Galatasaray

Galatasaray sudah melakukan pendekatan resmi kepada Arsenal untuk mendapatkan Martinelli. Tawaran 45 juta euro menjadi bukti keseriusan klub Turki tersebut dalam mengejar sang winger.

Meski demikian, keinginan Galatasaray terbentur sikap Martinelli. Perwakilan pemain disebut telah memberitahu Arsenal bahwa Martinelli tidak memiliki rencana untuk melanjutkan karier di Turki.

Martinelli juga tidak sedang memaksa Arsenal untuk melepasnya. Ia masih terbuka bertahan di Emirates Stadium, tetapi peluang pindah ke liga top Eropa lainnya dapat dipertimbangkan jika tujuan tersebut sesuai dengan keinginannya.

Persik Kediri akan menjajal kekuatan terbaik saat menghadapi Phonm Penh Crown pada turnamen Internasional di Stadion Hang Jebat Malaka, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).

Ini menjadi ujian ketiga kalinya bagi pelatih Marcos Reina pada ujicoba pramusim. Sebelumnya, pada pemusatan latihan di Solo, Persik telah melakukan pemanasan melawan PSIS Semarang dan Persita Tangerang.

Arsitek asal Spanyol itu menyatakan serius dalam turnamen untuk memperingati ulang tahun ke-76, Gubernur Malaka Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam.

Sangat menarik bagaimana Marcos Reina meracik skuat terbaik Macan Putih yang cukup banyak mendatangkan pemain baru di ajang ini. Eks kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, akan jadi pilihan utama untuk menjalani debutnya.

Marcos Reina punya formasi favorit 4-3-3. Jadi kemungkinan dia akan menurunkan dua debutan asing, Park Jun Heong dan Marcelo Djalo, sebagai bek tengah. Kiko Carneiro mengisi posisi bek kanan. Sedangkan Rendy Sanjaya beroperasi di sektor kiri pertahanan.

Komposisi Paten

Sektor tengah Persik punya komposisi paten sejak musim lalu. Imanol Garcia diplot jadi filter sebagai gelandang bertahan yang didukung Ernesto Gomez dan Jon Toral.

Jose Enrique sebagai topskorer Persik di BRI Super League edisi lalu masih disupport Ezra Walian di sayap kiri. Mantan penyerang Persib, Sergio Castel, menyisir di sayap kanan.

Gelandang anyar, eks PSBS, Eduardo Barbosa yang baru bergabung harus sabar menanti jatah menit bermain dan melihat taktik sang pelatih dari bangku cadangan.

Davide Frattesi ke Lazio, Transfer dari Inter Makin Dekat

BolaIndonesia – Kabar terbaru dari bursa transfer Serie A. Davide Frattesi semakin dekat dengan pintu keluar Inter setelah Lazio kembali bergerak untuk mendapatkan gelandang asal Italia tersebut. Namun, Davide Frattesi belum resmi bergabung dengan Lazio karena kedua klub masih membahas formula transfer yang paling sesuai.

Negosiasi Frattesi menuju Lazio kembali menjadi salah satu perhatian utama bursa transfer Italia. Setelah beberapa kali gagal mencapai kesepakatan, Lazio dan Inter kini dilaporkan mencari solusi baru agar transfer sang gelandang dapat terealisasi.

Davide Frattesi Jadi Target Serius Lazio

Lazio sebenarnya sudah lama menginginkan Frattesi. Ketertarikan tersebut bukan sesuatu yang baru karena klub ibu kota Italia itu sebelumnya juga sempat mencoba mendatangkan pemain berusia 26 tahun tersebut.

Pada Februari 2026, Lazio bahkan telah mengajukan proposal yang melibatkan skema pinjaman dengan kewajiban membeli. Namun, Inter menolak tawaran tersebut karena belum menemukan formula yang dianggap menguntungkan bagi klub.

Kini situasinya kembali berubah. Frattesi disebut semakin terbuka terhadap kemungkinan meninggalkan Inter. Sang pemain juga membutuhkan klub yang bisa memberinya peran lebih besar setelah beberapa musim di San Siro.

Inter dan Lazio Bahas Skema Pinjaman

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Inter dan Lazio sedang mencari formula berbeda dari pembicaraan sebelumnya.

