24 Oktober 2026

LARISBOLA – Lionel Messi membuka peluang tampil di Piala Dunia 2030. Kapten Argentina itu belum menutup kemungkinan bermain di turnamen ketujuh sepanjang karier internasionalnya.

Lionel Messi baru saja menorehkan rekor baru di Piala Dunia setelah melampaui Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Catatan tersebut mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.Di Piala Dunia 2026 sejauh ini, Lionel Messi sudah mengoleksi lima gol untuk Argentina. Ia juga berambisi membawa Albiceleste meraih gelar Piala Dunia kedua secara beruntun setelah sukses menjadi juara pada 2022.

Banyak pihak sempat memperkirakan Messi akan pensiun dari tim nasional setelah meraih trofi yang lama ia kejar di 2022. Namun, keputusan itu tak pernah datang karena ia masih merasa mampu bersaing di level tertinggi.

Dalam wawancara terbaru, Messi mendapat pertanyaan terkait peluang tampil di Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol. Jawabannya menunjukkan bahwa ia belum ingin membuat keputusan sekarang.Messi menegaskan bahwa kondisi fisik akan menjadi faktor utama dalam menentukan masa depannya. Ia juga memilih menikmati kariernya hari demi hari tanpa terlalu jauh memikirkan masa mendatang.

“Saya akan terus bermain untuk sementara waktu, selama saya masih bisa memberikan yang terbaik, merasa bugar secara fisik, dan terus berlari serta membantu rekan setim,” ujar Messi.“Saya akan terus bermain. Saya tidak tahu apakah saya akan bermain di Piala Dunia 2030, sejujurnya saya tidak memikirkannya sekarang. Itu terasa masih cukup jauh, tetapi saya menjalani semuanya hari demi hari dan fokus pada masa kini,” lanjutnya.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Lionel Messi belum menutup pintu sepenuhnya. Meski demikian, ia juga tidak ingin memberikan janji tentang sesuatu yang masih sangat jauh.

Jika benar tampil pada 2030, Lionel Messi akan berusia 43 tahun. Angka tersebut sangat jarang untuk pemain non-kiper yang masih bersaing di level elite sepak bola dunia.

Tantangan terbesar tentu ada pada kebugaran tubuh dan kemampuan menjaga intensitas permainan. Sepak bola modern menuntut kecepatan, stamina, dan konsistensi tinggi di setiap pertandingan.

Ada faktor emosional yang bisa menjadi dorongan tambahan bagi Messi. Piala Dunia 2030 akan berlangsung di Spanyol, negara yang sangat lekat dengan karier gemilangnya bersama Barcelona.

Messi menghabiskan era terbaiknya di Barcelona dan membangun warisan luar biasa di sana. Kesempatan kembali ke tanah yang membesarkan namanya dalam panggung terbesar dunia tentu dapat menjadi motivasi tersendiri.

Kini, semua kembali pada waktu dan kondisi fisik Lionel Messi. Satu hal yang pasti, selama Messi masih bermain, peluang melihat keajaiban lain darinya selalu terbuka.

Idnews.top – Maroko menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 4-2 atas Haiti pada matchday ketiga Grup C. Pertandingan berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (25/6/2026) pukul 05.00 WIB.

Achraf Hakimi, Ismael Saibari, Soufiane Rahimi, dan Gessime Yassine mencetak gol untuk Maroko. Haiti sempat unggul melalui gol bunuh diri Bono dan tembakan spektakuler Wilson Isidor.

Berkat kemenangan ini, Maroko mengunci posisi kedua klasemen Grup C dengan koleksi tujuh poin. Singa Atlas pun memastikan diri melaju ke babak 32 besar mendampingi Brasil yang menjadi juara grup.

Di sisi lain, Haiti harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini tanpa meraih satu poin pun. Tiga kekalahan dari tiga pertandingan membuat mereka finis di dasar klasemen.

Babak Pertama

Maroko langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal pertandingan. Bilal El Khannouss memperoleh peluang pada menit keenam, tetapi kiper Johny Placide mampu membaca situasi dengan baik.

Haiti justru berhasil mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-10. Bola yang mengenai Bono berakhir masuk ke gawang sendiri dan membuat Maroko tertinggal 0-1.

Setelah kebobolan, Maroko meningkatkan tekanan ke area pertahanan lawan. Ismael Saibari dan Achraf Hakimi mendapatkan peluang, namun belum mampu menaklukkan Placide.

Gol penyeimbang akhirnya lahir pada menit ke-39 melalui Hakimi. Bek kanan Maroko itu memanfaatkan bola liar di kotak penalti sebelum VAR memastikan gol tersebut sah.

Kejar-kejaran gol terjadi menjelang turun minum. Wilson Isidor membawa Haiti kembali unggul pada menit ke-43 sebelum Saibari menyamakan skor menjadi 2-2 pada masa injury time babak pertama.

Babak Kedua

Maroko kembali mendominasi permainan selepas jeda. Mereka terus menekan demi mencari gol yang bisa membalikkan keadaan.

Peluang emas didapat Bilal El Khannouss pada menit ke-60. Namun, Johny Placide kembali menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78. Soufiane Rahimi memanfaatkan bola lepas di dalam kotak penalti untuk membawa Maroko berbalik unggul 3-2.

Haiti berusaha memberikan respons di sisa waktu pertandingan. Akan tetapi, pertahanan Maroko mampu meredam upaya lawan untuk menyamakan kedudukan.

Maroko memastikan kemenangan pada menit ke-89 melalui Gessime Yassine. Gol tersebut sempat diperiksa VAR sebelum disahkan, dan skor 4-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan Pemain

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Redouane Halhal, Chadi Riad, Anass Salah-Eddine; Sofyan Amrabat, Neil El Aynaoui; Brahim Diaz, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss, Ayoub El Kaabi.

Pelatih: Mohamed Ouahbi

Haiti (4-4-2): Johny Placide; Jean-Kevin Duverne, Ricardo Ade, Hannes Delcroix; Martin Experience; Josue Casimir, Danley Jean Jacques, Jean-Ricner Bellegarde, Ruben Providence; Wilson Isidor, Lenny Joseph.

Pelatih: Sebastien Migne

BOLADONESIA – Didier Deschamps meninggalkan sementara pemusatan latihan Prancis di Piala Dunia 2026 setelah mendapat kabar duka atas wafatnya sang ibu. Pelatih berusia 57 tahun itu akan pulang ke Prancis untuk menghadiri pemakaman.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa Deschamps tidak akan memimpin sesi latihan maupun berada di bangku cadangan saat Prancis menghadapi Norwegia di Boston pada 27 Juni mendatang. Pertandingan tersebut akan menentukan siapa yang finis sebagai juara grup I.

“Didier Deschamps tidak akan dapat memimpin sesi latihan menjelang pertandingan Norwegia vs Prancis. Ia juga tidak akan berada di bangku cadangan untuk laga terakhir Les Bleus di grup I,” demikian pernyataan resmi FFF.

FFF menjelaskan bahwa Deschamps harus kembali ke Prancis setelah menerima kabar meninggalnya sang ibu. Federasi juga menyebut situasi tersebut sebagai momen yang sangat menyakitkan dan menyampaikan dukungan penuh kepada Deschamps beserta keluarganya.

Guy Stephan Dipercaya Gantikan Didier Deschamps

Selama Deschamps berada di Prancis, tugas memimpin tim akan diemban oleh asisten pelatih Guy Stephan. Keputusan tersebut telah disepakati bersama Presiden FFF Philippe Diallo.

Stephan bukan sosok asing bagi Deschamps. Keduanya telah bekerja bersama sejak 2009 ketika Deschamps menangani Olympique Marseille, sebelum kembali berkolaborasi di tim nasional Prancis sejak 2012.

Pelatih berusia 69 tahun itu juga memiliki hubungan panjang dengan Deschamps. Mereka pernah bekerja dalam staf timnas Prancis di bawah Roger Lemerre saat menjuarai Euro 2000, ketika Deschamps masih menjabat kapten tim.