Menurut laporan terbaru yang beredar, kedua klub membahas pinjaman dengan biaya sekitar €5 juta dan opsi pembelian senilai €10 juta. Dalam rancangan tersebut juga terdapat klausul 50 persen dari keuntungan penjualan Frattesi di masa depan.

Formula tersebut menjadi alternatif setelah skema kewajiban membeli sebelumnya tidak menemukan titik temu.

Bagi Lazio, mekanisme pinjaman dapat memberikan fleksibilitas finansial. Sementara bagi Inter, kesepakatan tersebut tetap membuka peluang mendapatkan pemasukan tambahan dari Frattesi sekaligus mempertahankan kendali tertentu terhadap masa depan sang pemain.

Frattesi dan Hubungannya dengan Lazio

Menariknya, Lazio bukan klub asing bagi Frattesi. Sang gelandang pernah menjadi bagian dari akademi Lazio ketika masih berusia enam tahun sebelum kemudian melanjutkan perkembangan kariernya di AS Roma.

Perjalanan Frattesi kemudian membawanya ke Sassuolo. Setelah menjalani masa peminjaman di Ascoli, Empoli, dan Monza, ia berkembang menjadi salah satu gelandang Italia yang paling menarik perhatian.

Inter akhirnya mendatangkannya dari Sassuolo pada 2023. Bersama Nerazzurri, Frattesi mampu memenangkan sejumlah trofi dan memberikan kontribusi penting meskipun tidak selalu menjadi pilihan utama.

Inter Mulai Membuka Pintu untuk Frattesi

Situasi Frattesi di Inter berubah cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Setelah dua musim dengan kesempatan bermain yang tidak selalu konsisten, klub mulai membuka kemungkinan melepas pemain tersebut.

Laporan pada Mei 2026 menyebut Frattesi berada dalam daftar pemain yang berpotensi meninggalkan Inter pada musim panas. Ia bahkan dikaitkan dengan sejumlah klub lain, termasuk Nottingham Forest dan beberapa klub Italia.

Inter juga memiliki alasan finansial untuk mempertimbangkan penjualan sang gelandang. Setelah mendatangkannya dari Sassuolo, Nerazzurri tentu ingin mendapatkan nilai transfer yang sesuai dengan kualitas dan pengalaman Frattesi.

Lazio Bisa Menjadi Pelabuhan Baru

Jika kesepakatan akhirnya tercapai, Lazio dapat menjadi tempat ideal bagi Frattesi untuk mendapatkan kembali peran penting di lini tengah.

Karakter permainan Frattesi sangat cocok untuk tim yang membutuhkan gelandang dengan mobilitas tinggi. Ia dikenal memiliki kemampuan melakukan penetrasi dari lini kedua, bekerja keras tanpa bola, serta muncul di area berbahaya untuk mencetak gol.

Kehadiran Frattesi juga dapat memberikan variasi taktik bagi Lazio. Gelandang berusia 26 tahun itu memiliki pengalaman bermain di Serie A dan kompetisi Eropa sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan atmosfer kompetitif.

Belum Resmi, tetapi Negosiasi Terus Berjalan

Meski kabar mengenai kepindahan Frattesi ke Lazio semakin kuat, status transfernya belum resmi hingga saat ini.

Artinya, belum ada pengumuman resmi dari Inter maupun Lazio yang menyatakan bahwa Frattesi telah menjadi pemain Biancocelesti. Negosiasi masih menjadi tahap penting sebelum kedua klub dapat mencapai kesepakatan final.

Perkembangan formula terbaru menunjukkan bahwa Lazio dan Inter sama-sama masih berusaha menemukan jalan keluar. Jika pembicaraan berjalan lancar, Frattesi berpotensi segera meninggalkan San Siro untuk memulai babak baru di ibu kota Italia.

Untuk saat ini, Davide Frattesi ke Lazio masih dalam proses negosiasi, bukan transfer yang telah diresmikan. Arah Bola akan terus memantau perkembangan transfer ini hingga terdapat pengumuman resmi dari kedua klub.

Setelah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain baru pada awal musim panas 2026, Chelsea kini mulai mengalihkan fokus ke melepas pemain.