Meski absen pada laga kontra Norwegia, Deschamps diperkirakan akan kembali memimpin Prancis setelah menghadiri pemakaman. Deschamps tetap diharapkan melanjutkan tugasnya bersama Les Bleus pada fase gugur turnamen.

BOLADONESIA – Assim Madibo, gelandang timnas Qatar, mendapat sanksi berat dari FIFA. Pemain berumur 29 tahun itu dihukum tak boleh tampil dalam 5 pertandingan bersama Al-Annabi karena tindakan brutalnya dalam laga melawan Kanada.

Saat Qatar dibantai 0-6 oleh Kanada pada matchday II Grup B Piala Dunia 2026, Madibo diganjar kartu merah langsung oleh wasit pada menit ke-51 gara-gara menekel Ismael Kone dari belakang. Akibat tekel itu, Kone mengalami patah kaki dan harus menjalani operasi.

Kartu merah yang diterima Assim Madibo jadi sorotan komite disiplin FIFA. Tekel kerasnya kepada Kone dinilai sebagai violent conduct sehingga layak dihukum berat. Sanksi 5 laga pun dijatuhkan kepada dia. Meskipun begitu, pemain Al Wakrah SC itu masih bisa banding.

Hal yang bisa meringankan Madibo adalah sikap sportifnya. Setelah insiden, dia langsung menghampiri dan meminta maaf kepada Kone. Dia juga menengok Kone saat berada di rumah sakit. Di sana, Madibo sempat berbicang dengan Kone yang duduk di kursi roda.

Assim Madibo Absen di Piala Asia 2027

Larangan tampil dalam 5 laga itu membuat Assim Madibo akan dijalani pada laga resmi timnas Qatar. Mengingat tim asuhan Julen Lopetegui sudah dipastikan tersisih dari Piala Dunia 2026, sang gelandang dipastikan harus absen pada 4 laga di Piala Asia 2027.

Salah satu laga yang harus dilewatkan Madibo adalah menghadapi Indonesia pada matchday II fase grup. Di samping Indonesia, lawan Al Annabi pada fase grup adalah Thailand dan Jepang. Menilik hal itu, kemungkinan besar dia tak akan masuk skuad.

Sanksi 5 laga yang diterima Madibo terbilang berat, tapi bukan yang terberat bagi seorang pemain akibat insiden di Piala Dunia. Hukuman itu masih jauh dari yang diterima Luis Suarez, striker Uruguay, dan Mauro Tassotti, bek Italia.

Suarez diganjar hukuman 4 bulan dan absen dalam 9 laga Uruguay setelah menggigit Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014. Dua dekade sebelumnya, Tassotti dijatuhi sanksi 8 kali tak boleh membela Italia gara-gara menyikut Luis Enrique.

KLIKBETS – Bintang Inggris, Jude Bellingham, tidak mendapat kartu merah saat laga melawan Ghana di Piala Dunia 2026, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Padahal, ia terlihat menutupi mulutnya saat berbicara dengan pemain Ghana, Jordan Ayew. 

Alasan di balik insiden tersebut akhirnya terungkap. Apakah itu? 

Insiden tersebut terjadi hanya tiga hari setelah pemain Paraguay, Miguel Almiron, mendapat kartu merah karena menutupi mulutnya saat berbicara kepada bek Turki, Mert Muldur, dalam pertandingan lain di akhir pekan.

Saat itu, Muldur melaporkan ucapan Almiron kepada wasit. Insiden tersebut kemudian diperiksa melalui VAR dan berujung pada kartu merah untuk pemain Paraguay tersebut.

Gara-gara kejadian itu, banyak penonton kebingungan mengapa Bellingham tidak menerima hukuman serupa setelah tertangkap kamera melakukan hal yang tampak sama.

Namun, menurut laporan yang beredar, percakapan antara Bellingham dan Ayew tidak diselidiki lebih lanjut karena dianggap berlangsung dalam suasana santai dan bersahabat.

Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, sebenarnya telah menjelaskan aturan baru tersebut sebelum turnamen Piala Dunia 2026 dimulai.

“Pemain tetap boleh menutupi mulut mereka dengan lengan atau jersey karena mereka mungkin sedang berbincang dengan teman,” ujar Collina.

“Sangat normal bagi pemain untuk berbicara sebelum, selama, atau setelah pertandingan.”

“Jadi jika percakapannya bersifat ramah, mereka bisa terus melakukannya tanpa masalah.”

Namun, Collina menegaskan situasinya berbeda jika percakapan berlangsung dengan nada konfrontatif.

“Ketika percakapan bersifat konfrontatif, menutupi mulut bisa berarti Anda sedang melakukan sesuatu yang sangat salah. Dalam kondisi seperti itu, hukumannya adalah kartu merah.”

Bellingham dan Ayew tampak hanya mengobrol biasa, sehingga tidak ada alasan bagi wasit untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Sementara itu, insiden yang melibatkan Almiron dan Muldur terjadi dalam situasi yang jauh lebih panas.

Keributan bermula setelah penyerang Paraguay, Isidro Pitta, terjatuh akibat benturan dengan pemain lawan. Para pemain Turki menuduh Pitta berpura-pura cedera dan memintanya segera bangkit.

Situasi itu memicu adu mulut antara kedua kubu, yang kemudian berujung pada percakapan antara Almiron dan Muldur saat Almiron menutupi mulutnya.

Meski harus bermain dengan 10 orang, Paraguay tetap mampu meraih kemenangan 1-0 dalam pertandingan tersebut.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kemudian menegaskan aturan mengenai larangan menutupi mulut saat berbicara dalam situasi tertentu merupakan bagian penting dari upaya menjaga sportivitas.

“Aturan tentang menutupi mulut ini sangat penting bagi kami..Ini soal rasa hormat. Ini soal contoh yang harus kita berikan,” kata Infantino. 

“Jika Anda tidak memiliki sesuatu yang perlu disembunyikan, Anda tidak perlu menutupi mulut saat berbicara dengan seseorang.”

“Aturannya sudah dijelaskan dengan sangat jelas kepada semua pihak.”

Berikut hasil pertandingan Piala Dunia 2026 dari Grup C, Maroko versus Haiti dan Skotlandia melawan Brasil.

TIMNAS Brasil dan Maroko sama-sama mengakhiri fase Grup C Piala Dunia 2026 dengan kemenangan pada laga terakhir, Kamis (25-6-2026) pagi WIB.

Selecao menundukkan Skotlandia 3-0, sementara Singa Atlas mengalahkan Haiti 4-2.

Brasil tampil dominan sejak menit-menit awal di Miami Stadium. Vinicius Junior membuka keunggulan lebih dulu sebelum Matheus Cunha ikut mencatatkan namanya di papan skor untuk memastikan kemenangan telak 3-0 atas Skotlandia.

Hasil tersebut membuat Brasil finis sebagai juara Grup C. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu melangkah ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang di fase grup.

Di pertandingan lain yang berlangsung di Atlanta Stadium, Maroko dipaksa bekerja keras menghadapi Haiti. Meski sempat dua kali tertinggal, Maroko mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-2.

Maroko Runner-Up

Achraf Hakimi dan Ismael Saibari membawa Maroko menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Pada babak kedua, dua gol tambahan dari pemain pengganti memastikan tiga poin untuk wakil Afrika tersebut.

Berkat kemenangan itu, Maroko lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C.

Haiti, yang sudah dipastikan tersingkir sebelum laga terakhir, tetap mampu memberikan perlawanan sengit dengan mencetak dua gol ke gawang Maroko.

Bagi Skotlandia, kekalahan dari Brasil membuat peluang mereka bergantung pada persaingan tim peringkat ketiga terbaik. Meski sempat memberikan ancaman pada babak kedua, pertahanan Brasil tetap kukuh hingga peluit panjang dibunyikan.

Vinicius Junior kembali menjadi bintang Brasil setelah mencetak gol pada laga ketiga secara beruntun di fase grup. Penampilan impresif penyerang Real Madrid itu menjadi modal penting bagi Selecao menjelang fase gugur.