Pemain berikutnya yang berpotensi meninggalkan Stamford Bridge adalah bek tengah Benoît Badiashile. Sejumlah laporan menyebut Chelsea telah mencapai kesepakatan untuk meminjamkan bek asal Prancis itu ke Napoli dengan biaya 3,4 juta dolar AS atau sekitar Rp54 miliar.

Dalam kesepakatan tersebut, Napoli juga memiliki opsi untuk mempermanenkan Badiashile dengan nilai mencapai 31 juta dolar AS atau sekitar Rp495 miliar.

Namun, pekerjaan Chelsea belum selesai. Absennya The Blues dari kompetisi Eropa musim depan membuat klub dan pelatih baru Xabi Alonso tidak membutuhkan skuad dengan jumlah pemain yang terlalu gemuk.

Alonso bersama jajaran petinggi Chelsea masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Mereka perlu memangkas skuad, sekaligus mengurangi beban gaji dan menyediakan ruang dalam daftar pemain sebelum musim baru dimulai.

Berikut pemain yang bisa segera dilepas The Blues pada musim panas 2026.

  1. Axel Disasi

Chelsea tidak memiliki “bomb squad” pada musim panas ini, atau setidaknya jumlahnya tidak sebesar musim-musim sebelumnya. Badiashile sebelumnya berlatih terpisah dari skuad asuhan Alonso, dan sering menjalani sesi latihan bersama bek asal Prancis lainnya yang juga tidak masuk dalam rencana klub, Axel Disasi.

Disasi tampil mengesankan saat menjalani masa peminjaman di West Ham United musim lalu. Bek tersebut diyakini juga diminati sejumlah klub.

Crystal Palace disebut menjadi salah satu klub yang berpeluang mengejar kesepakatan peminjaman untuk membantu menggantikan Maxence Lacroix yang kini bergabung dengan Chelsea.

Chelsea juga masih harus mengambil keputusan terkait sejumlah pemain muda seperti Aaron Anselmino, Mamadou Sarr, dan Josh Acheampong.

Meski beberapa di antara mereka kemungkinan masih akan bertahan di Stamford Bridge, situasi Disasi cukup jelas. Sudah tidak ada lagi tempat untuknya di skuad Chelsea.

  1. Marc Guiu atau Satu Striket Muda Lainnya

Bahkan, bisa saja muncul anggapan bahwa Chelsea tidak terlalu membutuhkan Nicolas Jackson, Liam Delap, maupun Emmanuel Emegha karena masih memiliki tiga penyerang muda yang terikat kontrak di Stamford Bridge.

Salah satunya adalah Dastan Satpayev. Striker berusia 18 tahun itu tampil impresif sepanjang pramusim dan berpeluang mendapat kesempatan berkembang dengan menjadi bagian dari skuad Xabi Alonso pada musim ini.

Satpayev bahkan dinilai sudah melampaui Marc Guiu (20 tahun) dan David Datro Fofana (23 tahun) dalam urutan pilihan penyerang Chelsea.

Baik melalui skema peminjaman maupun transfer permanen, Chelsea perlu segera merampingkan jumlah pemain di lini depan agar komposisi skuad lebih ideal menjelang dimulainya musim baru.

  1. Liam Delap atau Satu Striker Senior Lainnya

Kedatangan Danny Welbeck membuat Chelsea kini memiliki lima striker senior. Jumlah tersebut jelas terlalu banyak untuk sebuah tim, terlebih The Blues musim depan hanya akan bertanding satu kali dalam sepekan karena tidak tampil di kompetisi Eropa.

Joao Pedro menjadi pilihan utama di lini depan dan hampir tidak mungkin tergeser. Sementara itu, Welbeck juga dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad. Artinya, praktis hanya tersisa satu tempat untuk diperebutkan oleh Nicolas Jackson, Liam Delap, dan Emmanuel Emegha.

Siapa yang akan bertahan masih menjadi tanda tanya. Namun, Delap menjadi kandidat terkuat untuk meninggalkan Stamford Bridge setelah kesulitan menunjukkan performa terbaik sejak bergabung dengan Chelsea.

Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengungkap bahwa Como, yang kini dilatih mantan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, telah membuka pembicaraan untuk merekrut Delap.

Sementara itu, Jackson juga diminati sejumlah klub dari berbagai penjuru Eropa. Namun, dibandingkan ketiganya, Jackson dinilai paling cocok untuk tetap bertahan di Chelsea, terutama karena kemampuan Emegha masih belum benar-benar teruji di level Premier League.