Susunan Pemain

Skotlandia Vs Brasil

Skotlandia (4-2-3-): Angus Gunn; Nathan Patterson, Jack Hendry, Scott McKenna, Andy Robertson; Lewis Ferguson, Kenny McLean; Scott McTominay, John McGinn; Ben Doak; Lawrence Shankland.

Pelatih: Stephen Clark

Brasil (4-3-3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta; Rayan, Vinicius Junior, Matheus Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti

Maroko Vs Haiti

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Nayef Aguerd, Jawad El Yamiq, Adam Aznou; Bilal El Khannouss, Sofyan Amrabat; Ismael Saibari, Brahim Diaz, Abde Ezzalzouli; Ayoub El Kaabi.

Pelatih: Mohamed Ouahbi

Haiti (4-4-2): Johny Placide; Carlens Arcus, Ricardo Ade, Jean-Kevin Duverne, Alex Christian Jr.; Leverton Pierre, Danley Jean Jacques, Bryan Alceus, Louicius Don Deedson; Frantzdy Pierrot, Derrick Etienne Jr

Pelatih: Sebastien Migne

BolaIndonesia – Brasil memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Skotlandia dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga terakhir Grup C yang berlangsung di Miami. Penampilan gemilang Vinicius Junior menjadi kunci kemenangan Selecao berkat dua gol yang ia ciptakan sepanjang pertandingan. Hasil ini membuat tim asuhan Carlo Ancelotti finis sebagai juara grup dan melanjutkan perjalanan mereka di fase gugur dengan penuh percaya diri.

Sejak menit-menit awal, Brasil langsung menunjukkan kualitasnya. Vinicius membuka keunggulan pada menit ketujuh setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Skotlandia. Gol cepat tersebut membuat permainan Brasil semakin nyaman dan mendominasi penguasaan bola.

Skotlandia Kesulitan Membendung Serangan Selecao

Skotlandia sebenarnya datang dengan harapan menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Namun, tekanan tinggi dan kualitas individu para pemain Brasil membuat pasukan Steve Clarke kesulitan mengembangkan permainan.

Ketika Skotlandia berusaha bangkit, Brasil justru kembali menghukum lawannya. Menjelang turun minum, Vinicius Junior mencetak gol keduanya melalui penyelesaian yang tenang untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol tersebut membuat Brasil memasuki ruang ganti dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Skotlandia semakin tertekan.

Matheus Cunha Lengkapi Pesta Gol Brasil

Memasuki babak kedua, dominasi Brasil tidak mengendur. Aliran bola yang rapi dan pergerakan cepat di sektor depan terus merepotkan pertahanan Skotlandia. Hasilnya, Matheus Cunha berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-60 setelah menerima umpan matang dari Bruno Guimaraes.

Gol tersebut praktis mengunci kemenangan Brasil. Skotlandia berusaha mencari gol balasan, tetapi sejumlah peluang yang mereka dapatkan gagal dikonversi menjadi gol. Kiper Alisson Becker juga tampil solid saat dibutuhkan untuk menjaga gawangnya tetap perawan.

Neymar Kembali, Tambah Kabar Baik untuk Brasil

Selain kemenangan besar, Brasil juga mendapat kabar menggembirakan dengan kembalinya Neymar ke lapangan. Sang bintang masuk sebagai pemain pengganti dan menjalani penampilan pertamanya bersama tim nasional setelah lama absen karena cedera.

Kehadiran Neymar disambut meriah oleh para pendukung Brasil di stadion. Meski tidak mencetak gol, beberapa sentuhan dan peluang yang ia ciptakan menjadi sinyal positif bagi Selecao menjelang babak gugur.

Brasil Juara Grup C, Skotlandia Menanti Keajaiban

Kemenangan ini membuat Brasil mengakhiri fase grup dengan status juara Grup C dan mengamankan tiket ke babak 32 besar. Tim Samba juga tampil impresif dengan lini serang tajam serta pertahanan yang sulit ditembus lawan sepanjang fase grup.