  1. Pedro Neto atau Satu Winger Bintang Lainnya

Jelas terlihat bahwa skuad Chelsea saat ini tidak dibangun untuk menghadapi musim tanpa kompetisi Eropa. The Blues kini memiliki enam pemain sayap di dalam skuad, dan jumlah tersebut belum termasuk Cole Palmer yang juga kerap bermain di sisi kanan.

Mykhailo Mudryk baru kembali setelah menjalani skorsing panjang. Ia kemungkinan perlu dipinjamkan agar bisa kembali mendapatkan kebugaran dan menit bermain secara rutin. Namun, selain Mudryk, Chelsea tampaknya juga harus membuat keputusan sulit terkait salah satu pemain sayap lainnya.

Satu posisi starter hampir pasti menjadi milik Morgan Rogers, yang didatangkan Chelsea dengan memecahkan rekor transfer klub. Di sisi berlawanan, Xabi Alonso harus memilih antara Estevao, Pedro Neto, Jamie Gittens, atau Geovany Quenda.

Dari keempat pemain tersebut, Neto memiliki nilai jual kembali paling tinggi. Manchester City juga diketahui menjadi salah satu klub yang tertarik kepadanya.

Sementara itu, Quenda masih berpeluang meninggalkan Stamford Bridge dengan status pinjaman. Namun, situasi berbeda berlaku bagi Estêvão. Pemain muda asal Brasil tersebut diproyeksikan sebagai bagian penting dari proyek Chelsea sehingga hampir dipastikan tidak akan dilepas.

KLIKBETS – Pedro Porro kembali bergabung dengan Tottenham setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

Bek kanan itu mendapat sambutan istimewa saat kembali mengikuti latihan bersama klub pada Kamis waktu setempat.

Para pemain tim utama, staf pelatih, karyawan klub, hingga pemain akademi Tottenham membentuk guard of honor untuk menyambut Porro.

Pemain berusia 26 tahun itu berjalan melewati barisan tersebut diiringi tepuk tangan, jabat tangan, dan sambutan hangat.

Porro menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026. Ia tampil sebagai starter dalam lima dari tujuh pertandingan Spanyol sepanjang turnamen dan turut berkontribusi lewat dua gol.

Gol pertama Porro tercipta saat menghadapi Austria. Ia kemudian kembali mencetak gol pada semifinal melawan Prancis yang membantu Spanyol melaju ke partai final sebelum akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia.

Jadi yang Keempat

Kesuksesan tersebut membuat Porro menjadi pemain Tottenham keempat yang berhasil menjuarai Piala Dunia.

Sebelumnya, Jimmy Greaves melakukannya bersama Inggris pada 1966, Hugo Lloris bersama Prancis pada 2018, dan Cristian Romero bersama Argentina pada 2022.

Sambutan untuk Porro berlangsung di fasilitas latihan Tottenham. Ia terlihat tersenyum sembari berjabat tangan dengan rekan-rekannya saat melewati guard of honor.

Satu di antara momen yang menarik terjadi ketika Porro bertemu pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi. Keduanya kemudian berpelukan hangat.

Sampaikan Terima Kasih

Setelah mendapat sambutan tersebut, Porro menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Ia juga menyoroti kuatnya hubungan di dalam keluarga besar Tottenham.

“Sangat istimewa ketika melihat semua orang di sini setelah memenangkan Piala Dunia. Yang terpenting adalah hubungan yang kami miliki, keluarga ini. Terima kasih banyak atas semuanya. Jadi, mari berjuang untuk segalanya karena ini akan menjadi tahun yang hebat bagi kami,” ujar Porro.

Setelah merayakan pencapaian terbesar dalam kariernya bersama Spanyol, Porro kini kembali fokus menjalani tugas bersama Tottenham yang sedang bersiap menghadapi musim baru.

Juventus Incar Zion Suzuki, Siap Jadi Kiper Utama

BolaIndonesia – Zion Suzuki menjadi salah satu target Juventus pada bursa transfer musim panas 2026. Bianconeri melihat kiper asal Jepang itu sebagai kandidat potensial untuk mengisi posisi penjaga gawang utama.