Di sisi lain, kekalahan telak ini membuat Skotlandia berada dalam posisi sulit. Mereka harus berharap hasil dari grup lain berpihak kepada mereka untuk bisa lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Namun selisih gol yang kurang menguntungkan membuat peluang tersebut tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.

Vinicius Semakin Bersinar di Piala Dunia 2026

Dua gol ke gawang Skotlandia membuat Vinicius Junior semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berbahaya di turnamen ini. Penyerang Real Madrid tersebut kini telah mengoleksi empat gol dan masuk dalam persaingan daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang terus meningkat, kembalinya Neymar, serta racikan Carlo Ancelotti yang semakin matang, Brasil mengirim pesan kuat kepada para rival bahwa mereka siap berburu gelar juara dunia keenam dalam sejarah sepak bola mereka.

Anda juga bisa meminta: Show me the Group C standings, Apa lawan Brasil di babak 32 besar?, atau Buat prediksi perjalanan Brasil hingga final Piala Dunia 2026.

PSSI masih menganggap program naturalisasi sebagai salah satu jalan yang tepat untuk memperkuat Timnas Indonesia naik level.

Program naturalisasi sebenarnya sudah dijalankan oleh kepengurusan PSSI sebelumnya, namun kian masif di bawah kepemimpinan Erick Thohir sebagai ketua umum.

Bergabungnya pemain-pemain naturalisasi sejauh ini membuahkan hasil manis. Dua di antaranya yang paling mencolok adalah keberhasilan Timnas Indonesia U-23 menembus semifinal Piala Asia U-23 pada 2024 lalu.

Selanjutnya dan ini yang tak kalah sensasional, Indonesia berhasil melangkah ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kini, di bawah arahan pelatih baru John Herdman, ranking FIFA Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Dari yang tadinya di posisi ke-122, kini di posisi ke-118.

Naiknya peringkat berkat kesuksesan Skuad Garuda memenangkan dua laga melawan Oman dan Mozambik pada FIFA matchday beberapa waktu lalu.

Kini, Indonesia bersiap melakoni sederet hajatan yang tak kalah penting, yakni Piala AFF, FIFA ASEAN Cup, Piala Asia 2027, dan target besarnya adalah lolos Piala Dunia 2030 via kualifikasi.

Kumpulkan Pemain Diaspora

Mengingat beratnya perjuangan, PSSI terus memburu pemain-pemain keturunan potensial dari seluruh penjuru dunia, khususnya Eropa.

Dua nama yang kini tengah diproses di DPR RI adalah Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery. Jika tak ada aral melintang, keduanya akan segera mengantongi KTP Indonesia dan untuk selanjutnya bergabung dengan Rizky Ridho dan kawan-kawan.

Langkah PSSI mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, juga parlemen alias DPR RI. Dengan demikian, beban dan perjuangan pasukan John Herdman untuk merealisasikan target yang dipatok PSSI kini terasa lebih enteng.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, via kanal YouTube Bung Ropan juga mengapresiasi sikap positif pemerintah.

“Ketua Umum PSSI Pak Erick Thohir sudah mengatakan bahwa program naturalisasi terus akan berjalan. Jadi tidak akan berhenti demi untuk mempertebal bagaimana pemain-pemain kita di semua level,” kata Ronny Pangemanan.

Persiapan Serius

Semua lini akan diperkuat dan itu berarti PSSI masih akan terus mencari pemain-pemain keturunan nan mumpuni yang akan memperkuat timnas.

“Itu akan memudahkan John Herdman untuk membesut tim nasional kita terbang tinggi. Karena kita bukan saja membidik untuk juara Piala AFF tapi bagaimana juga bisa menjadi juara di FIFA ASEAN Cup pada September dan Oktober yang akan datang,” ujar pengamat yang akrab disapa Ropan.

Menurut Ropan, khusus untuk FIFA ASEAN Cup, Indonesia berpotensi besar menjadi tuan rumah.

“Karena kemungkinan besar kita ditunjuk oleh FIFA sebagai tuan rumah pelaksana FIFA ASEAN Cup pertama kali dalam sejarah. Nah, setelah itu ada juga proyek yang lebih besar atau turnamen Piala Asia pada bulan Januari dan September 2027,” tukas Ropan.

“Pada bulan September kalau tidak salah sudah mulai kualifikasi Pra Piala Dunia 2030 zona Asia. Kemarin kita sampai di putaran keempat, nyaris lolos ke Piala Dunia 2026. Sayang kita tersandung dalam putaran keempat menghadapi Arab Saudi dan Irak.”

“Untuk ya membuat tim nasional kita tangguh, maka proyek naturalisasi ini yang sudah mendapat dukungan ya bukan saja dari pemerintah, tapi DPR RI juga siap mem-backup itu”.

“Setiap ada naturalisasi, DPR terutama Komisi XIII sudah mengatakan untuk mendukung selama itu berguna, bagus untuk peningkatan tim nasional kita. Karena yang dibidik adalah bagaimana bisa berprestasi di Piala Asia dan lolos ke Piala Dunia 2030,” pungkas Ropan.

BolaIndonesia – Timnas Swiss berhasil mengamankan posisi puncak Grup B setelah menaklukkan Kanada dengan skor 2-1 pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 di Vancouver. Kemenangan ini memastikan Swiss melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup, sementara Kanada tetap lolos sebagai runner-up. Gol-gol Swiss dicetak oleh Rubén Vargas dan Johan Manzambi, sedangkan Kanada hanya mampu membalas lewat Promise David.

Meski pertandingan berlangsung ketat dan minim peluang pada babak pertama, Swiss tampil jauh lebih agresif setelah turun minum. Perubahan tempo permainan membuat pertahanan Kanada kesulitan mengimbangi pergerakan para pemain Swiss yang tampil lebih efektif dalam memanfaatkan ruang.


Johan Manzambi Jadi Pembeda

Penghargaan Man of the Match pantas diberikan kepada gelandang muda Swiss, Johan Manzambi. Pemain berusia 20 tahun tersebut kembali menunjukkan kualitas luar biasa yang membuatnya menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di turnamen ini.

Manzambi mencetak gol kedua Swiss pada menit ke-57 setelah memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti. Gol tersebut menjadi momentum penting yang membuat Swiss unggul dua gol dan mengendalikan jalannya pertandingan. Berkat kontribusinya, Swiss mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Penampilan Manzambi tidak hanya terlihat dari gol yang dicetaknya. Sepanjang pertandingan, ia aktif membuka ruang, membantu transisi serangan, dan memberikan tekanan kepada lini belakang Kanada. Mobilitas tinggi serta keberaniannya dalam duel satu lawan satu membuat pertahanan tuan rumah berkali-kali berada dalam situasi sulit.


Turnamen yang Mengangkat Nama Manzambi

Piala Dunia 2026 menjadi panggung sempurna bagi Manzambi untuk memperkenalkan dirinya kepada dunia. Sebelum menghadapi Kanada, ia sudah mencuri perhatian saat mencetak dua gol ke gawang Bosnia dan Herzegovina. Catatan tersebut bahkan membuatnya menjadi pemain termuda Swiss yang mampu mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Kini, dengan tambahan satu gol ke gawang Kanada, Manzambi telah mengoleksi tiga gol dalam tiga pertandingan fase grup. Statistik tersebut sangat impresif mengingat usianya yang masih 20 tahun dan statusnya yang baru mulai mendapatkan peran penting di tim nasional Swiss.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, sebelumnya menyebut Manzambi sebagai pemain yang memiliki talenta luar biasa dan terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Kepercayaan tersebut kini terbayar dengan kontribusi nyata sang pemain di lapangan.


Ancaman Serius di Fase Gugur

Performa Manzambi menjadi kabar baik bagi Swiss menjelang babak gugur. Ketika banyak tim masih bergantung pada pemain senior, Swiss justru menemukan senjata baru dalam diri gelandang muda tersebut.