Juventus bahkan siap menawarkan peran penting kepada Zion Suzuki. Kesempatan menjadi kiper utama bisa menjadi faktor penting dalam upaya Bianconeri mendapatkan tanda tangan pemain tersebut.

Performa Zion Suzuki bersama Parma dan Timnas Jepang membuat namanya semakin menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Juventus pun harus bergerak cepat karena Paris Saint-Germain juga memantau situasi sang kiper.

Juventus Siapkan Peran Kiper Utama untuk Suzuki

Salah satu alasan Juventus berani mengejar Suzuki adalah rencana memberikan posisi penting sejak awal. Berbeda dengan PSG yang berpotensi menjadikannya pelapis, Juventus menawarkan Zion Suzuki peluang besar untuk langsung menjadi starter.

Laporan dari GE menyebut Juventus mengandalkan faktor olahraga untuk memenangkan persaingan dengan PSG. Bianconeri disebut siap memberikan jaminan sebagai kiper utama, terutama karena masa depan Michele Di Gregorio di Turin masih menjadi tanda tanya.

Situasi tersebut menjadi keuntungan bagi Juventus. Suzuki tentu membutuhkan menit bermain reguler untuk melanjutkan perkembangan kariernya di level tertinggi. Bagi Juventus, mendapatkan kiper muda dengan potensi besar juga bisa menjadi investasi jangka panjang.

Zion Suzuki Jadi Rebutan Klub Besar

Performa Suzuki membuat persaingan mendapatkan tanda tangannya semakin ketat. Selain Juventus, sejumlah klub Eropa ikut memantau situasinya.

Pada akhir Juli, Paris Saint-Germain juga dilaporkan melakukan kontak terkait kiper Parma tersebut. PSG melihat Suzuki sebagai salah satu opsi untuk memperkuat sektor penjaga gawang mereka.

Parma sebelumnya memasang harga sekitar 30 juta euro untuk melepas Suzuki. Nilai tersebut membuat Juventus harus mempertimbangkan strategi transfer dengan matang, sementara PSG memiliki kemampuan finansial yang lebih kuat. Juventus pun mencoba mengandalkan proyek olahraga mereka untuk menarik sang pemain.

Performa Suzuki Membuat Juventus Tertarik

Suzuki bukan sekadar kiper muda dengan prospek bagus. Ia sudah mendapatkan pengalaman penting di Italia bersama Parma dan menjadi bagian penting dari Timnas Jepang.

FIFA mencatat Suzuki sebagai penjaga gawang utama Jepang. Ia dikenal memiliki kemampuan fisik yang kuat, ketenangan ketika berada di bawah tekanan, serta kemampuan distribusi bola yang terus berkembang.

Kemampuan bermain dengan kaki juga menjadi salah satu alasan Juventus tertarik. Profil tersebut dianggap cocok dengan kebutuhan sepak bola modern, ketika kiper tidak hanya dituntut melakukan penyelamatan tetapi juga membantu membangun serangan dari lini belakang.

Transfer Juventus dan Suzuki Mulai Mengalami Hambatan

Meski Juventus sempat menjadi salah satu klub yang paling serius mengejar Suzuki, perkembangan terbaru justru membuat peluang transfer tersebut semakin sulit.

Paris Saint-Germain kemudian semakin serius mengejar Suzuki. Laporan terbaru menyebut Juventus bahkan mulai mengalihkan perhatian kepada Guglielmo Vicario setelah rencana mendatangkan Suzuki mengalami hambatan.

Situasi ini membuat saga transfer Suzuki menjadi salah satu cerita menarik menjelang bergulirnya musim baru Serie A.

Juventus masih membutuhkan kiper utama dan harus segera mengambil keputusan. Jika kesepakatan dengan Suzuki benar-benar gagal, Bianconeri kemungkinan akan melanjutkan negosiasi dengan kandidat lain.

Suzuki Bisa Menjadi Investasi Besar Juventus

Jika Juventus berhasil mendapatkan Zion Suzuki, transfer tersebut bisa menjadi langkah strategis untuk masa depan. Usianya yang masih 23 tahun memberikan ruang besar untuk berkembang.

Suzuki juga berpotensi menjadi salah satu penjaga gawang Asia yang paling menonjol di Eropa. Pengalaman di Serie A membuatnya sudah memahami karakter sepak bola Italia, sehingga proses adaptasi di Juventus secara teori bisa lebih mudah dibandingkan pemain yang baru pertama kali bermain di Italia.