Kecepatan, teknik, dan insting mencetak gol yang dimiliki Manzambi membuatnya sulit dihentikan. Ia mampu muncul dari lini kedua, memanfaatkan celah pertahanan lawan, dan menyelesaikan peluang dengan tenang. Karakteristik tersebut menjadikannya salah satu pemain muda paling berbahaya di Piala Dunia 2026 saat ini.

Jika mampu mempertahankan konsistensinya, bukan tidak mungkin Johan Manzambi akan menjadi salah satu bintang terbesar turnamen dan membawa Swiss melangkah jauh di fase gugur. Untuk saat ini, satu hal sudah pasti: kemenangan Swiss atas Kanada menjadi milik Johan Manzambi, sang Man of the Match yang kembali menunjukkan kelasnya di panggung dunia.

idnews.top – Timnas Inggris gagal melanjutkan momentum kemenangan mereka di Piala Dunia 2026 setelah ditahan Ghana dengan skor 0-0. Hasil ini didapat pada laga kedua Grup L yang berlangsung Selasa waktu setempat.

The Three Lions tampil dominan dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah peluang berbahaya yang berhasil mereka ciptakan.

Meski gagal meraih kemenangan, Inggris tetap berada di puncak klasemen sementara Grup L dengan koleksi empat poin. Mereka unggul selisih gol atas Ghana yang memiliki jumlah poin sama.

Inggris Dominan, Ghana Bertahan Disiplin

Inggris menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Namun, pertahanan rapat Ghana membuat tim asuhan Thomas Tuchel kesulitan menemukan ruang di area berbahaya.

Tuchel melakukan dua perubahan pada susunan pemain dibanding laga sebelumnya melawan Kroasia. Marc Guehi dan Djed Spence masuk menggantikan John Stones serta Nico O’Reilly.

Ketika kebuntuan belum juga terpecahkan, Tuchel melakukan pergantian besar-besaran. O’Reilly, Bukayo Saka, Eberechi Eze, Morgan Rogers, dan Marcus Rashford diturunkan untuk menambah daya dobrak tim.

Peluang terbaik Inggris datang pada fase akhir pertandingan. Sundulan O’Reilly membentur mistar gawang, tetapi Harry Kane gagal memaksimalkan bola pantul yang melayang jauh di atas gawang

Harry Kane Terisolasi di Lini Depan

Salah satu sorotan utama pertandingan adalah minimnya keterlibatan Harry Kane. Hingga pertandingan berjalan 35 menit, hanya dua pemain yang mencatat sentuhan bola lebih sedikit dibanding kapten Inggris tersebut.

Situasi itu menggambarkan betapa sulitnya Kane mendapatkan suplai bola. Berbeda dengan pertandingan melawan Kroasia, ia tidak memiliki ruang yang cukup untuk turun membantu membangun serangan.

Kane baru mendapatkan peluang yang benar-benar berbahaya pada menit ke-85. Kesempatan itu datang setelah sundulan O’Reilly mengenai mistar, tetapi penyelesaian akhirnya gagal menemui sasaran.

Kondisi tersebut memperlihatkan kesulitan Inggris dalam menciptakan kreativitas di area tengah. Mereka juga tampak kekurangan dukungan di sekitar Kane untuk membuka ruang dan memberi variasi dalam serangan.

Ghana Pulang dengan Poin Penting

Di sisi lain, Ghana tampil sangat berhati-hati sepanjang pertandingan. Mereka hanya mampu melepaskan dua tembakan selama 90 menit.

Beberapa kali Ghana mencoba mendapatkan keuntungan melalui insiden di kotak penalti Inggris. Mereka sempat meminta Jordan Pickford mendapat kartu merah setelah berbenturan dengan Prince Adu, serta mengajukan klaim penalti saat Ezri Konsa melakukan tekel terhadap Adu.

Namun, kedua insiden tersebut tidak menghasilkan keputusan yang menguntungkan Ghana. Meski demikian, satu poin yang mereka amankan bisa menjadi bekal penting menjelang laga terakhir fase grup.