Namun, untuk saat ini, Juventus masih harus menunggu perkembangan situasi. Tawaran posisi kiper utama menjadi senjata penting Bianconeri, tetapi PSG memiliki daya tarik finansial yang tidak mudah disaingi.

Dengan demikian, saga Juventus dan Zion Suzuki masih menjadi salah satu transfer yang patut ditunggu. Juventus menginginkan kiper masa depan, sementara Suzuki harus memilih antara peluang menjadi starter di Turin atau tantangan baru bersama klub raksasa Eropa lainnya.

BOLADONESIA – Pelatih Lazio, Gennaro Gattuso, buka suara mengenai rumor kedatangan Mauro Icardi. Gattuso menilai Gli Aquile membutuhkan seorang penyerang komplet yang tidak cuma pantai mencetak gol, tapi juga memiliki IQ tinggi.

Icardi belum mendapat pelabuhan baru semenjak meninggalkan Galatasaray pada 30 Juni lalu. Penyerang 33 tahun itu dilaporkan telah mendapat tawaran dari tim-tim asal Arab Saudi, Meksiko, Qatar, Brasil, hingga Argentina.

“Mauro telah mencatatkan namanya ke dalam buku sejarah sepak bola Italia. Dia adalah pencetak gol ulung, tapi kami harus benar-benar mengetahui fungsi lain Mauro di atas lapangan,” ujar Gattuso dilansir IDNEWS dari laman Tuttomercatoweb.

“Kami sedang mencari seorang striker dengan kecepatan, yang juga bisa menekan lawan serta menciptakan banyak gol. Kami membutuhkan seorang striker dengan kemampuan komplet, bukan cuma seorang pencetak gol,” sambung Gattuso.

Lazio Juga Kejar Andrea Pinamonti

Di tengah ketertarikan terhadap Icardi, Lazio tetap memprioritaskan upaya merekrut Andrea Pinamonti dari Sassuolo. Penyerang Italia itu dianggap sebagai target yang lebih realistis untuk didatangkan pada bursa transfer musim panas ini.

Sassuolo dikabarkan meminta biaya peminjaman sebesar 3 juta euro. Selain itu, Sassuolo juga menginginkan opsi pembelian senilai 12 juta euro yang bisa berubah menjadi kewajiban permanen jika syarat tertentu terpenuhi.

Selain Pinamonti, nama Lorenzo Lucca juga masih masuk dalam radar Gli Aquile. Namun, hingga kini fokus utama mereka tetap tertuju kepada Pinamonti.

Setelah berhasil mendatangkan Davide Frattesi, Gli Aquile masih ingin menambah amunisi di lini depan. Icardi menjadi opsi impian yang terus dipantau, sementara Pinamonti dianggap sebagai target yang paling mungkin direalisasikan dalam waktu dekat.

Enzo Fernandez Tetap di Chelsea, Deadline Transfer Terlewati

BolaIndonesia – Masa depan Enzo Fernandez di Chelsea akhirnya mendapat kejelasan. Setelah tenggat waktu bursa transfer terlewati, gelandang asal Argentina tersebut dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad The Blues untuk musim 2026/2027.

Kabar tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai kemungkinan Fernandez meninggalkan Stamford Bridge. Dalam beberapa waktu terakhir, nama pemain berusia 25 tahun itu sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa.

Namun, hingga deadline transfer berakhir, tidak ada kesepakatan yang membuat Enzo Fernandez angkat kaki dari Chelsea.

Enzo Fernandez Tetap di Chelsea

Enzo Fernandez tetap di Chelsea setelah tidak adanya transfer yang terealisasi hingga batas akhir bursa. Situasi tersebut membuat sang gelandang kini dapat sepenuhnya mengalihkan perhatian kepada persiapan menghadapi kompetisi musim baru.

Chelsea sendiri masih menaruh kepercayaan besar kepada Fernandez. Kehadirannya dianggap penting untuk menjaga keseimbangan lini tengah sekaligus membantu tim membangun permainan dari area tengah lapangan.

Sejak bergabung dengan Chelsea, Fernandez memang mendapatkan sorotan besar. Nilai transfernya yang tinggi membuat ekspektasi terhadap sang pemain juga ikut meningkat.

Meski perjalanan kariernya di London tidak selalu berjalan mulus, Fernandez tetap menjadi salah satu pemain penting dalam proyek jangka panjang Chelsea.

Rumor Transfer Akhirnya Berakhir

Spekulasi mengenai masa depan Enzo Fernandez sempat menjadi salah satu cerita yang menarik perhatian selama periode bursa transfer.

Rumor tersebut semakin ramai karena Chelsea terus melakukan perubahan dalam komposisi skuad. Aktivitas transfer klub yang agresif membuat masa depan beberapa pemain ikut dipertanyakan.

Fernandez pun tidak luput dari pemberitaan tersebut.

Akan tetapi, deadline transfer kini sudah terlewati. Tidak ada transfer yang terjadi. Dengan demikian, Fernandez dipastikan tetap mengenakan seragam Chelsea setidaknya untuk melanjutkan musim ini.

Situasi tersebut tentu menjadi kabar penting bagi pelatih Chelsea. Mempertahankan pemain seperti Fernandez memberikan opsi tambahan di lini tengah.

Peran Penting di Lini Tengah Chelsea

Fernandez memiliki kemampuan untuk bermain dalam beberapa peran di lini tengah. Ia dapat membantu membangun serangan, mengalirkan bola dari lini belakang, sekaligus memberikan kreativitas ketika Chelsea memasuki sepertiga akhir lapangan.

Karakter tersebut membuatnya menjadi pemain yang cukup fleksibel.

Selain kemampuan teknis, pengalaman Fernandez di level internasional juga menjadi modal penting. Ia telah merasakan tekanan pertandingan besar bersama tim nasional Argentina.

Pengalaman itu diharapkan bisa membantu Fernandez tampil lebih konsisten bersama Chelsea.

Kini, setelah masa depan Enzo Fernandez lebih jelas, perhatian akan beralih kepada performanya di lapangan. Fans Chelsea tentu ingin melihat sang gelandang memberikan kontribusi maksimal setelah melewati periode penuh spekulasi.

Chelsea Ingin Fernandez Fokus ke Musim Baru

Bursa transfer yang telah ditutup membuat Fernandez tidak perlu lagi menghadapi pertanyaan mengenai kemungkinan pindah klub dalam waktu dekat.

Kondisi ini dapat menjadi keuntungan bagi pemain maupun Chelsea.

Fernandez kini bisa fokus meningkatkan performa, beradaptasi dengan kebutuhan taktik tim, dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan rekan-rekannya.

Bagi Chelsea, mempertahankan Fernandez juga berarti mereka tetap memiliki salah satu gelandang dengan pengalaman dan kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di berbagai kompetisi.

Persaingan internal di skuad tentu tetap akan berlangsung. Namun, Fernandez memiliki peluang besar untuk kembali memainkan peran penting apabila mampu menunjukkan performa terbaiknya.

Deadline Terlewati, Fernandez Tetap di Stamford Bridge

Pada akhirnya, deadline transfer telah memberikan jawaban mengenai masa depan Enzo Fernandez.

Tidak ada kepindahan yang terjadi. Fernandez tetap menjadi pemain Chelsea dan siap melanjutkan perjuangannya bersama klub London tersebut.

Kini, tantangan sebenarnya dimulai.

Fernandez harus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi bagian penting dari rencana Chelsea. Sementara itu, klub juga berharap sang gelandang mampu memberikan kontribusi besar untuk mengejar target yang telah ditetapkan pada musim 2026/2027.

Bagi para pendukung The Blues, berakhirnya rumor transfer tentu membawa kelegaan. Mereka tidak perlu lagi menunggu kabar mengenai kepindahan Fernandez.

Enzo Fernandez tetap di Chelsea. Deadline telah terlewati, dan fokus sang pemain kini sepenuhnya tertuju pada lapangan hijau.

Idnews.top – Klub Premier League, Manchester United nampaknya akan turun dengan kekuatan penuh saat menghadapi AC Milan. Michael Carrick mempersiapkan total 25 pemain untuk menghadapi mantan manajer Setan Merah, Ruben Amorim.

Seperti yang sudah diketahui, MU telah melakukan pra musim mereka selama kurang lebih satu bulan. Selama periode itu, Setan Merah telah menggelar lima laga uji coba, dengan rincian tiga kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan.

Manchester United dijadwalkan akan menutup rangkaian uji coba pra musim mereka pada akhir pekan ini. Setan Merah akan menantang AC Milan di Polandia, di mana mereka akan bereuni dengan mantan manajer mereka, Ruben Amorim yang kini menjadi alenatore Rossoneri.

Michael Carrick mempersiapkan laga ini dengan serius. Untuk menghadapi AC Milan, ia memboyong 25 pemain ke Polandia untuk pertandingan ini.

Beberapa Pemain Inti Absen

Dari daftar yang dirilis Manchester United di situs resmi mereka, ada beberapa pemain senior mereka yang akan absen melawan AC Milan.

Di sektor kiper, Tom Heaton dan Karl Darlow belum bisa tampil karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun Senne Lammens dan Dermot Mee siap menjadi palang pintu MU di laga ini.

Mason Mount dan Benjamin Sesko juga dilaporkan akan absen di laga ini karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun kondisi mereka dikabarkan sudah hampir sembuh total.

Tiga Pemain Siap Beraksi

Di laga uji coba melawan AC Milan ini, tiga pemain Manchester United yang telat bergabung karena Piala Dunia 2026 sudah siap tampil.

Mereka adalah Kobbie Mainoo, Lisandro Martinez dan Marcus Rashford. Ketiga pemain ini bermain di final dan perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026 kemarin sehingga mereka mendapatkan libur ekstra.

Ketiga pemain ini dikonfirmasi pasti akan bermain melawan AC Milan, namun ketiganya baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua nanti.

Daftar Lengkap

Berikut adalah 25 pemain yang dibawa Michael Carrick untuk menghadapi AC Milan-nya Amorim:

Kiper: Dermot Mee, Fred Heath, Senne Lammens.

Bek: Ayden Heaven, Diogo Dalot, Harry Amass, Harry Maguire, Leny Yoro, Lisandro Martinez, Luke Shaw, Noussair Mazraoui, Patrick Chinazaekpere Dorgu.

Gelandang: Andrey Santos, Bruno Fernandes, Jack Fletcher, Kobbie Mainoo, Toby Collyer, Tyler Fletcher, Youri Tielemans.

Penyerang: Amad, Bryan Mbeumo, JJ Gabriel, Joshua Zirkzee, Marcus Rashford, Matheus Cunha, Shea Lacey.

BOLADONESIA – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, berniat melakukan eksperimen pada partai uji coba melawan Penang FC. Tavares ingin menurunkan pemain-pemain yang tak banyak mendapat kesempatan tampil di Piala Presiden 2026.

Laga Persebaya vs Penang rencananya mentas di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (15/8) malam WIB. Partai uji coba itu menjadi rangkaian dari persiapan Bajol Ijo untuk mengarungi musim 2026-27.

“Kami akan melihat beberapa pemain yang sebelumnya belum mendapat banyak menit bermain. Saya selalu ingin memberikan kesempatan kepada pemain yang menunjukkan performa bagus dalam latihan,” jelas Tavares dilansir IDNEWS dari laman resmi klub.

“Perubahan satu atau dua pemain dari komposisi sebelumnya tidak boleh menjadi alasan bagi tim untuk kehilangan intensitas, agresivitas, maupun identitas permainan Persebaya,” imbuhnya.

Bernardo Tavares Pasang Ekspektasi Tinggi

Meski ingin melakukan eksperimen, Tavares tetap memasang ekspektasi tinggi. Tavares pun berharap anak asuhnya menghadapi Penang dengan keseriusan tinggi.

“Pertandingan seperti ini penting karena jika kami ingin menjadi tim yang baik, kami harus serius di setiap pertandingan pramusim. Dengan menjalankan tanggung jawab dan memberikan yang terbaik, kami bisa terus berkembang.”

“Melawan Penang, kami bermain di kandang sendiri di hadapan Bonek dan Bonita. Karena itu, sejak peluit pertama berbunyi, kami harus berusaha memenangi pertandingan,” tuntas Tavares.

Persebaya memulai Super League 2026-27 dengan laga tandang melawan Bhayangkara FC. Partai tersebut rencananya mentas di Stadion Sumpah Pemuda pada 5 September 2026.